Informasi Haji Khusus 2021 dan 2022

Informasi Haji Khusus 2021 dan 2022

Informasi Haji Khusus 2021 dan 2022

Sahabat Haji Plus mungkin telah mengerti bahwasannya ibadah haji di Indonesia menawarkan aneka ragam paket dalam pelaksanaannya. Program paket yang disediakan mulai dari harga yang terjangkau hingga harga yang lebih tinggi. Paket haji yang tersedia antara lain Haji Reguler, Haji Plus dan Haji Furoda. Sahabat Haji Plus dapat memilihnya salah satu yang tentunya disesuaikan dengan budget yang telah dipersiapkan. Pastinya dalam pemilihan paket haji terdapat sisi lebih dan sisi kurangnya. Jika Sahabat Haji Plus memilih Haji Reguler, maka biaya yang dipersiapkan masih terbilang terjangkau. Akan tetapi, masa tunggu keberangkatan pada Haji Reguler inilah yang lama yakni bisa mencapai belasan hingga puluhan tahun. Selanjutnya, saat Sahabat Haji Plus memilih Paket Haji Plus maka Sahabat Haji Plus perlu menyiakan Biaya Haji Plus yang sedikit lebih tinggi dibandingkan haji reguler. Akan tetapi, terkait waktu tunggu keberangkatannya tentunya lebih cepat dibandingkan dengan Haji reguler yakni hanya sekitar 6 – 8 tahun saja. Dan yang terkahir Haji Furoda. Apabila Sahabat Haji Plus memilih Haji Furoda, maka Sahabat Haji Plus perlu mempersiapkan biaya haji mencapai 3 kali lipat biaya Haji Reguler. Akan tetapi, perihal keberangkatannya, Haji Furoda ini merupakan haji tanpa antri. Sehingga, dapat langsung berangkat di tahun saat mendaftar itu juga. Bagi Sahabat Haji Plus yang berminat untuk mengetahui informasi seputar Travel Haji Plus ataupun Informasi Haji Khusus 2021 dan 2022, yuk simak informasi di bawah ini.

Istimewanya Bulan Dzulqa’dah Sebagai Bulan Haji

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa penamaan Dzulqo’dah ini berasal dari dua kata yakni kata dzul yang memiliki arti sesuatu yang memiliki dan Al Qa’dah yang mengandung arti tempat yang menduduki. Penamaan ini dilatar belakangi makna dan tradisi masyarakat Arab jahiliyah selama bulan Dzulqa’dah berlangsung. Hal ini dikarenakan, masyarakat Arab Jahiliyah hanya duduk atau tinggal di daerahnya yakni tak melakukan perjalanan atau tak berperang. Nah, apakah Sahabat Haji Plus telah mengetahui perihal keistimewaan apa saja yang terdapat pada bulan Dzulqo’dah? Berikut lebih jelasnya.

  1. Dzulqa’dah Termasuk Dalam Bulan Haji

Selanjutnya, keutamaan bulan Dzulqa’dah yang berikutnya ialah Asyhrul Hajj atau termasuk ke dalam  bulan – bulan haji. Di bulan tersebut, Sahabat Haji Plus sah untuk melakukan ihram dalam menunaikan kegiatan ibadah haji. Allah berfirman “(Muslim) Haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi” (QS.Al Baqarah: 197). Di ayat tersebut terdapat kalimat “asyhurun ma’luumat” yang artinya, tak sah melakukan ihram Haji kecuali pada bulan-bulan asyhurun ma’lumaat. Para ulama menjelaskan bahwasannya bulan yang termasuk ke dalam bulan – bulan haji ialah mulai Syawal, Dzulhijjah hingga sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

  1. Pahala Akan Dilipatgandakan

Sahabat Haji Plus perlu mengetahui bahwasannya di bulan Dzulqa’dah terdaat keistimewaan yakni seluruh pahala dari amalan – amalan yang telah dilakukan akan dilipatgandakan. Hal ini dikarenakan bulan Dzulqa’dah termasuk ke dalam bulan haram yang disucikan dan dihormati oleh umat muslim. Tak hana terkait pahala amalan saja yang dilipatgandakan, akan tetapi dosa dari maksiat juga akan dilipatgandakan apabila dilakukan pada bulan Dzulqa’dah. Oleh karena itulah, Sahabat Haji Plus harus menahan diri dan menghindari dosa serta maksiat, baik kepada diri sendiri maupun orang lain selama bulan Dzulqa’dah berlangsung. Allah berfirman dalam dua ayat Al Quran untuk menegaskan terkait ini. Pertama pada surat Al Baqarah ayat 217 yang artinya “Mereka bertanya tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah:’ Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar…’”. Dan yang kedua di surat Al Maidah ayat 2, yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan Haram…” Nah, hendaknya Sahabat Haji Plus melakukan berbagai amalan semaksimal mungkin agar Sahabat Haji Plus dapat mendapatkan pahala yang berlipat.

  1. Pada Bulan Dzulqa’dah Rasulullah Saw Melaksanakan Umroh

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwasannya bulan dzulqa’dah ini merupakan bulan pada saat Nabi Muhammad Saw melaksanakan umroh. Menurut sejarah, Nabi Muhammad Saw telah melakasanakan ibadah umroh sebanyak empat kali pada bulan Dzulqa’dah. Anas bin Malik menyatakan bahwasannya “Rasulullah melakukan umroh sebanyak empat kali, semuanya di bulan Dzulqa’dah, kecuali umroh yang dilakukan bersama hajinya. Empat umroh itu adalah umroh Hudaibiyah di bulan Dzulqa’dah, umroh tahun depan di bulan Dzulqa’dah” (HR.Bukhari dan Muslim). Bulan haji menjadi waktu yang dikhususkan Allah Swt untuk melaksanakan ibadah haji  bagi umatnya. 

  1. Nabi Musa Berbicara dengan Allah

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwasannya Nabi Musa AS pernah dijanjikan oleh Allah Swt untuk berbicara denganNya selama empat puluh hari. Allah berfirman, “Dan telah Kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Dan berkata Musa kepada saudaranya yaitu Harun: “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah, dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan.” (QS.Al A’raf: 142)

Baca Artikel Lainnya :  Travel Haji Furoda di Jakarta

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa masa tiga puluh malam yang Allah janjikan pada Nabi Musa itu jatuh pada bulan Dzulqa’dah. Sementara sepuluh malam tambahannya berada di bulan Dzulhijjah. Wah.. luar biasa bukan?

Apa Saja Pelaksanaan Wajib Haji?

Saat melakukan ibadah haji, tentunya ada beberapa kewajiban yang hendaknya dilaksanakan. Wajib secara syar’i memiliki makna suatu hal atau perbuatan yang harus dikerjakan. Seandainya tidak dikerjakan maka ibadahnya tidak sah. Akan tetapi, dalam haji jika terpaksa tidak melakukan kewajiban haji, maka ibadahnya tetap sah. Namun, harus membayar dam (deda) sesuai dengan yang telah ditentukan. Haji memiliki lima kewajiban yang hendaknya dilaksanakan. Apa saja? Yuk simak informasi di bawah ini.

  1. Berpakaian Ihram Dari Miqat

Miqat dalam berihram terdapat 2 macam yakni miqat zamani dan miqat makani. Miqat zamani ialah batas waktu para jama’ah haji mengerjakan ibadah haji (1 syawwal sampai terbitnya fajar pada tanggal 10 Dzulhijjah). Jadi, bagi seseorang yang belum berihram selain pada hari yang ditentukan, maka ihramnya tidak sah. Ini dikhususkan bagi para jamaah haji, karena waktu umroh tidak ditentukan atau dapat dilaksanakan kapan saja sesuai waktu yang diinginkan. oleh karena itulah, miqat zamani ini bukanlah bagian dari kewajiban haji, tetapi merupakan syarat mutlak bagi para jamaah haji. Sehingga harus dikerjakan, karena hal ini tidak bisa dibayar dengan denda (dam). Sedangkan miqot makani adalah suatu tempat dimana para jama’ah menggunakan pakaian ihram beserta niatnya ketika hendak mengerjakan ibadah haji. Tempatnya pun berbeda – beda sesuai dengan arah daerah masing – masing para jamaah.

  1. Bermalam Di Mudzalifah

Mudzalifah merupakan antara Arafah dan Mina. Mabid di Mudzalifah adalah berada di Mudzalifah mulai dari tengah malam tanggal 10 Dzulhijjah hingga terbit fajar. Yang dimaksud mabid ialah bermalam (menginap) atau menginjakkan kaki di area Mudzalifah atau cukup diatas mobil. Mabid ini dapat dilakukan saat memasuki waktu maghrib. Dalam keadaan demikian inilah melakukan sholat fardhu dalam keadaan jama’ qosor dan harus meninggalkan Mudzalifah sebelum terbit matahari pada tanggal 10 Dzulhijjah.

  1. Melempar Jumroh Aqobah

Melempar jumroh aqobah ini hanya dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah dan mulai tengah malam dan sampai subuh saja. Melempar jumroh aqobah ini merupakan salah satu tata cara yang wajib dilakukan. Karena apabila jamaah tidak melempar jumroh maka akan terkena denda dan wajib membayar denda tersebut (dam). Denda tersebut berupa seekor kambing. Apabila jamaah yang melanggar tersebut tidak mampu membayar dengan seekor kambing, maka boleh membayar fidyah atau berpuasa selama 10 hari yaitu 3 hari dimasa haji di tanah suci dan sisanya di tanah air.

  1. Bermalam Di Mina

Wilayah Mina terletak di Mudzalifah dan Mekkah al – mukkaromah. Mina di datangi oleh jamaah haji pada tanggal 8 Dzulhijjah atau sehari sebelum wukuf di Arafah. Jamaah haji berada di Mina sehari semalam sehingga dapat melaksanakan Sholat dhuhur, Ashar, Maghrib, Isya’ serta Subuh. Selanjutnya, setelah sholat subuh tanggal 9 Dzulhijjah, jamaah haji akan berangkat menuju Arafah. Jamaah Kembali lagi datang ke Mina pada saat selesai melaksanakan wukuf di Arafah. Jamaah haji Kembali ke Mina lagi karena bertujuan untuk melempar jumroh. Di Mina jamaah haji diwajibkan untuk mabid pada tanggal 11, 12 Dzulhijjah bagi jamaah haji yang melaksanakan Nafar Awal atau malam tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah bagi jamaah yang melaksanakan Nafat Tsani.

  1. Melontar Jumroh Ula, Wustha dan Aqabah

Melontar jumroh merupakan temasuk dalam wajib haji. Jamaah haji yang tidak melempar jumroh selama 3 hari maka akan memperoleh denda yakni dengan wajib membayar dengan dam dan apabila meninggalkan sebagian lontaran, maka harus membayar dengan fidyah. Pelaksanaan melempar jumroh ini dilaksanakan pada hari – hari tasyriq yaitu pada tanggal 11, 12 dan 13 dzulhijjah. Untuk melempar jumroh, batu yang digunakan tidaklah besar. Cukup seukuran ujung jari dan tidak berbentuk runcing. Adapun cara melemparnya ialah sebanyak tujuh batu pada hari id, yaitu jumrah aqabah saja. Sedangkan pada hari – hari tasyriq maka sebanyak 21 batu setiap hari, masing masing tujuh lemparan untuk jumrah ula, tujuh lemparan untuk jumrah wustha dan tujuh lemparan untuk jumrah aqabah.

  1. Thowaf Wada

Thowaf Wada bagi yang akan meninggalkan Mekkah. Thowaf Wada merupakan penghormatan akhir ke Baitullah. Sehingga, thowaf wada ini disebut juga dengan thowaf perpisahan dengan Baitullah sebagai tanda bahwa telah menyelesaikan semua rangakian ibadah haji sebagai penghormatan terakhir kepada Baitullah. Thowaf wada ini diperuntukkan bagi orang – orang yang telah berhaji dan semua orang yang hendak meninggalkan kota mekkah. Dalam pelaksanaannya, thowaf wada dilakukan seperti thowaf biasanya. Namun, yang membedakan ialah jamaah tak perlu untuk menggunakan kain ihram. Selain itu, setelah melakukan thowaf juga tidak dilanjutkan dengan sa’I dan tahalul.

Baca Artikel Lainnya :  Haji Plus dari Madinah Iman Wisata

Ungkapan Makna Kegiatan Ibadah Haji

Pelaksanaan ibadah haji merupakan salah satu hal yang sangat istimewa dan dalam akan makna. Tahukah Sahabat Haji Plus makna apa saja yang terdapat dalam ibadah haji? jika belum tahu, yuk simak informasi di bawah ini.

  1. Thawaf

Rangkaian keigatan ibadah haji yang dalam akan makna selanjutnya ialah thawaf. Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa pelaksanaan Ka’bah ini dilakukan dengan cara mengelilingi Ka’bah. Pastinya Sahabat Haji Plus telah tahu terkait Ka’bah bukan? Ka’bah yang terletak di Masjidil Haram ini tak hanya tempat wisata religi yang didatangi oleh umat muslim. Ka’bah adalah bangunan yang menandai poros bumi, dan dibangun oleh Nabi Ibrahim. Pada saat pelaksanaan ibadah haji, umat muslim tentunya diwajibkan untuk melakukan thawaf yakni dengan cara mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Pelaksanaan thawaf para jamaah yang ada di Masjidil Haram ini disebut sama dengan yang dilakukan oleh para malaikat yang mengelilingi rumah Allah di Baitul Makmur. Baitul Makmur juga disebut oleh para ulama seperti Ka’bah bagi penduduk langit. Mengelilingi Ka’bah yang dikenal sebagai pusat ibadah manusia yakni umat muslim di bumi, berarti menunjukkan penghambaan kepada Allah. Sebagaimana malaikat yang mengelilingi Baitul Makmur atau planet-planet di alam semesta yang berputar pada jalurnya sesuai perintah Allah.

  1. Sa’i

Ketika Sahabat Haji Plus melaksanakan ibadah haji, salah satu kegiatan yag dilakukan ialah Sa’i. Sa’i ini merupakan Ibadah yang dilakukan dengan cara berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Siti Hajar saat mencari minum untuk bayinya yakni Ismail. Di dalam Al – Qur’an surat Al Baqarah ayat 158, bukit Shafa dan Marwah disebut sebagai sebagian dari syiar Allah. Maksud dari Syiar ialah tanda – tanda agama dan ibadah yang ditetapkan oleh Allah Swt. Oleh karena itulah, dengan melakukan Sa’i sesuai yang diperintahkan Allah Swt maka jamaah haji diharapkan dapat memaknai tanda – tanda kekuasaan dari Allah Swt. Tak hanya itu saja, dengan kegiatan sa’i ini diharapkan mampu menumbuhkan ketaatan dan rasa tunduk kepada Allah Swt.

  1. Wukuf di Arafah

Mungkin Sahabat Haji Plus telah mengetahui bahwa pelaksanaan ibadah haji ini terdapat kegiatan yang bernama wukuf. Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa dari kisah Nabi Adam As dan Hawa, Sahabat Haji Plus dapat mengetahui bahwa Nabi Adam As dan Hawa pada akhirnya bertemu di Jabal Rahmah yakni di padang Arafah setelah bertaubat selama diturunkan di bumi. Nabi Adam As dan Hawa akhirnya bertemu setelah mengetahui dosanya, mengetahui cara bertaubat dan akhirnya bertaubat kepada Allah Swt. Dari kisah Nabi Adam As dan Hawa ini Sahabat Haji Plus dapat mengambil pelajaran bahwa berdiam di Arafah dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Wukuf di Arafah menjadi kesempatan yang baik bagi setiap hamba untuk merenungi dosa, memohon ampunan kepada Allah Swt atas segala sesuatu yang telah diperbuat selama ini serta memperbanyak dzikir kepada Allah Swt.

  1. Ihram

Pada saat Sahabat Haji Plus melaksanakan ibadah haji, tentunya Sahabat Haji Plus mengetahui bahwa niat ihram disertai dengan melepas pakaian sehari-hari dan menggantinya dengan pakaian ihram. Dari hal tersebut Sahabat Haji Plus belajar menanggalkan hal – hal yang bersifat duniawi. Pakaian sehari- hari yang pada umumnya dijadikan sebagai pembeda antara seseorang dengan orang lainnya atau satu kelompok dengan kelompok lainnya. Melalui pakaian yang dipakai juga dapat membuat seseorang membedakan profesi ataupun status sosial dan ekonomi yang bersifat duniawi. Oleh karena itulah, calon jamaah haji harus menanggalkan semuanya saat berada di Miqat. Kemudian menggantikan dengan mengenakan pakaian seragam dengan jamaah haji yang lain.

Baca Artikel Lainnya :  Harga Haji Khusus Surabaya

Tak banyak yang menyadari bahwasannya pakaian itu memiliki nilai psikologis tersendiri. Contohnya ialah pada saat seseorang yang menggunakan pakaian mewah dan rapi akan cenderung lebih percaya diri. Saat mengenakan pakaian ihram yang seragam dengan jamaah haji lain, maka seseorang yang satu dengan yang lainnya akan merasa sama dengan manusia lainnya. Tak ada yang dapat membedakan manusia di sisi Allah Swt, kecuali ketaqwaannya. Inilah yang membuat seluruh jamaah haji dari penjuru dunia memiliki rasa persatuan sebagai hamba yang mencari ridha Allah Swt. Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa warna putih pada pakaian ihram juga akan membuat seseorang ingat dengan kondisi akhir hayatnya kelak. Sehingga seseorang tersebut akan merasa sebagai hamba yang tak berdaya tanpa Allah Swt. Dan pada akhirnya semua yang dilakukan oleh manusia pasti akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt. Setelah selesai menggunakan pakaian ihram, maka jamaah haji juga diharuskan menjauhi semua hal yang dilarang saat melaksanakan ibadah haji. 

  1. Melontar Jumroh

Sama seperti sebelumnya, kegiatan melontar jumroh ini memiliki makna perlawanan terhadap syetan dan hawa nafsu manusia. Lokasi jumroh merupakan tempat munculnya syetan yang berusaha menghalangi Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As pada saat hendak melaksanakan ketaatan kepada Allah Swt yakni penyembelihan Nabi Ismail As. Kesimpulan dari kegiatan melempar jumroh pada saat pelaksanaan ibadah haji ini adalah mengusahakan diri agar selalu mengingat Allah Swt agar Sahabat Haji Plus tak mudah tergoda oleh bisikan syetan. 

  1. Tahallul

Seperti yang telah diketahui bahwasannya setelah melakukan tahallul, maka jamaah haji telah terbebas dari hal – hal yang diharamkan selama melakukan ibadah haji di Tanah Suci. Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa makna dari mencukur rambut ketika tahallul ialah menghilangkan pikiran kotor yang menjadi sumber maksiat dari pikiran manusia. Oleh karena itulah, tahallul menjadi simbol untuk membersihkan pikiran manusia dari hal – hal buruk serta sebagai tanda akhir pelaksanaan ibadah haji. Sebab itulah, tahallul juga menjadi salah satu kegiatan dalam ibadah haji yang hendaknya tak boleh terlewatkan.

Demikianlah sekilas Informasi Haji Khusus 2021 dan 2022 teruntuk Sahabat Haji Plus sekalian. Bagi sahabat Haji Plus yang hendak melaksanakan Haji, sahabat Haji Plus dapat percayakan pada Annur Maarif. Karena Annur Maarif merupakan jasa travel yang menawarkan paket Haji Plus dengan harga yang terbaik. Di samping itu, segala fasilitas dan pelayanan yang diberikan juga terbaik pula. Oleh karena itu, sahabat Haji Plus tak perlu ragu perihal kualitas yang disuguhkan. Semoga, informasi yang telah disajikan dapat bermanfaat bagi sahabat Haji Plus sekalian. Dan semoga juga, bagi sahabat Haji Plus yang hendak mempersiapkan ibadah Haji Plus 2021 dan 2022 maupun berencana berangkat di tahun berikutnya, semoga dilancarkan segala niat baiknya. Jangan lupa untuk selalu membekali diri dengan pengetahuan yang cukup sebelum melaksanakan ibadah haji. Selain itu, jangan lupa juga untuk mempersiapkan biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan ibadah haji. Bagi sahabat Haji Plus yang berniat untuk mendaftarkan diri untuk menjadi calon jamaah Haji Plus, Sahabat Haji Plus silahkan menghubungi kontak yang tertera pada website resmi hajiplus.id. Semoga bermanfaat..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *