Harga Tanpa Antri 2022

Harga Tanpa Antri 2022

Bagi Sahabat Haji Plus yang ingin sekali pergi berhaji pastinya sudah merencanakannya dengan sedemikian rupa bukan? Pastinya, Sahabat Haji Plus yang ingin segera berangkat ibadah haji juga sudah harus siap dengan pendaftaran biaya haji. Kini, Sahabat Haji Plus tak perlu bingung dan ragu lagi terkait pendaftaran ibadah haji yang dikenal amat lama waktu tunggu berangkatnya. Karena, saat ini Sahabat Haji Plus dapat mendaftar Haji Tanpa Antri atau yang dikenal dengan nama Haji Furoda. Paket Haji Tanpa Antri atau Haji Furoda ini sangat cocok bagi Sahabat Haji Plus yang berkeinginan untuk segera berangkat haji tanpa perlu menunggu waktu yang lama hingga tahunan. Karena dengan Sahabat Haji Plus mendaftar sebagai jamaah Haji Tanpa Antri atau Haji Furoda, Sahabat Haji Plus dapat langsung berangkat di tahun yang sama sesuai dengan tahun pendaftaran yang dilakukan oleh Sahabat Haji Plus. Tentunya menyenangkan sekali kan? Karena itulah, paket Haji Tanpa Antri atau Haji Furoda ini menjadi rekomendasi yang tepat bagi Sahabat Haji Plus yang ingin bernagkat haji dengan segera. Untuk Sahabat Haji Plus yang masih merencanakan keberangkatan ibadah haji di tahun depan, Sahabat Haji Plus dapat pula mematangkan persiapan untuk mendaftar Haji Furoda 2022. Apabila Sahabat Haji Plus sedang mencari jasa Travel Haji Furoda yang terpercaya dan amanah, Sahabat Haji Plus tentunya dapat percayakan pada Annur Maarif. Nah, bagi Sahabat Haji Plus yang ingin mendapat informasi lebih lengkap seputar Haji Furoda Jakarta, seputar Haji Furoda ataupun informasi seputar Haji Furoda dengan paket Harga Tanpa Antri 2022 yuk simak informasi dibawah ini.

Yuk Persiapkan Diri Mendaftar Haji Furoda 2022!

Apabila Sahabat Haji Plus di tahun 2021 ini masih belum bisa untuk mendaftar ibadah haji, maka Sahabat Haji Plus tak perlu khawatir dan bersedih. Karena, Sahabat Haji Plus masih dapat mencoba untuk mendaftar di tahun berikutnya sembari mempersiapkan biaya pendaftarannya. Pastinya Sahabat Haji Plus bertanya – tanya pula perihal berapakah biaya pendaftaran yang perlu diipersiapkan. Sahabat Haji Plus hendaknya tenang, karena biaya Haji Furoda bersama Annur Maarif masih tergolong dengan harga yang ramah kantong. Fasilitas yang disedaikan pun merupakan fasilitas exclusive yang amat berperan dalam menunjang kenyamanan Sahabat Haji Plus saat melaksanakan ibadah haji. Sahabat Haji Plus tak perlu bingung perihal syarat pendaftaran untuk pendaftaran Haji Furoda. Sahabat Haji Plus hanya perlu menyiapkan berkas – berkas penting serta biaya untuk mendaftar Haji Furoda tersebut. Untuk informasi lebih lengkapmya, Sahabat Haji Plus dapat membaca informasi di website hajiplus.id atau Sahabat Haji Plus juga dapat menghubungi kontak yang tertera di website apabila Sahabat Haji Plus ada pertanyaan yang ingin ditanyakan. Agar pelaksanaann ibadah haji Sahabat Haji Plus segera terlaksana, jangan lupa untuk mempersiapkan segala sesuatunya terkait pelaksanaan ibadah haji dengan rencana yang matang ya!

Wanita Pergi Haji Sendirian, Bolehkah?

Ibadah haji yang dilakukan tentunya terdapat persyaratan yang harus dipenuhi oleh seluruh calon jamaah, baik wanita maupun laki – laki. Memang benar aadanya bahwa ibadah haji ini menjadi ibadah yang istimewa dan amat didambakan karena salah satunya dapat melebur dosa. Hal ini seperti riwayat Imam Bukhari dn Muslim yang menyatakan bahwa Rasulullah aw bersabda yang artinya barng sip yang berhai arena alah, kemudian ia tak berkata kotor dan berbuat fasik. maka ketika pulang ia seperti anak yang baru dilahirkan ibunya. Akan tetapi, untuk merasakan salah satu keutamaan berhaji ini terdapat syarat – syarat yang harus dipenuhi. Sebagai wanita yang ingin melaksanakan ibadah haji, namun tak ada mahram yang menemani pastiya timbul pertanyaan bolehkah wanita pergi berhaji sendirian yakni tanpa mahram? Nah.. penjelasannya ialah bahwa bagi seorang muslimah terdapat syarat tambahan yakni harus didampingi oleh mahramnya yang ini termasuk ke dalam syarat mampunya.

Perihal syarat tambahan teruntuk muslimah yang ingin pergi berhaji ini terdapat sebuah hadis yang menjelaskannya. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Ibnu Abbas berkata bahwa ia mendengar Rasulullah Saw bersabda bahwa Jangan sampai seorang laki – laki berduaan dengan seorang perempuan tanpa disertai mahramnya. Dan hendaknya seorang perempuan tak melakukan perjalanan kecuali jika disertai mahramnya. Kemudia ada seseorang yang berdiri dan berkata ” Wahai Rasulullah, istriku melaksanakan haji sementara aku berada di medan perang ini dan itu. Kemudian Rasulullah Saw bersabda “berangkatlah engkau dan berhajilah bersama istrimu” Nah.. dari hadis inilah para ulama dari keempat madzhab yakni Maliki, Hanafi, Syafi’i dan hanbali punya pandangan yang berbeda. Antara lain :

  1. Pendapat Ulama Mazhab Maliki

Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa ulama dari Mazhab Maliki memiliki pendapata bahwasannya Ibadah haji yang dilaksanakan bagi seorang wanita yakni harus disertai mahramnya seperti suaminya atau salah satu mahram yang lainnnya. Bisa juga ditemani seorang teman wanita yang dapat dipercaya wanita tersebut. Apabila semua hal yang tersebut itu tak ada, maka tak wajib bagi wanita tersebut untuk melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci.

  1. Pendapat Ulama Mazhab Hanafi

Berbeda halnya dengan pendapat ulama dari Mazhab Hanafi. Menurut ulama dari Mazhab Hanafi memiliki pendapat bahwa jika jarak antara Makkah dan rumahnya ditempuh selama lebih dari tiga hari dengan perjalanan kaki, maka wajib bagi seorang Muslimah disertai suami atau mahram yang lainnyanya. Hal ini berlaku bagi wanita yang sudah lanjut usia yang masih mampu secara fisik maupun wanita yang masih muda. Akan tetapi apabila jaraknya kurang dari itu, maka haji tetap wajib ditunaikan meskipun tanpa disertai suami atau mahramnya.

  1. Pendapat ulama Mazhab Syafi’i

Pendapat ulama dari Mazhab Syafi’i ini sedikit lebih longgar. Ulama dari Mazhab Syafi’i ini memiliki pendapat dan berpandangan bahwa jika haji yang ditunaikan hukumnya wajib (haji pertama) dan keadaan saat itu aman, maka seorang wanita boleh pergi haji sendirian. Akan tetapi jika tak diketahui aman atau tidaknya keadaan, maka wajib baginya disertai suami, mahram, atau dua orang perempuan atau lebih yang dapat dipercaya. Seandainya wanita tersebut tak mendapatkan seorang laki – laki yang bersedia menjadi mahramnya, kecuali harus diberi upah, sedangkan syarat-syarat wajib haji yang lain telah terpenuhi, maka apabila wanita itu mampu membayar upah, wajib hukumnya melakukan haji. Akan tetapi jika yang ada hanya seorang teman perempuan saja, maka tak wajib baginya menunaikan haji. Lain halnya jika yang ditunaikan adalah haji sunnah, maka wajib baginya disertai suami atau mahram. Meskipun ia disertai dua orang wanita atau lebih, tetap saja yang bersangkutan tidak boleh menunaikan haji. Mengenai ragam pendapat ulama Mazhab Syafi’i ini, Al-Hafizh Ibnu Hajar menggaris bahawi, Pendapat yang masyhur di kalangan ulama Mazhab Syafi’i adalah, hajinya seorang wanita disyaratkan adanya suami, mahram, atau wanita – wanita yang dapat dipercaya. 

  1. Pendapat Ulama Mazhab Hanbali

Ulama dari Mazhab Hanbali memiliki pendapat secara tegas untuk mewajibkan adanya suami atau mahram. hal ini dikarenakan, menurut ulama mazhab ini merupakan syarat mampunya wanita dalam melaksanakan haji. Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan apabila seorang wanita tak ada suami atau mahramnya, maka ibadah haji tak wajib baginya. Pendapat tersebut didasarkan pada hadis Nabi Muhammad Saw, Tak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir bepergian selama tiga hari atau lebih, kecuali bersama ayahnya atau suaminya atau anaknya atau saudaranya atau mahramnya.

Baca Artikel Lainnya :  Berapa Haji Plus Sekarang

Jika melihat pendapat ulama dari keempat mazhab tersebut, sudah terlihat perbedaan pandangan tentang masalah ini. Ada yang berpendapat yakni mewajibkan adanya mahram bagi wanita yang berhaji, ada yang memberikan pengecualian bagi wanita yang bersama wanita – wanita lain yang dapat dipercaya, bahkan ada pula yang berpandangan tak diwajibkan adanya suami ataupun mahram jika dalam keadaan aman. Menurut Syekh Yusuf al – Qaradhawi, prinsip hukum atau ketetapan adanya mahram haji bukan untuk membatasi kebebasan wanita dalam melakukan ibadah haji. Namun, hal tersebut bertujuan untuk menjaga nama baik dan kehormatan wanita muslimah.

Sekilas Tentang Masjid Quba di Tanah Suci

Menurut informasi yang ada, Masjid Quba ini didirikan pada 8 rabiul Aqsal pada 1 Hijriyah yang terletak di bagian tenggara kota Madinah yakni lima kilometer di luarnya. Pada mulanya, Masjid Quba ini dibangun dengan komponen yang amat sederhana. Namun, seiring berjalannya waktu, renovasi Masjid Quba ini pun mulai banyak dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi. Masjid Quba ini bangunannya terdiri dari 19 pintu yang menyebar di seluruh wilayah Masjid Quba. Dari 19 pintu ini ada tiga pintu utama dan 16 pintu. Pintu utama yang berjumlah tiga ini memiliki ciri berdaun besar serta menjadi tempat untuk masuknya para jamaah ke dalam masjid. Kemudian dua pintu diperuntukkan untuk masuk para jamaah laki – laki. Sedangkan satu pintu lainnya sebagai pintu masuk jamaah perempuan. Lalu, diseberang ruang utama masjid terdapat ruangan yang dijadikan tempat belajar mengajar. Pada saat proses pembangunan Masjid Quba ini selesai, Nabi Muhammad Saw mengimami shalat selama 20 hari. Semasa hidupnya, Nabi Muhammad Saw selalu pergi ke Masjid Quba setiap hari senin, kamis dan sabtu. Setelah Nabi Muhammad Saw berpulang ke rahmatullah, para sahabat menziarahi masjid ini dan melakukan shalat disana. Ini sesuai dengan isi HR. Bukhari no. 1117, HR. Muslim no. 2478.

Baca Artikel Lainnya :  Biaya Paket Haji Furoda di Jakarta Selatan

Saat Sahabat Haji Plus berada di Tanah Suci tepatnya di Madinah, coba sempatkanlah untuk bekunjung ke Masjid Quba. Tentunya Sahabat Haji Plus akan sangat disayangkan apabila saat di Madinah namun tak mengunjungi Masjid Quba yang menyimpan banyak sejarah ini. Sahabat Haji plus mungkin sudah tak asing lagi mendengar kata Masjid Quba ini, karena Masjid Quba ini salah satu masjid bersejarah yang menyimpan banyak peristiwa istimewa di masa lampau. Kini, Masjid Quba pun selalu dikunjungi oleh wisatawan yang sedang berada di Tanah Suci, karena itulah Masjid Quba ini tak pernah sepi pengunjung. Dari Masjid Quba ini, Sahabat Haji Plus dapat mendapatkan pelajaran serta mengenang perihal bagaimana semangat dan niat yang kuat orang – orang terdahulu dalam menegakkan syiar agama islam. Sudah dikenal bahwa seluruh masjid yang terletak di Madinah, Mekkah ataupun Aqsa selalu istimewa bagi seluruh umat islam. Pasalnya masjid – masjid tersebut memiliki nilai histori dalam sejarah peradaban islam yang luar biasa. Tak terkecuali Masjid Quba ini salah satunya. Apabila dilihat dari sisi sejarahnya, Masjid Quba ini memiliki nilai historis yang sangat tinggi. Hal ini dikarenakan Masjid Quba ini merupakan masjid pertama yang dibangun oleh Nabi Muhammad Saw serta peletakkan batu pertama yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw di tempat kiblatnya yang menjadikan sebuah awal mula momen kebersamaan.

Apabila Sahabat Haji Plus berkeinginan untuk mengunjungi Masjid Quba ini sebaiknya cobalah mengambil wudhu saat di penginapan atau di hotel saja, karena antrian di tempat wudhu Masjid Quba amatlah ramai. Sebisa mungkin diusahakan Sahabat Haji plus dapat datang lebih pagi. Dengan begitu, Sahabat haji Plus dapat melaksanakan sholat dhuha di Masjid Quba dengan langsung masuk masjidnya. Hal ini akan lebih menghemat waktu dan dapat berdoa disana. Nah.. karena Masjid Quba ini dibangun atas dasar ketaqwaan, harapannya ialah semoga Sahabat Haji Pus sekalian yang beribadah di dalamnya juga akan digolongkan sebagai orang – orang yang bertaqwa di hadapan Allah Swt. Berdasarkan Hadis riwayat Tirmizi no. 298 Ibnu majah no. 1401 menyebutkan bahwa disebutkan dalam sebuah hadis Nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan oleh Abu bin Sahl bin Hunaif, ia pernah mendengar Nabi Muhammad Saw bersabda bahwa barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba lalu shalat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala umroh. Wah luar biasa kan? Teruntuk Sahabat Haji Plus yang ingin mengabadikan momen selama disana, Sahabat Haji Plus bisa menjadikan halaman masjid ini sebagai latar belakang foto yang menawan. Karena dari halaman masjid inilah terlihat sebuah bangunan masjid yang berdiri kokoh dengan pesona menara serta keindahan lainnya.

Pesan Penting Sepulang Ibadah Haji

Dalam pelaksanaan ibadah haji, pastinya terselip makna dan arti di setiap rangkaian kegiatan yang dilakukan. Karena itulah, di setiap rangkaian kegiatan tersebut memiliki pesan yang dapat Sahabat Haji Plus ambil sebagai bekal menghadapi hidup di keseharian yang lebih baik lagi ketika sepulang berhaji. Sahabat Haji Plus dapat memaknai pesan – pesan penting sepulang berhaji menurut ulama madzhab Hanbali. Beliau merupakan Ibn Qudamah al – Maqdisi al – Hanbali yang terkenal dengan salah satu karya terbesarnya yakni Al – Mughni, kitab fiqih madzhab Hanbali. Menurut sebuah ringkasan dari kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Abu Hamid al – Ghazali yang menyatakan bahwa di setiap rangkaian kegiatanibadah haji, terdapat makna – makna yang mengandung pesan penting untuk kehidupan, antara lain :

  1. Pertama

Pesan pertama yang dapat Sahabat Haji Plus jadikan pelajaran sepulang ibadah haji ialah bahwa perjalanan ibadah haji ini mengingatkan Sahabat Haji Plus bahwa ketika berangkat menuju Tanah Suci Sahabat Haji plus tak membawa bekal apapun selain bekal amal yang cukup untuk bekal di akhirat. Sebab itulah, hendaknya Sahabat Haji Plus tak mencampur adukkan amal Sahabat Haji Plus dengan amal – amal yang merusak amal akhirat. Contohnya saat pelaksanaan ibadah haji ini timbul sifat riya’, sum’ah atau ingin didengar. Bahkan, sangat baik apabila seseorang sudah meninggalkan tempat asalnya dan kemudian merasakan perjalanan haji seolah sebagai perjalanan meninggalkan dunia.

  1. Kedua

Ketika Sahabat Haji Plus melaksanakan ibadah haji pastinya Sahabat Haji Plus akan menanggalkan baju yang biasa Sahabat Haji Plus pakai dan digantikan dengan kain ihram. Kemudian Sahabat Haji Plus cobalah ingat bahwa seolah Sahabat Haji Plus berada di masa ketika Sahabat Haji Plus hanya mengenakan kain kafan saja. Dan kain yang Sahabat Haji Plus pakai itulah yang hanya akan menjadi busana menghadap Allah Swt. Tentunya dengan tak menggunakan busana yang biasa digunakan saat Sahabat Haji Plus di dunia. 

  1. Ketiga

Pada saat Sahabat Haji Plus melantunkan talbiyah, maka cobalah untuk resapi di dalam hati ketika mengucapkannya dan rasakan bahwa Sahabat Haji Plus sedang memenuhi panggilan Allah Swt atas perintahNya. Kemudian yakinlah dengan harapan diterima amal dan takutlah jika tak diterima. Ketika Sahabat Haji Plus sudah berada di Tanah Suci, maka berharaplah jangan sampai digolongkan sebagai orang yang tak dekat dengan Allah.

  1. Keempat

Disaat Sahabat Haji Plus memandang Ka’bah, rasakanlah dengan sepenuh hati di dalam hati bahwa Sahabat Haji plus sedang menyaksikan kebesaran Allah Swt. Tak lupa juga untuk bersyukur kepada Allah karena Sahabat Haji Plus telah diberi kesempatan untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci. Coba rasakanlah keistimewaan ibadah thawaf, karena itu menjadi salah satu bentuk rangakaian ibadah haji yang penuh arti. Sahabat Haji Plus hendaknya yakin di dalam hati bahwa Sahabat Haji Plus akan menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan semaksimal mungkin dengan hati dan niat yang tulus karena Allah Swt. Kemudian tak lupa untuk terus mengingat Allah Swt saat Sahabat Haji Plus menjalankan satu persatu rangkaian ibadah haji.

  1. Kelima

Saat Sahabat Haji Plus melaksanakan ibadah sa’i, coba rasakanlah bahwa Sahabat Haji Plus sedang berada diantara beban timbangan hari akhir. Bolak baliknya Sahabat Haji Plus diantara bukit shafa dan marwah sebagai salah satu gambaran sebuah kebingungan Sahabat Haji Plus pada saat menunggu keputusan dari Allah di hari akhir dan harapan Sahabat Haji Plus tentunya agar mendapatkan rahmat dari Allah Swt.

  1. Keenam

Ketika Sahabat Haji Plus wukuf di Arafah, cobalah ingat ketika Sahabat Haji Plus sedang berada di keramaian seluruh makhluk di penjuru bumi, saling berbicaranya mereka dengan bahasa berbeda nanti di hari akhir. Kemudian, mereka menjadi satu yakni berada di dalam satu tempat yang sama. Dan pada saat Sahabat Haji Plus melempar jumrah, hendaknya Sahabat Haji Plus berniat untuk taat kepada segala perintah Allah Swt dan mengakui bahwa seorang hamba hanyalah makhluk yang lemah di hadapan Allah Swt. Sehingga, hanya kepada Allah lah seorang hamba memohon segala sesuatu termasuk dalam menjalani kehidupan di keseharian.

Baca Artikel Lainnya :  Haji Langsung Berangkat di Tahun yang sama

Sembari Sahabat Haji Plus mematangkan persiapan untuk mendaftar Haji Furoda di tahun berikutnya serta sambil mengumpulkan biaya untuk mendaftar Haji Furoda dengan paket Harga Tanpa Antri 2022, Sahabat Haji Plus dapat menambah wawasan seputar ibadah haji dengan cara mengupdate informasi seputar Haji Furoda ini. Caranya, Sahabat Haji Plus bisa langsung kunjungi website hajiplus.id yang menyediakan informasi secara lengkap seputar Haji Furoda atau Haji Tanpa Antri. Bagaimana? Cukup mudah kan untuk mendapat informasinya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *