Ongkos Naik Haji Plus 2021

Ongkos Naik Haji Plus 2021

Ongkos Naik Haji Plus 2021

Tak sedikit dari mereka yang berencana untuk menunaikan ibadah haji rela merogoh koceknya yang lumayan demi menyempurnakan rukun islam yang ke lima. Ibadah yang sudah dianggap istimewa bagi umat muslim ini sebisa mungkin selalu diupayakan, Sahabat Haji Plus juga begitu bukan? Ada beberapa program haji yang dapat Sahabat Haji Plus pilih untuk menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Program haji yang dapat dipilih oelh Sahabat Haji Plus antara lain Haji Reguler, Haji Plus serta Haji Furoda. Setiap jenis program haji tersebut tentunya memiliki plus dan minusnya tersendiri. Teruntuk Sahabat Haji Plus yang ingin menunaikan ibadah haji tanpa melalui antri yang panjang dan tanpa menunggu waktu tunggu keberangkatan yang lama dengan harga yang masih bersahabat, Sahabat Haji Plus dapat memilih program Paket Haji Plus. Karena dengan Sahabat Haji Plus memilih Haji Plus sebagai pilihan untuk menunaikan ibadah haji, maka Sahabat Haji Plus tak perlu menunggu dengan waktu tunggu keberangkatan yang lama seperti halnya Haji Reguler. Terkait Biaya Haji Plus, Sahabat Haji Plus dapat langsung bertanya pada Travel Haji Plus yang hendak dipilih dan pastinya terpercaya. Sahabat Haji Plus tak perlu risau, karena Sahabat Haji Plus dapat memeprcayakannya pada Annur Maarif Travel. Nah, informasi lebih lanjut seputar Ongkos Naik Haji Plus 2021, yuk simak informasi dibawah ini.

Menjelang Keberangkatan Haji? Jangan Lupa Laksanakan Vaksin Ini

  1. Vaksin Influenza

Sahabat Haji Plus hendaknya mengetahui bahwa vaksin influenza menjadi salah satu vaksin yang dianjurkan untuk jamaah haji yang mengidap penyakit yang kronis. Jenis virus yang menyebabkan influenza berbeda – beda pada tiap tahunnya, sehingga vaksin yang diberikan pun disesuaikan dengan tipe tersebut. Vaksin influenza dianjurkan terutama untuk jamaah haji yang mengidap pengidap penyakit kronis seperti gangguan ginjal, sakit jantung, gangguan pernapasan, diabetes, dan gangguan sistem saraf. Pasien imunodefisiensi, pengidap penyakit metabolik, pengidap obesitas dan wanita hamil. Vaksin ini memiliki daya tahan selama satu tahun. Nah.. pahami baik baik ya teruntuk sahabat Haji Plus yang hendak berangkat ibadah haji.

  1. Vaksin Meningitis

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa vaksin meningitis merupakan salah satu vaksin yang diwajibkan untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan penularan infeksinya yang cukup beresiko. Meningitis merupakan infeksi yang menyebabkan inflamasi pada selaput yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit meningitis ini memiliki risiko yang tinggi terjadi di bagian tertentu di dunia, terutama negara Arab Saudi sebagai tempat umat muslim menunaikan ibadah haji. Karena, penularan infeksi meningitis cukup berisiko, apalagi ketika dalam kondisi penuh sesak pada puncak haji, pengurusan akomodasi, dan ketika dalam transportasi umum. Untuk mencegahnya, vaksin meningitis menjadi imunisasi yang diwajibkan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Sertifikat yang menyatakan bahwa mereka telah mendapat imunisasi meningitis menjadi syarat bagi calon haji untuk mendapatkan visa. Biaya Haji Plus

Untuk gejalanya, gejala meningitis ini dapat menyebar dengan cepat. meyeramkan bukan? Gejala meningitis yang utama adalah nyeri kepala, leher kaku, kulit kemerahan, kesadaran menurun dan kejang-kejang. Pada mulanya penyakit ini hanya menimbulkan gejala ringan mirip flu namun dengan cepat bisa menjadi berat. Vaksinasi meningitis sebaiknya dilakukan minimal 10 hari sebelum keberangkatan. Karena apabila kurang dari itu sistem antibodi tidak bisa terbentuk sempurna. Vaksin meningitis ini sebenarnya tidak menimbulkan efek samping. Kalau pun ada hanya pada beberapa orang saja yang akan merasakan rasa sakit dan ruam di sekitar bagian yang disuntik paling lama dua hari. Selain kewajiban atas pemberian vaksin meningitis, Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga menyarankan calon haji untuk mendapatkan vaksin influenza dan pneumonia sebelum berangkat.

  1. Vaksin Pneumonia

Vaksin Penumonia merupakan vaksin yang dianjurkan untuk calon jamaah yang berusia diatas 50 tahun. Penyakit yang umumnya disebabkan infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae ini dapat dicegah dengan pemberian vaksin. Vaksin penumonia ini dianjurkan bagi calon jamaah haji dengan kondisi orang dewasa berusia 50 tahun ke atas, anak-anak dan orang dewasa pengidap penyakit kronis, seperti diabetes, asma, gangguan ginjal atau penyakit jantung. Vaksin ini memiliki daya tahan hingga 5 tahun. Ketiga vaksin ini (meningitis, influenze dan pneumonia) tidak boleh diberikan sekaligus. Dimana untuk vaksin meningingis dan influenza bisa diberikan dalam waktu bersamaan sedangkan vaksin pneumonia baru bisa diberikan sepekan setelah pemberian vaksin meningitis dan influenza.

Baca Artikel Lainnya :  Haji Furodah

Menilik Sejarah Pelaksanaan Ibadah Haji

Sahabat Haji Plus tentunya telah memahami bahwa melaksanakan ibadah Haji ke Tanah Suci merupakan salah satu ibadah yang dianggap istimewa dan sebagai pelengkap rukun islam yang kelima. Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa pelaksanaan ibadah haji ini telah dilakukan terlebih dahulu oleh para nabi sebelum Nabi Muhammad Saw. Hal ini dikarenakan ibadah haji adalah sebagai ibadah pokok bagi para nabi. Akan tetapi tata cara pelaksanaan haji antara satu nabi dengan nabi lainnya terdapat perbedaan. Hal ini disebabkan oleh keberagaman kondisi umat manusia dan lingkungan yang ada pada jamannya. Saat Jaman pelaksanaan ibadah haji Nabi Adam AS pastinya sangatlah sederhana. Diketahui bahwa pada saat itu Nabi Adam AS dibimbing oleh malaikat, baik terkait tata cara pelaksanaan ibadah haji maupun ucapan doanya. Dalam buku Histiografi Haji Indonesia yang tulis oleh M Shaleh Putuhena disebutkan bahwasannya Nabi Adam AS melaksanakan ibadah haji dengan cara thawaf sebanyak tujuh putaran. Setelah itu dilanjutkan dengan sholat dua rakaat di depan pintu kabah dan diakhiri dengan berdoaa di pintu multazam. Beberapa Nabi lainnya seperti Nuh, Hud, Shaleh, dan Syu’aib dikabarkan juga pernah melaksanakan haji ke Baitullah.

Lain halnya dengan nabi Adam, pelaksanaan haji yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS terdapat manasik atau tata cara yang jelas, terutama berkaitan dengan tempat dan kegiatan. Disebutkan bahwa beberapa diantara manasik tersebut berkaitan dengan sejarah hidup keluarga Nabi Ibrahim AS. Ibadah haji yang dilaksanakan oleh nabi Ibrahim dimulai dengan thawaf, pada setiap putaran mereka mengusap rukun (sudut ka’bah). Setelah itu melaksanakan shalat dibalik makam Ibrahim dan kemudian melakukan sai antara bukit Shafa dan Marwah. Disusul petunjuk dari malaikat Jibril, selanjutnya berangkat ke Mina untuk melempar jumrah dan dilanjutkan dengan kunjungan ke Arafah. Dikutip dari M. Quraish Shihab dalam karyanya yang berjudul “Haji dan Umrah” menjelaskan bahwasannya di tempat itulah Allah memerintahkan kepada Ibrahim untuk menyeru manusia melaksanakan ibadah haji. Setelah dari Arafah, berlanjut pada penyembelihan hewan kurban dan bercukur. Hal ini tentu saja terlihat bahwa ada perkembangan yang signifikan  dibandingkan dengan pelaksanaan haji pada masa Nabi Adam AS. Akan tetapi, tidak ada informasi yang jelas mengenai waktu pelaksanaan haji, baik pada masa Nabi Adam AS maupun masa Nabi Ibrahim AS.

Selepas menunaikan ibadah haji, Nabi Ibrahim AS kembali ke Syam dan meninggalkan Nabi Ismail AS di Makkah. Pada saat itu Nabi Ismail AS sudah dewasa sehingga telah dianggap mampu untuk menggantikan tugas ayahnya untuk mengemban amanah dan dakwah pada agama yang lurus. Setelah Nabi Ismail AS wafat, yang bertanggung jawab selanjutnya ialah keturunannya yakni putranya yang bernama Nabit. Akan tetapi setelah itu makkah dan ka’bah diambil alih oleh kabilah Jurhum karena pada saat itu Makkah dan ka’bah berada di bawah kekuasaan mereka. Akan tetapi kabilah Jurhum justru melakukan kekejian dan berbuat jahat pada jamaah haji serta sering mengambil harta milik ka’bah, oleh karena itu kabilah Khuza’ah merebut kekuasaan atas Makkah dan ka’bah. Setelahnya, kabilah Khuza’ah berkuasa atas kabah kurang lebih lima abad dan selama itulah mereka membuat banyak kesesatan diantaranya adalah memunculkan tradisi menyembah berhala di sekitar ka’bah. Setelah kekuasaan kabilah Khuza’ah berakhir, kemudian kabilah Quraisy muncul dan berhasil menghimpun kekuatan, mereka mengambil alih kekuasaan atas Makkah dan ka’bah.

Perpindahan kekuasaan atas makkah dan kabah pada satu kabilah kepada kabilah yang lain, yang selanjutnya menjadikan pelaksanaan ibadah haji menjadi tak sesuai dari ibadah aslinya. Alasan mereka melakukan hal tersebut atas dasar sebagai bentuk pengagungan mereka terhadap ka’bah dan meyakinkan bahwa hal tersebut adalah termasuk ajaran nabi Ibrahim dalam praktik haji. Sedangkan pelaksanaan ibadah haji Nabi Muhammad Saw menurut para ulama perintah tentang kewajiban haji bagi Nabi Muhammad Saw dan umatnya telah diterima pada 6 H./628 M., akan tetapi karena ada sesuatu halangan dan alasan tertentu nabi Muhammad melaksanakan haji pada tahun 10 H. Diketahui sebelum Nabi Muhammad Saw melaksanakan ibadah haji, Nabi Muhammad Saw telah beberapa kali melaksanakan ibadah umroh. Selanjutnya Nabi Muhammad Saw melaksanakan ibadah haji satu-satunya yang dilaksanakan olehnya setelah diutus Allah sebagai Rasul. Haji ini disebut dengan berbagai nama, diantaranya: Haji Wada‘ , Hajjat al-Islam , Hajjat al-Balagh , Hajjat al -Tamam.

Baca Artikel Lainnya :  Berapa Biaya Haji Plus Tahun Ini? Berikut Penjelasannya

Pelaksanaan Sholat Selama Perjalanan Menuju Tanah Suci

Sholat dalam perlanan menuju Tanah Suci dapat dilakukan dengan cara Jama’ dan qashar. Sholat ini merupakan rukhsah atau kemudahan dari Allah SWT sejak jamaah haji meninggalkan rumah hingga kembali lagi ke Tanah Air. Sholat Jama’ qashar adalah menggabungkan dua sholat wajib dan secara bersamaan dengan memendekkan rakaat kedua shalat dari empat rakaat menjadi dua rakaat. Shalat jama’ qashar dilakukan antara dzuhur dengan ashar atau sebaliknya, serta dilaukan antara maghrib dengan isya’ atau sebaliknya. Shalat jama’ qashar dapat dilakukan dengan taqdim maupun ta’khir. Berikut lebih jelasnya :

1. Jama’ Taqdim

Jama’ Taqdim adalah cara menggabungkan dua sholat yang dilaksanakan pada waktu sholat yang pertama. Misalnya sholat dzuhur di jama’ dengan sholat Ashar dikerjakan pada waktu sholat dzuhur. Bisa juga sholat maghrib digabungkan dengan sholat isya’ yang dikerjakan pada waktu sholat maghrib. Tata Cara pelaksanaannya antara lain :

  1. Jika jama’ qashar dilakukan antara Dzuhur dan Ashar, shalat dimulai dengan shalat Dzuhur lebih dulu kemudian shalat Ashar. Jika jama’ qashar dilakukan antara Maghrib dan Isya, shalat Maghrib didahulukan kemudian shalat Isya.
  2. Niat jama’ dilaksanakan pada saat takbiratul ihram shalat pertama dilakukan.
  3. Dilaksanakan dengan bergabung tanpa diselingi waktu dan amalan lain kecuali iqamat.
  4. Jika jama’-qashar dilakukan antara Dzuhur dan Ashar, shalat dimulai dengan shalat Dzuhur lebih dulu kemudian shalat Ashar. Jika jama’ qashar dilakukan antara Maghrib dan Isya, shalat Maghrib didahulukan kemudian shalat Isya.
  5. Dilaksanakan dengan bergabung tanpa diselingi dengan waktu dan amalan lain kecuali iqamat.

2. Jama’ Ta’khir

Jama’ Ta’khir adalah cara menggabungkan dua shalat yang dilaksanakan pada waktu shalat yang belakangan. Misalnya pada sholat dzuhur digabung dengan sholat ashar dikerjakan pada waktu sholat ashar serta sholat maghrib digabung dengan sholat isya’ dikerjakan pada waktu sholat isya’. Tata Cara pelaksanaannya antara lain :

  1. Berniat jama’ ta’khir saat waktu dzuhur atau maghrib (shalat pertama) tiba.
  2. Pelaksanaan sholat tidak harus berurutan diantara kedua sholat. Misalnya jama’ qashar ta’khir antara sholat dzuhur dan ashar dapat dilaksanakan shalat dzuhur terlebih dahulu kemudian ashar atau sebaliknya.
  3. Tidak perlu niat jama’ pada saat akan melaksanakan sholat yang kedua (menurut pendapat yang sahih).

Persiapan Berkemas Perlengkapan Jemaah Haji Perempuan

Saat menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, tentunya ada beberapa persiapan lain yang hendaknya dilakukan selain biaya. Salah satunya yang hendaknya dipersiapkan ialah barang bawaan yang dibutuhkan pada saat ibadah haji. Sahabat Haji Plus hendaknya memeprhatikan dengan betul terkait cara berkemas sebelum keberangkatan ibadah haji. Hal ini bertujuan agar barang bawaan yang dibawa oleh Sahabat Haji Plus tak terlalu berlebihan. Bagaimana tipsnya? Berikut lebih jelasnya.

  1. Membawa Baju Yang Sopan Serta Nyaman

Bagi Sahabat Haji Plus yang bertanya – tanya perihal berapa setel baju yang sebaiknya dibawa saat ibadah haji? Sahabat Haji Plus hendaknya disarankan untuk membawa agak banyak baju karena cuaca di Arab Saudi yang cenderung panas saat musim kemarau dan dingin di musim  dingin. Bawalah 4 hingga 5 baju gamis yang berbahan nyaman dan warnanya yang netral agar dapat menyatu dengan masyarakat lokal. Meskipun nantinya lebih sering melakukan ibadah di dalam masjid, Sahabat Haji Plus juga akan berjalan cukup jauh ke Masjidil Haram untuk melakukan Tawaf hingga Sa’i. Oleh karena itu, pastikan pakaian selalu bersih dan suci pada saat melaksanakan ibadah haji. Sahabat Haji Plus disarankan untuk membawa baju yang nyaman ini juga bertujuan agar saat melaksanakan ibadah haji, Sahabat Haji Plus tak merasa terganggu dengan baju yang sedang digunakan. Karena itulah, pastikan baju yang dibawa pada saat pelaksanaan ibadah haji dipastikan bahwa itu nyaman pada saat digunakan.

  1. Membawa Kerudung

Selain membawa baju yang sopan dan nyaman, hendaknya Sahabat Haji Plus tak lupa juga untuk membawa kerudung maupun syal. Sebaiknya Sahabat Haji Plus membawa beberapa potong kerudung maupun syal dengan bahan yang cepat menyerap keringat serta nyaman saat dipakai. Saat cuaca sedang panas, syal akan cepat basah dan butuh waktu lama untuk mengeringkannya. Oleh karena itu, Sahabat Haji Plus disarankan untuk membawa lebih dari lima syal untuk persediaan syal yang bersih saat beribadah. Pilih juga warna yang netral dan tidak mencolok ya. Lengkapi juga dengan inner agar keringat tidak langsung mengenai kerudung. Nah, poin ini sangatlah penting. Oleh sebab itulah, Sahabat Haji Plus hendaknya tak melewatkannya ya.

  1. Membawa Perlengkapan Mandi

Sama seperti berpergian pada umumnya yakni hendaknya jangan lupa untuk membawa perlengkapan mandi yang lengkap. Terlebih Sahabat Haji Plus pergi meninggalkan rumah dalam jangka waktu yang cukup lama. Pada saat menjalankan ibadah, pastikan Sahabat Haji Plus untuk tetap menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh dengan produk kelengkapan mandi yang biasa Sahabat Haji Plus pakai. Hal ini dikarenakan, cuaca yang sangat panas di Tanah Suci membuat Sahabat Haji Plus sekalian harus rajin untuk membersihkan diri. Seperti rambut yang tertutup hijab pun juga wajib mendapatkan perhatian karena basah terkena keringat dan tertutup hijab seharian. sehingga, Sahabat Haji Plus hendaknya tak lupa untuk membawa shampo. yang selanjutnya dan tak kalah penting ialah berguna untuk membersihkan diri dari kotoran yang menempel yakni sabun mandi. Serta sikat gigi dan pasta gigi yang tentunya berguna untuk menyegarkan mulut Sahabat Haji Plus sekalian. Sebelum berangkat ke Tanah Suci, hendaknya Sahabat Haji Plus memastikan bahwa barang – barang tersebut telah masuk ke dalam barang bawaan.

  1. Menata Isi Tas

Isi Tas Tenteng

Isi tas tenteng antara lain seragam haji, kaos atau baju tidur, sarung atau mukennah, sajadah tipis, pakaian dalam, peralatan mandi yang lengkap, buku manasik dan doa, obat – obatan, sandal jepit atau alas kaki serta baju ihram.

Baca Artikel Lainnya :  Jadwal Perjalanan Haji dengan Visa Furoda

a. Isi Tas Paspor

Isi tas paspor antara lain foto copy BPIH dan kartu keluarga, paspor, buku kesehatan, uang saku, obat – obatan pribadi, alat komunikasi, bolpoin, notes, kacamata gelap, kamera serta buku penuntun dan buku doa.

b. Isi Koper

Isi koper antara lain baju tertutup, longgar, tidak transparan dan kerudung 2 buah. Selain itu kaos kaki yang tebal dan tidak licin serta tinggi selutut (untuk wanita), 2 lembar kain panjang tanpa jahitan, satu helai digunakan untuk bawahan dan satu helai lagi untuk atasan (untuk laki – laki), sandal jepit cadangan, tikar plastik kecil, peralatan mandi, hanger, handuk, sabun cuci, topi, semprotan kecil, baju buat tidur, baju sehari – hari untuk ke masjid, tali tambang, pemanas air, jaket, benang, jarum, peniti, pemotong kuku, plastik 10 kg, sarung, gunting serta payung lipat.

c. Membawa Alas Kaki Yang Nyaman

Pada saat Sahabat Haji Plus melaksanakan ibadah haji, hendaknya Sahabat Haji Plus membawa sandal jepit, flat shoes dan banyak kaus kaki. Hal ini dikarenakan di beberapa tempat ibadah mengharuskan Sahabat Haji Plus melepas alas kaki seperti pada saat beribadah di Masjidil Haram menjalani Tawaf dan Sa’i. Sahabat Haji Plus dapat menggunakan kaos kaki untuk melindungi kaki dari cuaca dan juga bebatuan. Pastikan untuk selalu membawa sepatu yang mudah dimasukkan ke dalam tas. Sepatu dapat Sahabat Haji Plus gunakan untuk mendaki pada saat berada di Jabal An-Nur dikarenakan medannya yang agak terjal. Perlu diingat, bahwa Sahabat Haji Plus hendaknya membawa alas kaki yang nyaman. Hal ini bertujuan agar kaki Sahabat Haji Plus tak mengalami cedera seperti lecet dan sebagainya. Mengingat Sahabat Haji Plus pada saat di Tanah Suci banyak aktivitas yang mengharuskan kaki untuk terus melangkah. Oleh karena itu, pastikan agar alas kaki Sahabat Haji Plus nyaman agar dapat melaksanakan ibadah Haji dengan lancar.

Inilah sekilas informasi terkait Ongkos Naik Haji Plus 2021 bagi Sahabat Haji Plus sekalian. Teruntuk Sahabat Haji Plus yang hendak mendaftar sebagai calon jamaah Haji Plus di tahun 2021, semoga semuanya dilancarkan hingga keberangkatan hingga sepulangnya dari Tanah Suci.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *