Informasi Biaya Haji Plus

Informasi Biaya Haji Plus

Tujuan diwajibkannya ibadah haji ialah untuk memenuhi panggilan Allah Swt untuk memperingati serangkaian kegiatan yang pernah dilakukan oleh Nabi Ibrahim sebagai penggangas syariat islam. Keinginan Nabi Ibrahim itulah ditanggapi Allah Swt dengan menyuruh orang – orang untuk menziarahi tempat Nabi Ibrahim. Oleh karena itulah, melaksanakan ibadah di tanah suci merupakan menjadi impian bagi semua umat muslim. Sahabat Haji Plus tentunya juga demikian bukan? Apabila Sahabat Haji Plus berminat untuk segera melaksanakan ibadah haji tanpa menunggu waktu keberangkatan yang lama, Sahabat Haji Plus dapat mendaftar Haji Plus. Sahbat Haji Plus dapat mendaftar Haji Plus di Travel Haji Plus yang telah memiliki kredibilitas yang baik serta Biaya Haji yang rasional. Apabila Sahabat Haji Plus demikian, Sahabat Haji Plus dapat melaksanakan ibadah haji dengan mempercayakan pelaksanaannya Bersama Annur Maarif. Mengapa Annur Maarif? Karena Annur Maarif telah berpengalaman, berkualitas dan terpercaya dalam membernagkatkan calon jamaah haji. Perihal Biaya Haji Plus pun tak perlu khawatir terlampau mahal. Karena di Bersama Annur Maarif, Sahabat Haji Plus hanya perlu menyiapkan dana sebesar 9000 USD yang telah disertai fasilitas yang exclusive. Nah, bagi Sahabat Haji Plus yang berkeinginan untuk berangkat ke tanah suci dalam rangka melaksanakan ibadah haji semoga jalannya dipermudah oleh Allah Swt. Untuk Sahabat Haji Plus jangan lupa untuk selalu membekali diri dengan ilmu agar dapat lebih siap ketika menghadapi segala sesuatu. Jangan lupa untuk menabung juga agar keinginan untuk berangkat ke tanah suci dalam rangka melaksanakan ibadah haji dapat segera terlaksana. Agar Sahabat Haji Plus dapat lebih siap dalam mempersiapkan ibadah haji, inilah Informasi Biaya Haji Plus.

Mengunjungi Masjid dan Benteng Khandaq di Madinah

Saat Sahabat Haji Plus berkunjung ke Kota Madinah, pastinya tak ada salahnya apabila Sahabat Haji Plus berkunjung ke Masjid dan Benteng Khandaq. Masjid dan benteng khandaq ini merupakan menjadi saksi bisu perjuangan Rasulullah Saw dalam memimpin kaum muslimin saat perang Khandaq berlangsung. Terjadinya perang Khandaq (parit) ini terjadi pada bulan Syawal tahun kelima Hijriyah atau lima tahun sejak Rasulullah Saw hijrah dari Makkah ke Madinah. Peperangan ini diketahui terjadi di wilayah Saia, antara kaum Muslimin melawan kaum kafir Quraisy. Peperangan ini juga disebut sebagai peperangan ahzab (golongan). Hal ini dikarenakan kaum Muslimin berperang melawan golongan kaum kafir Quraisy, Yahudi, dan kabilah Arab lainnya. Pada mulanya, terjadinya Perang Khandaq ini terjadi karena hasutan kaum Yahudi. Sekelompok orang Yahudi Bani Nadhir disertai beberapa orang dari kabilah Arab Bani Wail pergi ke Makkah menemui orang – orang musyrikin Quraisy. Mereka menghasut pemimpin-pemimpin Quraisy supaya memerangi Rasulullah Saw di Madinah. Setelah menghasut kaum musyrikin Quraisy, mereka lalu mendatangi kabilah Gathafan. Selain itu, mereka juga giat mendatangi kabilah – kabilah Arab di sekitar Makkah dengan maksud yang sama.

Latar belakang penamaan perang Khandaq ini ialah karena umat Islam bertahan di sekitar parit. Pembuatan parit ini merupakan inisiatif dari sahabat Rasulullah Saw yang bernama Salman Al-Farisi. Sebelumnya, muncul beberapa usulan, akan tetapi yang diterima Rasuullah Saw adalah usulan dari Salman Al – Farisi. Parit yang digali berada di barat laut Madinah dan merupakan daerah terbuka. Salman yakin bahwa pasukan Quraisy akan melewati tempat itu untuk menyerang kaum Muslimin. Menurut catatan sejarah, Khandaq menjadi peristiwa dimana kaum Muslimin bahu – membahu menggali parit untuk mencegah serangan kaum Quraisy. Sebelumnya mereka sangat khawatir karena jumlah mereka yang hanya 4.000 orang kalah jauh dibandingkan dengan pasukan kaum Quraisy yang jumlahnya mencapai 10.000 orang. Setelah menghabiskan 10 hari menggali parit, akhirnya pasukan muslimin berhasil membuat parit dengan panjang 5,5 km, lebar 4,6 meter, dan kedalaman lebih dari 3 meter. Ternyata parit ini sangat efektif untuk mencegah serangan kaum Quraisy. Pada pertempuran ini, meskipun kaum muslimin kalah jumlah, namun kaum Quraisy tak ada yang dapat mendekat karena parit yang dibuat cukup dalam dan lebar.

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa pada saat itu pertempuran khandaq kaum muslimin hanya mengandalkan panah saja. Pertempuran itu sendiri akhirnya menewaskan 12 orang kaum Quraisy, sementara umat Muslim yang syahid ada 6 orang. Untuk mengenang dan menghormati jasa pejuang dan syuhada Khandaq, kaum Muslim membangun masjid di lokasi yang menjadi tempat pertahanan para sahabat. Terdapat tujuh buah masjid yang dibangun. Oleh karena itulah, dinamakan dengan Masjid Tujuh (Sabah), yakni Masjid Salman, Masjid Abu Bakar, Masjid Umar, Masjid Utsman, Masjid Ali, Masjid Fatimah, dan Masjid Fatah. Jadi bagi Sahabat Haji Plus yang berkunjung ke Kota madinah, tentunya sangat disayangkan apabila Sahabat Haji Plus melewatkan waktu untuk pergi ke daerah Khandaq ini. Hal ini dikarenakan peristiwa yang sangat bersejarah di tempat ini, mudah – mudahan bisa membuat kecintaan Sahabat Haji Plus kepada Nabi Muhammad Saw semakin besar dan juga dapat membuat Sahabat Haji Plus semakin bisa menambah kesabaran dalam perjuangan Sahabat Haji Plus menegakkan syiar – syiar agama Islam.

Baca Artikel Lainnya :  ONH Plus 2021 DEPAG

Selangkah Menggapai Haji Mabrur

Sahabat Haji Plus tampaknya tak asing lagi mendengar istilah haji mabrur yang selalu digaungkan oleh jamaah haji selepas melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci. Keinginan untuk menjadi haji mabrur bagi siapa saja yang telah menunaikan ibadah haji ini pastinya muncul di benak Sahabat Haji Plus sekalian. Menjadi Haji Mabrur tentunya menjadi dambaan setiap umat muslim yang melaksanakan ibadah haji. Akan tetapi, Tahukah Sahabat Haji Plus bahwasannya Haji Mabrur tak diperoleh dengan serta merta. Melainkan, perlu disertai beberapa hal agar Sahabat Haji Plus mendapatkan haji mabrur. Tentunya, Sahabat Haji Plus harus mengetahui terkait informasi ini. Supaya ibadah haji yang Sahabat Haji Plus lakukan tak sia – sia. Tentunya sayang sekali apabila Sahabat Haji Plus tak mendapatkan haji yang mabrur. Mengingat banyak sekali keistimewaan dalam pelaksanaan ibadah haji yang begitu istimewanya. Nah, agar Sahabat Haji Plus mengerti terkait hal apa saja yang dilakukan agar haji mabrur, yuk simak ulasan berikut ini.

  1. Menggunakan Harta Yang Halal

Pastinya harta yang digunakan untuk melaksanakan ibadah haji ialah harta yang halal. Hal ini dikarenakan Allah Swt tak akan menerima sesuatu kecuali yang halal. Hal ini tentunya berkaitan bagi Sahabat Haji Plus yang melaksanakan ibadah haji menggunakan harta yang halal atau haram. Karena hal ini juga akn mempengaruhi mabrur atau tidaknya selepas pelaksanaan ibadah haji. Bagi seseorang yang ingin hajinya mabrur, tentunya harus memastikan terlebih dahulu bahwasannya seluruh harta yang digunakan untuk biaya pelaksanaan ibadah haji merupakan harta yang halal. Terlebih bagi yang selama mempersiapkan biaya pelaksanaan ibadah haji tak lepas dari transaksi dengan bank. Jika tidak, maka haji mabrur bagi mereka hanyalah harap.

  1. Tak berbuat Maksiat Selama Ihram

Sahabat Haji Plus pastinya juga telah mengerti bahwa maksiat adalah hal yang dilarang dalam agama dalam segala kondisi, salah satunya ialah kondisi berihram. Pada saat Sahabat Haji Plus berada dalam kondisi berihram, larangan maksiat tersebut menjadi lebih tegas dan  apabila dilanggar maka haji mabrur yang diharapkan tentu tak akan pernah menjadi bagiannya. Antara lain hal – hal yang dilarang selama pelaksanaan ibadah haji ialah fusuq, rafats dan jidal. Rafats merupakan segala bentuk hal buruk dan peristiwa yang tak berguna. Contoh – contohnya ialah antara lain bersenggama, bercumbu atau membicarakannya, meskipun dengan pasangan sendiri selama ihram. Fusuq merupakan tak sesuai dengan ketaatan kepada Allah Swt, apapun bentuknya. Sedangkan Jidal merupakan berbantah – bantahan secara berlebihan. Ketiga hal tersebut dilarang selama berihram. Adapun di luar waktu ihram, bersenggama dengan pasangan kembali diperbolehkan, sedangkan larangan yang lain tetap tidak boleh. Demikian juga, orang yang ingin hajinya mabrur harus meninggalkan semua bentuk dosa selama perjalanan ibadah haji, baik berupa syirik, bid’ah maupun maksiat. Hendaknya Sahabat Haji Plus memperhatikan hal tersebut.

  1. Amalan Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad Saw

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa bagi Sahabat Haji Plus yang hendak mendapatkan haji yang mabrur sebaiknya melakukan amaln – amalan yang telah sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad Saw. Kemudia, segala amalan – amalan yang dilakukan pun hendaknya dijalankan dengan maksimal dan juga rasa ikhlas dari lubuk hati yang sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad Saw . Sebisa mungkin Sahabat Haji Plus harus menjalankan semua kewajiban dan rukun – rukunnya serta menjauhi segala larangan selama berada di Tanah Suci. Apabila Sahabat Haji Plus melakukan kesalahan, hendaknya Sahabat Haji Plus harus segera melakukan penebusnya dengan apa yang telah ditentukan. Tak hanya itu saja, haji yang mabrur juga memperhatikan keikhlasan hati, yang seiring dengan majunya zaman semakin sulit dijaga. Seperti perkataan Syuraih al-Qadhi yang dapat jadi perenungan Sahabat Haji Plus sekalian yakni “Yang (benar-benar) berhaji sedikit, meski jamaah haji banyak. Alangkah banyak orang yang berbuat baik, tapi alangkah sedikit yang ikhlas karena Allah.”

  1. Menjadi Lebih Baik Seusai Ibadah Haji

Salah satu hal yang menjadi tanda diterimanya amal seseorang di sisi Allah ialah seseorang tersebut diberi hidayah untuk melakukan kebaikan lagi setelah amalan yang dilakukan, dalam arti orang tersebut menjadi lebih baik. Sebaliknya, jika setelah beramal saleh melakukan perbuatan buruk, maka itu adalah tanda bahwa Allah Swt tak menerima amalannya. Ibadah haji merupakan suatu ibadah dengan serangkaian kegiatan yang penuh akan makna. Selama kurang lebih satu bulan Sahabat Haji Plus akan disibukkan oleh berbagai ibadah dan pendekatan diri kepada Allah. Pada saat pelaksanaan ibadah haji, tentunya suasana sekitar akan menjauhkan Sahabat Haji Plus sekalian dari hiruk pikuk urusan duniawi yang sangat melalaikan. Tak hanya itu saja, akan tetapi Sahabat Haji Plus juga berkesempatan untuk memeperdalam ilmu agama yang murni dari para ulama tanah suci dan melihat perihal menjalankan agama yang benar. Dapat dipahami bahwa setiap orang yang menunaikan ibadah haji akan pulang dari tanah suci dalam keadaan yang lebih baik. Akan tetapi, yang terjadi banyak yang tak demikian. Terlebih setelah tenggang waktu yang lama dari waktu berhaji. Banyak yang tak terlihat lagi pengaruh baik haji pada dirinya.

Baca Artikel Lainnya :  Inilah cara mendaftar Haji Plus di Indonesia

Bertaubat setelah pelaksanaan ibadah haji, berubah menjadi lebih baik, memiliki hati yang lebih lembut dan bersih, ilmu dan amal  yang lebih mantap dan  benar, kemudian istiqamah di atas kebaikan itu merupakan salah satu tanda haji mabrur. Seseorang yang hajinya mabrur menjadikan ibadah haji sebagai titik tolak untuk membuka lembaran baru dalam menggapai ridho Allah Swt. Seseorang tesebut akan semakin mendekat ke akhirat dan menjauhi dunia. Hasan al-Bashri pernah berkata bahwasannya Haji mabrur ialah pulang dalam keadaan zuhud terhadap dunia dan mencintai akhirat. Hasan al – Bashri juga mengatakan bahwa tandanya adalah meninggalkan perbuatan-perbuatan buruk yang dilakukan sebelum melaksanakan ibadah haji.

  1. Saat di Tanah Suci Menyibukkan Diri Dengan Ibadah

Bagi Sahabat Haji Plus yang ingin mendpat haji mabrur ialah pada saat di Tanah Suci hendaknya Sahabat Haji Plus memperbanyak ibadah. Bukan malah sebaliknya yakni menyibukkan diri untuk berburu oleh – oleh di Tanah Suci. Sebisa mungkin, Sahabat Haji Plus memenuhi dengan banyak amalan yang baik seperti sholat sunnah, dzikir, shalat di Masjidil Haram, shalat pada waktunya dan membantu jamaah haji lain yang sedang membutuhkan bantuan. Seperti perkataam Ibnu Rajab yang berisi “Maka haji mabrur adalah yang terkumpul di dalamnya amalan-amalan baik, plus menghindari perbuatan-perbuatan dosa.” Diketahui dari banyaknya amalan yang ada terdapat amalan khusus yang dianjurkan untuk meraih haji mabrur ialah dengan cara bersedekah dan berkata-kata baik selama haji.

Ragam Jenis Masjid Bersejarah di Tanah Suci

Bagi Sahabat Haji Plus yang hendak berkunjung ke Tanah Suci hendaknya mengetahui bahwa terdapat masjid lainnya selain masjidil haram dan masjid nabawi yang juga bersejarah di Tanah Suci. DI Tanah Suci terdapat beberapa aneka ragam masjid yang mengandung nilai historis tinggi. Masjid apa saja yang memiliki sejarah yang menjadi saksi bisu dakwah agama islam? Berikut lebih jelasnya.

  1. Masjid Namirah

Masjid Namirah berada di perbatasan Arafah dan Al Haram. Di tempat inilah dulu Nabi Muhammad Saw mendirikan sholat sebelum wukuf di Arafah mengingat lokasinya berdekatan. Nabi Muhammad Saw juga pernah melakukan khutbah di sini. Bekas khutbah Nabi kemudian dibangun menjadi masjid di pertengahan abad ke-2 oleh penguasa Abasiyah. Jadilah Masjid Namirah yang namanya diambil dari sebuah bukit di sebelah barat masjid, Bukit Namirah. Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa Masjid Namirah ini berada di Kota Arafah yang jaraknya sekitar 22 kilometer dari arah timur Kota Makkah. Masjid ini diketahui memiliki luas sekitar 110 ribu meter persegi dengan panjang 340 meter serta lebar 240 meter. Masjid Namirah ini ditopang dengan enam buah menara besar. Masing – masing menaranya memiliki ketinggian yang sama yakni sekitar 60 meter. Tak hanya itu, masjid ini juga memiliki tiga buah kubah besar. Sahabat Haji Plus akan menemui sekitar 10 pintu masuk utama dan 64 pintu pendamping. Akan tetapi, di balik kemegahan Masjid Namirah tentunya terdapat sebuah sejarah besar yang tak banyak diketahui olehumat Islam.

  1. Masjid Al Jin

Masjid Jin berlokasi di Kampung Ma’la yang terletak tak jauh dari kompleks pemakaman Kota Suci Makkah Al-Mukarramah sekitar 1 km dari Masjidil Haram. Masjid ini terdiri dari dua lantai dan diketahui memiliki luas sekitar 200 meter persegi. Masjid Jin menjadi salah satu tempat paling bersejarah di Tanah Suci yang sangat erat kaitannya dengan perkembangan dakwah Islam pada masa Nabi Muhammad Saw. Diketahui sejarah Masjid Jin yang berada di Makkah ini bermula dari peristiwa pertemuan antara Rasulullah Saw dengan serombongan jin terjadi ketika sedang mengadakan perjalanan menuju Pasar Ukkadz. Saat tiba di wilayah Tihamah, Rasulullah Saw melaksanakan Shalat Subuh yang menyebabkan terhalangnya berita – berita langit yang biasa dicuri oleh bangsa jin. Bangsa jin yang selalu nekat mencuri berita langit meskipun terkena lemparan bintang-bintang menyala. Karena kesal, bangsa jin berpencar ke seluruh penjuru bumi untuk mencari sumber penghalang tersebut. Serombongan bangsa jin tiba di wilayah Tihamah dan mendengar bacaan ayat Al-Qur’an Rasulullah Saw saat sedang melaksanakan Shalat Subuh.

Baca Artikel Lainnya :  Harga ONH Plus 2021

Mendengar lantunan ayat Al – Qur’an membuat hati para bangsa jin bergetar, hingga mereka memutuskan untuk menjadi mualaf.Para bangsa jin kemudian turun dan menghadap Nabi Muhammad SAW. Kemudian Bangsa jin melakukan baiat suci untuk beriman kepada Allah SWT, mengikuti ajaran Islam serta menyebarkan agama Allah Swt dikalangan bangsanya. Karena peristiwa bersejarah inilah masjid ini dikenal dengan nama Masjid Jin. Peristiwa bersejarah tersebut diabadikan dalam Q.S. Al-Ahqaf ayat 29 – 32 dan menjadi latar belakang turunnya Surat Al – Jin dalam Al-Qur’an. Diketahui bahwa bangsa jin yang dahulu berbaiat suci kepada Nabi Muhammad Saw saat ini mendiami kubah Masjid Jin dan selalu berdzikir setiap saat dan memuji keagungan Allah Swt. Masjid Jin selalu menjadi destinasi wisata rohani yang paling banyak dikunjungi selain Masjidil Haram oleh jamaah haji saat di Tanah Suci.

  1. Masjid Al – Ijabah

Masjid Al Ijabah adalah salah satu masjid yang berada di Jalan Malik Fahd yang terletak di kota Madinah dan berjarak sekitar 385 meter dari Pemakaman Baqi. Sama seperti masjid lain yang ada di Arab Saudi, Masjid Al Ijabah juga menarik dikunjungi oleh para peziarah. Hal ini dikarenakan masjid ini mengandung sejarah yang menarik. Masjid Al – Ijabah ini meskipun ukurannya kecil, akan tetapi masjid inilah yang menjadi saksi bisu kecintaan Nabi Muhammad Saw kepada umatnya. Menurut sejarah, pada jaman dahulu di masjid ini Nabi Muhammad Saw berdoa kepada Allah Swt yang terkait dengan nasib umat dan langsung dijawab saat itu juga. Diketahui bahwa Nabi Muhammad Saw memanjatkan tiga doa pada Allah yang mana dua di antaranya dikabulkan dan satu sisanya tidak. Doa yang dikabulkan itu adalah agar umat Rasul tidak dibinasakan lewat kekeringan serta kelaparan dan doa kedua adalah agar umat Rasul tidak dibinasakan dengan cara ditenggelamkan. Sementara doa terakhir yang tidak dikabulkan adalah supaya tidak ada fitnah dan perbedaan di antara umat. Karena sejarah itulah, masjid seluas 1.000 meter persegi ini bernama Ijabah. Karena sejarah pula lah, banyak umat islam yang berada di Tanah Suci untuk menyempatkan diri shalat di masjid ini. Saat Sahabat Haji Plus berada di Tanah Suci hendaknya tak melewatkan masjid yang satu ini ya.

Berikut adalah ulasan singkat terkait  Informasi Biaya Haji Plus yang dapat dijadikan bekal Sahabat Haji Plus. Dengan banyak membaca informasi seputar haji, tentunya akan membuat Sahabat Haji Plus sekalian lebih siap dalam mempersiapkan segala sesuatu untuk melaksanakan ibadah Haji. Bagi Sahabat Haji Plus yang mencari jasa  Travel Haji Plus, Annur Maarif Travel adalah pilihan yang tepat. Karena fasilitas dan jasa pelayanan yang diberikan merupakan kualitas yang terbaik. Selain itu, Biaya Haji Plus yang ditawarkan pun merupakan harga yang terbaik. Sehingga bagi sahabat Haji Plus yang mampu dan ingin melaksanakan haji tanpa meunggu waktu yang lama, Haji Plus adalah solusinya. Bagi sahabat Haji Plus yang ingin mendaftarkan diri sebagai calon jamaah Haji Plus, silahkan hubungi kontak yang telah tertera di website resmi hajiplus.id. Semoga sahabat Haji Plus yang berniat untuk melaksanakan ibadah Haji langkahnya dipermudah oleh Allah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *