Informasi Travel Haji Plus

Informasi Travel Haji Plus

Pada saat mendapatkan kesempatan berkunjung ke Baitullah di Tanah Suci, tentunya menjadi nikmat yang luar biasa yang di dambakan oleh setiap umat muslim di seluruh dunia. Seperti yang diketahui bahwa untuk dapat melaksanakan rukun islam yang kelima ini terdapat persyaratan yang harus dipenuhi. Oleh karena itulah, tak semua orang dapat melaksanakan rukun islam yang kelima ini. Sebab itu, saat diberi kesempatan oleh Allah Swt untuk melaksanakan rukun islam kelima tentunya menjadi peristiwa dalam hidup yang amat luar biasa. Karena hal ini merupakan salah satu nikmat yang diberikan Allah Swt. Bukan menjadi hal yang asing bahwasannya pelaksanaan ibadah haji untuk menyempurnakan rukun islam ini bukanlah dilakukan secara gratis seperti ibadah pada umumnya. Untuk ibadah haji ini, umat muslim memerlukan persiapan biaya untuk dapat berangkat ke Tanah Suci. Mengapa perlu mempersiapkan dana? Hal ini dikarenakan ibadah haji dilaksanakan di luar Tanah Air yang tentunya membutuhkan transportasi dan akomodasi yang menyertai. Oleh karena itulah, ibadah haji ini membutuhkan biaya yang tak sedikit. Bagi Sahabat Haji Plus yang hendak berencana untuk melaksanakan ibadah haji dengan segala fasilitas dan akomodasi yang terjamin nyaman, Sahabat Haji Plus dapat mendaftar Haji Plus. Sahabat Haji Plus dapat terlebebih dahulu mencari informasi selengkap – lengkapnya terkait Travel Haji Plus beserta Biaya Haji Plus di hajiplus.id. Bagi Sahabat Haji Plus yang berminat menjadi calon jamaah Haji Plus, yuk simak Informasi Travel Haji Plus di bawah ini.

Tips Melaksanakan Aktivitas di Masjidil Haram

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwasannya saat beribadah ke Masjidil Haram diperlukan pengaturan waktu yang baik. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan agar menghemat energi untuk membagi waktu melaksanakan kegiatan yang lainnya pula, tentunya dengan tetap menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat. Karena, seperti yang diketahui jika pada saat pelaksanaan puncak haji akan menguras tenaga. Sehingga, Sahabat Haji Plus perlu untuk memepeersiapkan diri dengan sebaik mungkin. Bagaimana caranya mengatur aktivitas beribadah saat di Masjidil Haram? Yuk simak informasi berikut ini.

  1. Merencanakan Perjalanan Selepas Shalat Subuh

Sahabat Haji Plus dapat memulai aktivitas ibadah di Masjidil Haram dimulai berangkat pada saat selesai shalat Subuh. Pastikan bahwa diri Sahabat Haji Plus telah mandi dan dalam keadaan kondisi suci serta gunakan wewangian secukupnya. Bagi Sahabat Haji Plus yang hendak merencanakan keberangkatan disarankan untuk berangkat sebelum jam tiga pagi dari hotel. Selain itu bawalah bekal secukupnya, plastik pembungkus sandal, botol minum dan makanan kecil. Semuanya masukkan ke dalam tas, selain tas identitas yang selalu melekat jemaah. Selanjutnya, buatlah rombongan yang berjumlah 4 hingga 6 orang. Hal ini bertujuan untuk menghindari kehilangan arah jalan atau tersesat.

Sebisa mungkin Sahabat Haji Plus tak bepergian sendirian dalam berbagai aktivitas di luar hotel. Rombongan ini juga berfungsi untuk saling mengingat jalan pulang. Pada saat berada di lokasi tujuan hendaknya Sahabat Haji Plus tak perlu berdesak-desakan.  Sebaiknya Sahabat Haji Plus mematuhi tata tertiblah pada antrian, tertib naik, dan turun. Apabila Sahabat Haji Plus mengalami kerepotan saat naik ataupun turun dari bus, mintalah bantuan kepada petugas yang berjaga setiap saat. Dalam kondisi pada umumnya, waktu tempuh dari halte ke Masjidil Haram hanya 15 sampai 20 menit. Sesampai di terminal, hendaknya Sahabat Haji Plus turun dengan tertib dan berhati – hati. Setelah iitu, perhatikan bahwa rombongan tadi dan pastikan tak terlepas.

  1. Saat Menuju dan Sesampainya di Masjid

Pada saat Sahabat Haji Plus berjalan menuju masjid. Apabila selama perjalanan wudhu yang Sahabat Haji Plus jaga tersebut batal, maka segeralah ambil wudhu di area bawah tanah. Hendaknya pastikan terlebih dahulu bahwa rombongan tetap menunggu dan Sahabat Haji Plus tak diperkenankan beraktivitas sendirian. Saat memasuki masjid, bungkuslah sandal Sahabat Haji Plus dengan plastik yang telah dibawa tadi serta pastikan dan ingat nomor pintunya. Hal ini merupakan salah satu poin yang penting agar Sahabat Haji Plus tak tersesat saat keluar nanti. Sebisa mungkin, Sahabat Haji Plus menyimpan sandal ditempat yang aman dan jangan lupa untuk mencatat nomor rak. Setelah itu, carilah tempat nyaman yakni setidaknya bukan jalur lalu lalang jamaah agar tak mengganggu konsentrasi ibadah.

Baca Artikel Lainnya :  Travel Haji Khusus Surabaya

Setelah itu, lakukan shalat sunah sebanyak dua rakaat atau lebih. Selebihnya lanjut dengan dzikir atau membaca Alquran. Jika tak penting, hendaknya Sahabat Haji Plus menghindari bicara dengan sesama jamaah karena akan mengganggu jamaah haji lainnya yang sedang beribadah. Apabila Sahabat Haji Plus wudhunya batal, sebaiknya segeralah keluar ke tempat wudhu dengan ditemani satu orang. Perlu diingat bahwa jangan keluar sendirian karena dikhawatirkan lupa jalan kembali ke tempat semula.

  1. Merencanakan Pelaksanaan Thawaf

Saat Sahabat Haji Plus selesai melaksanakan shalat subuh sebaiknya tak perlu untuk terburu keluar. Karena Sahabat Haji Plus hendaknya menunggu sebentar sembari area thawaf longgar dan bila masih tersisa tenaga lakukanlah thawaf sunnah. Hal ini tak wajib, melainkan hanya pilihan apabila tenaga Sahabat Haji Plus masih memungkinkan. Suasana pagi cukup nyaman untuk thawaf, dikarenakan matahari belum memacarkan teriknya. Seusai thawaf mampirlah ke air zamzam untuk minum sejenak dan nikmati kesegarannya untuk memulihkan tenaga Sahabat Haji Plus sekalian. Sekitar pukul delapan, Sahabat Haji Plus dapat keluar dari masjid dan berjalan menuju terminal. Pada umumnya jam tersebut meskipun tak kosong, suasana terminal tentunya tak terlalu padat. Sehingga Sahabat Haji Plus tak perlu antri untuk naik bus. Sebaiknya, Sahabat Haji Plus memastikan naik bus sesuai nomor tujuan hotel. Sesampainya di hotel, Sahabat Haji Plus hendaknya istirahatlah dengan maksimal. Sahabat Haji Plus dapat menggunakan waktu istirahat hingga waktu dhuhur tiba. Saat waktu dhuhur tiba, hendaknya Sahabat Haji Plus tak perlu memaksa diri untuk pergi ke Masjidil Haram. Kunjungi masjid di area hotel saja sembari mengenal lingkungan.

  1. Waktu Shalat Jum’at

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa waktu shalat jumat, kondisi di Masjidil Haram sangatlah padat. Bahkan untuk Sahabat Haji Plus mendapatkan shaf dalam masjid, Sahabat Haji Plus harus tiba sebelum jam sepuluh pagi. Selama berada di Mekkah, hendaknya Sahabat Haji Plus melaksanakan shalat jumat di Masjidil Haram cukup sekali saja, sisanya gunakan masjid sekitar hotel. Selesai shalat dhuhur, Sahabat Haji Plus dapat kembali ke hotel dan makan siang yang sudah disiapkan. Jangan menunggu lapar atau lewat jam makan, karena catering berpotensi basi. Selepas makan siang, hendaknya Sahabat Haji Plus melakukan aktivitas mencuci baju atau membersihkan kamar. Menjelang jam dua, bersiaplah untuk shalat ashar di Masjidil Haram.

Kemudian selanjutnya, lakukan seperti halnya saat jelang shalat subuh. Setelah itu, bawa bekal secukupnya. Sebisa mungkin Sahabat Haji Plus disarankan untu tetap berada di masjid hingga usai shalat Isya. Selama di masjid, perbanyaklah doa dan ibadah lainnya seperti shalat sunnah dan membaca Alquran. Setelah itu, keluar dari masjid sekitar jam sembilan apabila sekiranya masih padat juga Sahabat Haji Plus tak perlu tergesa. Di terminal biasanya masih relatif padat. Untuk menjaga ketertiban sesama jamaah sebaiknya jangan rebutan pada saat naik bus. Sesampainya di hotel, makan malam dan istirahat. Setelah itu, Sahabat Haji Plus dapat bangun sekitar jam dua untuk melaksanakan shalat tahajud. Lakukan aktivitas secara rutin agar tak terkesan membosankan dan Sahabat Haji Plus dapat membuat variasi aktivitas lain. Misalnya berkunjung ke wisata religi dan kunjungan ke Museum Masjidil Haram yang letaknya tak jauh dari kota Mekah. Haji Plus

Bagaimana Saat Menitip Salam Saat di Tanah Suci?

Sepertinya Sahabat Haji Plus sudah tak asing saat ada saudara ataupun teman yang akan melaksanakan ibadah ke Tanah Suci, dan kemudian ada yang berbisik  “ Titip salam buat Rasulullah ya? “  Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa itu sebuah kalimat yang ringan namun memiliki makna yang dalam. Bagi Sahabat Haji Plus yang bertanya – tanya terkait boleh atau  tidak jika menitip salam kepada Rasulullah Saw melalui orang yang akan melaksanakan ibadah ke Tanah Suci? Menitip salam untuk Rasulullah Saw memang diperbolehkan dan tak dilarang dalam Islam. Hal ini dikarenakan di dalam salah satu kitab karya Syaikh maliki berjudul Mafahim yajibu an tushohah, disebutkan bahwa Nabi muhammad itu meninggalnya seperti hidupnya, sesuai yang termaktud dalam sebuah hadist “ Barangsiapa menziarahi kuburku maka seakan akan menziarahi waktu hidupku “ Karena Rasulullah Saw itu ibaratnya seperti emas yaitu batu tapi bukan seperti batu tapi batu mulia. Beliau manusia tapi bukan seperti manusia biasa melainkan manusia pilihan. Sebab itulah, setiap orang yang berziarah ke makam Rasulullah Saw senantiasa mengucapkan salam kepada beliau bahkan Sahabat Haji Plus yang berada di tanah air atau umat islam di seluruh penjuru dunia pun selalu mengucapkan salam kepada beliau sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada beliau.

Baca Artikel Lainnya :  Paket Haji Plus Terbaik untuk Anda

Sudah dapat dipastikan bahwa setiap umat Islam yang berkunjung ke Madinah Al Munawaroh tidak akan pernah melewati waktunya untuk berziarah ke makam Rasulullah Saw. Walaupun bukan hal yang wajib dalam rukun Haji maupun Umroh, akan tetapi seluruh umat Islam rela berdesak desakan hanya untuk mengucapkan salam dan bersholawat di depan makam Rasulullah Saw. Kemudian bagi orang yang dititipi salam, maka wajib untuk menyampaikannya saat berziarah ke makam Rasul. Karena itu jadi sebuah amanat dan amanat itu wajib untuk ditunaikan. Karena jika diabaikan maka berdosa hukumnya, bahkan salah satu ciri orang munafiq yaitu jika diberi amanat dia khianat atau tidak menyampaikan dan menunaikannya. Jika tak bisa berbahasa arab maka bisa diucapkan dengan bahasa Indonesia seperti “Yaa Rosulullah Assalamu alaika min Fulan atau Ya Rasulullah si Fulan menitip salam kepadaku untukmu atau kalimat yang memiliki makna serupa. Jika Sahabat Haji Plus ingin mengucapkan salam kepada Rasulullah di makamnya, usahakan jangan terlalu dekat dengan makam sebab penjaga keamanan Masjid Nabawi biasanya suka mengusir jamaah yang terlalu lama berdiri karena mengganggu jalan bagi jamaah yang lain. Selain itu mereka akan menganggap bahwa Sahabat Haji Plus berdoa kepada kuburan, maklum paham atau mazhab yang dianut kerajaan Saudi Arabia agak keras menyikapi para peziarah, beda dengan mazhab atau paham yang mayoritas ada di Indonesia.

Sebisa mungkin saat Sahabat Haji Plus hendak mengucapkan salam atau bersholawat posisinya harus jauh dari bangunan makam Rasulullah, sehingga bisa lebih nyaman walaupun demikian terkadang pihak keamanan masjid juga sering menegur Sahabat Haji Plus agar berbalik badan ke arah kiblat dengan alasan berdoa itu sebaiknya menghadap kiblat. Tapi setidaknya Sahabat Haji Plus dapat bisa lebih leluasa dibanding Sahabat Haji Plus berada tepat di depan makam. Jangan lupa juga Sahabat Haji Plus memohon kepada Allah agar bisa mendapat syafaat Rasulullah di akhirat kelak dan diperkenankan untuk duduk bersanding dengan beliau serta meneguk sejuknya telaga Nabi Muhammad Saw bersama para sahabat dan orang orang sholeh. Coba Sahabat Haji Plus bayangkan betapa bahagianya Sahabat Haji Plus jika bisa bersama dengan nabi di akhirat kelak,  kebahagiaan yang tidak pernah bisa ditoreh oleh pena dan tak bisa di ucapkan dengan kata kata.

Alasan Haji ONH Plus Istimewa Dibandingkan Selainnya

Sahabat Haji Plus perlu mengetahui bahwasannya ada beberapa hal yang menjadikan Haji ONH Plus lebih istimewa dibandingkan dengan Haji Reguler. Meskipun sama – sama bertujuan untuk melaksanakan ibadah haji, akan tetapi ada beberapa hal yang membuat berbeda. Apa saja perbedaannya? Yuk simak informasi di bawah ini.

  1. Segala Fasilitas Yang Disuguhkan

Fasilitas yang disediakan tentunya memiliki perbedaan. Haji Plus memiliki pelayanan fasilitas yang exclusive sama halnya dengan haji furoda. Namun berbeda dengan fasilitas haji regular. Sehingga tak heran apabila Haji Plus maupun Haji Furoda memiliki harga yang lebih mahal ketimbang Haji Reguler. Karena selain waktu tunggu keberangkatan yang lebih cepat, fasilitas yang disediakan pun exclusive. Sehingga sangat menunjang kenyamanan jamaah haji selama proses ibadah haji berlangsung. Bagi Sahabat Haji Plus yang hendak mendaftarkan diri sebagai calon jamaah Haji Plus, Annur Maarif merupakan rekomendasi yang tepat. Karena segala fasilitas dan pelayanan yang diberikan sangat mengutamakan kenyamanan jamaah haji untuk mendukung proses terlaksananya ibadah haji dengan lancar.

  1. Perihal Waktu Tunggu Keberangkatan

Hal selanjutnya yang menjadi perbedaan antara Haji Reguler, Haji Plus dengan Haji Furoda ialah terkait waktu tunggu keberangkatan. Sahabat Haji Plus pastinya telah mengerti bahwa waktu tunggu keberangkatan Haji Reguler dikenal cukup lama. Waktu keberangkatan Haji Reguler berkisar  belasan tahun. Lama sekali bukan?

Baca Artikel Lainnya :  Biaya Haji Plus 2022

Berbeda pula dengan Haji Plus dan Haji Furoda. Haji Plus ini menawarkan waktu keberangkatan yang lebih cepat dibandingkan dengan waktu tunggu keberangkatan Haji reguler, waktu tunggu Haji Plus yang ditawarkan mulai dari 5 – 7 tahun. Dan yang terakhir ialah Haji Furoda yang waktu tunggunya tanpa antri, sehingga tak perlu menunggu waktu yang lama seperti halnya program haji reguler. Bagi Sahabat Haji Plus yang memiliki rezeki lebih dan enggan untuk menunggu waktu keberangkatan yang cukup lama, Haji Plus ataupun haji furoda ini merupakan solusi yang tepat. Karena program haji tersebut merupakan ibadah haji yang dilakukan tanpa menunggu waktu keberangkatan yang cukup lama. Sehingga, Sahabat Haji Plus sekalian tak perlu menunggu waktu yang lama seperti Haji reguler untuk keberangkatannya.

  1. Pihak Penyelenggara Ibadah Haji

Bagi Sahabat Haji Plus tentunya bukan menjadi hal yang asing perihal penyelenggara Haji reguler yakni yang diadakan oleh pemerintah Indonesia melalui Kementrian agama dengan kuota yang telah ditetapkan. Berbeda hal nya dengan Haji Plus dan Haji Furoda. Haji Plus dan Haji furoda diselenggrakan oleh pihak swasta seperti travel agen atau biro perjalanan.

Momen Memberi Makan Merpati di Tanah Suci

Sahabat Haji Plus pastinya mengerti bahwa kepercayaan jamaah Haji asal Indonesia memamnglah masih kental dengan kepercayaan berbau mistik. Oleh sebab itulah, tak sedikit jamaah Haji yang terlihat melakukan ritual selama musim Haji. Sebuah kepercayaan yang sulit masuk di akal sering berkembang di kalangan jamaah Haji. Sebagian jamaah Haji percaya bahwa memberi makan burung di Tanah Suci dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Bahkan muncul kepercayaan bila memberikan biji – bijian berupa jagung dan kacang ke burung bisa membawa keberuntungan. Tak hanya sampai disitu saja, kepercayaan jamaah Haji asal Indonesia ini membuat orang – orang Arab terheran karena mereka sampai rela berbondong – bondong datang malam hari ke gua Hira di Jabal Nur, tempat Rasulullah pertama kali menerima wahyu Allah. Selain shalat, dan wirid amalan tertentu, mereka sengaja mengambil batu di goa yang terletak di Padang Arafah ke rumah untuk keluarganya agar mendapatkan keberkahan. Mitos semacam ini memang tak sepenuhnya diyakini oleh kebanyakan jamaah Haji, hanya sebagian kecil jamaah Haji yang memang waktu di Indonesia masih kental dengan pengaruh mistik.

Anggapan dan keyakinan serta keinginan yang kuat ingin sembuh dari penyakit yang mereka derita terkadang membuat mereka melakukan hal – hal yang diluar nalar dan akal sehat. Karena itulah, banyak jamaah Haji yang ingin sembuh dari penyakit mengumpulkan biji – bijian dan padi – padian untuk diberikan ke burung dara atau burung lainnya yang ada di sekitar Masjidil Haram. Para jamaah Haji ini sengaja membeli biji jagung yang dijual di Distrik Al-Masfalah, Al-Hafair, Ghazah, dan toko-toko di dekat Masjidil Haram dengan harga satu Riyal perbungkusnya. Hal – hal yang dilakukan mereka ini muncul akibat saran dari saudara atau teman – teman mereka di tanah air. Padahal perbuatan dan keyakinan yang seperti ini menunjukkan mereka hanya Muslim yang memiliki iman lemah dan berpengetahuan agama rendah sehingga dengan mudah percaya dengan hal-hal tersebut. Padahal sebisa mungkin umat Islam yang pergi haji tak melakukan kegiatan yang dapat merusak iman. Karena esensi ibadah Haji adalah memperbaharui keimanan sehingga menjadi hamba yang bertaqwa saat kembali ke tanah air masing masing.

Banyak sekali informasi yang Sahabat Haji Plus dapatkan terkait pelaksanaan Informasi Travel Haji Plus. Apabila Sahabat Haji Plus masih ingin membaca informasi lebih lanjut terkait Haji Plus, bisa langsung berkunjung ke website resmi hajplus.id. Oleh karena itu, update terus informasi seputar Haji yang mungkin akan menjadi informasi lebih bagi Sahabat Haji Plus sekalian serta dapat menjadi bekal sebelum menjadi calon jamaah Haji Plus. Teruntuk Sahabat Haji Plus yang telah memiliki niat untuk melaksanakan Haji, jangan lupa untuk selalu menyisihkan sedikit rezekinya / menabung untuk mempersiapkan biaya pendaftaran sebagai calon jamaah haji. Dengan niat yang baik dan konsistensi untuk terus menabung agar dapat melaksanakan ibadah haji, insyaallah dilancarkan segala niat baik dengan jalan yang baik pula.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *