Travel Haji Furoda Terpercaya

Travel Haji Furoda Terpercaya

Travel Haji Furoda Terpercaya

Sahabat Haji Plus menyadari bahawasannya mencari jasa travel haji yang terpercaya itu gampang – gampang susah. Meskipun kini banyak sekali jasa travel yang gencar pemasarannya dan mudah ditemui, namun perlu diketahui bahwa tak semuanya memiliki kredibilitas yang baik. Sebelum memilih jasa travel yang hendak Sahabat Haji Plus percayakan untuk melaksanakan ibadah haji, pastinya Sahabat Haji Plus perlu memastikan terlebih dahulu perihal rekam jejak jasa travel terebut. Hendaknya Sahabat Haji Plus memastikan bahwa jasa travel yang hendak dipilih tersebut memiliki rekam jejak yang baik, terpercya dan juga berpengalaman. Mengapa yang demikian ini diperlukan? Hal ini bertujuan agar pendaftaran pelaksanaan ibadah haji Sahabat Haji Plus berjalan lancar hingga proses keberangkatan. Tentunya Sahabat Haji Plus tak ingin bukan jika terjadi kendala menjelang keberanagkatan? Oleh karerna itulah, diperlukan kehati – hatian sebelum memilih dan memutuskan menggunakan jasa travel yang hendak dipercaya untuk pelaksanaan ibadah haji. Bagi Sahabat Haji Plus yang kini sedang mencari jasa travel haji terpercaya dan berpengalaman serta menyediakan paket yang istimewa, Sahabat Haji Plus dapat memilih Annur Maarif Travel sebagai solusinya. Di Annur Maarif ini menyediakan paket Haji Furoda bagi Sahabat Haji Plus yang ingin segera menunaikan ibadah haji tanpa melalui waktu tunggu keberangkatan yang lama. Annur Maarif merupakan Travel Haji Furoda yang telah terpercaya dan berpengalaman dibidangnya. Untuk Biaya Haji Furoda ini hanya dibandrol dengan 17.500 USD saja. Nah.. Bagi Sahabat Haji Plus yang ingin mengetahui informasi Travel haji furoda terpercaya lebih lengkapnya, yuk simak informasi dibawah ini.

Jenis DAM Dalam Pelaksanaan Haji

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa terdapat beberapa jenis DAM dalam ibadah haji. Menurut Imam An – Nawawi ada terdapat empat kategori bagi jamaah haji yang melanggar larangan ihram. Apa saja larangannya? Berikut lebih jelasnya.

  1. Tartib dan Ta’dil

Dam ini diperuntukkan apabila jamaah haji yang muhrim melakukan hubungan suami-istri sebelum melaksanakan tahallul awal (dalam ibadah haji) serta sebelum seluruh rangkaian umrah selesai (dalam ibadah umrah). Denda bagi kategori dam jenis ini ialah menyembelih seekor unta. Jika jamaah haji merasa tidak mampu, maka boleh diganti dengan menyembelih seekor sapi ataupun lembu. Dan jika masih merasa tidak mampu, diganti dengan menyembelih 7 ekor kambing. Jika masih tidak mampu, maka diganti dengan memberi makan fakir miskin senilai seekor unta. Bila masih juga tidak mampu, maka diganti dengan berpuasa sebanyak hitungan mud (1 mud/75 gr/0.7 liter per hari) dari makanan yang dibeli seharga seekor unta. Perlu diketahui bahwa denda ini harus dilaksanakan sejak pelanggaran terjadi dengan ketentuan semua amalan haji tetap harus diselesaikan. Tetapi diwajibkan mengulang haji karena haji tidak sah. Haji Furoda

Seorang muhrim yang tertahan atau gagal dalam melaksanakan ibadah haji karena suatu halangan yang merintangi di tengah jalan setelah ia berihram juga termasuk kategori palanggaran ini. Sedangkan untuk dendanya ialah menyembelih seekor kambing dan langsung menggunting rambut sebagai tahallul atas ihramnya. Jika jamaah haji tak mampu, dapat diganti dengan memberi makan kepada fakir miskin senilai harga kambing. Jika itu juga tidak mampu, maka bisa juga diganti dengan berpuasa sebanyak hitungan jumlah mud (1 mud/675 gr/0.7 liter per hari) yang dibeli dengan harga seekor kambing. Denda ini dilaksanakan di tempat ia tertahan atau setelah kembali ke kampung halaman.

  1. Takhyir dan Taqdir

Dam dengan kategori ini disebabkan karena pelanggaran yang berupa membuang/mencabut/menggunting rambut atau bulu dari anggota tubuh, memakai pakaian yang dilarang dalam ihram (pakaian yang berjahit, topi dan beberapa pakaian dilarang lain), atau mengecat/memotong kuku dan memakai wangi-wangian. Perihal denda untuk jenis ini juga diperbolehkan untuk memilih salah satu dari denda berikut, yakni menyembelih seekor kambing,  bersedekah kepada 6 orang fakir miskin (tiap orang 2 mud) atau berpuasa 3 hari. Bagi jamaah yang melakukan percumbuan atau melakukan hubungan suami istri selepas tahallul awal juga termasuk kategori pelanggaran dam kategori ini. Sedangkan dendanya bisa dengan menyembelih seekor unta, bersedekah seharga seekor unta atau berpuasa sebanyak hitungan setiap mud makanan yang dibeli seharga satu ekor unta.

  1. Tartib dan Taqdir

Dam Tartib dan Taqdir ini dilakukan dengan cara menyembelih seekor kambing. Jika jamaah haji merasa tidak mampu atau tidak menemukan kambing untuk disembelih, bisa digantikan dengan berpuasa 10 hari. Berpuasa ini dengan ketentuan 3 hari dilaksanakan selama pelaksanaan ibadah haji dan 7 hari sisanya dilaksanakan di kampung halaman. Apabila jamaah haji tidak sanggup untuk berpuasa, baik dengan alasan sakit atau alasan syar’i yang lain, maka bisa digantikan dengan membayar 1 mud/hari (1 mud= 675 gr/0.7 liter) seharga makanan pokok. Dam dengan kategori ini diperuntukkan bagi jamaah haji yang melakukan haji tamattu’, haji qiran, dan beberapa pelanggaran wajib haji antara lain tidak berniat (ihram) dari miqat makani, tidak mabit di Muzdalifah tanpa alasan syar’i, tidak mabit di Mina tanpa alasan syar’i, tidak melontar jumrah dan tidak melaksanakan thawaf wada.

  1. Takhyir dan Ta’dil

Dam kategori ini merupakan denda untuk muhrim yang berburu atau membunuh binatang buruan ketika berada di Tanah Haram atau Halal setelah ihram; atau muhrim yang menebang atau mencabut pepohonan di Tanah Haram Mekah (kecuali pepohonan yang sudah kering). Denda dengan kategori ini boleh dengan memilih salah satu dari denda berikut: menyembelih binatang yang sebanding dengan binatang yang diburu; memberi makan dengan nilai harga binatang yang sebanding dan dibagikan kepada fakir miskin Mekah; atau berpuasa sejumlah bilangan mud yang senilai dengan binatang sebanding (1 mud/675 gr/0.7 liter = 1 hari). Dapat disesuaikan dengan kemampuan jamaah haji di pilihan yang mana.

Baca Artikel Lainnya :  Daftar Haji Plus di Jakarta

Pengadaan Kenduri Menjelang Keberangkatan Haji

Tak bisa diungkiri bahwa Umat Islam di Indonesia ini memiliki budaya yang cukup unik yang tentunya tak ditemui di umat Islam di negara manapun. Bahkan Sahabat Haji Plus perlu mengetahui bahwa tradisi Umat Islam di Indonesia ini walaupun memang tak memiliki dalil yang khusus didalam Al quran dan Hadist, akan tetapi tak bertentangan dengan syariat dalam agama Islam. Sahabat Haji Plus pastinya mengerti bahwa kebiasaan umat Islam di Indonesia adalah mengadakan kenduri atau selamatan yang dilakukan sebelum melaksanakan ibadah di Tanah Suci, baik Haji ataupun Umroh. Dalam pelaksanaannya, yang mengadakan kenduri ini terkadang mengundang para tetangga dan karib kerabat serta keluarga untuk bersama sama membacakan beberapa ayat Al quran, berdzikir serta berdoa, yang terkadang di isi dengan ceramah agama sebagai pembekalan calon jamaah umroh dan Haji serta memotivasi para undangan agar memiliki semangat berangkat menunaikan ibadah ke tanah suci. Kebiasaan yang sudah mendarah daging dan turun menurun di masyarakat ini telah berlangsung cukup lama, bahkan tak diketahui siapa yang memulainya pertama kali. Meskipun begitu,  jelas ini tidak menyimpang dari ajaran islam. Sekalipun memang ada sebagian umat Islam yang melihat kebiasaan ini merupakan sesuatu perbuatan mengada ada dalam agama. Tapi yang jelas kontroversi masalah ini terjadi karena perbedaan memahami konteks hadist.

Sebagaian ulama melihat bahwa kebiasaan kenduri ini bukanlah suatu hal yang terlarang dalam agama, karena secara umum Allah memerintahkan hambanya untuk senantiasa berdoa, bukan hanya ketika dirumah melainkan dalam segala keadaan termasuk melakukan perjalanan jauh untuk menunaikan ibadah Haji di Tanah Suci. Keumuman dalil ini lah yang dijadikan hujjah dalam melakukan upacara selametan atau kenduri ini. Tak hanya itu, Pelaksanan kenduri ini sebuah kegiatan yang berkaitan dengan etika dan adab orang yang melakukan perjalanan Ibadah ke Tanah Suci yang dilakukan dengan meminta maaf kepada tetangga, karib kerabat dan handai taulan, sembari meminta doa agar dipermudah dalam pelaksanaan ibadah di tanah suci. Krena itulah, tentunya kebiasaan ini tak bisa dikatakan mengada ada dalam urusan agama. Terlepas dari itu semua, bukankah Sahabat Haji Plus sekalian begitu memahami bahwasannya kekuatan doa sangatlah luar biasa. Karena apa yang tak mungkin menurut logika maka bisa mungkin dengan doa. Maka pantas saja jika Nabi Muhammad Saw dalam sebuah hadist menyatakan : “ Doa merupakan senjata bagi orang yang beriman”

Oleh karena itu, memang sebaiknya jika Sahabat Haji Plus memiliki rezeki lebih untuk mengadakan Walimatus safar atau acara pesta perjalanan dengan membaca Ratib atau zikir, membaca beberapa ayat Al quran dan doa, selain bentuk permohonan kepada Allah juga bisa menjadi syiar Agama Islam, agar para tamu undangan terpancing untuk juga bisa beribadah Haji atau Umroh mengikuti jejak saudaranya yang akan melaksanakan panggilan Allah ini. Tapi Sahabat Haji Plus perlu mengetahui bahwa ini bukanlah suatu hal yang wajib untuk dilakukan. Apabila Sahabat Haji Plus tak melaksanakannya pun tak ada masalah dan tak akan mengurangi sedikitpun nilai dari ibadah yang dilakukan di Tanah Suci. Terlebih jika memang budget Sahabat Haji Plus pas pasan, akan lebih baiknya jika uang untuk mengadakan acara tersebut dipakai sebagai bekal di tanah suci nanti. Dan bagi Sahabat Haji Plus yang berencana untuk melaksanakan acara tersebut harus juga bisa menjaga diri dari penyakit riya, takabur dan sum’ah. Hal ini dikarenakan keikhlasan merupakan modal diterimanya segala amal ibadah Sahabat Haji Plus sekalian dan hendaknya jangan sampai niat Sahabat Haji Plus hanya untuk pamer , karena itu semua nantinya hanya akan membuat rugi bagi diri Sahabat Haji Plus.

Baca Artikel Lainnya :  Biaya Haji Plus untuk 2 orang

Sisi Lain Ka’bah di Tanah Suci

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa Ka’bah ini bukan hanya terdiri dari bangunan yang berbentuk kubus saja. Akan tetapi, ka’bah juga memiliki aksen – aksen yang bermakna dalam bangunannya yang tentunya tak dilewatkan oleh terlihat oleh mata pada saat Sahabat Haji Plus memandangnya. Ka’bah ini pastinya telah diketahui oleh Sahabat Haji Plus sekalian bukan? Memanglah bahwasannya Ka’bah ini menjadi pusat titik kiblat seluruh umat islam di penjuru dunia. Tak hanya itu saja, Ka’bah juga berfungsi  sebagai pusat kegiataan para jamaah yang dilakukan dengan cara thawaf yakni mengelilingi Ka’bah. Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa Ka’bah memiliki beberapa aksen lain yang menghiasi. Mau tahu apa saja yang melengkapi bagiannya? berikut lebih jelasnya.

  1. Pancuran emas

Pancuran emas atau yang biasa disebut talang air berada dibagian tembok atas bagian ka’bah tepat berada diatas hijir ismail. Pancuran emas ini dibuat dengan tujuan membuang genangan air dari atas atap jika sewaktu-waktu terjadi hujan ataupun pada saat ka’bah dalam proses pencucian. Mengapa talang air ini disebut pancuran emas? Hal ini dikarenakan talang air ini berbahan tembaga yang dilapisi dengan emas. Oleh karena itulah, talang air ini disebut sebagai pancuran emas.

  1. Syazarawan

Bagi Sahabat Haji Plus mungkin agak asing mendengar bagian Ka’bah yang satu ini. Syazarawan adalah bagian ka’bah yang berbentuk melengkung mengelilingi bagian bawah ka’bah sepanjang area tawaf kecuali Al-hathim. Syazarawan ini adalah tembok yang sangat kuat dengan berbahan dasar batu marmer dibuat untuk melindungi ka’bah dari banjir dan demi menjaga keselamatan jamaah dan juga selimut ka’bah dari kerumunan banyak orang. Meskipun bagian ini jarang dikenal, akan tetapi keberadaannya sangat penting bagi Ka’bah.

  1. Selimut ka’bah atau Kiswah

Kiswah adalah kain berwarna hitam yang dihiasi tulisan kutipan Al Quran berwarna kuning emas. Kiswah ini berfungsi sebagai pembungkus ka’bah yang terbuat dari sutra pilihan dan bersulam benang emas murni. Diketahui ukuran kiswah sekitar 14 meter dengan tinggi 47 meter serta panjang dan beratnya mencapai 650 kilogram.

  1. Hijir Ismail

Selain hajar aswad, hijir ismail juga bagian Ka’bah yang tentunya tak asing bagi Sahabat Haji Plus sekalian. Hijir Ismail merupakan sebuah bangunan yang berbentuk setengah lingkaran yang dibangun oleh Nabi Ismail As. Hijir Ismail berada di sebelah utara bangunan ka’bah dengan tinggi tembok sekitar 3,11 meter. Hijir ismail ini dipercaya sebagai tempat doa yang mustajab.  Oleh karena itu, pada saat Sahabat Haji Plus berada di hijir ismail jangan lewatkan untuk berdoa di tempat tersebut.

  1. Rukun hajar aswad

Ka’bah memiliki 4 sudut yang disebut rukun, salah satunya ialah rukun hajar aswad. Dari sudut ini para jamaah haji memulai tawaf dan disudut ini pula lah jamaah akan mengakhiri tawaf. Diketahui bahwa rukun ini disebut rukun paling penting dan dimuliakan oleh Allah Swt. Oleh karena itu, tak heran apabila banyak jamaah haji yang rela berdesakan dan berebut untuk mencium atau sekedar mengusap rukun hajar aswad.

  1. Maqam Nabi Ibrahim

Perlu diketahui bahwa Maqam yang dimaksud disini ialah bukan tempat peristirahatan terakhir Nabi Ibrahim As, akan tetapi memiliki makna tersendiri yakni “tempat berdiri”. Maksudnya ialah batu tempat telapak kaki Nabi Ibrahim As berpijak saat beliau berdiri untuk membangun ka’bah. Bekas kedua telapak kaki Nabi Ibrahim sampai saat ini masih bisa terlihat jelas oleh Sahabat Haji Plus dengan ukuran panjang 27 sentimeter, lebar 14 sentimeter dengan kedalaman 10 sentimeter.

  1. Rukun yamani

Sudut ka’bah ini jika ditarik lurus ke selatan akan sampai di negeri Yaman, sebab itulah dinamakan rukun Yamani. Rasulullah Saw ketika sedang tawaf tak pernah lupa untuk selalu menyempatkan diri untuk memegang rukun Yamani. Sebab kebiasaan Rasulullah Saw tersebut lah para ulama menyimpulkan bahwa kegiatan memegang ataupun mengusap rukun Yamani dalam tawaf sebagai salah satu sunnah. 

  1. Pintu ka’bah

Pintu ka’bah merupakan termasuk ke dalam bagian penting Ka’bah yang terletak disebelah timur laut. Ketinggian pintu ka’bah dari atas lantai diperkirakan sekitar 2 meter. Diketahui, pintu Ka’bah ini terbuat dari emas murni sebanyak 280 kilogram. Biaya yang diperkirakan cukup besar yakni kurang lebih dari 13 juta riyal arab Saudi. Pintu ka’bah ini telah banyak mengalami perubahan yang mencakup bentuknya maupun bahan baku pembuatannya. Untuk pintu yang saat ini ialah hadiah dari Khalid bin Abdul Aziz yakni Raja Saudi pada zamannya. 

  1. Rukun syami

Sudut ka’bah yang menghadap ke arah barat laut. Disebut syami karena terletak pada arah negeri syam. Sudut ini tidak memiliki keutamaan khusus dan tidak disunnahkan pula untuk memegang nya saat tawaf. Maka dari itu rukun Iraqi selalu ditutup dengan selimut ka’bah.

  1. Hajar Aswad

Hajar Aswad menjadi salah satu bagian yang rupanya tak asing bagi Sahabat Haji Plus bukan? Pasalnya hajar aswad inilah yang paling ingin dilihat Sahabat Haji Plus saat berkunjung ke Tanah Suci. Memang faktanya, dari banyaknya bagian – bagian ka’bah hajar aswad inilah yang paling menarik. Pada mulanya Hajar Aswad ini merupakan sebongkah batu besar dengan ukuran kurang lebih 30 cm. Beberapa peristiwa yang terjadi pada jaman dahulu membuat  hajar aswad kini hanya berbentuk pecahan kecil batu hitam berbentuk bulat lonjong sebesar ukuran biji kurma dengan dilapisi perak di dalamnya. Bagi Sahbaat Haji Plus yang bertanya – tanya dimanakah letak hajar aswad, hajar aswad ini terletak di sisi selatan ka’bah dan dipercaya sebagai batu mulia yang berasal dari surga.

  1. Rukun Iraqi

Rukun Iraqi terletak di sisi utara jika ditarik lurus akan tiba di negeri Iraq. Rukun Iraqi adalah salah satu sudut yang pernah bergeser dan mengalami sedikit pengurangan panjang sisi karena terbatasnya dana pada masa Quraisy. Sudut ini tak memiliki keutamaan khusus dan tak disunnahkan pula untuk memegang nya saat tawaf. Maka dari itu rukun Iraqi selalu ditutup dengan selimut ka’bah.

  1. Multazam

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa Multazam berada diantara hajar aswad dan pintu ka’bah dengan jarak kurang lebih 2 meter. Multazam ini merupakan tempat yang dipercaya paling mustajab untuk berdoa. Sebagaimana sabda Rasulullah saw ialah multazam tempat berdoa mustajab, tidak seorangpun dari hamba Allah yang berdoa ditempat ini tanpa terkabul permintaannya. Saat Sahabat Haji Plus berada di Multazam disunnahkan berdoa sambil menempelkan kedua tangan, dada, serta pipi ke multazam. Tentunya yang paling penting ialah niat tulus Sahabat Haji Plus dalam berdoa dan beribadah selama di tanah suci.

Baca Artikel Lainnya :  Informasi Travel Haji Plus di Jakarta

Nah.. Inilah sekilas informasi seputar Travel haji furoda terpercaya yang dapat Sahabat Haji Plus jadikan rekomendasi yang tepat. Perihal kelegalitasnya, tentu tak perlu diragukan lagi. Karena Haji Furoda Bersama Annur Maarif ini merupakan Travel Haji Furoda yang telah berpengalaman serta terpercaya dalam pelaksanaan pemberangkatan ibadah haji. Dengan memilih Haji Furoda Bersama Annur Maarif, Sahabat Haji Plus tentu akan mendapatkan banyak sekali benefit. Berbagai benefit yang akan Sahabat Haji Plus dapatkan sewaktu menjadi jamaah Haji Furoda Bersama Annur Maarif ialah dipastikan nyaman. Hal ini dikarenakan segala fasilitas serta akomodasi untuk jamaah Haji Furoda bersifat exclusive. Bagi Sahabat Haji Plus yang berencana untuk mendaftar Haji Furoda, pastikan nama Sahabat Haji Plus berada di daftar nama jamaah haji yang akan berangkat selanjutnya yaa..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *