Informasi Harga Haji Plus

Informasi Harga Haji Plus

Penantian keberangkatan pelaksanaan ibadah haji tentunya menjadi momen yang paling dinanti oleh seluruh umat muslim, terlebih bagi mereka yag telah mendaftar dan menunggu keberangkatan dalam waktu yang cukup lama. Tentunya, saat Sahabat Haji Plus melihat kerabat, keluarga maupun orang lain yang hendak menunaikan ibadah haji dalam waktu dekat, pastinya Sahabat Haji Plus timbul perasaan senang sekaligus bertanya – tanya dalam diri sendiri perihal kapan pula bisa menunaikannya. Bagi Sahabat Haji Plus yang ingin segera menunaikan ibadah haji tanpa menunggu waktu tunggu keberangkatan yang lama ini benar adanya dan tak hanya sekedar harapan saja. Teruntuk Sahabat Haji Plus yang berminat untuk menunaikan ibadah haji tanpa menunggu waktu tunggu yang lama, Sahabat Haji Plus dapat mendaftarkan diri ke Travel Haji Plus dan memilih paket Haji Plus. Dengan Sahabat haji Plus memilih Haji Plus dalam pelaksanaan ibadah haji, maka Sahabat Haji Plus dapat segera menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Perihal Biaya Haji Plus bagi Sahabat Haji Plus yang telah menyiapkan dana yang lebih untuk pelaksanaan ibadah haji ke Tanah Suci sepertinya bukan menjadi sebuah persoalan yang sulit. Nah.. Bagi Sahabat Haji Plus yang ingin mengetahui lebih lanjut seputar Informasi Harga Haji Plus, yuk simak informasi dibawah ini.

Mencoba Masakan Khas Tanah Suci

Saat Sahabat Haji Plus berada di Tanah Suci, tentunya tak lengkap rasanya apabila Sahabat Haji Plus belum mencicipi aneka ragam kuliner yang menjadi khas disana. Terlebih, daerah timur tengah ini terkenal akan cita rasa masakannya yang lezat. Sangat disayangkan sekali jika dilewatkan begitu saja. Nah, ni terdapat beberapa rekomendasi makanan yang dapat Sahabat Haji Plus coba saat di Tanah Suci. Apa saja? Yuk simak informasi berikut ini.

  1. Kunafa

Kunafa merupakan termasuk ke dalam salah satu dessert yang sudah sangat terkenal di Mekkah, Turki, Lebanon amupun Mesir. Makanan yang satu ini terbuat dari phillo pastry, kemudian dipotong tipis-tipis dan disiram dengan sirup gula. Pada umumnya Kunafa ini disajikan dengan isian kelapa parut, kismis, krim, dan kacang-kacangan. Beberapa varian Kunafa juga disajikan bersama keju mozarella hingga tambahan kayu manis. Keunikan dari makanan ini adalah sirup gula yang ada di dalam Kunafa ternyata dicampur dengan air mawar yang tentunya akan membuat aroma khas dari dessert ini. Bagaimana nih Sahabat Haji Plus? tertarik untuk mencobanya?

  1. Hummus

Tak bisa dipungkiri bahwasannya Arab Saudi memang mempunyai banyak sajian makanan yang berbahan dasar roti, seperti halnya Hummus. Namun sebenarnya Hummus merujuk kepada saus kacang yang bahan dasarnya terbuat dari tahini (wijen giling), kedelai, bawang putih, lentini, air lemon, minyak zaitun, dan garam. Agar sajian ini terlihat menarik, Hummus diberi tortilla, irisan tomat, dan chickpea yang ditata di bagian tengah. Setelah itu, siap disajikan dan disantap dengan roti tradisional berbentuk pita (disebut juga dengan lafa). Cara menikmati makanan ini adalah dengan menyobek roti, kemudian mencocol-cocolkannya pada Hummus. Tidak hanya Hummus, saus ini pun bisa dimakan dengan kentang.

  1. Falafel

Selanjutnya ialah ada Jajanan yang bernama falafel. Falafel  ini merupakan salah satu jajanan paling populer yang berada di Arab. Makanan ini termasuk sebagai jenis jajanan dikarenakan memiliki bentuk yang kecil dan bisa dengan mudah dimakan, bahkan sambil beraktifitas sekalipun. Falafel terbuat dari kacang faca yang memiliki rasa gurih dan pedas. Bahan utama ini digiling kemudian dipadatkan dan dibentuk menjadi bola-bola kecil. Falafel kemudian dimasak dengan cara digoreng dalam minyak panas, dengan begitu tekstur yang dimilikinya renyah. Falafel biasanya disajikan dan disantap dengan topping seperti sayuran, salad, acar, roti pita, dan berbagai saus khas. Karena banyaknya penjual Falafel di Arab, maka bisa dikatakan bahwa makanan ini adalah salah satu jajanan pinggir jalan di negeri Arab. Bahkan karena kenikmatannya makanan ini telah menjadi makanan favorit banyak orang di Arab. Saat Sahabat Haji Plus ke tanah suci, maka jangan lupa untuk mencoba Falafel ya..

  1. Nasi Briyani

Nasi Biryani merupakan salah satu  makanan berat yang dapat Sahabat Haji Plus coba sewaktu di Tanah Suci nanti. Nasi Biryani ini tentunya menjadi santapan yang dapat mengganjal perut anda saat sedang melaksanakan ibadah haji. Nasi ini dimasak bersama rempah, daging, dan sayuran. Rempah-rempah yang digunakan saat memasak biryani adalah minyak samin, jintan, kacang-kacangan, kapulaga, cengkih, daun salam koja, kayu manis, daun mint, ketumbar, bawang Bombay, jahe, dan bawang putih. Bedanya dengan Nasi Mandy adalah Nasi Biryani memiliki aroma dan rasa yang lebih kuat dan pekat. Sebenarnya Nasi Biryani berasal dari Persia, dan kata dari biryani sendiri mempunyai arti panggang atau goreng. Biasanya Nasi Biryani disajikan dengan sayuran, daging domba atau kambing panggang. Pada dasarnya Nasi Biryani berbeda dengan Pullao (nasi bumbu) dari segi memasaknya, ketika memasak Pullao, maka beras digoreng dengan rempah-rempah ke dalam minyak samin, kemudian dimasak sampai matang. Hidangan sampingan untuk menyantap Nasi Biryani adalah kurma, kari, hingga telur rebus. Wah, terlihat sangat lezat ya.

  1. Baleela

Bagi Sahabat Haji Plus yang sangat suka dengan makanan pedas, tentunya Balila atau Baleela dapat dimasukkan ke dalam list makanan yang wajib dicicipi saat berkunjung ke Arab Saudi. Makanan ini berbahan buncis rebus yang dicampur dengan bawang putih dan garam. Rasanya pun tidak kalah lezat dengan kuliner khas Arab lainnya, terlebih lagi makanan ini sangat mudah didapat di Arab Saudi. Sahabat Haji Plus dapat membelinya di kios-kios yang ada di sekitar Qabel Street. Gimana? menarik sekali bukan?

  1. Nasi Mandy

Nasi mandy menjadi salah satu masakan yang paling populer di Arab Saudi. Nasi mandy terbuaat dari beras basmati yang memiliki tekstur yang pulen dan memiliki bulir yang panjang. Untuk membuatnya menjadi makanan yang lezat, beras basmati ini harus dimasak dengan berbagai bumbu maupun rempah khas arab seperti adas, jintan, saffron, lada hitam serta kayu manis. Nasi mandy ini akan disajikan dengan paduan berbagai pelengkap seperti daging domba panggang ataupun daging ayam. Karena porsinya yang terbilang cukup besar, Nasi mandy ini biasanya dimakan secara bersama – sama.

Baca Artikel Lainnya :  Haji Plus 2023 Langsung Berangkat

Peristiwa Penting Terkait Ka’bah di Tanah Suci

Sahabat Haji Plus tentu memahami bahwa berkunjung ke Ka’bah merupakan menjadi penyempurna rukun islam yang kelima. Hingga saat ini, Ka’bah masih berdiri dengan kokoh dan akan terus berdiri hingga hari kiamat tiba. Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa terdapat beberapa generasi yang pernah menjadi saksi berdirinya Ka’bah hingga berbagai hal yang menyertainya.

  1. Latar Belakang Pendirian Ka’bah

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa Ka’bah yang didirikan oleh Nabi Ibrahim terletak tepat berada di tempat Ka’bah lama yang didirikan oleh Nabi Adam yang telah hancur akibat bencana banjir bandang yang terjadi pada zaman Nabi Nuh. Nabi Adam merupakan pendiri Ka’bah yang pertama kali. Menurut sejarah, Ka’bah pertama kali dibangun pada tahun 1500 SM. Pada saat Nabi Ibrahim membangun Ka’bah, Nabi Ibrahim bersama puranya yakni Nabi Ismail. Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa Nabi Ibrahim membangun Ka’bah yang berasal dari bebatuan bukit Hira, Qubays serta tempat – tempat lainnya. Bangunan Ka’bah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim serta Nabi Ismail kian tinggi dari hari ke hari. Diketahui, Ka’bah memiliki panjang sekitar  30 – 31 hasta serta lebarnya 20 hasta. Bangunan awal Ka’bah ini tak memiliki atap, sehingga hanya terdapat empat buah tembok berbentuk persegi dengan disertai dua pintu. Di bagian salah satu sisi bangunan ka’bah ini kemudian diisi oleh batu berwarna hitam besar yang disebut dengan nama Hajar Aswad. Batu Hajar Aswad ini pada saat itu tersimpan di bukit Qubays saat banjir besar melanda pada masa Nabi Nuh. Hajar Aswad ini ialah batu yang istimewa. Pasalnya, hajar aswad ini diyakini diberikan oleh Malaikat Jibril.

Saat pembangunan Ka’bah telah selesai, selanjutnya Allah Swt memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyeru umat islam untuk berkunjung ke Ka’bah yang didaulat sebagai Rumah Allah Swt. Inilah yang menjadi permulaan awal mula pelaksanaan ibadah haji yang menjadi ibadah akbar umat Islam di penjuru dunia. Karena Ka’bah tak beratap dan memiliki  tembok yang rendah yakni sekitar dua meter, barang-barang berharga di dalamnya sering hilang karena dicuri. Karena suku Quraisy yang memegang kendali atas Mekkah ribuan tahun setelah kematian Ibrahim berinisiatif untuk merenovasinya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Namun, untuk melakukan hal tersebut bangunan awal harus dirubuhkan terlebih dahulu. Orang yang pertama kali merobohkan Ka’bah untuk direnovasi ulang menadi bangunan yang lebih baik ialah Al-Walid bin Al-Mughirah Al-Makhzumy . Selanjutnya, pada zaman Nabi Muhammad Saw, renovasi Ka’bah juga pernah dilakukan setelah banjir besar melanda.

Baca Artikel Lainnya :  Biaya Haji dari di Surabaya

Diketahui bahwa renovasi Ka’bah yang terbesar dilakukan pada tahun 692 Hijriyah. Sebelum mengalami pembaharuan, Ka’bah berada di ruang sempit terbuka di tengah sebuah mesjid yang saat ini dikenal dengan Masjidil Haram. Pada akhir tahun 700 Hijriyah, tiang kayu masjid diganti dengan marmer dan sayap-sayap mesjid diperluas. Kemudian ditambah dengan beberapa menara. Pada penyatuan Arab Saudi tahun 1932, negara ini didaulat menjadi Pelindung Tempat Suci dan Raja Abdul Aziz merupakan raja yang pertama kali memilki gelar Penjaga Dua Mesjid Suci yakni Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Pada masa pemerintahannya, Masjidil Haram diketahui dapat memuat kapasitas sebanayak 48.000 jemaah, sedangkan Masjid Nabawi diperluas hingga dapat menampung sekitar 17.000 jemaah. Pada pemerintahan Raja Fahd tahun 1982, kapasitas Masjidil Haram diperluas hingga memuat satu juta jemaah. Pembaharuan ketiga selesai pada tahun 2005 dengan tambahan beberapa menara. Pada pembaharuan ini terdapat 500 tiang marmer yang didirikan serta teradpar 18 gerbang tambahan. Tak hanya itu, perlengkapan modern juga menyertai seperti pendingin udara, eskalator serta sistem drainase. Pada saat ini, pada masa kepemimpinan Raja Abdullah bin Abdul – Aziz, pembaharuan keempat tengah dilakukan hingga tahun 2020. Rencananya, Masjidil Haram akan diperluas mencapai 35 persen yakni dengan kapasitas luar mesjid yang dapat menampung 800.000 hingga 1.120.000 jemaah. Jika pembaharuan ini selesai, maka bagian dalam Masjidil Haram akan dapat menampung hingga dua juta jemaah.

  1. Terjadinya Serangan Gajah

Menurut sejarah, serangan yang terjadi terhadap Ka’bah yang paling terkenal ialah terjadi pada tahun 571 Masehi yakni tepat pada tahun kelahiran Nabi Muhammad. Saat itu, terdapat 60.000 pasukan gajah yang dipimpin oleh Gubernur Yaman yakni Abrahah yang memiliki rencana untuk menyerbu Mekkah guna menghancurkan Ka’bah. Negara Yaman merupakan salah satu negara Kristen yang besar pada saat itu. Pada saat itu terdapat sebuah gereja besar dengan pesona indahnya yang didirikan pada pemerintahan Raja Yaman yakni Habshah. Gereja tersebut namanya ialah Qullais. Abrahah sebagai pembina gereja melontarkan sumpah akan memalingkan pemujaan warga Arab dari Ka’bah di Mekkah ke gerejanya di Yaman. Diketahui terdapat seorang Arab dari qabilah Bani Faqim bin Addiy yang mendengar berita terkait Abrahah tersebut dan kemudian tersinggung dan akhirnya masuk ke dalam gereja untuk membuang hajat di dalamnya. Dan pada akhirnya, Abrahah sangat marah dan bersumpah bahwa akan meruntuhkan Ka’bah di Mekkah. Kemudian, berangkatlah Abrahah ini bersama tentara terkuatnya yang menunggang 60.000 ekor gajah.

Tak ada satupun kekuatan kabilah Arab Saudi yang mampu menandingi kekuatan puluhan ribu tentara gajah tersebut. Berdasarkan komando dari kakek Muhammad yakni Abdul Mutalib, para penduduk Mekkah mengungsi ke puncak – puncak bukit di sekeliling Ka’bah. Dan selanjutnya,berangkatlah rombongan tentara Abrahah menuju Ka’bah yang bertujuan hendak menghancurkan bangunan yang sebagai kiblat umat islam tersebut. Akan tetapi, diketahui jalannya tentara gajah ini terhenti akibat serangan dari ribuan burung Ababil. Burung – burung ababil ini membawa tiga butir batu panas di kedua kakinya dan paruhnya. Kemudian batu – batu tersebut dijatuhkan tepat di atas tentara gajah. Batu yang dijatuhkan ke tentara gajat tersebut konon berasal dari neraka itu menembus daging para tentara dan gajah-gajah mereka. Sebuah tafsir mengatakan bahwa burung – burung itu membawa penyakit cacar yang mengakibatkan para tentara Abrahah meninggal akibat bisul yang sangat panas. Inilah sebabnya, tahun penyerangan tentara Abrahah ke Mekkah dinamakan sebagai Tahun Gajah yang kisahnya tertulis jelas di dalam surat Al Fiil di kitab suci Al-Quran.

  1. Banjir Ka’bah

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa bencana alam yang sering terjadi di kota Mekkah adalah banjir. Banjir terbesar yang pernah terjadi dan mengakibatkan Ka’bah menjadi rusak ialah pada masa banjir bandang Nabi Nuh. Pada saat banjir bandang itu seluruh bangunan Ka’bah runtuh dan rusak total. Tak hanya itu saja, banjir juga telah terjadi beberapa kali pada masa Nabi Muhammad Saw. Selanjutnya, pada masa Khalifah Umar bin Khattab, banjir telah merusak dinding – dinding Ka’bah. Salah satu banjir yang sempat terdokumentasikan adalah banjir besar pada tahun 1941. Dalam gambar yang dipublikasikan secara luas, terlihat bagian dalam  Masjidil Haram terendam banjir hinngga beberapa tiang mesjid yang terbuat dari kayu menjadi lapuk dan rapuh. Kerajaan Saudi terpaksa harus melakukan perbaikan beberapa kali untuk mengatasi hal ini. Bencana banjir yang kerap terjadi di kota Mekkah ini dikarenakan letak geografis kota tersebut yang diapit oleh beberapa bukit yang menjadikan Mekkah berada di dataran rendah yang letaknya seperti mangkuk. Air hujan tak dapat dapat mudah diserap oleh tanah, mengingat lahan Timur Tengah yang tandus. Oleh karena itulah, banjir dapat berlangsung selama beberapa lama. Ditambah lagi, sistem drainase kala itu tak sebaik sekarang.

Baca Artikel Lainnya :  ONH Plus di Travel Haji Madinah Iman Wisata

Nyaman Berhaji Bersama Haji Plus

Teruntuk Sahabat Haji Plus yang hendak memilih Paket Haji Plus tentunya telah mengerti jika Ibadah haji merupakan menjadi ibadah yang selalu diimpikan setiap umat muslim di penjuru dunia. Namun, tahukah Sahabat Haji Plus jika tak semua umat muslim beruntung untuk menjalankan ibadah haji ini. Pasalnya, ibadah haji tak serta merta dilakaukan tanpa biaya seperti ibadah yang lainnya. Melainkan, Sahabat Haji Plus membutuhkan biaya yang tidaklah sedikit untuk melaksanakan ibadah haji. Karena sebab itulah, hanya umat muslim yang mampu saja yang dapat berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji. Di Indonesia sudah tak asing lagi perihal waktu tunggu keberangkatan ibadah haji yang cukup lama. Lamanya waktu tunggu ini hingga mencapai belasan tahun bahkan puluhan tahun. Haji yang ramai akan peminat ini ialah haji reguler. Meskipun memiliki waktu tunggu keberangkatan yang cukup lama, namun masyarakat tetap memilih program haji ini lantaran harganya yang paling terjangkau diantara program haji lainnya. Selain Haji Reguler, ada pula program haji lainnya yakni Haji Plus dan Haji Furoda. Perbedaan antara Haji Reguler dan Haji Plus serta Haji Furoda adalah terletak pada waktu tunggu keberangkatannya. Program haji yang memiliki waktu tunggu keberangkatan paling lama ialah Haji Reguler. Akan tetapi, program haji dengan waktu tunggu keberangkatan paling cepat ialah Haji Furoda serta Haji Plus.

Perbedaan yang terlihat terkait waktu tunggu keberangkatan ini tentunya juga mempengaruhi harga yang ditawarkan. Karena memiliki waktu tunggu yang lebih lama, maka Haji Reguler memiliki harga yang lebih rendah dibandingkan dengan harga Haji Plus dan Haji Furoda. Untuk Haji Plus, waktu tunggu keberangkatannya lebih cepat dibandingkan dengan Haji Reguler. Oleh karena itu, harga untuk Haji Plus ini sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan Haji Reguler. Sedangkan untuk Haji Furoda merupakan program haji yang memiliki waktu tunggu keberangkatan paling cepat. Hal ini dikarenakan Haji Furoda merupakan haji tanpa antri, sehingga tak perlu menunggu waktu yang lama perihal keberangkatan untuk melaksanakan ibadah haji ke tanah suci. Dari segi biaya, Haji Plus dan Haji Furoda memang mematok biaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan biaya Haji Reguler. Karena memang program haji tersebut merupakan haji yang memberikan fasilitas yang exclusive. Maka tak heran apabila fasilitas yang disuguhkan sangat nyaman bagi jamaah Haji Furoda. Karena fasilitas yang diberikan sepadan dengan biaya yang dibayarkan. Harga program haji selain haji regular dapat mencapai kurang lebihnya 3 kali lipat dari Haji Reguler. Untuk Sahabat Haji Plus yang ingin melaksanakan ibadah haji, memiliki rezeki yang lebih serta tak ingin menunggu waktu keberangkatan yang lama, memilih program Travel Haji Plus ataupun haji Furoda merupakan pilihan yang tepat. Sahabat Haji Plus yang hendak mendaftarkan diri sebagai calon jamaah Haji Plus, sahabat Haji Plus dapat mendaftarkan diri ke Annur Maarif. Untuk informasi lebih lanjut, sahabat Haji Plus dapat melihat informasinya pada laman website resmi hajiplus.id.

Demikianlah informasi bagi Sahabat Haji Plus yang mungkin bertanya – tanya terkait Informasi Harga Haji Plus. Dengan ulasan informasi yang telah disuguhkan tersebut, semoga Sahabat Haji Plus dapat mempersiapkan pelaksanaan ibadah haji sebaik mungkin. Sebisa mungkin, pantaulah informasi secara berkala agar tak ketinggalan segala informasi penting terkait ibadah haji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *