Harga Haji Furoda 2021

Harga Haji Furoda 2021

Harga Haji Furoda 2021

Teruntuk Sahabat Haji Plus yang berencana untuk melaksanakan ibadah haji, tentunya tak ingin menunggu waktu tunggu keberangkatan yang lama bukan? Hal ini sudah pasti tak diinginkan oleh semua jamaah haji. Namun apa daya, dari tahun ke tahun peminat ibadah haji semakin banyak dan membuat antrian waktu tunggu keberangkatan ibadah haji semakin Panjang. Inilah yang membuat resah para calon jamaah haji. Pasalnya tak ada waktu yang pasti terkait kejelasan keberangkatan untuk menunaikan ibadah haji. Akan tetapi, yang perlu diketahui terkait waktu tunggu keberangkatan yang amat lama ini hanya berlaku ketika Sahabat Haji plus memilih Haji Reguler. Berbeda halnya pada saat Sahabat Haji Plus memilih Haji Furoda. Bagi Sahabat Haji Plus yang ingin menunaikan ibadah haji tanpa menunggu antri yang lama, program haji reguler tentunya tak sesuai dengan keinginan Sahabat Haji Plus. Melainkan, yang sesuai untuk dipilih ialah Haji Furoda. Mengapa demikian? Karena Haji Furoda merupakan haji tanpa antri, sehingga tak memerlukan waktu tunggu keberangkatan. Untuk Sahabat Haji Plus yang ingin mendaftar Haji Furoda, Sahabat Haji Plus dapat mendaftar ke Travel Haji Furoda yang berkredibel. Perihal Biaya Haji Furoda ini telah sepadan dengan segala fasilitas serta akomodasi yang akan disuguhkan. Teruntuk Sahabat Haji Plus yang bertanya – tanya mengenai Harga Haji Furoda 2021, yuk simak informasi di bawah ini.

Memahami Rukun Pelaksanaan Ibadah Haji

Sahabat Haji Plus tentunya telah memahami bahwasannya ibadah haji merupakan ibadah wajib untuk dilakukan bagi siapa saja yang mampu dan termasuk ke dalam rukun islam ke lima. Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa ibadah haji ini memiliki beberapa rukun yang terbagi menjadi 5 tahapan. Dan hendknya, rukun pelaksanaan ibadah haji ini tak dilewatkan untuk dilakukan. Nah.. Apa saja? berikut lebih jelasnya.

  1. Ihram

Tahukah Sahabat Haji Plus sekalian bahwa Ihram dilakukan dengan cara mengucapkan niat saat hendak melaksanakan manasik haji. Niat ibadah haji ini sama dengan niat shalat. Wajib ihram meliputi ihram dari miqot yang menggunakan kain panjang untuk menutupi tubuh untuk jamaah pria, dilarang menggunakan pakaian yang memperlihatkan bentuk tubuh serta dilarang menggunakan  niqob (penutup wajah) dan sarung tangan untuk jamaah wanita. Selain itu, jamaah haji diwajibkan untuk membaca bacaan talbiyah.

Sunnah ihram antara lain mencakup  mandi, menggunakan wewangian khususnya aroma bunga kasturi. Kemudian dilanjut dengan memotong kuku, bulu kemaluan, bulu ketiak, memangkas/merapikan kumis/brewok. Bagi jamaah haji baik laki – laki maupun perempuan diperkenankan untuk menggunakan izar (sarung tangan) dan rida’ (kain atasan) yang berwarna putih dan bersih serta dapat pula menggunakan sandal. Selanjutnya ialah melaksanakan shakat dua rakaat, mengucapkan ihram setelah melakukan shalat dan yang terakhir ialah memperbanyak bacaan talbiyah.

  1. Sa’i

Teruntuk Sahabat Haji Plus yang berencana untuk melaksanakan ibadah haji, sudah selayaknya untuk mempersiapkannya dengan cara membekali diri dengan pengetahuan – pengetahuan terkait ibadah haji, salah satunya ialah rukun haji. Rukun ibadah haji yang selanjutnya dilakukan dan tak dilewatkan ialah Sa’i. Sa’i ialah berjalan antara bukit Shafa dan Marwa. Sa’i ini dilakukan dimulai dari berjalan tujuh kali, yang dimulai dari bukit Shafa menuju bukit Marwa. Sa’i ini wajib untuk dilakukan setelah melaksanakan thawaf ifadhah. Syarat – syarat melakukan sa’i yakni membaca niat dengan khusyuk. Kemudian melakukan sa’i hingga tujuh putran. Selain itu, syarat yang terakhir ialah dilakukan secara berturut- turut diantara setiap putaran.

  1. Tahallul

Sahabat Haji Plus perlu mengetahui bahwa rukun haji yang terakhir merupakan tahalul yang berarti mencukur rambut kepala setelah selesai berhaji. Waktu untuk pelaksanaan tahalul ini biasanya sampai hari Nahr yakni pada tanggal 10 Dzulhijah. Tahalul yang dilakukan oleh jamaah haji ini merupakan bukti dari tunduknya jamaah  haji sebagai manusia yang lemah di hadapan Allah Swt. Bagi jamaah laki – laki pada umumnya akan dicukur rambut kepalanya hingga sangat tipis. Sedangkan bagi jamaah perempuan, tahalul ini dilaksanakan dengan cara menggunting sedikit ujung rambut. Inilah rukun haji yang hendaknya Sahabat Haji Plus lakukan dengan semestinya.

  1. Thawaf Ifadhah

Setelah Sahabat Haji Plus melakukan wuquf di Arafah, hal selanjutnya Sahabat Haji Plus akan melakukan thawaf di Masjidil Haram. Thawaf dilaksanakan mulai dari Hajar Aswad atau jika Sahabat Haji Plus tak bisa mendekatinya, maka bisa dilakukan dengan mulai berjalan searah garis lurus dari Hadjar Aswad. Berjalan mengelilingi Hadjar Aswad dilakukan sebanyak tujuh kali putaran penuh dan berjalan memutar melawan arah jarum jam. Sahabat Haji Plus perlu mengingat bahwa dalam melakukan ibadah haji, thawaf dari Hadjar Aswad hukumnya adalah wajib. Oleh karena itu, hendaknya Sahabat Haji Plus tak melewatkan momen ini. Karena apabila pelaksanaan ini terlewat, maka hukum haji yang Sahabat Haji Pus lakukan dianggap tidak sah. Tentunya tak menginginkan yang demikian bukan?

  1. Wuquf di Arafah

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa wuquf memiliki arti berada dan berdoa di Arafah. Arafah memiliki lokasi yang luas, sehingga bisa dijadikan sebagai tempat berdoa dan berdzikir oleh para jamaah haji. Jamaah yang sudah sampai di Padang Arafah dapat pula menggunakannya sebagai tempat beristirahat.  Untuk waktu Pelaksanaan melakukan wuquf di Arafah yakni pada waktu zawal yakni pada saat matahari tergelincir atau pada saat senja yang dilakukan pada 9 Dzulhijah hingga terbit fajar pada 10 Dzulhijah. Sahabat Haji Plus dapat melaksanakan wuquf pada waktu siang sampai setelah maghrib. Jika melakukan wuquf diluar waktu tersebut, maka ibadah wuquf yang dilakukan dianggap tidak sah. Nah, hendaknya Sahabat Haji Plus memperhatikan rukun haji yang satu ini ya.

Baca Artikel Lainnya :  Harga Haji Plus Terbaik

Kisah Kain Penutup Ka’bah di Tanah Suci

Seperti yang diketahui bahwa kiswah merupakan kain penutup Ka’bah. Saat ini pastinya Sahabat Haji Plus telah mengerti dan mengenal bahwa kain kiswah ialah kain yang berwarna hitam dan dibalut dengan hiasan berwarna emas di sekelilingnya. Di dalam kitab Masalik Al-Abshar karya Al-Umary, seseorang yang kai pertama memperkenalkan kiswah ialah bernama Abu Karb As’ad yakni diperkirakan pada tahun 220 sebelum hijriyah. Dalam perjalanannya menuju Yastrib atau yang saat ini disebut Madinah, Abu Karb menjalankan misi. Abu karb melakukannya setelah bermimpi bahwa dirinya membungkus Ka’bah dengan kiswah. Tak hanya itu saja, disisi lain ia membuatkan pintu dan kunci untuk Ka’bah. Sejak saat itulah, Ka’bah selalu dibungkus dengan kain. Adapun kiswah yang populer pada masa awal adalah kiswah asal Mesir yang terbuat dari kulit hewan. Hal ini dijelaskan dalam buku Mekkah karya Zuhairi Misrawi yang menjelaskan bahwa setiap kabilah Arab pada masanya pernah membawa kiswah dan meletakkan kiswah tersebut di Ka’bah. Sehingga apabila kian kiswah basah, kiswah sudah siap untuk digantikan dengan kain yang baru. Qushay yakni seorang yang relatif memiliki kekayaan berlebih kerap mengeluarkan anggaran untuk mengganti kain Ka’bah setiap tahunnya. Hal ini juga sering dilakukan para kabilah lainnya.

Pada jaman dahulu memasang kiswah di Ka’bah merupakan kebanggaan dan kehormatan tersendiri bagi suatu kabilah. Melalui kain kiswah tersebut cukup menandakan bahwa kabilah – kabilah yang ada telah berpartisipasi dalam rangka mengaggungkan posisi Ka’bah. Adapun sosok yang dikenal sebagai orang membungkus Ka’bah dengan kiswah yang terbuat dari sutera ialah bernama Ja’far bin Khalid bin Kilab dan Natila binti Jinab. Natila dikenal adalah ibu dari Abbas. Sedangkan pada masa Rasulullah Saw, menurut Ibnu Hisyam, Ka’bah dibungkus dengan kain berwarna putih yang dibuat di Mesir. Kemudian para pemimpin pasca Rasulullah Saw pun melakukan hal yang sama. Hal ini dilakukan juga ketika kepemimpinan Muawiyah, yakni pernah membungkus Ka’bah dengan kain sutera. Seiring berjalannya waktu, sejarah pun turut berganti. Pada masa Dinasti Umayyah, para pemimpin dinasti ini membungkus Ka’bah dengan cara tidak membuang kiswah yang sudah dipakaikan. Akan tetapi, Kiswah yang lama masih digunakan dan sedangkan kiswah yang baru diletakkan di atasnya. Kemudian pada akhirnya, Al-Mahdi memiliki inisiatif untuk membuang kiswah yang sudah terpakai dan menggantikannya dengan kiswah yang baru untuk tiap tahunnya. ini pula yang dilakukan di masa Dinasti Abbasiyah.

Menurut Sejarah Khalifah Al-Ma’mun juga pernah membungkus Ka’bah dengan kain sutera, yakni pada musim haji dengan sutera merah. Dan pada bulan Rajab, Ka’bah dibungkus dengan kain putih dan sutera putih pada hari ke 27 pada bulan Ramadhan. Salah satu hal yang menjadi ciri khas Dinasti Abbasiyah ialah sering membungkus Ka’bah dengan kain yang berwarna hitam. Seperti yang dapat Sahabat Haji Plus lihat pada saat ini. Tak hanya itu saja, akan tetapi terdapat sebuah peristiwa yang juga dikenang dalam sejarah yakni upacara pembawaan kiswah dari Mesir menuju Makkah. Para pemimpin di masa lampau hingga mengeluarkan anggaran khusus demi untuk pembuatan dan pembawaan kiswah ke Makkah. Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu bagian yang menarik dan Sahabat Haji Plus dapat memandangnya pada saat pelaksanaan haji. Hal ini menjadi kebanggaan dan kehormatan yang istimewa bagi Mesir karena dipercaya membuatkan kiswah untuk Ka’bah. Pada saat ini, kiswah sepenuhnya di bawah otoritas Kerajaan Arab Saudi. Warna yang digunakan secara permanen pun ialah warna hitam.

Baca Artikel Lainnya :  Haji Visa Mujamalah

Kiat – Kiat Haji Mabrur Selepas Haji

Sahabat Haji Plus tentunya telah mengerti bahwa Haji Mabrur selalu menjadi dambaan bagi setiap umat muslim yang melaksanakan ibadah haji. Akan tetapi, Tahukah Sahabat Haji Plus jika Haji Mabrur itu tak diperoleh dengan serta merta tanpa hal yang mengiringi. Namun, perlu disertai beberapa hal agar Sahabat Haji Plus mendapatkan haji mabrur. Tentunya, Sahabat Haji Plus harus mengetahui terkait informasi ini. Supaya ibadah haji yang Sahabat Haji Plus lakukan tak sia – sia. Tentunya sayang sekali apabila Sahabat Haji Plus tak mendapatkan haji yang mabrur. Mengingat banyak sekali keistimewaan dalam pelaksanaan ibadah haji yang begitu istimewanya. Nah, agar Sahabat Haji Plus mengerti terkait hal apa saja yang dilakukan agar haji mabrur, yuk simak ulasan berikut ini.

  1. Haji Dengan Harta Halal

Pastinya harta yang digunakan untuk melaksanakan ibadah haji ialah harta yang halal. Hal ini dikarenakan Allah Swt tak akan menerima sesuatu kecuali yang halal. Hal ini tentunya berkaitan bagi Sahabat Haji Plus yang melaksanakan ibadah haji menggunakan harta yang halal atau haram. Karena hal ini juga akn mempengaruhi mabrur atau tidaknya selepas pelaksanaan ibadah haji. Bagi seseorang yang ingin hajinya mabrur, tentunya harus memastikan terlebih dahulu bahwasannya seluruh harta yang digunakan untuk biaya pelaksanaan ibadah haji merupakan harta yang halal. Terlebih bagi yang selama mempersiapkan biaya pelaksanaan ibadah haji tak lepas dari transaksi dengan bank. Jika tidak, maka haji mabrur bagi mereka hanyalah harap.

  1. Menjadi Lebih Baik Seusai Ibadah Haji

Salah satu hal yang menjadi tanda diterimanya amal seseorang di sisi Allah ialah seseorang tersebut diberi hidayah untuk melakukan kebaikan lagi setelah amalan yang dilakukan, dalam arti orang tersebut menjadi lebih baik. Sebaliknya, jika setelah beramal saleh melakukan perbuatan buruk, maka itu adalah tanda bahwa Allah Swt tak menerima amalannya. Ibadah haji merupakan suatu ibadah dengan serangkaian kegiatan yang penuh akan makna. Selama kurang lebih satu bulan Sahabat Haji Plus akan disibukkan oleh berbagai ibadah dan pendekatan diri kepada Allah. Pada saat pelaksanaan ibadah haji, tentunya suasana sekitar akan menjauhkan Sahabat Haji Plus sekalian dari hiruk pikuk urusan duniawi yang sangat melalaikan. Tak hanya itu saja, akan tetapi Sahabat Haji Plus juga berkesempatan untuk memeperdalam ilmu agama yang murni dari para ulama tanah suci dan melihat perihal menjalankan agama yang benar. Dapat dipahami bahwa setiap orang yang menunaikan ibadah haji akan pulang dari tanah suci dalam keadaan yang lebih baik. Akan tetapi, yang terjadi banyak yang tak demikian. Terlebih setelah tenggang waktu yang lama dari waktu berhaji. Banyak yang tak terlihat lagi pengaruh baik haji pada dirinya.

Bertaubat setelah pelaksanaan ibadah haji, berubah menjadi lebih baik, memiliki hati yang lebih lembut dan bersih, ilmu dan amal  yang lebih mantap dan  benar, kemudian istiqamah di atas kebaikan itu merupakan salah satu tanda haji mabrur. Seseorang yang hajinya mabrur menjadikan ibadah haji sebagai titik tolak untuk membuka lembaran baru dalam menggapai ridho Allah Swt. Seseorang tesebut akan semakin mendekat ke akhirat dan menjauhi dunia. Hasan al-Bashri pernah berkata bahwasannya Haji mabrur ialah pulang dalam keadaan zuhud terhadap dunia dan mencintai akhirat. Hasan al – Bashri juga mengatakan bahwa tandanya adalah meninggalkan perbuatan-perbuatan buruk yang dilakukan sebelum melaksanakan ibadah haji.

  1. Saat di Tanah Suci Menyibukkan Diri Dengan Ibadah

Bagi Sahabat Haji Plus yang ingin mendpat haji mabrur ialah pada saat di Tanah Suci hendaknya Sahabat Haji Plus memperbanyak ibadah. Bukan malah sebaliknya yakni menyibukkan diri untuk berburu oleh – oleh di Tanah Suci. Sebisa mungkin, Sahabat Haji Plus memenuhi dengan banyak amalan yang baik seperti sholat sunnah, dzikir, shalat di Masjidil Haram, shalat pada waktunya dan membantu jamaah haji lain yang sedang membutuhkan bantuan. Seperti perkataam Ibnu Rajab yang berisi “Maka haji mabrur adalah yang terkumpul di dalamnya amalan-amalan baik, plus menghindari perbuatan-perbuatan dosa.” Diketahui dari banyaknya amalan yang ada terdapat amalan khusus yang dianjurkan untuk meraih haji mabrur ialah dengan cara bersedekah dan berkata-kata baik selama haji. 

  1. Tak berbuat maksiat selama ihram

Sahabat Haji Plus pastinya juga telah mengerti bahwa maksiat adalah hal yang dilarang dalam agama dalam segala kondisi, salah satunya ialah kondisi berihram. Pada saat Sahabat Haji Plus berada dalam kondisi berihram, larangan maksiat tersebut menjadi lebih tegas dan  apabila dilanggar maka haji mabrur yang diharapkan tentu tak akan pernah menjadi bagiannya. Antara lain hal – hal yang dilarang selama pelaksanaan ibadah haji ialah fusuq, rafats dan jidal. Rafats merupakan segala bentuk hal buruk dan peristiwa yang tak berguna. Contoh – contohnya ialah antara lain bersenggama, bercumbu atau membicarakannya, meskipun dengan pasangan sendiri selama ihram. Fusuq merupakan tak sesuai dengan ketaatan kepada Allah Swt, apapun bentuknya. Sedangkan Jidal merupakan berbantah – bantahan secara berlebihan. Ketiga hal tersebut dilarang selama berihram. Adapun di luar waktu ihram, bersenggama dengan pasangan kembali diperbolehkan, sedangkan larangan yang lain tetap tidak boleh. Demikian juga, orang yang ingin hajinya mabrur harus meninggalkan semua bentuk dosa selama perjalanan ibadah haji, baik berupa syirik, bid’ah maupun maksiat. Hendaknya Sahabat Haji Plus memperhatikan hal tersebut.

  1. Amalan Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad Saw

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa bagi Sahabat Haji Plus yang hendak mendapatkan haji yang mabrur sebaiknya melakukan amaln – amalan yang telah sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad Saw. Kemudia, segala amalan – amalan yang dilakukan pun hendaknya dijalankan dengan maksimal dan juga rasa ikhlas dari lubuk hati yang sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad Saw . Sebisa mungkin Sahabat Haji Plus harus menjalankan semua kewajiban dan rukun – rukunnya serta menjauhi segala larangan selama berada di Tanah Suci. Apabila Sahabat Haji Plus melakukan kesalahan, hendaknya Sahabat Haji Plus harus segera melakukan penebusnya dengan apa yang telah ditentukan. Tak hanya itu saja, haji yang mabrur juga memperhatikan keikhlasan hati, yang seiring dengan majunya zaman semakin sulit dijaga. Seperti perkataan Syuraih al-Qadhi yang dapat jadi perenungan Sahabat Haji Plus sekalian yakni “Yang (benar-benar) berhaji sedikit, meski jamaah haji banyak. Alangkah banyak orang yang berbuat baik, tapi alangkah sedikit yang ikhlas karena Allah.”

Baca Artikel Lainnya :  Haji Langsung Berangkat di Tahun yang sama

Tentunya anyak sekali informasi yang Sahabat Haji Plus dapatkan terkait Haji Furoda terutama terkait Harga Haji Furoda 2021. Apabila Sahabat Haji Plus masih ingin membaca informasi lebih lanjut terkait Haji Furoda, Sahabat Haji Plus dapat langsung berkunjung ke website resmi hajplus.id. Barangkali dengan membaca informasi seputar Haji Furoda, di tahun selanjutnya nama Sahabat Haji Plus dapat tercantum sebagai calon jamaah Haji Furoda. Oleh karena itu, update terus informasi seputar Haji Furoda yang mungkin akan menjadi informasi lebih bagi Sahabat Haji Plus sekalian serta dapat menjadi bekal sebelum menjadi calon jamaah Haji Furoda. Teruntuk Sahabat Haji Plus yang telah memiliki niat untuk melaksanakan Haji, jangan lupa untuk selalu menyisihkan pengeluarannya secara konsisten untuk menabung guna mempersiapkan biaya pendaftaran sebagai calon jamaah haji. Dengan niat yang baik dan konsistensi untuk terus menabung agar dapat melaksanakan ibadah haji, insyaallah dilancarkan segala niat baik dengan jalan yang baik pula. Semoga, segala informasi yang telah disampaikan dapat membantu Sahabat Haji Plus dalam mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan ibadah haji. Mengingat banyak sekali hal yang harus disiapkan secara matang dalam proses pelaksanaan ibadah haji tak hanya sekedar biaya yang memadai, namun ada hal lain yang menunjang seperti kesehatan fisik dan lain – lain. Haji Furoda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *