Informasi Paket Haji Plus

Informasi Paket Haji Plus

Seluruh umat muslim tampaknya telah memahami bahwa ibadah haji menjadi ibadah yang bukan hanya sekedar ibadah yang hampa akan makna. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya ibadah haji ini mengandung makna – makna mendalam yang tak lepas dari kehidupan sehari – hari. Dalam pelaksanaan ibadah haji ini di setiap rangkaian kegiatannya pasti mengandung simbol filosofis yang memiliki makna yang dalam saat dimaknai. Contohnya seperti pada saat menggunakan pakaian ihram. Tentunya, terdapat alasan tersendiri dan makna khusus terkait mengapa jamaah haji diharuskan untuk memakai pakaian ihram. Karena dengan menggunakan pakaian ihram ini mengandung makna bahwa tak ada perbedaan antar manusia yang satu dengan yang lainnya. Jadi, tak seperti keseharian pada umumnya yang memakai pakaian sesuai dengan jabatan atau yang menunjukkan jati dirinya. Nah, pada saat melakukan ibadah haji ini tujuan penggunaan pakaian ihram ini ialah menunjukkan bahwa semua manusia itu sama. Hal – hal seperti inilah yang membedakan ibadah haji dengan ibadah yang lainnya. Ibadah haji ini dikenal sangat istimewa. Sehingga pelaksanaan ibadah haji ini tak pernah sepi peminat di tiap tahunnya. Bagi Sahabat Haji Plus yang berencana untuk mendaftar ibadah haji, hendaknya memilih Haji Plus. Mengapa? Karena dengan Sahabat Haji Plus memilih paket Haji Plus maka waktu tunggu keberangkatan untuk melaksanakan ibadah haji tak akan selama paket haji reguler. Teruntuk Sahabat Haji Plus yang berminat mendaftar Haji Plus dan sedang mencari Travel Haji Plus yang terpercaya, maka Annur Maarif hadir membersamai. Perihal Biaya Haji Plus yang ditawarkan pun cukup terjangkau. Bagi Sahbaat Haji Plus yang sedang mencari informasi terkait Informasi Paket Haji Plus, yuk simak informasi dibawah ini.

Persiapan Vaksin Meningitis Sebelum Berhaji

Sahabat Haji Plus mungkin tak lagi asing perihal isitilah buku kuning. Buku kuning merupakan salah satu syarat dari setiap jamaah yang akan melaksanakan ibadah ke Tanah Suci. Akan tetapi, buku kuning ini hanya dapat diperoleh setelah Sahabat Haji Plus datang ke Klinik atau Rumah sakit atau dokter yang ditujuk oleh instansi kesehatan. Sehingga, tak semua dokter atau Rumah sakit yang dapat mengeluarkan buku kuning ini. Umumnya instansi kesehatan menunjuk Klinik atau Dokter di gerbang laut ataupun udara, seperti Bandara dan pelabuhan, sehingga jamaah yang akan memperoleh buku kuning ini harus pergi ketempat yang jauh dari rumah mereka. Ini memang tak praktis tapi kenyataannya dari dulu seperti ini. Suntik meningitis ini bertujuan supaya jamaah haji memiliki kekebalan terhadap virus yang menyerang otak, yang dapat menyebabkan kanker otak. Hal ini dikarenakan saat melaksanakan ibadah haji, tak hanya berasal dari Indonesia saja. Akan tetapi dari seluruh manca negara. Kekhawatiran terjangkitnya wabah meningitis ini semakin besar maka pemerintah mewajibkan kepada Sahabat Haji Plus untuk menangkal wabah penyakit tersebut dengan suntikan di sekitar lengan atau bahu.

Jamaah yang telah disuntik meningitis ini diwajibkan melakukan suntik ulang apabila telah melewati 2 tahun karena masa berlakunya sangat pendek dan terbatasnya tempat yang ditunjuk inilah, maka tempat – tempat yang ditunjuk untuk melakukan suntik meningitis ini keliatan agak ramai tiap harinya, bahkan ada sebuah Klink yang membatasi pesertanya hanya sampai 120 orang saja perhari. Sekalipun antrian keliatan panjang namun itu semua tidak menyurutkan para calon jamaah Haji untuk mundur dari antrian tersebut, mereka begitu semangat ingin mendapatkan buku kuning sebagai salah satu persyaratan untuk melaksanakan Haji. Ternyata niat yang kuat dan semangat suci bisa sampai ke Tanah suci dapat mengalahkan rintangan terik panas dan antrian panjang. Untuk biaya suntik dan memperoleh buku kuning ini berkisar dibawah satu juta saja. Setiap Travel ibadah haji ditekankan untuk menyertakan buku kuning hasil suntik meningitis saat calon jamaah ingin mengambil Visa atau izin masuk ke kedutaan Saudi Arabia. Sehingga mau tak mau buku kuning ini jadi suatu yang wajib untuk dimiliki.

Sesuai dengan kaidah Ushul Fiqih “ Al wasaa-il hukmul Maqoshid “ artinya sarana itu hukum tujuan. Pelaksanaan ibadah haji ini wajib, akan tetapi tak akan bisa dilaksanakan tanpa memiliki buku kuning. Oleh sebab itu, memliki buku kuning ini hukumnya jadi wajib. Namun ada beberapa Travel dan Biro perjalanan Haji yang dapat meloloskan jamaahnya mengambil visa Saudi tanpa buku kuning, istilah jalanannya adalah nembak. Dengan membayar sekitar Rp 400 – 450 Ribu untuk nembak ini, maka jamaah tidak perlu repot repot datang dan antri untuk memperoleh buku kuning, tapi tak semua Travel yang dapat mengusahakan tembak menembak ini. Sebaiknya sih Sahabat Haji Plus sedia payung sebelum hujan, lebih baik Sahabat Haji Plus mencegah dari pada mengobati. Oleh karena itu, datangnya Sahabat Haji Plus ke Klinik untuk suntik meningitis ini lebih baik daripada Sahabat Haji Plus harus menembak, sebab saat Sahabat Haji Plus berada di Tanah suci jadi merasa lebih aman dan tinggal bertawakkal saja. Selain itu tak begitu sulit sekali kok cara penyuntikannya dan antrian paling lama hanya membutuhkan waktu 1- 2 jam saja. Apalagi jika Sahabat Haji Plus datang pagi pagi sekali, Sahabat Haji Plus tentu akan bebas dari antrian.

Baca Artikel Lainnya :  Biaya Haji Plus Tahun 2022 dalam Rupiah

Serba – Serbi Penutup Ka’bah di Tanah Suci

Sahabat Haji Plus tentunya tak bisa memungkiri bahwa kain penutup Ka’bah di Tanah Suci menjadi keistimewaan tersendiri bagi umat islam. Nah.. apa saja serba – serbi penutup ka’bah yang hendak Sahabat Haji Plus ketahui? Yuk simak informasi dibawah ini.

1. Latar Belakang Sejarahnya

Diketahui kiswah ini telah ada pada masa Nabi Ismail As yakni putra Nabi Ibrahim As. Selain itu, Nabi Muhammad Saw juga pernah memerintahkan pembuatan kiswah dari kain yang berasal dari Yaman. Sedangkan empat khalifah penerus Nabi Muhammad Saw yang termasuk dalam KhulafaurRasyidin memerintahkan pembuatan kiswah dari kain benang kapas. Selanjutnya, pada masa Kekhalifahan Abbassiyah yakni Khalifah ke-4 al-Mahdi memerintahkan supaya kiswah dibuat dari kain sutra Khuz. Pada masa pemerintahannya, kiswah didatangkan dari Mesir dan Yaman. Tahukah Sahabat Haji Plus bahwasannya kiswah pada jaman dahulu tak selalu berwarna hitam pekat seperti saat ini. Kiswah pertama yang dibuat dari kain tenun dari Yaman justru berwarna merah. Sedangkan pada masa Khalifah Mamun ar-Rasyid, kiswah dibuat dengan warna dasar putih. Kiswah juga pernah dibuat berwarna hijau atas perintah Khalifah An-Nasir dari Bani Abbasiyah (sekitar abad 16 M) dan kiswah juga pernah dibuat berwarna kuning berdasarkan perintah Muhammad ibnu Sabaktakin.

Penggantian kiswah yang dengan ragam aneka warna dari tahun ke tahun tentunya cukup mengusik benak Kalifah al-Mamun dari Dinasti Abbasiyah. Sehingga pada akhirnya diputuskan bahwa sebaiknya warna kiswah itu tetap dari waktu ke waktu yakni ditetapkan warna hitam. Samapi saat ini meskipun kiswah diganti setiap tahun, akan tetapi warnanya tetap berwarna hitam. Sisi lain kain kiswah ini memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri. Pintalan benang yang terajut manis berwarna emas maupun perak menyatu padu yang terangkai dalam lafadz – lafadz yang suci. Perpaduan warna emas dan perak pada kaligrafi yang menghiasi kiswah tersebut mengandung makna dan nilai seni yang sangat istimewa. Sebab pembuatannya membutuhkan skill dan bakat yang luar biasa karena tak semua orang mampu membuat seni seindah itu. Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa kiswah merupakan simbol kekuatan, keagungan dan juga kesederhanaan.

2. Biaya Pembuatan Kiswah

Sahabat Haji Plus perlu mengetahui bahwa biaya pembuatan kain kiswah ini cukuplah fantastis. Hal ini dikarenakan pembuatan kain kiswah menggunakan bahan baku dari bahan baku yang tergolong berharga seperti emas, perak dan sutera. Maka tak heran apabila harga kain kiswah ini menjadi sangat mahal dan ditaksir sekitar 50 miliar. Oleh karena itu, setiap tahun Jawatan Wakaf Kerajaan Arab Saudi harus menyediakan dana sekitar 50 miliar yang ditujukan khusus untuk biaya pembuatan kain kiswah.

3. Terdapat Pabrik Khusus

Diketahui sejak tahun 1931, kain kiswah telah digunakan untuk menutupi Ka’bah. Diketahui kain kiswah ini diproduksi di sebuah pabrik yang berada di pinggir kota Mekkah di Tanah Suci. Di pabrik kain kiswah tersebut, pembuatan kiswah dilakukan secara modern dengan menggunakan mesin tenun modern. Diketahui pabrik kiswah ini memiliki area seluas 10 hektar dan terdapat sekitar 240 perajin kiswah. Dalam pabrik tersebut, kain kiswah dibuat secara massal. Di pabrik itulah semuanya telah disiapkan dari perencanaan, pembuatan gambar prototipe kaligrafi, pencucian benang sutera, perajutan kain dasar, pembuatan benang dari berkilo – kilo emas murni dan perak hingga pada pemintalan kaligrafi dari benang emas maupun perak, lalu penjahitan akhir.

4. Proses Pembuatan Kiswah

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa kain kiswah pertama kali dibuat oleh seorang pengrajin memiliki nama Adnan bin Ad. Awal mulanya, kain kiswah ini berasal dari kulit unta. Akan tetapi, seiring berjalnnya waktu kain kiswah mengalami pembaharuan yakni terbuat dari kain sutera. diketahui untuk membuat sebuah kain kiswah diperlukan bahan sutera seberat 670 kg atau sekitar 600 meter persegi kain sutera yang terdiri dari 47 potong kain. Masing-masing potongan tersebut memiliki panjang sekitar 14 meter dengan lebar 95 cm. Ukuran tersebut telah disesuaikan untuk menutupi bidang kubus Kabah pada keempat sisinya. Sedangkan untuk hiasan berupa pintalan emas yang dibutuhkan 120 kg emas dan beberapa puluh kg perak. Kiswah ini dipasang ke ka’bah lalu direkatkan ketanah menggunakan cincin tembaga, jahitan ayat-ayat Al-Qur’an yang biasanya dirancang manual dengan tangan sekarang sudah menggunakan alat bantu komputer agar mempercepat proses pembuatanya.

Baca Artikel Lainnya :  Biaya Naik Haji Plus

Bekal Penting Sebelum Berhaji

Seperti yang Sahabat Haji Plus ketahui bahwa bekal menjelang keberangkatan ibadah haji sangatlah penting untuk dipersiapkan dengan semaksimal mungkin. Terlebih pelaksanaan ibadah haji ini dikenal dengan ibadah yang istimewa. Sehingga, tak heran apabila bagi siapa saja yang hendak menunaikan ibadah haji maka akan mematangkan segala persiapannya. Hendaknya, Sahabat Haji Plus juga demikian memperhatikan apa saja bekal yang harus dipersiapkan. Hal ini tentu saja akan menunjang pelaksanaan ibadah haji yang akan Sahabat Haji Plus lakukan di Tanah Suci. Apa saja bekal untuk pelaksanaan ibadah haji? berikut lebih jelasnya.

  1. Menyiapkan Ilmu Berhaji

Sebelum melaksanakan ibadah haji, sudah seharusnya Sahabat Haji Plus mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan, salah satu perihal ilmu terkait ibadah haji. Mengapa harus berbekal ilmu yang cukup? Karena dengan ilmu yang cukup terkait ibadah haji, maka Sahabat Haji Plus akan dapat melaksanakan ibadah haji sesuai dengan ajaran – ajaran dan tuntunan Rasulullah Saw yang diajarkan. Selain itu, hendaknya Sahabat Haji Plus memahami bahwa suatu amalan yang tak dibekali tanpa dasar ilmu yang cukup, maka akan mendatangkan kerusakan bukan kebaikan. Hal ini cuku menjelaskan erkait mengapa Sahabat Haji Plus harus berbekal ilmu yang cukup sebelum melaksanakan ibadah haji. Oleh karena itu, wajib bagi Sahabat Haji Plus yang hendak melaksanakan ibadah haji untuk membekali diri dengan ilmu yang cukup terkait pelaksanaan ibadah haji seperti yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw.

  1. Melatih Fisik

Tak bisa dipungkiri bahwasannya ibadah haji memanglah memerlukan kondisi fisik yang prima. Pasalnya, pada pelaksanaan ibadah haji terdapat serangkaian kegiatan yang cukup menguras tenaga. Oleh karena itu, teruntuk Sahabat Haji Plus yang berencana untuk melaksanakan ibadah haji hendaknya tak lupa pula untuk mempersiapkan fisik dengan baik. Pastikan terlebih dahulu sebelum berangkat melaksanakan ibadah haji, Sahabat Haji Plus telah membiasakan diri dengan beragam aktivitas fisik. Hal ini bertujuan agar pada saat Sahabat Haji Plus berada di Tanah Suci, kondisi tubuh Sahabat Haji Plus tidak kaget dan membuat kondiis tubuh menjadi melemah akibat tak siap dengan aktivitas fisik. Karena itulah, persiapan fisik seperti olahraga fisik ini tentunya dibutuhkan. Hal ini bertujuan untuk menjaga kondisi tubuh Sahabat Haji Plus agar senantiasa sehat selama melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci. Sebisa mungkin Sahabat Haji Plus melakukan persiapan olahraga fisik seperti bersepeda, rutin berlari pagi atau berjalan kaki yang tentu dapat membuat tubuh Sahabat Haji Plus menjadi lebih prima. Karena dengan keadaa tubuh Sahabat Haji Plus yang sehat tentu akan membuat pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan dengan lancar.

  1. Menata Niat Dalam Hati

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa niat merupakan salah satu hal penting yang hendaknya diperhatikan sebelum melakukannya. Karena niat akan mempengaruhi hasil. Bagi Sahabat Haji Plus yang masih bingung terkait niat, apa sih niat itu? Niat merupakan keinginan hati untuk melakukan suatu amalan. Periha baik atau buruknya juga dipengaruhi oleh niat tersebut. Oleh karena itu, niat sangat berperan dalam menyatakan sungguh atau tidaknya dalam melakukan sesuatu.Dalam islam, niat menjadi salah satu hal yang amat penting. Karena terbilang amat penting, hingga Nabi Muhammad Saw berabda bahwasannya segala amal perbuatan itu tergatung pada niatnya. Tentunya, seseorang akan mendapatkan balasan dari amalannya sesuai keadaan niat yang tertanam dalam hatinya. Dalam sebuah hadist, disampaikan oleh sahabat Umar bin Khattab, Nabi Muhammad Saw bersabda :

Baca Artikel Lainnya :  3 Tips Konsisten Menabung Sampai Berangkat Haji Plus

“Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan” (HR. Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itu, hendaknya Sahabat Haji Plus meniatkan ibadah haji semata – mata hanya untuk beribadah kepada Allah Swt yakni untuk mengharapkan ridhoNya. Hendaknya Sahabat Haji Plus membuang segala niat pelaksanaan ibadah haji hanya untuk pamer kepada keluarga, kerabat maupun teman atau hanya untuk terlihat agar Sahabat Haji Plus sebagai orang yang mampu. Karena dengan niat yang tak benar dalam pelaksanaan ibadah haji, maka akan menyebabkan haji Sahabat Haji Plus tak menjadi mabrur. Tentunya akan sayang sekali bukan? Sebab itu, sebaiknya Sahabat Haji Plus harus membenarkan niat dalam hati terlebih dahulu sebelum melakukan keberangkatan ke Tanah Suci.

  1. Membuat target ibadah

Tanah Suci telah dikenal begitu istimewanya apabila menjalankan ibadah di dalamnya. Saat beribadah di Tanah Suci tentu akan mendapatkan pahal yang berlipat ganda dibandingkan di tempat lain. Oleh karena itu, hendaknya Sahabat Haji Plus tak melewatkan kesempatan untuk melaksanakan ibadah sebaik mungkin saat berada di Tanah Suci. Untuk itu, hendaknya Sahabat Haji Plus disarankan untuk membuat target beribadah selama berada di Tanah Suci. Hal ini tentunya akan mengoptimalkan waktu Sahabat Haji Plus selama berada di Tanah Suci. JIka Sahabat Haji Plus membuat catatan target ibadah, maka pastinya tak banyak waktu yang terbuang secara cuma – cuma. Beribadah di Masdid Nabawi dan Masjidil Haram telah diketahui memiliki banyak sekali keutamaan, salah satunya ialah pahal yang berkali lipat. Nah, dengan membuat target ibadah maka tentu akan membuat Sahabat Haji Plus berupaya semaksimal mungkin dalam beribadah.

  1. Manajemen waktu

Manajemen waktu merupakan salah satu hal yang amat penting, akan tetapi sering dilewatkan oleh sebagian orang. Bagi Sahabat Haji Plus yang hendak melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci hendaknya mempersiapkan manajemen waktu dengan sebaik mungkin. Hendaknya Sahabat Haji Plus mencari jadwal waktu sholat di Masjid Nabawi dan Di Masjidil Haram agar Sahabat Haji Plus dapat memperkirakan kapan harus berangkat ke Masjid. Sehingga Sahabat Haji Plus dapat lebih maksimal dalam melaksanakan ibadah haji. Terkait jadwal terebut, Sahabat Haji Plus dapat menanyakannya pada pembimbing ibadah Haji Sahabat Haji Plus sekalian.

  1. Mempersiapkan Mental

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa persiapan mental merupakan salah satu bekal yang hendaknya dipersiapkan dengan sebaik mungkin oleh Sahabat Haji Plus sekalian. Mengapa demikian? Karena menyiapkan mental terbilang sangat penting bagi Sahabat Haji Plus yang berencana untuk melaksanakan ibadah haji. Hal ini dikarenakan Sahabat Haji Plus akan melakukan perjalanan jauh menuju tempat yang tentunya memiliki kultur yang berbeda, kebiasaan yang berbeda, bahasa yang berbeda serta cuaca yang tentunya juga berbeda dengan Tanah Air. Dalam pelaksanaannya, ibadah haji ini sangat memerlukan kelapangan hati, banyak berdzikir dan berdoa akan sangat membantu Sahabat Haji Plus dalam menghadapi segala sesuatu yang akan dijumpai selama pelaksanaan ibadah haji. Dengan persiapan mental yang baik, maka segala sesuatu yang akan Sahabat Haji Plus alami akan dapat Sahabat Haji Plus hadapi dengan sebaik mungkin.

  1. Membawa barang pribadi seperlunya

Tentunya yang tak akan terlewatkan untuk menjadi bekal Sahabat Haji Plus sebelum melakukan keberangkatan ke Tanah Suci ialah barang bawaan pribadi. Bagi Sahabat Haji Plus yang mempersiapkan barang bawaan pribadi hendaknya membawa barang seperlunya saja, jangan berlebihan. Tentunya hal ini bertujuan agar barang bawaan Sahabat Haji Plus tak terlalu banyak serta menyesuaikan pula barang keperluan pribadi dengan lama waktu di Tanah Suci. Pada umumnya, pihak travel akan memberikan list barang bawaan yang harus dibawa. Tentunya hal ini sangat memudahkan Sahabat Haji Plus dalam mempersiapkan segala perlengkapan pribadi apa saja yang hendaknya dibawa. Sehingga, hal ini lebih meminimalisir terjadinya membawa barang bawaan yang terlalu berlebihan.

Demikianlah informasi bagi sahabat Haji Plus yang hendak bertanya – tanya perihal Informasi Paket Haji Plus. Semoga informasi diatas dapat membantu Sahabat Haji Plus sekalian dalam mempersiapkan pelaksanaan ibadah haji. Bagi Sahabat Haji Plus yang berminat untuk mendaftarkan diri sebagai calon jamaah Haji Plus, Sahabat Haji Plus dapat mendaftarkan diri ke Annur Maarif Travel. Untuk informasi lebih lanjut seputar Haji Plus, cara pendaftarannya dan apa saja persyaratannya Sahabat Haji Plus dapat mengunjungi website resmi hajiplus.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *