Harga Haji Mujamalah Surabaya

Harga Haji Mujamalah Surabaya

Harga Haji Mujamalah Surabaya

Semua orang memang memiliki harapan yang sebisa mungkin berusaha untuk diwujudkan, apapun itu. Terlebih harapan untuk bisa menyempurnakan rukun islam yang kelima di Tanah Suci. Hal ini tentunya menjadi salah satu hal yang memang sebisa mungkin layak untuk diperjuangkan. Sahabat Haji Plus mungkin juga pernah mendengar terkait perjuangan apa saja yang selalu diupayakan umat muslim yang berkeinginan untuk menunaikan ibadah haji. Mulai dari menabung, berupaya lebih giat dan bekerja keras dan lain sebagainya. Semua hal yang dilakukan ini tak lain tak bukan ialah hanya untuk mewujudkan harapan sebagai umat muslim yang dapat menyempurnakan ruun islam kelimanya di Tanah Suci. Sahabat Haji Plus tentunya mengharapkan yang demikian bukan? Apabila Sahabat Haji Plus ingin segera menunaikan ibadah haji namun enggan untuk menunggu waktu tunggu keberangkatan ibadah haji yang lama, Sahabat Haji Plus dapat mendaftar program haji khusus yakni Haji Furoda atau Haji Mujamalah. Dengan Sahabat Haji Plus menggunakan program Haji Furoda atau Haji Mujamalah, Sahabat Haji Plus dapat segera menunaikan ibadah haji tanpa menunggu waktu yang lama. Hal ini dikarenakan Haji Furoda atau Haji Mujamalah ini ialah haji tanpa antri. Sehingga tak perlu menunggu waktu yang amat lama. Perihal Biaya Haji Furoda sudah selayaknya lebih tinggi dibandingkan dengan Haji Reguler. Biaya Haji Furoda di Annur Maarif Travel ini dibandrol dengan biaya sebesar 17.500 USD. Untuk informasi terkait fasilitas yang di dapatkan dan lain sebagainya, Sahabat Haji Plus dapat tanyakan pada jasa Travel Haji Furoda yang telah Sahabat Haji Plus percaya. Bagi Sahabat Haji Plus yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut seputar Harga Haji Muajmalah Surabaya, yuk simak informasi lebih lengkap dibawah ini.

Menjalankan Haji Mujamalah Dengan Lancar

Tentunya Sahabat Haji Plus begitu memahami bahwa ibadah haji yang lancar pastinya tak lepas dari beberapa hal yang berkaitan dengan segala persiapan yang dilakukan. Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa banyak sekali persiapan yang hendaknya dilakukan sebelum proses keberangkatan ke Tanah Suci untuk menunaikan Ibadah Haji. Terdapat beberapa hal yang hendaknya dilakukan agar Sahabat Haji Plus dapat dikatakan Haji yang mabrur selepas balik dari Tanah Suci. Apa saja tips agar ibadah Haji Sahabat Haji Plus dapat berjalan dengan lancar? Berikut lebih jelasnya.

  1. Mendaftar Haji Dengan Biaya Yang Halal

Sahabat Haji Plus sekalian pastinya telah memahami bahwasannya harta yang halal ialah harta yang di dapatkan dari hal yang baik, bukan dari penipuan, korupsi, mencuri, riba serta menjual barang yang haram (Narkoba, Minuman keras, dll). Biaya haji halal yang dimaksud disini ialah diperoleh dari harta yang halal yakni harta yang diperoleh dari mata pencaharian yang halal, upah atau gaji, honorarium, hasil perdagangan yang halal pemberian hibah dan lain sebagainya harta yang tidak dilarang dalam islam. Imam Ahmad dalam Riwayat hadisnya menegaskan bahwasannya tidak akan sah ibadah haji apabila berasal dari harta yang haram “ Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik ” Harta yang halal tersebut tak hanya diperuntukkan bagi yang melaksanakan ibadah haji saja, melainkan bagi keluarga yang ditinggalkan juga.

  1. Memupuk Ketaqwaan Kepada Allah Swt

Bagi Sahabat Haji Plus tentunya mengerti bahwasannya ketakwaan ialah bagian yang harus ada selama menjalankan ibadah. Melaksanakan segeala hal yang diperintahkan oleh Allah Swt serta menjauhi segala laranganNya merupakan pokok dari segala pelaksanaan ibadah haji. Karena, jika seseorang melaksanakan ibadah haji tanpa disertai perasaan bertakwa, maka seseorang tersebut tak akan mendapatkan haji Mabrur. Karena pada kesimpulannya, seluruh pelaksanaan ibadah haji yang dilakukan ialah wajib disertai ketakwaan kepada Allah dan RasulNya.

  1. Menjaga Sikap dan Tutur Kata Dengan Baik

Menjaga sikap dan perbuatan merupakan salah satu poin penting yang hendaknya diperhatikan oleh jamaah haji sebelum berangkat untuk menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Bagi Sahabat Haji Plus yang hendak melaksanakan ibadah haji bertobat kepada Allah dengan taubatan nasuha yang bertujuan untuk menyucikan diri dari perilaku – perilaku sebelumnya yang mungkin tak sesuai. Tobat yang dilakukan itu meliputi perbuatan, lidah serta hati. Selama berada di Tanah Suci pun Sahabat Haji Plus sebaiknya tak berlaku angkuh dan sombong. Karena ini bisa berimbas pada diri Sahabat Haji Plus sekalian. Kejadian yang sering terjadi perihal sikap sombong ini ialah terdapat jamaah haji yang memiliki kondisi fisik yang prima, semangatnya tinggi dan dapat dikatakan sehal alfiat. Akan tetapi, karena sifat sombongnya dengan segala keunggulan fisik yang dimilikinya, maka jamaah haji tersebut pada saat hendak melaksanakan ibadah haji fisiknya malah tak berdaya dan dapat dikatakan dalam keadaan tak sehat. Tentunya, jika sudah begitu jamaah haji tersebut tak dapat menunaikan ibadah dengan maksimal. Dan ini juga sering terjadi sebaliknya. Jamaah Haji yang memiliki kondisi tubuh yang lemah dan bahkan sakit – sakitan, namun pada saat  melakukan ibadah haji ia mampu untuk melaksanakannya dengan lancar. Oleh karena itulah, hendaknya Sahabat Haji Plus memperhatikan dengan betul perihal menjaga sikap dan perbuatan diri sendiri.

  1. Mempersiapkan Mental

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa mempersiapkan mental merupakan salah satu hal penting yang hendaknya dipesiapkan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji. Mempersiapkan mental yag dimaksud ialah mengahdapi segala kemungkinan yang terjadi selama Sahabat Haji Plus berada di Tanah Suci. Bekal untuk mempersiapkan mental ini ialah rasa sabar. Rasa Sabar ini memiliki peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan ibadah haji. Seluruh aspek ibadah haji tentunya memerlukan unsur sabar. Sifat sabar ini diperlukan terutama pada saat mencium hajar aswad, thawaf, melontar jumroh serta berusaha shalat dekat ka’bah.

  1. Terbebas Dari Utang – Piutang

Saat Sahabat Haji Plus berencana untuk melaksanakan ibadah haji dalam jangka waktu yang cukup dekat, maka hendaknya terlebih dahulu Sahabat Haji Plus menyelesaikan segala urusan perihal utang piutang yang ada. Hal ini dikarenakan seseorang yang hendak melakukan perjalanan ibadah haji diibaratkan dengan seseorang yang masuk ke liang kubur. Oleh karena itulah, sebelum berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji Sahabat Haji Plus sekalian menyelesaikan segala masalah – masalah yang bersangkutan dengan manusia. Tak hanya utang piutang saja, akan tetapi Sahabat Haji Plus juga memohon maaf jika mempunyai kesalahan kepada orang lain baik itu di sengaja maupun tidak. Hal ini berguna untuk kelancaran Sahabat Haji Plus saat menjalankan ibadah haji di tanah suci. Nah, bagi Sahabat Haji Plus yang hendak untuk berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji, hendaknya tak melewatkan poin penting ini ya. Biaya Haji Furoda

Baca Artikel Lainnya :  Informasi Paket Haji Plus

Perjalanan Pelaksanaan Ibadah Haji

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwasannya ibadah haji menjadi ibadah yang dilaksanakan tak serta merta tanpa pengorbanan. Melainkan, dibalik pelaksanaan ibadah haji yang dilakukan diperlukan pengorbanan yang dilakukan. Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa terdapat sosok yang tak bisa dipisahkan dari momen pelaksanaan ibadah haji dan qurban. Sosok tersebut ialah Nabi Ibrahim As yang dikenal dengan kisah yang penuh pengorbanan. Di dalam Al – Quran, Allah Swt menyebutkan bagaimana Nabi Ibrahim As dengan sepenuh keimanan serta dilandasi rasa keikhlasan yang luar biasa dalam menjalani perintah Allah Swt. Perintah dari Allah Swt yang saat itu ditujukan kepada Nabi Ibrahim As ialah untuk menyembelih putra tercintanya yakni Nabi Ismail As. Dalam kisah itulah kedua hamba Allah yang taat dan bertakwa ini larut dalam kepasrahan yang dipadu dengan rasa sabar yang luar biasa. Hal ini dikutip dalam Qur’an surat Ash – Shaffat ayat 102 yang artinya : Allah berfirman: “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS: Ash-Shaffat :102)

Momen pelaksanaan qurban merupakan bentuk simbolis yang memiliki arti. Arti yang terkandung dalam peristiwa ini ialah ketika berkurban, tujuannya tik lain ialah untuk memperbaiki niat awal yang ada pada diri,. Hal ini tentunya bukan karena ingin mendapatkan pujian atau mendapatkan pengakuan dari sekitar. Akan tetapi, tujuannya ialah untuk melatih diri untuk berusaha membunuh sikap dan perbuatan yang buruk.Terdapat firman Allah Swt yang terdapat pada Qur’an surat Al – Hajj yang artinya “Tidak akan sampai kepada Allah daging dan darah hewan tersebut, tetapi yang akan sampai kepada Allah adalah nilai ketakwaanmu kepada-Nya” (QS. Al-Hajj : 37). Dari perjalanan kisah Nabi Ibrahim As dan putranya Nabi Ismail As inilah Sahabat Haji Plus dapat belajar untuk berlatih ikhlas dan rela untuk mengorbankan apa pun yang dimiliki. Bahkan sesuatu yang paling Sahabat Haji Plus cintai sekalipun demi menunaikan perintah Allah.Makna berkurban yang terdapat dalam ibadah haji ini ialah bertujuan untuk melatih diri Sahabat Haji Plus menjadi lebih tabah, sabar serta ikhlas dalam menanggung segala beban berat dalam hidup yang dihadapi. Karena Sahabat Haji Plus sekalian telah sadar dan yakin bahwasannya di balik segala kemewahan dan gemerlapnya dunia yang sedang dipijak, Sahabat Haji Plus akan memperoleh hasil dari segala perjuangan, jerih payah serta segala pengorbanan yang telah dilakukan.  Melalui Nabi Ibrahim As, Sahabat Haji Plus dapat melihat Nabi Ibrahim As yang telah begitu berkorban untuk membuktikan cinta pada Allah Swt melebihi segalanya. Dari keluarga ataupun harta benda yang dimiliki, hal ini dikarenakan satu hal yakni cintanya pada Allah Swt. Tentunya hal ini tak sekedar kata saja. Melainkan, harus disertai aksi yang nyata. Hal inilah yang dapat dikatakan cinta yang sesungguhnya yakni disertai pembuktian yang benar adanya. Dalam pelaksanaan ibadah haji inilah kisah Nabi Ibrahim As dan keluarga memberikan banyak inspirasi bagi umat muslim. Bahwasannya cinta kepada ALlah Swt haruslhah disertai bukti – bukti dan tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Artikel Lainnya :  Biaya Haji Plus 2021 Langsung Berangkat

Pahami Hal Berikut Saat Berada Di Tanah Suci

Mungkin Sahabat Haji Plus juga memahami jika setiap lokasi yang Sahabat Haji Plus pijak terdapat hal – hal yang hendaknya diperhatikan. Karena antara negara tempat Sahabat Haji Plus tinggal dengan Tanah Suci pastinya sangat berbeda. Sebab itulah, hendaknya pada saat Sahabat Haji Plus berada di Tanah Suci dalam rangka melaksanakan ibadah haji sebaiknya pahami terkait hal – hal apa saja yang hendaknya diperhatikan. Nah, agar Sahabat Haji Plus lebih memahami terkait hal apa saja yang hendaknya diperhatikan, yuk simak ulasan dibawah ini.

  1. Memahami Niat Dengan Benar

Ketika Sahabat Haji Plus memutuskan untuk mendaftar program haji dan kemudian berangkat, tentunya Sahabat Haji Plus telah menata niat dalam hati bukan? Pastinya tujuan Sahabat Haji Plus pergi ke Tanah Suci tak lain tujuannya karena ibadah. Oleh karena itulah, hendaknya Sahabat Haji Plus tak terlalu banyak berleha – leha di hotel. Sebisa mungkin perbanyak dan habiskan waktu untuk beribadah di Masjidil haram dan Masjid nabawi  selain ibadah pokok lainnya. Sahabat Haji Plus sebaiknya tak tergoda dan terlena dengan kenyamanan yang ada, sehingga malas pergi ke masjid tersebut atau tempat ibadah lainnya. Pastinya jika Sahabat Haji Plus melakukan hal yang demikian, rasa menyesal akan datang saat Sahabat Haji Plus telah kembali ke Tanah Air. Rasa menyesal yang timbul itu tentu sebagai akibat dari ibadah yang dilakukan selama disana masih kurang maksimal. 

  1. Yang Dilakukan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Saat Sahabat Haji Plus berada di Masjidil haram hendaknya perbanyaklah tawaf sunnah,mengaji serta shalat sunnah. Bukan malah tawaf di pusat  perbelanjaan untuk memburu oleh-oleh yang banyak. Sebisa mungkin Sahabat Haji Plus berdoa ditempat-tempat mustajab antara lain di Hijir Ismail, Multazam, raudoh dsb. Apabila Sahabat Haji Plus berkeinginan dapat menggapai ataupun mencium hajar aswad, sebaiknya jangan dipaksakan terlebih untuk kaum hawa. Sebisa mungkin perbanyaklah sholat sunnah di lokasi hijir ismail. Hendaknya Sahabat Haji Plus memilih waktu pada saat kondisi jamaah haji tak terlalu banyak.

Sedangkan, pada saat Sahabat Haji Plus hendak berkunjung ke Masjid Nabawi yang terdapat lokasi Roudoh serta makam nabi Muhammad SAW, sebaiknya pilihlah waktu – waktu yang tepat untuk menuju ke tempat tersebut. Hal ini dikarenakan lokasi tersebut terbatas, akan tetapi peminatnya amat banyak sehingga penuh sesak. Selain itu, hal selanjutnya yang hendaknya  diingat ialah sebaiknya tas paspor selalu berada didepan dada Sahabat Haji Plus sekalian, jangan diletakkan disebelah belakang. Tak hanya itu saja, sebaiknya jangan pula meletakkan uang seluruhnya dalam tas paspor dan bawalah uang seperlunya saja.  Karena banyak sekali kejadian yang uangnya hilang dikarenakan berdesak – desakan. Untuk mengunjungi Masjid Nabawi ini sebaiknya dilakukan setelah sholat subuh atau pada saat tengah malam hari.

  1. Menyediakan Uang Pecahan

Ketika Sahabat Haji Plus hendak untuk melaksanakan ibadah haji, hendaknya Sahabat Haji Plus membawa selalu uang pecahan 1 real atau lebih. Hal ini bertujuan untuk memudahkan Sahabat Haji Plus sekalian untuk memberi sedekah setiap hari di pada saat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Apabila Sahabat Haji Plus terlalu perhitungan dengan amal, kalau dihitung kira-kira berapa nilai amal yang telah Sahabat Haji Plus lakukan dengan sedekah tersebut. Di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi tak ada  kotak amal. Oleh karena itu, sedekahkanlah kepada orang – orang disekitar lokasi tersebut yang membutuhkan. Di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi banyak sekali para pekerjanya adalah para TKI atau orang Indonesia yang telah lama berada disana. Nah, bagi Sahabat Haji Plus yang ingin bersedekah, itu sebagai alternatif agar Sahabat Haji Plus dapat bersedekah kepada mereka sebagai rasa persaudaraan.

  1. Saat Bepergian Hendaknya Didampingi

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa bagi kaum wanita yang hendak bepergian hendaknya selalu didampingi oleh suami ataupun teman laki – laki. Tak diperkenankan untuk bepergian sendirian dan sebisa mmungkin selalu berada di lingkup berombongan. Sahabat Haji Plus perlu mengIngat bahwasannya di Tanah Suci juga tak menutup dengan berbagai kemungkinan. Saat berada di hotel apabila seorang wanita hendak naik lift, itu pun harus selalu didampingi dengan suami ataupun teman laki – lakinya. Jika Sahabat Haji Plus pada saat naik lift dengan sesama wanita dan kemudian tiba – tiba terdapat orang laki – laki asing yang tak dikenal ikut masuk saat itu juga, maka sebaiknya kaum hawa segera keluar.Hal ini tentunya untuk menghindari segala kemungkinan buruk yang dapat terjadi. Hal ini juga berlaku untuk seorang jamaah yang lansia. Apabila ada yang ingin bepergian, hendaknya selalu ditemanani oleh keluarga atau teman. Karena banyak sekali kasus lansia dari daerah yang tersesat, terlebih terdapat salah satu faktor bahasa yang menjadi kendala. Sebisa mungkin Sahabat Haji Plus harus mengingat nama dan lokasi penginapan yang ditempati serta mengingat tanda – tanda disekeliling penginapan yang dapat dijadikan patokan. Hal ini tentunya memudahkan Sahabat Haji Plus pada saat tersesat agar kembali dengan selamat. Dan saat bepergian, hendaknya Sahabat Haji Plus selalu mengenakan seragam nasional, Sehingga apabila tersesat masih terdapat identitas yang dapat dikenali.

  1. Mengontrol Diri

Seperti yang telah diketahui bahwasannya pada saat pelaksanaan ibadah haji aktivitas yang dilakukan disana tentu banyak sekali yang dilakukan. Aktivitas yang dilakukan setiap hari disana antara lain saat hendak melaksanakan makan antri, mau ke WC antri, naik bis antri, mengambil wudhu antri dsb. Disinilah kesabaaran Sahabat Haji Plus dilatih, sehingga harus sabar dan rasional serta memiliki rasa toleransi yang tinggi harus.Sebisa mungkin Sahabat Haji Plus tak terbawa emosi, tak egois serta tak sok berkuasa yang selalu minta. Hendaknya Sahabat Haji Plus memahami bahawa semua adalah Tamu Allah dan ujian paling besar disana yang harus Sahabat Haji Plus lalui salah satunya ialah kesabaran. Selain itu, pada saat Sahabat Haji Plus mengalami sesuatu yang tak dikehendaki atau mengalami musibah hendaknya tak tersulut emosi. Akan tetapi segeralah perbanyak istigfar dan bertobat kepada Allah Swt.

  1. Mematuhi Tata Tertib yang Berlaku

Seperti yang diulas sebelumnya bahwa setiap lokasi yang Sahabat Haji Plus pijak tentunya memiliki peraturan serta tata tertib yang berlaku. Oleh karena itu, hendaknya Sahabat Haji Plus pada saat berada di Tanah Suci sebaiknya mengikuti segala peraturan dan tata tertib yang berlaku. Biasanya Sahabat Haji Plus akan diarahkan oleh pembimbing haji. Hal ini dikarenakan mereka lebih tahu terkait kondisi dan hal apa saja yang akan dijalankan selama pelaksanaan ibadah haji. Hindari sikap – sikap yang bandel ataupun sok pintar, terlebih bagi Sahabat Haji Plus yang baru kali pertama pergi ke Tanah Suci.

Baca Artikel Lainnya :  Jadwal Perjalanan Haji dengan Visa Furoda

Teruntuk Sahabat Haji Plus yang sedang mencari informasi terkait Harga Haji Mujamalah Surabaya, demikianlah informasi singkatnya. Semoga informasi yang disuguhkan dapat menambah wawasan Sahabat Haji Plus saat menjelang keberangkatan ibadah haji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *