Paket Haji Furoda Surabaya

Paket Haji Furoda Surabaya

Paket Haji Furoda Surabaya

Sahabat Haji Plus tentunya mengerti bahwasannya saat ini terdapat beberapa program haji yang dapat Sahabat Haji Plus pilih. Program yang tersedia pun dapat disesuaikan dengan budget yang telah disediakan oleh Sahabat Haji Plus sekalian. Sahabat Haji Plus dapat dengan bebas memilih dari harga yang paling terjangkau hingga yang paling mahal pun ada. Semua itu tentunya disesuaikan dengan kondisi Sahabat Haji Plus masing – masing. Teruntuk Sahabat Haji Plus yang bisa dibilang mampu dalam segi biaya dan menyediakan budget yang lebih, Sahabat Haji Plus dapat memilih program haji khusus yang tentunya sangat memudahkan Sahabat Haji Plus. Di Indonesia terdapat beberapa program haji khusus yang dapat Sahabat Haji Plus pilih, program haji khusus tersebut antara lain Haji Plus dan Haji Furoda. Bagi Sahabat Haji Plus yang tak menginginakn untuk menunggu waktu tunggu keberangkatan yang lama, Sahabat Haji Plus dapat memilih Haji Plus atau Haji Furoda. Jika Sahabat Haji Plus memilih Haji Plus, waktu tunggu keberangkatan yang Sahabat Haji Plus tunggu hanya sekitar 6 hingga 8 tahun saja. Tentunya waktu tunggu keberangkatan ini terbilang lebih singkat dibandingkan dengan waktu tunggu keberangkatan Haji Reguler. Jika Sahabat Haji Plus menginginkan segera menunaikan ibadah haji, Sahabat Haji Plus dapat memilih Haji Furoda. Karena Haji Furoda yang merupakan ibadah haji tanpa antri. Biaya Haji Furoda ini dapat Sahabat Haji Plus tanyakan langsung kepada Travel Haji Furoda yang Sahabat Haji Plus pilih. Untuk informasi lebih lanjut seputar Paket Haji Furoda Surabaya, silahkan simak informasi dibawah ini.

Tips Merencanakan Budget Paket Haji Furoda

Tampaknya seluruh Sahabat Haji Plus telah mengerti bahwa ibadah haji menjadi ibadah yang selalu dinanti oleh umat islam. Karena itulah, tak heran apabila Sahabat Haji Plus sangat mendambakan untuk dapat melaksanakannya.  Teruntuk setiap umat muslim yang dapat mengunjungi Tanah Suci tentunya menjadi suatu impian yang sebisa mungkin untuk diwujudkan. Karena dengan menunaikan ibadah haji, umat muslim mempercayai bahwa ibadah haji dapat menguatkan iman seseorang agar lebih bertakwa kepada Allah Swt. Akan tetapi, impian untuk pergi ke tanah suci seringkali hanya sebatas angan belaka dikarenakan untuk melaksanakan ibadah haji membutuhkan biaya yang tak sedikit. Tentu saja, alasan biaya yang besar bukan alasan untuk membuat Sahabat Haji Plus sekalian menghentikan impian untuk menunaikan ibadah haji. Ada beberapa cara yang akan membantu sahabat Haji Plus dalam membekali diri untuk dapat menunaikan ibadah haji. Apa saja? Yuk simak informasi dbawah ini.

  1. Membangun Komitmen Dalam Diri

Agar tujuan Sahabat Haji Plus dalam rangka dapat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci dapat segera terlaksana, pastikan Sahabat Haji Plus membangun dan membentuk komitmen dalam diri sendiri. Karena dengan adanya komitmen yang melekat dalam diri sahabat Haji Plus terkait tujuan yang harus segera terlaksana, maka itu akan menjadi energy positif yang selalu membawa Sahabat Haji Plus dalam memperjuangkan tujuan yang hendak dicapai tersebut. Sehingga, selama komitmen tersebut masih berada dalam diri Sahabat Haji Plus sekalian, insyaallah tujuan yang hendak tercapai akan segera terlaksana. Kuncinya ialah tetap berusaha, berdoa, kerja keras dan percaya bahwa tujuan tersebut akan segera terlaksana. Mulai dari sekarang upayakan untuk berkomitmen kepada diri sendiri. Sebisa mungkin batasi pengeluaran yang tidak perlu dan tingkatkan kedisiplinan untuk megisi tabungan haji.

  1. Menabung Khusus Pelaksanaan Haji

Agar Sahabat Haji Plus dapat memantau berapa dana yang sudah dikumpulkan untuk biaya pelaksanaan berhaji, sebaiknya bukalah tabungan khusus yang diperuntukkan bagi ibadah haji. Hal ini tentu sangat memudahkan sahabat Haji Plus sekalian dalam menabung untuk biaya ibadah haji. Daripada terlalu lama menabung namun tak kunjung membuahkan hasil karena terkadang terpakai kerperluan yang lain. Tabungan Haji bisa sahabat Haji Plus dapatkan di bank syariah. Namun, untuk beberapa bank konvensional yang ada di Indonesia juga telah menyediakan tabungan ini. Tabungan haji sama seperti program cicilan. Perbedaannya hanya pada besar cicilan yang dibayarkan tergantung kemampuan finanasial sahabat haji plus sekalian. Contohnya pada bulan pertama 500 ribu, sedangkan bulan berikutnya diupayakan lebih dari itu. Disesuaikan saja pada kemampuan sahabat haji plus sekalian. Besarnya cicilan yang dibayarkan tergantung jenis bank yang dipilih. Sebaiknya atur jumlah setoran yang dibayarkan. Karena dengan egitu tabungan haji akan cepat lunas dan sahabat haji plus dapat segera menunaikan ibadah haji.

  1. Rutin Menyetor Tiap Bulannya

Teruntuk Sahabat Haji Plus sekalian pastinya memiliki anggaran untuk keperluan sehari – hari. Nah.. cobalah untuk menganggarkan berapa rupiah untuk disimpan dalam celengkan khusus haji. Sebisa mungkin sahabat haji plus melakukannya dengan konsisten agar uang biaya dapat segera terkumpul. Beberapa bulan setelah Sahabat Haji Plus konsisten untuk melakukan hal tersebut, Sahabat Haji Plus dapat membuka celengan tersebut untuk mengetahui jumlah uang yang sudah terkumpul dan dapat sahabat haji plus setorkan ke tabungan haji. Kunci utam untuk melakukan ini ialah dengan mengurangi gaya hidup yang konsumtif. Sebisa mungkin sahabat haji plus mengatur pengeluaran dengan sebaik – baiknya serta mengurangi kebiasaan yang menambah pengeluaran seperti nongkrong atau jalan – jalan. Pastikan sahabat haji plus menghargai setiap rupiah yang dimiliki. Hal ini bertujuan agar tujuan untuk menunaikan ibadah haji dapat segera terlaksana.

  1. Mempersiapkan Perlengkapan Seperlunya

Sebelum berangkat untuk menunaikan ibadah haji tentunya harus melakukan persiapan yang harus dilakukan. Mulai dari menabung, berinvestasi hingga menyiapkan perlengkapan selama di Tanah Suci nanti. Tak ada salahnya apabila sahabat haji plus menyiapkan perlengkapan ibadah haji dari jauh – jauh hari, tetapi perhatikan jenis perlengkapan yang akan  dibeli. Pastikan jangan sampai boros dan berakhir mubadzir. Pastinya sayang sekali bukan? Diantara waktu yang senggang, sahabat haji plus dapat meluangkan waktu untuk mencatat apa saja perlengkapan yang dibutuhkan selama ibadah haji berlangsung di Tanah Suci. Setelah sudah terkumpu list apa saja barang yang dibutuhkan, sahabat haji plus bisa pergi ke pusat perbelanjaan untuk membeli guna mencari perlengkapan ibadah haji dengan harga yang terjangkau. Manfaatkan berbagai promo yang tersedia untuk memangkas pengelaran yang berlebih. Sebisa mungkin sahabat haji plus menghindari untuk membeli barang – barang yang baru apabila barang – barang yang lama masih dapat diapakai untuk bertamu ke tanah suci.

  1. Memanfaatkan Harga Promo

Saat ini banyak sekali jasa travel yang menawarkan berbagai jenis tawaran yang menarik, termasuk salah satunya ialah harga promo. Tentunya, dengan mendapatkan harga promo biaya akan menjadi lebih terjangkau. Namun, sahabat haji plus tetap harus survei terkait jasa travel manakah yang hendak dipilih dan dipercaya. Karena harga yang ditetapkan agen berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Sebelum memutuskan untuk membeli paket yang ditawarkan oleh pihak jasa travel, pastikan sahabat haji plus juga mengecek fasilitas yang akan disuguhkan nantinya. Karena tak semua harga promo menyertakan fasilitas sesuai dengan harga aslinya. Oleh karena itu, pastikan sahabat Haji Plus memilih jasa travel yang telah terpercaya seperti halnya Annur Maarif Travel. Selanjutnya ialah cobalah cek syarat dan ketentuan yang berlaku untuk memudahkan perjalanan ke Tanah Suci. Sahabat Haji Plus dapat pula melihat testimony dari customer sebelumnyayang pernah menggunakan jasa travel tersebut.

Baca Artikel Lainnya :  Travel Haji Plus di Jakarta Selatan

Perkembangan Haji Dari Dulu Hingga Kini

Sahabat Haji Plus tentunya sudah mengerti bahwa Indonesia merupakan peminat ibadah haji terbesar di penjuru dunia. Oleh karena itulah, pada saat musim haji selalu ditemui riuhnya jamaah haji yang berada di tanah suci. Karena memang sudah menjadi rutinitas ibadah tahunan yang sealu ditunaikan secara bergantian oleh jamaah haji yang ada di Indonesia. Bahkan jumlah jamaah haji di Indonesia semakin meningkat seiring bertambahnya tahun. Karena, pelaksanaan ibadah haji saat ini berbeda dengan jaman dahulu yang harus ditempuh dengan berbulan – bulan dengan menggunakan jalur transportasi laut. Kini, seiring dengan perkembangan teknologi melaksanakan ibadah haji tak lagi menggunakan jalur laut akan tetapi telah menggunakan jalur udara yang jarak tempuhnya dari segi waktu lebih singkat. Pelaksanaan ibadah haji ini dari masa ke masa telah mengalami berbagai macam fase. Untuk sekarang ini, proses pelaksanaan dalam hal menunaikan ibadah haji cukup mudah. Hal ini dikarenakan karena adanya dukungan dari pemerintah serta tersedianya layanan transportasi yang mendukung. Bagi Sahabat Haji Plus yang ingin mengetahui perkembangan pelaksanaan ibadah haji dari masa ke masa, yuk simak informasi di bawah ini. Biaya Haji Furoda

  1. Dekade Pertama Penyebaran Islam

Tahukah Sahabat Haji Plus? Bahwa Indoneisa telah mengerti perihal kewajiban pelaksanaan ibadah haji sejak dekade pertama saat penyebaran agama islam di Pulau Jawa dan Sumatera. Sejak saat itulah, pemeluk agama islam pada saat itu telah memahami perihal kewajiban dalam rukun islam yang kelima tersebut. Pada saat itu, bagi yang telah mampu dalam segi biaya, maka akan melaksanakan ibadah haji dengan menggunakan alat transportasi kapal dagang dari  Cina, India, Timur Tengah dan Arab untuk mengarungi laut selama berbulan – bulan lamanya menuju Jeddah untuk melaksanakan ibadah haji. Butuh waktu yang cukup lama dalam perjalanan proses melaksanakan ibadah haji.

  1. Abad Ke- 18

Pada saat abad ke 18, masyarakat Indonesia telah mengetahui dan memahami dengan betul terkait perlaksanaan ibadah haji yang termasuk dalam kewajiban bagi yang mampu. Sehingga pada saat itu, sebagian besar dari mereka memiliki tujuan untuk bisa berkunjung ke Tanah Suci. Namun, tak hanya melaksanakan ibadah haji saja. Ada pula yang berkunjung kesana dengan tujuan berdagang dan memperdalam ilmu agama.

  1. Tahun 1825

Pada tahun 1825, saat itu pemerintah colonial belanda mengeluarkan sebuah peraturan yang terkait dengan haji. Peraturan yang dikeluarkan tersebut yakni peraturan yang mengharuskan jamaah haji yang berasal dari pulau jawa harus membayar sejumlah uang untuk mendapatkan izin berangkat haji. Tak hanya itu, pemberangkatan pun harus dilakukan dengan menggunakan kapal Belanda. Setelah itu, pada tahun 1831, peraturan terkait ibadah haji mengalami perubahan. Perubahan peraturan terkait ibadah haji ini berisi bahwa calon jamaah haji yang tidak membayar uang jalan akan dikenakan biaya dua kali lipat pada saat kembali ke Indonesia.

  1. Tahun 1852

Pada tahun 1852, peraturan terkait haji pun diubah kembali. Peraturan terkait haji yang terbaru ialah surat izin atau paspor haji masih diwajibkan akan tetapi gratis serta taka da denda pajak. Namun, pada saat itu gubernur pemerintah Belanda menginstruksikan untuk meningkatkan pengawasan menajdi lebih ketat bagi para jamaah haji.

  1. Tahun 1947

Pada tahun 1947 berdasarkan fatwa yang dikeluarkan oleh pimpinan Majelis Syuro Muslimin Indonesia (MASYUMI) ibadah haji untuk jamaah Indonesia diberhentikan. Hal ini dikarenakan pada saat itu situasi di Indonesia masih genting karena pasca kemerdekaan.

  1. Tahun 1948

Kemudian selanjutnya, pada tahun 1948 suasana Indonesia sudah tak seperti sebelumnya. Karena suasana pada tahun ini sudah lebih baik dari tahun sebelumnya. Sehingga, K.H Moh. Adnan selaku delegasi Indonesia bertemu dengan Raja Arab Saudi yakni Ibnu Saud untuk membicarakan terkait proses penyelenggaraan haji. Setelah itu, penyelenggaran haji di Indonesia resmi kembali untuk dilaksanakan oleh Pemerintah Republik Indonesia.

  1. Tahun 1952

Pada tahun 1952, Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Agama membentuk perusahaan Pelayaran Muslim yang bertujuan untuk memfasilitasi transportasi umat islam yang hendak melaksanakan ibadah haji. Di tahun 1952 ini juga, telah resmi terbuka akses transportasi jalur udara dari Indonesia menuju Tanah Suci.

  1. Tahun 1964

Pada tahun 1964 telah terbentuk perusahaan pelayaran yakni PT Arafat. Perusahaan pelayaran tersebut ialah satu – satunya transportasi laut yang dimiliki pemerintah dalam hal menangani masalah angkutan jamaah haji. Pada saat itu penggunaan kapal laut lebih mendominasi ketimbang menggunakan pesawat. Hal ini dikarenakan biaya yang dikeluarkan untuk penggunaan kapal laut lebih terjangkau dibandingkan dengan penggunaan pesawat. Selanjutnya, pada tahun 1969 pemerintah mengambil ali semua hal terkait penanganan penyelenggaraan ibadah haji berdasarkan keputusan presiden nomor 22 tahun 1969.

  1. Tahun 1970 sampai tahun 1999

Pada tahun 1970, kapal laut tak lagi menjadi peminat untuk menjadi sarana transportasi untuk menuju ke tanah suci. Pada saat itu, pesawat udara lebih memiliki banyak peminat. Hal ini dikarenakan biayanya sudah tak lagi memiliki selisih yang jauh. Oleh karena itu, banyak yang lebih memilih menggunakan saraana transportasi pesawat ketimbang kapal. Sehingga pada tahun 1979, Menteri perhubungan Indonesia telah menetapkan untuk meniadakan pengangkutan jamaah haji dengan menggunakan kapal laut dan menetapkan pesawat  sebagai sarana transportasi satu – satunya untuk menuju ke tanah suci. Selanjutnya pada tahun 1999, telah dikeluarkan undang – undang nomor 17 tahun 1999 yang berisi mengatur penyelenggaraan ibadah haji dalam hal perlindungan, pelayanan dan pembinaan jamaah haji. Sejak saat itulah, kuota keberangkatan jamaah haji di Indonesia semakin meningkat.

  1. Era Reformasi hingga kini

Setelah berada pada era reformasi, segala pelayanan dan perlindungan untuk jamaah haji semakin mengalami perkembangan yang baik. Kredibilitas panitia haji pemerintah diuji pada tahun 2004 dan 2006. Segala perubahan dari masa ke masa tersebut membawa perbaikan yang lebih baik lagi bagi penyelenggraan ibadah haji di Indonesia. Saat ini, jamaah haji telah semakin mengalami perkembangan yang baik terkait pelayanan dan perlindungan.

Baca Artikel Lainnya :  Travel Haji Tanpa Antri 2022

Masjid Qishos di Tanah Suci

Tentunya Sahabat Haji Plus telah begitu memahami terkait hukuman Qishos yang cukup terkenal dan seringkali menjadi buah bibir. Sekilas begitu sangat mengerikan saat Sahabat Haji Plus  mendengar berita di surat kabar atau melihat berita di televisi bahwa terdapat beberapa orang  yang harus di eksekusi hukuman mati dengan cara dipancung di depan umum, kejadian ini sering terjadi di beberapa Negara Arab khususnya Saudi Arabia yang masih menerapkan Syariat Islam. Di dalam hukum Islam apabila seseorang melakukan kejahatan berat kepada orang lain yang mengakibatkan orang lain itu meninggal dunia maka orang tersebut dikenakan hukum Qishos. Hukum Qishos ini memang sebuah hukum yang diambil dari Al quran surat Al baqarah ayat 178 – 179 dan masih relevan hingga saat ini. Karena itulah pihak Kerajaan Arab Saudi masih memberlakukan hukum tersebut di negaranya, tujuan utamanya ialah menimbulkan efek jera kepada orang lain dan bentuk taubat atas perbuatan. Akan tetapi, hukum Qishos ini dapat terhapus dan dibatalkan apabila keluarga korban memaafkan perbuatan pelaku atau keluarga korban menuntut kepada pelaku untuk membayar sejumlah uang ganti rugi atas pembatalan Qishos. Namun fenomena ini jarang sekali terjadi, karena kebanyakan keluarga korban menuntut kematian kepada pelaku tindak pembunuhan. Memang sih ini keliatan mengerikan namun itulah keadilan yang Allah berikan kepada umat manusia agar tak menimbulkan saling dendam yang berkepanjangan.

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa pelaksanaan hukum Qishos ini biasanya dilaksanakan di halaman Masjid. Salah satu Masjid yang paling sering di pakai untuk melaksanakan hukum Qishos ialah Masjid Syaikh Ibrahim Al Jaffali yang berada di daerah Al Balad kota Jeddah. Letaknya di tengah bundaran diantara jalan Al madinah Al munawarah, Jalan Al Baghdiah dan jalan syeikh Al Jaffali. Jemaah haji Indonesia dan penduduk setempat sering mengunjungi  masjid untuk beribadah. Apbila bertepatan pada hari Jum’at Sahabat Haji Plus dapat menyaksikan langsung pelaksanaan hukum Qishos tersebut sebab Kerajaan Arab Saudi membuka untuk umum pelaksanaan tersebut. Pada saat pelaksanan Kepala terpidana biasanya ditutupi terlebih dahulu dengan kain hitam kemudian dibawa ke pendopo untuk berlutut dan menundukkan kepala lalu setelah itu Algojo mengayunkan pedang tepat di leher terpidana, beberapa saat setelah pemenggalan darah yang mengalir langsung di siram dengan alat sejenis selang pemadam kebakaran sehingga pendopo tersebut bersih seperti semula. Para terpidana bisa saja terdiri dari beberapa orang sehingga pengunjung dapat menyaksikan proses Qishos itu satu persatu. Akan tetapi, para pengunjung dilarang untuk mengabadikan kejadian tersebut.

Baca Artikel Lainnya :  Pengalaman melaksanakan Haji Furoda

Bentuk Masjid Qishos ini layaknya Masjid biasa dengan cat warna putih dan kubahnya yang berjumlah 26 buah dibagian tengah pelataran terdapat pendopo untuk ekskusi berukuran 15 x 15 meter pendopo tersebut memiliki rantai yang sedikit lebih tinggi dibanding lantai pelataran,berkeramik putih,di pagari,dan diberi tenda sebagai ciri tempat pelaksanaan hukuman Qishos. Apabila Sahabat Haji Plus memiliki kesempatan untuk melaksanakan ibadah Haji, Sahabat Haji Plus dapat mencoba untuk mengunjungi Masjid Qishos tersebut untuk menyaksikan bagaimana hukum Allah ditegakkan di atas bumi sebab Sahabat Haji Plus tak akan pernah dapati hukum Allah dilaksanakan di Tanah Air ini. Ini bertujuan agar hati Sahabat Haji Plus dapat tersentuh untuk menjauhi segala larangan Allah. Teruntuk Sahabat Haji Plus yang tak kuat dengan hal – hal yang berbau darah sebaiknya jangan berkunjung ke Masjid ini pada hari Jum’at agar Sahabat Haji Plus tak melihat peristiwa tersebut.

Inilah sekilas informasi mengenai Paket Haji Furoda Surabaya yang dapat menambah informasi seputar pelaksanaan ibadah haji bagi Sahabat Haji Plus sekalian. Semoga seluruh rencana yang disusun oleh Sahabat Haji Plus dapat dilancarkan oleh Allah Swt.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *