Haji Tanpa Antri 2022

Haji Tanpa Antri 2022

Setiap manusia, tentunya memiliki keinginan yang dengan besar harap untuk diwujudkan bukan? Begitupun dengan keinginan seluruh umat muslim yang berharap dapat menjalankan ibadah haji. Informasi yang banyak beredar di masyarakat telah melebar luas yakni tentang lamanya waktu tunggu keberangkatan ibadah haji yang kian lama. Apalagi di tahun 2020 kemarin sempat terkendala karena adanya pandemi covid, sehingga pelaksanaannya pun ada yang tertunda. Bagi Sahabat Haji Plus yang mengeluhkan betapa lamanya waktu tunggu keberangkatan ibadah haji hendaknya ada informasi yang perlu Sahabat Haji Plus ketahui. Teruntuk Sahabat Haji Plus yang ingin segera berangkat ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji tanpa menunggu waktu tunggu keberangkatan yang lama, Sahabat Haji Plus dapat mencoba Haji Tanpa Antri atau yang biasa dikenal dengan Haji Furoda. Apabila Sahabat Haji Plus sudah berencana untuk menunaikan ibadah haji dengan segera, Sahabat Haji Plus dapat langsung mendaftar Annur Maarif Travel ya.. Sahabat Haji Plus dapat langsung mendaftar untuk keberangkatan Haji Tanpa Antri di tahun ini ataupun persiapan untuk tahun berikutnya yakni Haji Tanpa Antri 2022. Bagi Sahabat Haji Furoda yang ingin mengetahui informasi lebih lengkap seputar Haji Furoda Jakarta serta yang ingin mempersiapkan Haji Furoda 2022 dan berencana mendaftar Travel Haji Furoda, yuk coba simak informasi berikut ini. 

Inilah Bukit di Tanah Suci Yang Dapat Dikunjungi

Pastinya Sahabat Haji Plus mengenal bahwa Tanah Suci ini merupakan daerah padang pasir. Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa di Tanah Suci juga terdapat beberapa perbukitan yang dapat Sahabat Haji Plus ketahui. Beberapa bukit yang terdapat di Tanah Suci ini tentunya tak pernah sepi pengunjung. Selain karena pemandangannya yang memikat mata, ada hal lain yang tak kalah menarik terkait perbukitan ini yakni sekilas tentang sejarahnya. Ingin tahu apa saja bukit yang ada di Tanah Suci? simak berikut ini.

  1. Jabal Nur

Coba Sahabat Haji Plus ingat kembali terkait dimanakah Allah memberikan wahyu pertama kali kepada Nabi Muhammad Saw. Tentunya jika Sahabat Haji Plus ingat, pasti Sahabat Haji Plus sekalian akan menjawab bahwa wahyu pertama Nabi Muhammad Saw diberikan saat Nabi Muhammad Saw berada di Gua Hira. Nah.. perlu Sahabat Haji Plus ketahui lebih lanjut bahwa Gua Hira ini merupakan tempat persembunyiaan Nabi Muhammad kala itu yang letaknya berada di Jabal Nur. Diketahui letak Jabal Nur ini berada sekitar 7 km dari Masjidil Haram. Di Jabal Nur inilah menjadi saksi bisu yang amat bersejarah bagi umat muslim karena dikenal sebagai tempat Nabi Muhammad Saw saat diberi wahyu oleh Allah Swt untuk pertama kalinya yakni surat Al – Alaq ayat 1 – 5. Banyak yang memahami bahwa kata Nur pada Jabal Nur ini memiliki arti cahaya. Namun, tahukah Sahabat haji Plus bahwa sebenarnya bukanlah cahaya yang menjadi arti sesungguhnya. Akan tetapi, cahaya yang dimaksud ialah bermakna bahwa tempat tersebut merupakan tempat pertama kali Nabi Muhammad Saw menerima wahyu dari Allah. Di Jabal Nur ini juga menjadi salah satu bukit di Tanah Suci yang tak pernah sepi pengunjung. Karena di Jabal Nur inilah lokasi yang selalu dihampiri oleh wisatawan yang berasal dari seluruh dunia, terlebih saat musim haji. Bahkan, para jamaah pun rela untuk mendaki sekitar 1 jam hanya untuk mencapai puncak bukit ini. Sesampainya di atas bukit, Sahabat Haji Plus akan menyaksikan pemandangan kota Makkah yang terlihat sangat mempesona

  1. Jabal Rahmah

Adakah dari Sahabat Haji Plus yang memahami kisah Nabi Adam dan Hawa? Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa di bukit Jabal Rahmah inilah Nabi Adam As dan Hawa dipertemukan kembali untuk pertama kalinya setelah Allah turunkan mereka ke bumi. Jabal Rahmah ini berada di sekitar tepi padang Arafah. Bisa dibilang bahwa bukit Jabal Rahmah ini termasuk bukit yang tak terlalu tinggi. Ketinggian dari Jabal Rahmah ini ditaksir sekitar 70 meter. Sehingga bagi Sahabat Haji Plus yang ingin mencapainya hingga puncak hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit saja. Jabal Rahmah ini tak kalah istimewa dari bukit – bukit lain yang ada di Tanah Suci. Salah satu keistimewaan di Jabal Rahmah ini merupakan tempat Nabi Muhammad Saw mendapatkan wahyu terakhirnya dari Allah Swt saat melakukan wukuf. Di Jabal Rahmah inilah terdapat sebuah tugu beton berbentuk persegi empat dengan memiliki tinggi sekitar 8 meter. Tugu yang berada di Jabal Rahmah ini dipercaya sebagai tempat utama pertemuan Nabi Adam As dan Hawa. Dari kisah inilah banyak yang mempercayai bahwa jika berdoa untuk meminta jodoh di Jabal Rahmah maka permintaan dari doa tersebut akan segera diijabah oleh Allah Swt

  1. Jabal Uhud

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa jabal memiliki arti bukit. Sehingga dapat dipahami bahwa Jabal Uhud ini merupakan bukit uhud yang berada di Tanah Suci tepatnya di wilayah kota Madinah. Selain itu, penamaan jabal uhud ini mmeiliki makna bukit yang menyendiri. Akan tetapi, jika Sahabat Haji Plus lihat langsung terkait jabal uhud ini merupakan bukit yang tak sendiri. Karena faktanya sebagian besar bukit yang ada di Tanah Suci ini saling menyambung satu sama lain. Akan tetapi, memanglah jabal uhud inilah yang letaknya terpisah dari bukit yang lainnya. Karena itulah dinamakan jabal uhud. Letak bukit uhud atau jabal uhud ini memiliki jarak sekitar 5 km di sebelah utara dari kota Madinah. ketinggian dari jabal uhud inipun ditaksir sekitar 1.077 m diatas permukaan laut.

Baca Artikel Lainnya :  Paket Haji Furoda Terbaik di Jakarta Selatan

Pastinya saat Sahabat Haji Plus mendengar kata jabal uhud, nampaknya sudah tak asing lagi. Karena memanglah jabal uhud ini menjadi saksi bisu kisah perang uhud yang dilakukan oleh umat muslim pada tahun 625 M. Perang besar antara umat muslim dan kaum kafie quraisy ini diketahui terjadi pada 15 syawal 3 hijriah. Saat peristiwa itulah kurang lebihnya ada 70 orang yang gugur di medan perang ketika berperang di jalan Allah. Karena itulah, saat Sahabat Haji Plus berkunjung ke jabal uhud ini, Sahabat Haji Plus dapat sekalian berziarah ke makam para syuhada yang gugur di medan perang saat peperangan uhud. Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa jabal uhud ini merupakan salah satu bukit yang memiliki keistimewaan dibandingkan dengan bukit – bukit lainnya yang ada di Tanah Suci. Bahkan bukti dari istimewanya jabal uhud ini terdapat dalam sabda Nabi Muhammad yang menyatakan bahwa jabal uhud merupakan salah satu bukit yang terdapat di surga. Karena itulah, saat Sahabat Haji Plus ketika berada di Tanah Suci hendaknya dianjurkan berziarah ke bukit uhud ini. 

  1. Jabal Tsur

Jabal Tsur ini merupakan salah satu bukit yang berada di bagian selatan dari kota Mekkah. Bagi Sahabat Haji Plus yang ingin merasakan puncak Jabal Tsur, Sahabat Haji Plus membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam. Jadi dapat dibilang untuk naik dan turun di bukit Jabal Tsur ini kurang lebih dapat Sahabat Haji Plus lakukan selama 4 jam. Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa Jabal Tsur atau bukit tsur ini merupakan salah satu bukit di Tanah Suci yang pernah didaki oleh Nabi Muhammad Saw bersama sahabatnya yakni Abu Bakar As – shiddiq ketika dalam keadaan bersembunyi dari kejaran kaum kafir quraisy. Di dalam gua tsur inilah Nabi Muhammad Saw dan Abu bakar bersembunyi selama sekitar 3 hari. Setelah Nabi Muhammad dan Abu Bakar lepas barulah Nabi Muhammad Saw dan Sahabat Abu Bakar melanjutkan perjalanan menuju kota Yatsrib atau yang saat ini Sahabat Haji Plus kenal sebagai kota Madinah.

Pertolongan Allah SWT kepada Nabi Muhammad Saw dan Abu Bakar saat dikejar kaum Quraisy, akan muncul ketika sangat dibutuhkan. Saat kaum Quraisy tiba di depan gua, secara langsung terdapat sarang laba – laba yang menutup mulut gua, juga sarang burung merpati. Dalam waktu yang sangat singkat, makhluk – makhluk Allah ini berusaha melindungi Nabi Muhammad serta Abu Bakar dengan membuat sarang besar yang biasanya harus dibuat dalam waktu yang lama. Hal ini bertujuan gaar dikira gua tersebut tak dimasuki oleh kaum kafir. Saat Sahabat Haji Plus hendak berkunjung ke Jabal Tsur, hendaknya gunakan pakaian yang mneyerap keringat ya. Karena pada saat siang hari di Jabal tsur ini akan terasa sangat panas sekali jika Sahabat Haji Plus berpakaian tebal. Dan disarankan pula bagi Sahabat Haji Plus untuk membawa topi, kacamata ataupun payung. Benda – benda tersebut tentunya akan membantu Sahabat Haji Plus sekalian guna melindungi dari sengatan sinar matahari

Baca Artikel Lainnya :  Travel Haji Furoda Surabaya

Yuk Pahami Doa Saat Ibadah Haji

Sebagai umat muslim tentunya Sahabat Haji Plus memahami bahwasannya dzikir dan doa menjadi aktivitas keseharian yang hendaknya selalu dilantunkan. Seperti yang diketahui bahwa dzikir memiliki arti dan makna tersendiri yakni mengingat Allah Swt dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ini berarti Sahabat Haji Plus sekalian diperintahkan untuk berdzikir kepada Allah agar selalu mengingat segala kekuasaan dan kebesaran Nya. Dengan begitu, Sahabat Haji Plus akan terhindar dari penyakit hati. Sedangkan doa memiliki arti memohon sesuatu atau memohon perlindungan kepada Allah Swt. Dengan berdzikir dan berdoa dapat dilakukan dengan berbagai cara dan dalam keadaan bagaimana pun, kecuali di tempat yang tidak sesuai dengan kesucian Allah, seperti bertasbih dan bertahmid di tempat yang kotor, contohnya WC.

Banyak sekali keistimewaan yang akan Sahabat Haji Plus dapatkan dari berdzikir. Berdzikir ini bisa dengan hati yakni  dengan cara bertafakur, memikirkan ciptaan Allah sehingga timbul di dalam fikiran kita bahwa Allah adalah Dzat yang Maha Kuasa. Kemudian, dzikir dengan lisan atau melalui ucapan yakni dengan cara mengucapkan lafadz – lafadz yang di dalamnya mengandung asma Allah yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw kepada umatnya. Contohnya adalah mengucapkan tasbih, tahmid, takbir, tahlil, shalawat, membaca Alquran, dan sebagainya. Yang terakhir dzikir dengan perbuatan yakni dengan cara melakukan segalanya yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi larangan-Nya. Sahabat Haji Plus harus mengingat bahwa semua amalan harus dilandasi dengan niat. Niat melaksanakan amalan-amalan tersebut adalah untuk mendapatkan keridoan Allah Swt. Dengan demikian menuntut ilmu, mencari nafkah, bersilaturahmi dan amalan-amalan lain yang diperintahkan agama termasuk dalam ruang lingkup zikir dengan perbuatan. Memulai berdoa dengan membaca basmalah (melakukan perbuatan yang baik hendaknya dimulai dengan basmalah), hamdalah dan solawat. Ketika Sahabat Haji Plus sedang berdoa  harus mengangkat kedua tangan dan mengusapkan kedua tangan pada wajah setelah selesai. Yang perlu diperhatikan dalam berdoa ialah disertai dengan hati yang khusyu dan meyakini bahwa doa itu pasti dikabulkan Allah Swt.

Usai Pelaksanaan Ibadah Haji, Apa Harapannya?

Mungkin Saahbat Haji Plus juga menyadari bahwa tak semua orang yang berangkat untuk melaksanakan ibadah Haji mendasarkan niatnya dengan tepat. Karena ada pula yang berangkat Haji hanya karena ingin pamer kepada sekitar karena hartanya berlimpah, ada pula yang mengikuti teman, tetangga, atau orang pada umumnya yakni tak di dasari niat dalam diri sendiri. Sebab inilah yang menjadi latar belakang menjadikan tak sedikit orang yang pulang Haji, akan tetapi sholatnya masih belum dilaksanakan secara sempurna. Orang – orang yang melaksanakan ibadah haji dengan niat beradaptasi dengan lingkungan seperti itu memang tak bisa diharapkan terlalu banyak bisa berhasil mengubah perilakunya. Padahal sangat diharapkan adanya peribahan prilaku selepas pelaksanaan ibadah Haji. Hal ini disebabkan karena mereka berangkat Haji semata mata karena mampu membayar ongkosnya. Padahal seharusnya untuk menunaikan ibadah haji hendaknya benar – benar didasarkan niat ikhlas untuk mendapatkan Haji yang mabrur. sehingga diharapkan setelah pulang dari tanah suci berhasil mengubah hidup di keseharian yang dijalani.

Salah satu harapan terhadap jamaah haji  yang telah melaksanakan ibadah Haji hendaknya semakin beriman, mampu memupuk sikap baik dalam diri, seperti menanamkan jujur dan adil, peduli terhadap orang miskin dan anak yatim dan apabila menjadi pemegang kekuasaan hendaknya tak menyalahgunakannya seperti  tidak mendekati tindak kurupsi dan seterusnya. Seluruh umat muslim mempercayai bahwasannya  dengan melaksanakan ibadah Haji itu dapat mengubah perilaku. Oleh sebab itulah, ketika sudah menunaikan ibadah Haji, akan tetapi masih berbuat yang tidak semestinya, maka langsung mendapatkan kalimat yang tidak enak didengar. Hal ini contohnya sudah Haji perilakunya masih sama saja. Komentar seperti itu sering sekali terdengar di khalayak. Dengan komentar tersebut, masyarakat memiliki keyakinan bahwa ibadah haji memang memiliki kekuatan untuk mengubah perilaku bagi siapa saja yang menjalankannya. karena memang, tak semua orang yang menjalani Haji dapat dibilang haji yang mabrur.

Apabila ada yang tak mendapatkan kemambruran Haji, maka akan sama saja perilakunya antara sebelum dan sesudah melaksanakan ibadah haji. Memang tak hanya ibadah haji saja yang diharapkan berhasil merubah watak atau perilaku. Sholat lima waktu serta dzikir yang diucapkan pada setiap saat seharusnya menjadi kekuatan untuk mengubah diri seseorang. Disebutkan dalam al Qur’an bahwa sholat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Akan tetapi pada kenyataannya, dapat disaksikan banyak orang yang melakukan perbuatan tercela, padahal sehari – hari mereka sholat pada setiap waktu.  Jadi ibadah Haji dan juga ibadah lainnya tak selalu berhasil mengubah perilaku manusia jika tidak ditumbuhkan rasa ikhlas dan niat yang benar saat menajlaninya

Baca Artikel Lainnya :  Perbedaan Haji dan Furoda

Agar Nyaman Saat Berhaji, Jangan Lupakan Ini!

Saat persiapan menjelang berangkat untuk melaksanakan ibadah haji, tentunya ada beberapa hal penting lain yang hendaknya dilakukan. Salah satunya yang hendaknya dipersiapkan ialah barang yang hendaknya tak dilupakan saat sebelum berangkat ke Tanah Suci. Sahabat Haji Plus hendaknya memahami apa saja hal penting yang terlihat sepele namun amat penting dalam persiapan sebelum keberangkatan ibadah haji. Hal ini bertujuan agar Sahabat Haji Plus tetap nyaman saat melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci. Bagaimana tipsnya? Berikut lebih jelasnya.

  1. Bawalah Baju Yang Sopan Serta Nyaman

Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa membawa baju yang sopan serta aman hendaknya tak dilupakan saat menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. Karena dengan baju yang nyaman, Sahabat Haji Plus dapat fokus dalam menjalankan ibadah haji. Teruntuk Sahabat Haji Plus yang bertanya – tanya terkait berapa setel baju yang sebaiknya dibawa saat ibadah haji? Sahabat Haji Plus hendaknya disarankan untuk membawa agak banyak baju karena cuaca di Arab Saudi yang cenderung panas saat musim kemarau dan dingin di musim dingin. Bawalah 4 hingga 5 baju gamis yang berbahan nyaman dan warnanya yang netral agar dapat menyatu dengan masyarakat lokal. Meskipun nantinya lebih sering melakukan ibadah di dalam masjid, Sahabat Haji Plus juga akan berjalan cukup jauh ke Masjidil Haram untuk melakukan Tawaf hingga Sa’i. Oleh karena itu, pastikan pakaian selalu bersih dan suci pada saat melaksanakan ibadah haji. Sahabat Haji Plus disarankan untuk membawa baju yang nyaman ini juga bertujuan agar saat melaksanakan ibadah haji, Sahabat Haji Plus tak merasa terganggu dengan baju yang sedang digunakan. Karena itulah, pastikan baju yang dibawa pada saat pelaksanaan ibadah haji dipastikan bahwa itu nyaman pada saat digunakan.

  1. Bawalah Kerudung Yang Nyaman Bagi Wanita

Tak hanya membawa baju yang sopan dan nyaman, namun hendaknya Sahabat Haji Plus tak lupa juga untuk membawa kerudung. Sebaiknya Sahabat Haji Plus membawa beberapa potong kerudung dengan bahan yang cepat menyerap keringat serta nyaman saat dipakai. Saat cuaca sedang panas, kerudung akan cepat basah dan butuh waktu lama untuk mengeringkannya. Sebab itu, Sahabat Haji Plus disarankan untuk membawa lebih dari lima kerudung untuk persediaan syal yang bersih saat beribadah. Pilih juga warna yang netral dan tidak berwarna terlalu cerah ya. Lengkapi juga dengan inner agar keringat tidak langsung mengenai kerudung.

  1. Bawalah Sandal Atau Sepatu Yang Nyaman

Ketika Sahabat Haji Plus melaksanakan ibadah haji, hendaknya Sahabat Haji Plus membawa sandal jepit, flat shoes dan banyak kaus kaki. Hal ini dikarenakan di beberapa tempat ibadah mengharuskan Sahabat Haji Plus melepas alas kaki seperti pada saat beribadah di Masjidil Haram menjalani Tawaf dan Sa’i. Sahabat Haji Plus dapat menggunakan kaos kaki untuk melindungi kaki dari cuaca dan juga bebatuan. Pastikan untuk selalu membawa sepatu yang mudah dimasukkan ke dalam tas. Sepatu dapat Sahabat Haji Plus gunakan untuk mendaki pada saat berada di Jabal Nur dikarenakan medannya yang agak terjal. Perlu diingat, bahwa Sahabat Haji Plus hendaknya membawa alas kaki yang nyaman. Hal ini bertujuan agar kaki Sahabat Haji Plus tak mengalami cedera seperti lecet dan sebagainya. Mengingat Sahabat Haji Plus pada saat di Tanah Suci banyak aktivitas yang mengharuskan kaki untuk terus melangkah. Oleh karena itu, pastikan agar alas kaki Sahabat Haji Plus nyaman agar dapat melaksanakan ibadah Haji dengan lancar.

Teruntuk Sahabat Haji Plus yang sedang mempersiapkan pendaftaran dan keberangkatan Haji Tanpa Antri 2022 hendaknya selalu ikuti informasi terbarunya yaa.. Ini bertujuan agar Sahabat Haji Plus sekalian tak ketinggalan informasi terbaru seputar Haji Tanpa Antri ini. Persiapkan segala sesuatunya dengan penuh rencana ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *