Haji Khusus Sesuai Sunnah

Haji Khusus Sesuai Sunnah

Haji Khusus Sesuai Sunnah

Menanti momen pelaksanaan ibadah haji merupakan menjadi momen istimewa yang selalu dinanti oleh seluruh umat muslim di penjuru dunia. Pasalnya ibadah haji memiliki keistimewaan tersendiri dari ibadah lainnya. Keistimewaan yang ada pada ibadah haji inilah yang membuat seluruh umat muslim untuk berupaya dan mewujudkan untuk dapat bertamu ke Tanah Suci. Bagi Sebagian orang bahkan ada yang rela menabung terlebih dahulu dari jauh – jauh hari, kemudian barulah mendaftar ibadah haji. Hal ini tentunya memnunjukkan bahwa umat muslim mampu berkorban demi pelaksanaan ibadah haji ini dan sama sekali tak merasa keberatan walaupun dalam pelaksanaannya membutuhkan biaya yang tak sedikit. Karena itulah, Allah Swt memberi berbagai keistimewaan bagi umat muslim yang telah melaksanakan ibadah haji. Nah, bagi Sahabat Haji Plus pastinya juga ingin menjadi tamu Allah di Tanah Suci kan?  Akan tetapi, Sahabat Haji Plus mungkin tak lagi asing perihal waktu tunggu kebrangkatan ibadah haji yang ada di Indonesia. Di Indonesia terkait waktu tunggu kebrangkatan  untuk menunaikan ibadah haji membutuhkan waktu yang cukup lama yakni mulai belasan tahun hingga puluhan tahun. Namun, ini hanya berlaku bagi Sahabat Haji Plus yang memilih Haji Reguler. Bagi Sahabat Haji Plus yang ingin segera menunaikan ibadah haji tanpa menunggu waktu tunggu keberangkatan yang lama, Sahabat Haji Plus dapat mendaftar Haji Plus di Travel Haji Plus yang telah berpengalaman dan berkualitas dalam memberangkatkan jamaah haji. Sahabat Haji Plus dapat mendaftar Haji Plus yakni Haji Khusus Sesuai Sunnah di Annur Maarif Travel. Untuk informasi perihal Biaya Haji Plus, simak informasi di bawah ini.

Masjid Bersejarah di Tanah Suci

Tanah Suci yang menjadi saksi bisu berkembangnya agama islam, tentunya memiliki berbagai sejarah yang menyertai. Dan perlu diketahui, bahwa hingga kini bangunan yang menjad saksi bisu tersebut masih berdiri dengan kokoh. Biasanya, tempat – tempat bersejarah yang erat kaitannya dengan sejarah islam di Tanah Suci ini akan menjadi kunjungan yang tak terlewatkan bagi para jamaah haji ataupun umroh. Karena dengan mengunjungi tempat bersejarah, Sahabat Haji Plus dapat menambah pengetahuan ataupun wawasan yang sebelumnya Sahabat Haji Plus belum ketahui. Nah, di Tanah Suci ini terdapat berbagai tempat bersejarah yang menjadi saksi bisu berkembangnya agama islam, salah satunya ialah masjid. Bagi Sahabat Haji Plus yang bertaya – tanya terkait masjid bersejarah mana saja sih yang menjadi bagian bangunan bersejarah umat muslim? berikut lebih jelasnya.

  1. Masjid Al Jin

Masjid Jin merupakan salah satu masjid bersejarah yang ada di Tanah Suci yang tepatnya berlokasi di Kampung Ma’la yang terletak tak jauh dari kompleks pemakaman Kota Suci Makkah Al-Mukarramah. Masjid Jin memiliki luas sekitar 200 meter persegi dan terdiri atas 2 lantai yang menjadi salah satu tempat paling bersejarah di Jazirah Arab dan sangat erat kaitannya dengan perkembangan dakwah Islam pada masa Nabi Muhammad Saw. Dalam riwayat Imam Bukhari dan Imam Tirmidzi yang berasal dari Ibnu Abbas, dietahui sejarah Masjid Jin di Makkah ini berawal dari perirstiwa peretemuan antara Rasulullah Saw dengan serombongan jin terjadi ketika sedang mengadakan perjalanan menuju Pasar Ukkadz. Ketika tiba di wilayah Tihamah, Rasulullah Saw melaksanakan Shalat Subuh yang menyebabkan terhalangnya berita-berita langit yang biasa dicuri dengar oleh bangsa jin. Akan tetapi, bangsa jin yang tetap nekat mencuri berita langit bahkan terkena lemparan bintang-bintang menyala. Karena sebal, bangsa jin berpencar ke seluruh penjuru bumi untuk mencari sumber penghalang tersebut. Serombongan bangsa jin tiba di wilayah Tihamah dan mendengar bacaan ayat Al-Qur’an Rasulullah Saw saat sedang menunaikan Sholah Subuh.

Saat jin mendengar bacaan ayat Al-Qur’an, ini membuat hati para bangsa jin bergetar, hingga mereka memutuskan untuk menjadi mualaf. Para bangsa jin kemudian turun dan menghadap Nabi Muhammad SAW. Bangsa jin melakukan baiat suci untuk beriman kepada Allah SWT, mengikuti ajaran Islam dan menyebarkan agama Allah Swt dikalangan bangsanya. Dari peristiwa bersejarah inilah akhirnya masjid ini dikenal dengan sebutan Masjid Al Jin. Peristiwa bersejarah ini terdapat dalam Surat Al – Ahqaf ayat 29 – 32 yang melatarbelakangi turunnya Surat Al – Jin dalam Al-Qur’an. Konon bangsa jin yang dahulu berbaiat suci kepada Rasulullah SAW saat ini mendiami kubah Masjid Jin dan selalu berdzikir setiap saat dan memuji kebesaran Allah SWT.

  1. Masjid Namirah

Masjid Namira termasuk ke dalam salah stau masjid bersejarah di Tanah Suci yang terletak di atas padang pasir di Kota Arafah, jaraknya kurang lebih sekitar 22 kilometer arah timur Kota Makkah. Masjid ini memiliki luas sekitar 110 ribu meter persegi dengan panjang 340 meter dan lebar 240 meter ini ditopang dengan enam buah menara besar. Masing – masing menara memiliki ketinggian sekitar 60 meter. Selain itu, masjid ini memiliki tiga buah kubah besar. Setidaknya, akan ditemukan sekitar 10 pintu masuk utama dan 64 pintu pendamping. Masjid ini mampu menampung hingga 350 ribu orang. Pada saat musim haji tiba, masjid ini dapat menampung lebih banyak lagi jamaah.Di balik kemegahan Masjid Namirah, ada sebuah sejarah besar yang layak diketahui oleh kalangan umat Islam.

Baca Artikel Lainnya :  Haji Khusus Jakarta

Menurut Sejarah, masjid Namirah pertama kali Rasulullah Saw melaksanakan ibadah haji. Pada 9 Dzulhijah, ketika Rasulullah melaksanakan haji dalam perjalanannya dari Mina menuju Arafah, ia sempat menghentikan unta yang dibawanya. Pada saat itu, sekitar waktu Dhuha, Rasulullah Saw berhenti di Wadi Uranah dan mendirikan tenda berwarna merah. Rasulullah sempat beristirahat di tenda merahnya hingga waktu dhuhur tiba. Setelah itu, Rasulullah Saw menuju ke tengah Padang Arafah dekat Jabal Rahmah yang diyakini sebagai tempat dipertemukannya Adam dan Hawa setelah “pengusiran” dari surga. Dalam perjalanan waktu setelah Rasulullah, wadi tempat mendirikan tenda tersebut dibangunlah sebuah masjid, yang kemudian diberi nama Namirah. Masjid Namirah ini dibangun oleh salah seorang khalifah dari Dinasti Abbasiyah sekitar abad kedua Hijriyah. Sampai saat ini, setiap 9 Dzulhijah, aktivitas Rasulullah Saw yang melakukan shalat dhuhur dijamak dengan Ashar, masih tetap dilakukan oleh para jamaah haji. Dan, baru selepas Maghrib, jamaah meninggalkan tempat tersebut untuk kemudian menuju Muzdalifah. 

  1. Masjid Ji’ranah

Sahabat Haji Plus bahwasannya Masjid Ji’ranah ini merupakan Masjid yang memiliki nilai historis tinggi. Masjid Ji’ranah ini berada di perbatasan kota Haram, tepatnya dari selatan Mekkah ke arah Thaif. Masjid inilah yang menjadi saksi bisu tempat Nabi Muhammad SAW bermiqat sebelum melakukan umrah yang kini menjadi lokasi miqat Muslim dunia. Pada jaman dahulu, di tempat yang sama Nabi Muhammad Saw pernah nyaris diracun oleh para musuh. Caranya, sumur tempat mengambil minum tersebut diberi racun yang mematikan. Akan tetapi, Malaikat Jibril memberi tahu kepada Baginda Rasulullah Saw untuk tidak mengambil air di sumur tersebut. Saat ini, sumur tersebut telah ditutup oleh Pemerintah Arab. Di tempat yang sama pula, Nabi Muhammad Saw pernah bermalam selama 10 malam. Saat itu, Nabi Muhammad Saw pernah meninggalkan para tawanan dan harta rampasan perang yang diambilnya dari Hawazin dalam peperangan Hunain pada 8 H. Akan tetapi, Rasulullah Saw tak membagikan harta rampasan tersebut karena menunggu orang-orang Hawazin yang memeluk Islam menyusulnya.

Pada saat harta rampasan perang telah dibagikan, barulah datang para utusan Hawazin memohon kepada Rasulullah Saw agar membebaskan para tawanan beserta hartanya. Rasulullah Saw kemuidian bertanya kepada mereka, “Silakan pilih, tawanan atau harta?” Lalu mereka memilih tawanan dan Rasulullah mengutus agar tawanan itu dibebaskan secara baik-baik.Kemudian malam itu juga dari Jiranah Rasulullah berihram dan mengerjakan umrah. Masjid tersebut juga sebagai saksi turunnya wahyu yang termaktub pada surat Al Baqarah ayat 196 yang artinya : “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfid-yah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan ‘umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.”

  1. Masjid Al Ijabah

Masjid Al Ijabah merupakan salah satu masjid  yang menjadi saksi bisu kecintaan Rasululah Saw pada ummatnya. Masjid Al Ijabah berada di Jalan Malik Fahd, kota Madinah yang jaraknya sekitar 385 meter dari Pemakaman Baqi. Sama seperti masjid lain yang ada di Arab Saudi, Masjid Al Ijabah juga menarik dikunjungi para peziarah karena sejarah di balik namanya. Menurut sejarah, pada jaman dahulu di masjid Al – Ijabah ini Rasulullah Saw berdoa kepada Allah yang berkaitan dengan nasib umat dan langsung dijawab saat itu juga. Ada tiga doa yang dipanjatkan Rasulullah Saw kepada Allah Swt. Doa pertama adalah Nabi memohon agar Allah tak membinasakan umat Muhammad dengan kekeringan dan kelaparan. Doa ini langsung dijawab dan dikabulkan oleh Allah. Selanjutnya Rasul berdoa kembali. Dalam doa keduanya, Rasulullah Saw memohon agar Allah tidak membinasakan umat Nabi Muhammad Saw dengan menenggelamkan. Doa ini juga dikabulkan Allah. Rasulullah Saw pun kembali berdoa. Di doanya yang ketiga, Rasulullah Saw memohon agar di kalangan umatnya tak ada fitnah dan perbedaan. Sayangnya ini adalah doa yang ditunda oleh Allah SWT. Karena sejarah inilah, masjid ini bernama Ijabah. Karena sejarah pula lah, banyak umat Muslim mengunjungi masjid ini pada saat di Tanah Suci dan menyempatkan diri untuk menunaikan shalat di masjid ini.

Baca Artikel Lainnya :  Biaya Haji khusus

Ka’bah di Tanah Suci

Sahabat Haji Plus pastinya telah begitu memahami terkait salah satu bangunan yang menjadi kiblat seluruh umat muslim untuk beribadah yakni Ka’bah. Ka’bah ini dibangun diatas sebuah tanah yang terletak di Makkah yang bentuk bangunannya ialah seperti kubus. DIketahui panjang dinding yang terdapat pintu dan dinding belakang masing – masing 12 meter. Kedua belah sisinya masing – masing memiliki panjang sekitar 10,1 meter. Kemudian, diketahui  tingginya sekitar 16 meter. Letak dinding Ka’bah ini membujur di sebelah barat laut, timur laut, barat daya dan tenggara. Hal ini menunjukkan bahwa tiap sudutnya mengarah ke empat arah mata angin. Letak seperti itu bertujuan agar bangunan tetap kokoh dan tak mudah runtuh pada saat terjadi bencana seperti angin kencang dan lain sebagainya. Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa keempat sudut bangunan Ka’bah ini memiliki nama masing – masing. Penamaan tersebut oleh masyarakat Arab merujuk pada arah. Penjelasan lebih detailnya ialah sudut sebelah utara diberi nama Rukun Iraqi (arah Irak atau Mesopotamia), sudut selatan diberi nama Rukun Yamani (mengarah ke Yaman), untuk arah selatan  diberi nama Rukun Syami(Syam atau Suriah), dan Rukun Aswad (arah Hajar Aswad atau batu hitam).

Jika ditelusuri dalam ayat – ayat Al – Qur’an, tak ada petunjuk yang memastikan terkait pendiri sejak awal bangunan Ka’bah, mulai dari pondasi hingga berbentuk bangunan utuh. Contohnya pada ayat ke-127 dari surah al-Baqarah. Ayat tersebut menyebutkan bahwa Ka’bah itu diperbaiki oleh Nabi Ibrahim as dan putranya, Ismail as. Indikasi kuat lainnya juga terdapat pada surah Ibrahim ayat ke-37. Ayat itu menjelaskan Ka’bah sudah ada pada waktu Nabi Ibrahim AS meninggalkan putranya, Ismail AS, di padang pasir tanah Arab. Tetapi, kebanyakan ahli tafsir sepakat dan menafsirkan ayat ke-127 surah al-Baqarah adalah penegasan bahwa pendiri Ka’bah ialah Ibrahim as dan Ismail AS. Demikian halnya dengan tafsir ayat ke-37 surah Ibrahim. Ulama tafsir maksud ayat itu ialah Nabi Ibrahim as meninggalkan keluarga nya di tempat yang akan dibangun Ka’bah di atasnya. Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa Ka’bah memiliki sebutan lain, Ka’bah memiliki beragam penamaan yang disebutkan dalam Alquran. Nama – sebutan Ka’bah yang lainnya yakni Al Bait atau rumah, Al Bait Al Atiq yang memiliki arti rumah kuno, Al Bait Al Haram yang memiliki arti rumah suci, Al Bait Al Ma’mur yang memiliki arti rumah yang disejahterakan dan dijaga  dan Al Bait Al Muharram yang memiliki arti rumah yang disucikan. Pada tahun kedua Hijriah, Allah SWT menjadikan Ka’bah sebagai kiblat utama bagi umat Islam. Setelah sebelumnya, kiblat berada di Baitul maqdis, Palestina. Kisah ini diabadikan dalam surah Al-Baqarah ayat ke-144.

Baca Artikel Lainnya :  Travel ONH Plus

Menurut sejarah, telah tercatat kurang lebih sebanyak lima kali pembaharuan Ka’bah yang meliputi perombakan dan penyempurnaan bangunan Ka’bah. Pertama kali pembaharuan Ka’bah ini dilakukan oleh suku Quraisy. Pada saat itu, Ka’bah sempat terbakar akibat ulah seorang perempuan Quraisy yang membakar kemenyan. Peristiwa itu membuat bangunan Ka’bah rapuh. Kemudian, bangunan Ka’bah tersebut dihancurkan kemudian dibangun kembali. Diketahui, arsitektur yang dipercaya melaksanakan proyek tersebut ialah Baqum yang berkebangsaan Romawi. Setelah itu, pembaharuan Ka’bah yang selanjutnya dilakukan oleh Abdullah bin Zubair setelah kerusakan berat akibat penyerangan oleh bala tentara Bani Umayyah. Selain meninggikan Ka’bah, ia juga menambahkan sebuah pintu lagi di Ka’bah. Proses pembanguan itu diselesaikan pada tahun 649 Hijriah. Selanjutnya, pemugaran Ka’bah yang dilakukan oleh Al Hajjaj bin Yusuf Ats saqafi. Al Hajjaj bin Yusuf Ats Saqafi membangun kembali Ka’bah di atas pondasi semula yang dibangun oleh suku Quraisy. Nah, gimana nih Sahabat Haji Plus? dapat dipahami dengan baik?

Pelaksanaan Haji Khusus Sesuai Sunnah

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwasannya Haji Khusus ini memanglah diperuntukkan bagi Sahabat Haji Plus yang berkeinginan untuk melaksanakan ibadah haji tanpa menungg waktu tunggu keberangatan yang lama. Haji Khusus ini meliputi Haji Plus yang bisa Sahabat Haji Plus pilih untuk melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci. Perlu diketahui oleh Sahabat Haji Plus sekalian bahwa Haji Plus ini merupakan ibadah haji yang tak kalah dengan haji reguler yakni tak pernah sepi peminat. Karena memang Haji Plus ini sangat membantu Sahabat Haji Plus sekalian yang berkeinganan untuk segera menunaikan ibadah haji, terlebih bagi yang sudah berusia senja. Pastinya, tak ingin menunggu waktu tunggu keberangkatan yang lama seperti hal nya haji reguler bukan? Oleh karena itulah, Haji Plus ini menjadi rekomendasi yang tepat bagi para Sahabat Haji Plus yang memiliki budget lebih serta tak ingin menunggu waktu tunggu keberangkatan yang lama. Banyak sekali keuntungan yang akan Sahabat Haji Plus dapatkan selain waktu tunggu keberangkatan yang lebih cepat yakni mendapatkan segala fasilitas dan akomodasi yang nyaman serta dibimbing secara exclusive. Luar biasa sekali bukan?

Nah, untuk fasilitas yang diberikan kepada jamaah haji Plus ini pastinya akan menunjang kenyamanan Sahabat Haji Plus sekalian sewaktu melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci. Karena mulai dari keberangkatan hingga kepulangan, segala fasilitas yang disuguhkan tersebut memiliki kualitas yang terbaik dan terjamin kenyamanannya. Sehingga, tak akan mengecewakan Sahabat Haji Plus yang telah memilih Haji Plus sebagai pelaksanaan ibadah hajinya. Untuk Biaya Haji Plus ini memanglah sedikit lebih tinggi dibandingkan haji reguler pada umumnya. Karena memang segala pelayanan serta fasilitas dan akomodasi yang disuguhkan tersebut jauh berbeda. Oleh karena itulah, pantas – pantas saja jika Biaya Haji Plus dibandrol dengan biaya yang sedikit lebih tinggi dari Haji Reguler. Meskipun sedikit lebih tinggi biayanya, Sahabat Haji Plus bisa berangkat lebih cepat yang tentunya tak resah untuk menunggu waktu tunggu keberangkatan yang tidak pasti. Bagi Sahabat Haji plus yang selalu bertanya – tanya perihal berapakah biaya haji plus, Sahabat Haji Plus cukup menyiapkan budget sejumlah 9000 USD saja. Dengan jumlah tersebut, Sahabat Haji Plus sudah mendapatkan banyak sekali benefit dari paket Haji Plus yang tentunya tak akan mengecewakan Sahabat Haji Plus sekalian.

Itulah sekilas informasi mengenai Haji Khusus Sesuai Sunnah yang dapat menjadi rekomendasi bagi Sahabat Haji Plus yang sedang berencana untuk menunaikan ibadah haji dalam waktu dekat. Tetap tenang dan tak perlu khawatir terkait pemilihan jasa travel yang terpercaya dan telah berpengalaman dalam memberangkatkan para jamaah, Sahabat Haji Plus dapat mempercayakannya pada Annur Maarif Travel yang siap siaga membantu Sahabat Haji Plus sekalian berkunjung ke Tanah Suci guna menyempurnakan rukun islam yang kelima. Semoga, informasi ini bermanfaat bagi Sahabat Haji Plus sekalian yang membacanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *