Haji Plus dan Haji Furoda di Surabaya

Haji Plus dan Haji Furoda di Surabaya

Sebelum Sahabat Haji Plus mendaftar ibadah haji, pastinya Sahabat Haji Plus mencari informasi selengkap – lengkapnya seputar ibadah haji kan? Hal ini memanglah diperlukan agar pelaksanaan ibadah haji Sahabat Haji Plus yang diinginkan dapat terlaksana sesuai dengan keinginan. Salah satu dari sekian persiapan yang perlu Sahabat Haji Plus siapkan ialah pemilihan program ibadah haji yang akan Sahabat Haji Plus pilih. Karena dari beberapa program haji yang tersedia tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing. Oleh karena itu, Sahabat Haji Plus dapat memilih sesuai dengan keadaan dan kemampuan Sahabat Haji Plus sekalian. Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa terdapat program haji di Indonesia yang dapat Sahabat Haji Plus pilih yakni Haji Reguler, Haji Plus dan Haji Furoda. Ketiga jenis program haji tersebut memiliki perbedaan mulai dari biaya, waktu tunggu keberangkatan hingga fasilitas yang akan Sahabat Haji Plus dapatkan nantinya. Apabila Sahabat Haji Plus berkeinginan untuk berangkat haji tanpa menunggu waktu yang lama hingga belasan tahun, maka Sahabat Haji Plus dapat mendaftar program haji di Travel Haji Khusus dengan memilih Paket Haji Plus dan Furoda. Perihal Biaya Haji Plus dan Khusus Furoda tentunya berbeda dengan Haji Reguler. Bagi Sahabat Haji Plus yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut seputar Haji Plus dan Haji Furoda di Surabaya, yuk simak informasi dibawah ini.

Pentingnya Menyegerakan Ibadah Haji

Tampaknya Sahabat Haji Plus telah memahami bahwa bagi umat muslim yang telah mampu dan memiliki kesempatan, diwajibkan baginya untuk melaksanakan ibadah haji. Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa umat muslim yang menunda – nunda pelaksanaan ibadah haji padahal mampu, pada saat ia meninggal dunia maka ia sebagai penganut agama yahudi atau nasrani. Hal ini didasarkan pada hadist yang disabdakan oleh Nabi Muhammad Saw bahwasannya “Orang yang memiliki bekal dan kendaraan yang dapat membawanya melaksanakan ibadah haji ke Baitullah tapi ia tak melaksanakanannya, maka jangan menyesal apabila mati dalam keadaan yahudi atau nasrani. “(HR. Tirmidzi). Terkait pentingnya menyegerakan ibadah haji ialah karena kita sebagai manusia tak pernah mengetahui kapankah Sahabat Haji Plus akan meninggal dunia. Peringatan ini pun telah disampaikan Nabi Muhammad Saw dalam sabdanya bahwasannya “Bersegeralah kamu mengerjakan haji yang fardhu, karena kamu tak tahu apa yang akan terjadi” (HR. Ahmad).

Saat ini, banyak orang yang kurang bisa mengelola harta kekayaannya. Kecenderungan dari banyak orang ialah menghabiskan harta yang dimilikinya dengan hal – hal yang tak bermanfaat bagi akhiratnya. Oleh karena itu, apabila tak segera berangkat haji maka hartanya akan cepat habis terpakai kepada sesuatu yang tak bermanfaat. Selain itu, berdasarkan hadist yang ada menjelaskan bahwa menunda pekerjaan yang memang sudah sanggup dilakukan ialah perbuatan yang terlarang. Karena khawatir nantinya malah tak mampu untuk dikerjakan. Terdapat sebuah hadist yang dijadikan dasar oleh banyak ulama terkait kewajiban untuk menyegerakan ibadah haji saat seorang muslim telah dikatakan mampu dalam arti sudah memiliki harta yang cukup yakni “Laksanakan ibadah haji sebelum kamu tak bisa haji.” (HR. Al – Hakim dan Al – Baihaqi). Sahabat Haji Plus perlu mengetahui bahwa keadaan tak dapat berhaji nisa saja dengan sakit, kemarian atau tak ada keamanan dalam perjalanan ibadah haji. Sebab itulah, selagi ada kesempatan hendaknya bagi Sahabat Haji Plus yang telah mampu menyegerakannya untuk melaksanakan ibadah haji.

Hendaknya Sahabat Haji Plus benar – benar memahami bahwasannya setiap umat muslim yang telah mampu segera menunaikan pelaksanaan ibadah haji dengan segera dan jangan menundanya. Karena Allah Swt mewajibkan hambanya untuk menyegerakannya dan tak dianjurkan bagi umat muslim yang mampu untuk menundanya. Bahkan menyegerakan dan mempercepat pelaksanaan ibada haji ini akan mendapatkan kebaikan yang amat tak terkira sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw bahwasannya “Barangsiapa yang menunaikan ibadah haji dengan tak berbicara kotor dan tak mencaci maka diampuni dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan.” (HR. Al – Bukhari dan Muslim). Ini menjadi salah satu nikmat luar biasa yang sepatutnya umat muslim bersemangat untuk dapat melaksanakannnya.

Pada saat Sahabat Haji Plus melaksanakan ibadah haji, bersegeralah pula untuk melakukan berbagai amalan saat berada di Tanah Suci. Berbagai amalan yang dapat Sahabat Haji Plus lakukan ialah bersedekah, memperbanyak membaca Al – Qur’an, berdzikir dan melakukan shalat sunnah saat berada di Tanah Suci. Hal ini tentunya akan mendatangkan manfaat bagi Sahabat Haji Plus di tempat serta waktu tersebut. Ketika Sahabat Haji Plus melaksanakan shalat di Masjidil Haram, maka Sahabat Haji Plus akan memiliki 100.000 kali lipat keutamaan. Karena ibadah wajib saat berada di Tanah Suci ini memiliki keutamaan 100.000 kali dibanding dengan tempat lain. Luar biasa kan? Tak hanya shalat saja, namun pahala ibadah lainnya pun akan dilipatgandakan. Ibadah yang dapat Sahabat Haji Plus lakukan untuk memperoleh banyak pahala selain sholat lima waktu ialah sedekah, bertasbih, mengaji dan melaksanakan seluruh kegiatan ibadah haji sesuai dengan rukun ibadah haji.

Baca Artikel Lainnya :  Haji Tanpa Antri dari Jakarta

Mencegah Penularan Penyakit di Masa Pandemi Saat Pelaksanaan Haji

Saat sebelum Sahabat Haji Plus bernagkat ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji, pastinya Sahabat Haji Plus telah mendapat pembekalan terkait bagaimana caranya mencegah penularan penyakit pada saat Sahabat Haji Plus berada di Tanah Suci terlebih di situasi pandemi. Seperti pepatah yang mengatakan bahwa lebih baik mencegah daripada mengobati ialah benar adanya dan terbilang amat penting. Salah satu pencegahan penyakit ialah dilakukan dengan cara tindakan preventif yang bertujuan untuk mencegah semakin meningkatnya angka kesakitan dan kematian serta menahan laju penularan penyakit. Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa terdapat beberapa cara yang dapat Sahabat Haji Plus lakukan untuk mencegah penularan penyakit selama berada di Tanah Suci. Bagaimana caranya? Berikut lebih jelasnya.

  1. Tak Ada Pemberangkatan Pada Saat Terjadi Lonjakan Kasus

Pastinya Sahabat Haji Plus mengerti bahwa pada saat terjadi lonjakan kasus, sudah pasti lingkungan sekitar beresiko besar memberikan virus yang bisa saja menjangkit Sahabat Haji Plus pada saat Sahabat Haji Plus berada di kawasan tersebut. Oleh karena itu, pada saat terjadi lonjakan kasus penyakit di negara tujuan Sahabat Haji Plus, diputuskan untuk tak ada pemberangkatan menuju ke negara yang sedang melonjak kasusnya. Salah satu contoh ialah negara Prancis yang memutuskan untuk tak memberangkatkan jemaah haji pada tahun 1894. Hal ini dikarenakan laju penularan penyakit sangat tinggi. Oleh karena itu, tindakan tersebut diambil untuk menghindari penyebaran penyakit yang lebih luas baik ke dalam maupun luar wilayah terjangkit.

  1. Mencari Tahu Informasi Situasi & Kondisi Penanganan Pandemi di Tanah Suci

Sudah semestinya saat sebelum Sahabat Haji Plus berangkat ke Tanah Suci, Sahabat Haji Plus mencari informasi terlebih dahulu terkait situasi dan kondisi penanganan pandemi di Tanah Suci. Hal ini bertujuan agar Sahabat Haji Plus mengetahui terkait informasi terbarunya. Dengan Sahabat Haji Plus mengetahui update informasinya, maka Sahabat Haji Plus dapat menyesuaikan diri terkait hal apa saja yang sekiranya perlu Sahabat Haji Plus siapkan sebelum berangkat ke Tanah Suci.

  1. Melakukan Karantina Sebelum Masuk dan Saat Kembali Dari Tanah Suci

Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa pemberlakuan karantin bagi jemaah haji merupakan hal yang amat penting dan sebagai salah satu cara mecegah menularnya virus di masa pandemi ini. Pada umumnya pemberlakuan karantina ini pada saat jemaah haji tiba di Tanah Suci dan saat pulang ke Tanah Air. Karantina bagi jemaah haji ini bertujuan untuk memastikan para jemaah haji benar – benar bebas dari penularan penyakit setelah melewati masa – masa inkubasi. Dalam hal ini Pemerintah memdakan manakah yang sehat dan manakah yang sedang dalam keadaan sakit. Karena pada saat masa karantina para jemaah haji akan menunjukkan gejala penyakit yang perlu disembuhkan terlebih dahulu sebelum selesai masa karantina.

  1. Menerapkan Jaga Jarak

Saat Sahabat Haji Plus berada di Tanah Suci, hendaknya Sahabat Haji Plus tak lupa untuk selalu menerapkan jaga jarak dimanapun Sahabat Haji Plus berada. Karena dengan Sahabat Haji Plus menerapkan menjaga jarak, Sahabat Haji Plus sedang dalam tahap mencegah penularan penyakit. Oleh karena itu, agar Sahabat Haji Plus tak tertular penyakit yang bisa saja menjangkit Sahabat Haji Plus, hendaknya Sahabat Haji Plus menjaga jarak serta tak lupa memakai masker saat berada di kerumunan. Hal ini berlaku tak hanya saat Sahabat Haji Plus berada di Tanah Suci saja. Akan tetapi, hal ini juga berlaku pada saat Sahabat Haji Plus berada di kendaraan umum.

  1. Memastikan Bahwa Terdapat Tenaga Medis Professional

Ketika Sahabat Haji Plus berada di Tanah Suci, hendaknya Sahabat Haji Plus memastikan bahwa disana terdapat tenaga medis professional yang setiap saat siap membantu jemaah haji apabila ada yang membutuhkan penanganan. Dengan adanya tenaga medis di Tanah Suci dapat Sahabat Haji Plus manfaatkan apabila Sahabat Haji Plus memiliki keluhan atau penyakit yang Sahabat Haji Plus punya kambuh. Karena para dokter serta tenaga medis akan ikut serta dalam perjalanan dan melakukan pemeriksaan kesehatan pada setiap jemaah haji.

  1. Memastikan Bahwa Saat di Tanah Suci Sering Dilakukan Desinfeksi

Di masa pandemi seperti ini, Sahabat Haji Plus yang hendak berangkat ke Tanah Suci dapat pula membawa disenfektan sebagai salah satu upaya untuk mencegah penularan penyakit di masa pandemi ini. Disenfektan yang Sahabat Haji Plus bawa dapat digunakan pada saat Sahabat Haji Plus berada di perjalanan menuju ke Tanah Suci. Hal ini amatlah penting, karena perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa penyebab penyakit dapat bertahan hidup selama beberapa jam di luar inangnya.

  1. Melakukan Vaksin Sebelum Keberangkatan Haji

Sebelum Sahabat Haji Plus berangkat ke Tanah Suci, Sahabat Haji Plus diharuskan untuk melakukan vaksin terlebih dahulu. Pemberian vaksin ini menjadi salah satu syarat yang wajib Sahabat Haji Plus penuhi sebagai calon jemaah haji sebelum melakukan proses keberangkatan menuju Tanah Suci. Vaksinasi menjadi salah satu upaya pencegahan penularan penyakit yang cukup ampuh untuk menekan angka kesakitan serta kematian. Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa tujuan vaksinasi ialah untuk membentukkekebalan tubuh terhadap penyakit. Beberapa jenis vaksin yang perlu Sahabat Haji Plus lakukan sebelum pergi ke Tanah Suci ialah vaksin meningitis, yellow fever serta polio yang diwajibkan bagi seluruh jemaah haji yang hendak berangkat ke Tanah Suci. Dengan melakukan vaksinasi ini bukan berarti diri Sahabat Haji Plus terlindung 100% dari beragam penyakit yang ada. Akan tetapi, kemungkinan tertulat serta menularkan masih ada meskipun dalam presentase yang lebih kecil dibandingkan dengan seseorang yang tak melakukan vaksin.

Baca Artikel Lainnya :  Haji Khusus 2023

Salah Satu Sunnah Saat Ibadah Haji

Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa seperti ibadah pada umumnya yang diwajibkan bagi umat islam tentunya terdapat pula ibadah sunnah yang menyertainya. Dalam pelaksanaan ibadah haji pun juga terdapat beberapa sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan oleh para jemaah haji. Bersumber dari kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al – Ghazali menyebutkan bahwasannya terdapat sunnah yang bisa dilakukan oleh jemaah haji salah satunya ialah mandi yang disunnahkan selama melaksanakan ibadah haji. Beberapa mandi yang disunnahkan selaam melaksanakan ibadah haji ialah mandi untuk ihram dari miwat, mandi pada saat hendak masuk kota Mekkah, mandi untuk wukuf di Arafah, mandi untuk melakukan thawaf qudum serta mandi untuk wukuf di Muzdalifah. Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa Imam Syafi’I dalam Al – Umm menyebutkan sunnah bagi seseorang yang akan memulai ibadah haji untuk mandi sebelum melaksanakan ihram. Beliau berkata dalam kitabnya bahwasannya “Aku tak suka perbuatan meninggalkan mandi untuk ihram.”

Selain itu, pada saat hendak masuk ke kota Makkah, disunnahkan untuk melakukan mandi di Dzi Thuwa. Tempat tersebut menjadi sebuah tempat yang berada di sisi pintu gerbang Makkah. Dalam Hadis Shahih Muslim dan Bukhari disebutkan bahwasannya Nabi Muhammad Saw tak langsung masuk ke Makkah, akan tetapi bermalam di Dzi Thuwa dan mandi disana kemudian masuk ke Makkah pada siang hari. Kemudian, untuk mandi thawaf qudum yakni thawaf yang dilakukan pada saat pertama kali sampai di Masjidil Haram. Akan tetapi, Imam Nawawi dan Imam Rafi’I tak menyebutkan kesunnahannya, menurut mereka mandi untuk masuk Makkah bisa menggantikan mandi untuk thawaf qudum. Lalu mandi untuk wukuf di Arafah dalam Shahih Bukhari disebutkan bahwasannya Al – Hajjaj mengguyurkan air tiga kali ke kepalanya sebelum melakukan wukuf di Arafah, serta Imam Malik yang menyebutkan dalam Muwatha bahwa Ibnu Umar juga mlekaukan mandi sebelum ihram yakni sebelum memasuki kota Makkah dan sebelum melakukan wukuf di Arafah. Selanjutnya untuk mandi wukuf di Muzdalifah diketahui bahwa Imam Nawawi dalam Al – Minhaj tak menyebutkan kata wukuf hanya menuliskan pada saat berada di Muzdalifah pada pagi hari raya kurban.

Baca Artikel Lainnya :  Biaya Haji ONH Plus 2021

Inilah Sunnah Wukuf di Arafah dan Apabila Meninggalkannya

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa terdapat beberapa sunnah yang bisa Sahabat Haji Plus lakukan pada saat wukuf di Arafah dan apabila meninggalkannya:

  1. Wukuf di Hamparan Bebatuan

Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa jemaah haji diperbolehkan melakukan wukuf di bagian mana saja kawasan Arafah. Memang hanya saja disunnahkan untuk berdiam diri di hamparan bebatuan di bagian bawah Jabal Rahmah yakni sebuah bukit yang terdapat di kawasan Arafah. Hal ini berdasarkan hadis dari Jabir Radhiyallahu anhi bahwasannya “ ketika beliau sampai di Arafah, beliau lalu meletakkan perut untanya di bebatuan dan menjadikan jalan umum tempat orang – orang berlalu lalang di hadapannya”. Kemudian Imam Nawawi berkata bahwa “Inilah tempat yang disunnahkan. Adapun keyakinan sebagian orang yang tak mengerti dengan mengharuskan menaiki Jabal Rahmah tersebut dan mengatakan bahwa yang tak menaikinya maka hajinya tidak sah adalah keyakinan yang sangat keliru.”

  1. Menghadap Kiblat dan Berdoa

Salah satu sunnah yang dapat Sahabat Haji Plus lakukan pada saat melaksanakan ibadah haji ialah menghadap kiblat dan berdoa. Sesuai dengan hadis Jabir radhiyallahu anhu bahwasannya “beliau menghaadap kiblat…” dan Nabi Muhammad Saw bersabda bahwa “Sebaik – baik doa ialah pada hari Arafah dan sebaik – baik yang aku ucapkan dan para Nabi sebelumku adalah Laa Ilaaha illahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu, wahua alaa kulli syai’in qadiir (Tiada seesmbahan kecuali Allah semata, tiada sekutu bagiNya, semua kerajaan dan pujian hanyalah milikNya dan Dia maha berkuasa atas segala sesuatu)” (HR. At – Tirmidzi no. 3585, Ibnu Abi Syaibah 1/369). Diketahui bahwa terdapat beberapa macam doa yang dibaca oleh Nabi Muhammad Saw pada saat wukuf. Akan tetapi, menurut para ulama riwayat lain memiliki kelemahan dalam sisi sanad sehingga tak boleh diamalkan.

  1. Mengucapkan Talbiyah

Mengucapkan talbiyah menjadi salah satu sunnah pada pelaksanaan ibadah haji. Hal ini berdasarkan keterangan hadits dari Sa’id bin Jubair, dia berkata “Pada saat kami berada bersama Ibnu Abbas, dia berkata kepadaku, ‘Wahai Sa’id. Mengapa aku tak mendengar suara talbiyah dari orang – orang?’ Aku menjawab, ‘Mereka takut krpada Mu’awiyah. ‘Sa’id berkata, ‘Maka Ibnu Abbas keluar dari kemahnya dan berseru, ‘Labbaik allaahumua labbaik..’ sungguh mereka telah meninggalkan sunna hanya karena kebencian kepada Ali radhiyallahu anhu.” (HR. Al – Hakim 1/464 – 465, Al – Baihaqi 5/103).

  1. Hendaknya tak berpuasa

Ketika Nabi Muhammad Saw sedang berada di tempat wukufnya di Arafah, orang – orang meragukan apakah beliau sedang berpuasa ataukah tidak. Maka, salah seorang istri beliau yakni Maimunah memberi Nabi Muhammad Saw segelas susu dan beliau meminumnya, sementara orang – orang menyaksikannya. Hal ini bersumber dari Hadist Riwayat Bykhari no. 1989 dan Muslim no. 1124.

  1. Meninggalkan Arafah Setelah Terbenamnya Matahari

Nabi Muhammad Saw pada saat meninggalkan Arafah setelah terbenamnya matahari, lalu bersabda: “Wahai manusia, hendaknya kalian dalam keadaan tenang. Karena kebaikan (ketaatan) bukan dengan tergesa – gesaan.” (HR. Bukhari no. 1671, Muslim no. 1218, Am – Nasa’I 5/257).

  1. Berjalan Menuju Muzdalifah Dengan Senantiasa Mengucap Talbiyah

Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa berjalan menuju Muzdalifah dengan senantiasa mengucap talbiyah merupakan salah satu sunnah dalam berhaji yang dapat Sahabat Haji Plus lakukan. Hal ini juga terdapat dalam hadis riwayat Bukhari bahwasannya “Nabi Muhammad Saw terus bertalbiyah hingga melempar jumroh Aqabah.” (HR. Bukhari no. 1544). Selain itu, Imam An – Nawawi juga menanggapi hadist ini dan ia berkata bahwa “Hadis ini merupakan dalil bahwa Nabi Muhammad Saw terus bertalbiyah hingga waktu melempar jumroh pada siang hari Nahr”

Demikianlah informasi seputar Haji Plus dan Haji Furoda di Surabaya, Semoga informasi ini membantu Sahabat Haji Plus yang kini sedang mempersiapkan segala keperluan ibadah haji. Hendaknya Sahabat Haji Plus selalu mengupdate informasi terbaru seputar pelaksanaan ibadah haji ya, agar Sahabat Haji Plus tak ketinggalan informasi terbarunya. Sampai jumpa di Tanah Suci!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *