Haji Khusus Sesuai Sunnah

Haji Khusus Sesuai Sunnah

Haji Khusus Sesuai Sunnah

Dalam hidup, tentunya Sahabat Haji Plus memiliki suatu hal yang disebut impian dan berusaha untuk diwujudkan bukan? Pastinya hal ini menjadi bagian hidup yang tak bisa terlepas dari benak manusia. Rasa – rasanya ini hal yang wajar dan sisi positifnya ialah akan lebih terpacu dan semangat dalam menjalani hari – hari di kehidupan. Karena dengan adanya sebuah impian yang ingin dicapai, pastinya Sahabat Haji Plus sekalian akan merasa tertantang dan sebisa mungkin akan berusaha semaksimal mungkin agar segera tercapai. Seperti halnya dengan keinginan untuk menjalankan ibadah haji ke Tanah Suci. Pastinya Sahabat Haji Plus sangat mendambakan untuk dapat menyempurnakan rukun islam kelima di Tanah Suci bukan? Karena itulah, tak heran apabila banyak umat islam yang berbondong – bondong dan rela mengantri panjang hingga puluhan tahun hanya untuk menunaikan ibadah haji. Bagi Sahabat Haji Plus yang ingin segera menunaikan ibadah haji, hendaknya mempersiapkannya dengan sematang mungkin. Sahabat Haji Plus dapat memperoleh informasi seputar pelaksanaan ibadah haji melalui platform digital ataupun melalui pengalaman orang terdekat Sahabat Haji Plus sekalian. Teruntuk Sahabat Haji Plus yang ingin segera menunaikan ibadah haji tanpa menunggu waktu tunggu yang lama, sebaiknya Sahabat Haji Plus mendaftar paket Haji Khusus atau Haji Plus di Travel Haji Plus yang terpercaya dan telah berpengalaman di bidangnya. Perihal Biaya Haji Plus tentunya telah sebanding dengan segala fasilitas yang akan Sahabat Haji Plus dapatkan. Untuk informasi lebih lanjut seputar Haji Khusus Sesuai Sunnah, yuk simak informasi dibawah ini.

Syarat Thawaf Yang Harus Dipenuhi

  1. Menutup Aurat

Apabila Sahabat Haji Plus hendak melaksanakan thawaf, hendaknya auratnya harus tertutup. jika di tengah putaran thawaf auratnya terbuka, maka wajib untuk segera ditutup dan melanjutkan putaran tawaf dari titik saat auratnya terbuka. Bagi orang yang tidak mampu menutup aurat, boleh untuk tawaf dengan membuka auratnya dan tidak wajib mengulangi.

  1. Dalam Keadaan Suci

Ketika melakukan thawaf tentunya harus dalam keadaan suci dari hadats kecil maupun besar. Tak hanya badan saja, pakaian dan tempat yang dilalui harus suci dari najis. Jika di tengah thawaf berhadats atau terkena najis, maka harus bersuci dan menghilangkan najisnya terlebih dahulu, kemudian melanjutkan putaran dari tempat ia mulai berhadats atau terkena najis. Dan lebih utama untuk mengulangi thawaf dari awal.

  1. Memulai Thawaf Dari Hajar Aswad

Titik awal tawaf terhitung dari hajar aswad, sehingga tidak dianggap putaran thawaf yang sah jika memulai sebelum sampai hajar aswad, setelah sampai hajar aswad, putaran thawaf baru dianggap sah.

  1. Menjajarkan Pundak Kiri Dengan Hajar Aswad di Awal dan Akhir Putaran

Memulai tawaf wajib dengan cara menyejajarkan pundak kiri dengan hajar aswad, tidak diperbolehkan saat memuali putaran tawaf, bagian dari pundak kiri lebih maju dari posisi hajar aswad. Demikian pula saat mengakhiri putaran tawaf, pundak kiri disejajarkan dengan hajar aswad seperti saat memulai putaran tawaf atau lebih maju sedikit hingga sampai arah pintu Ka’bah, supayaseluruh bagian Ka’bah secara yakin tawaf merata di seluruh bagian Ka’bah.

  1. Menjadikan Ka’bah di Sebelah Kiri

Sahabat Haji Plus hendaknya selalu memastikan bahwa Ka’bah berada di sebelah kirinya di setiap langkah tawafnya, sehingga jika di tengah putaran tak sesuai posisi tersebut, wajib segera ke posisi yang benar dan melanjutkan hitungan putaran tawaf dari tempat tersebut.

  1. Seluruh anggota badan dan pakaian berada di luar bangunan Ka’bah, Syadzarwan dan Hijr Isma’il

Saat tawaf, semua anggota badan dan pakaian orang yang tawaf, harus berada di luar bangunan-bangunan tersebut. Apabila di pertengahan putaran tawaf anggota badan berada di dalam kawasan-kawasan tersebut, maka tidak dihitung putaran tawaf, ia wajib segera berada di posisi yang benar dan melanjutkan jumlah putaran tawafnya.

  1. Berada di dalam Masjidil Haram

Posisi orang yang tawaf tidak boleh keluar dari bagian Masjidil Haram, meski terdapat perluasan masjid, hukumnya tetap sah melaksanakan tawaf di dalamnya asalkan masih termasuk bagian dari Masjidil Haram. Sebagian ulama menyaratkan juga tidak boleh keluar dari tanah haram saat tawaf, namun menurut Sebagian yang lain, di antaranya Syekh Ibnu Hajar al-Haitami tetap sah meski dilakukan di luar tanah haram asalkan masih berada di kawasan Masjidil Haram. Teruntuk orang yang sedang berihram, tidak disyaratkan niat dalam pelaksanaan tawaf, karena telah tercakup dalam niat ihram haji/ umrah, hukum niat tawaf adalah sunnah. Sedangkan untuk orang yang tidak sedang berihram, maka disyaratkan niat tawaf saat memulai putaran tawaf. (M. Mubasysyarum Bih)

  1. Thawaf sebanyak tujuh kali putaran

Tawaf harus dilakukan secara yakin sebanyak tujuh kali putaran, jika ragu-ragu, maka mengambil bilangan yang paling sedikit untuk selanjutnya menambah jumlah putarannya, sebagaimana keraguan dalam rakaat shalat. Keraguan yang timbul setelah selesai tawaf, tidak berpengaruh dalam keabsahan tawaf. Haji Plus

  1. Tak bertujuan selain tawaf saat berputar

Di sepanjang langkah putaran tawaf, tidak boleh ada tujuan lain yang mengalihkan dari tujuan tawaf, seperti berjalan dengan cepat untuk menghindari persentuhan dengan lawan jenis, menghindari penagih hutang dan semacamnya, maka tidak sah.

Baca Artikel Lainnya :  Harga Visa Haji Furoda

Trik Berkemas Perbekalan Haji

  1. Bawalah Alas Kaki Yang Nyaman

Pada saat Sahabat Haji Plus melaksanakan ibadah haji, hendaknya Sahabat Haji Plus membawa sandal jepit, flat shoes dan banyak kaus kaki. Hal ini dikarenakan di beberapa tempat ibadah mengharuskan Sahabat Haji Plus melepas alas kaki seperti pada saat beribadah di Masjidil Haram menjalani Tawaf dan Sa’i. Sahabat Haji Plus dapat menggunakan kaos kaki untuk melindungi kaki dari cuaca dan juga bebatuan. Pastikan untuk selalu membawa sepatu yang mudah dimasukkan ke dalam tas. Sepatu dapat Sahabat Haji Plus gunakan untuk mendaki pada saat berada di Jabal An-Nur dikarenakan medannya yang agak terjal. Perlu diingat, bahwa Sahabat Haji Plus hendaknya membawa alas kaki yang nyaman. Hal ini bertujuan agar kaki Sahabat Haji Plus tak mengalami cedera seperti lecet dan sebagainya. Mengingat Sahabat Haji Plus pada saat di Tanah Suci banyak aktivitas yang mengharuskan kaki untuk terus melangkah. Oleh karena itu, pastikan agar alas kaki Sahabat Haji Plus nyaman agar dapat melaksanakan ibadah Haji dengan lancar.

  1. Bawalah Kerudung Maupun Syal

Selain membawa baju yang sopan dan nyaman, hendaknya Sahabat Haji Plus tak lupa juga untuk membawa kerudung maupun syal. Sebaiknya Sahabat Haji Plus membawa beberapa potong kerudung maupun syal dengan bahan yang cepat menyerap keringat serta nyaman saat dipakai. Saat cuaca sedang panas, syal akan cepat basah dan butuh waktu lama untuk mengeringkannya. Oleh karena itu, Sahabat Haji Plus disarankan untuk membawa lebih dari lima syal untuk persediaan syal yang bersih saat beribadah. Pilih juga warna yang netral dan tidak mencolok ya. Lengkapi juga dengan inner agar keringat tidak langsung mengenai kerudung. Nah, poin ini sangatlah penting. Oleh sebab itulah, Sahabat Haji Plus hendaknya tak melewatkannya ya.

  1. Hendaknya Membawa Baju Yang Sopan

Bagi Sahabat Haji Plus yang bertanya – tanya perihal berapa setel baju yang sebaiknya dibawa saat ibadah haji? Sahabat Haji Plus hendaknya disarankan untuk membawa agak banyak baju karena cuaca di Arab Saudi yang cenderung panas saat musim kemarau dan dingin di musim  dingin. Bawalah 4 hingga 5 baju gamis yang berbahan nyaman dan warnanya yang netral agar dapat menyatu dengan masyarakat lokal. Meskipun nantinya lebih sering melakukan ibadah di dalam masjid, Sahabat Haji Plus juga akan berjalan cukup jauh ke Masjidil Haram untuk melakukan Tawaf hingga Sa’i. Oleh karena itu, pastikan pakaian selalu bersih dan suci pada saat melaksanakan ibadah haji. Sahabat Haji Plus disarankan untuk membawa baju yang nyaman ini juga bertujuan agar saat melaksanakan ibadah haji, Sahabat Haji Plus tak merasa terganggu dengan baju yang sedang digunakan. Karena itulah, pastikan baju yang dibawa pada saat pelaksanaan ibadah haji dipastikan bahwa itu nyaman pada saat digunakan.

  1. Membawa Perlengkapan Mandi

Sama seperti berpergian pada umumnya yakni hendaknya jangan lupa untuk membawa perlengkapan mandi yang lengkap. Terlebih Sahabat Haji Plus pergi meninggalkan rumah dalam jangka waktu yang cukup lama. Pada saat menjalankan ibadah, pastikan Sahabat Haji Plus untuk tetap menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh dengan produk kelengkapan mandi yang biasa Sahabat Haji Plus pakai. Hal ini dikarenakan, cuaca yang sangat panas di Tanah Suci membuat Sahabat Haji Plus sekalian harus rajin untuk membersihkan diri. Seperti rambut yang tertutup hijab pun juga wajib mendapatkan perhatian karena basah terkena keringat dan tertutup hijab seharian. sehingga, Sahabat Haji Plus hendaknya tak lupa untuk membawa shampo. yang selanjutnya dan tak kalah penting ialah berguna untuk membersihkan diri dari kotoran yang menempel yakni sabun mandi. Serta sikat gigi dan pasta gigi yang tentunya berguna untuk menyegarkan mulut Sahabat Haji Plus sekalian. Sebelum berangkat ke Tanah Suci, hendaknya Sahabat Haji Plus memastikan bahwa barang – barang tersebut telah masuk ke dalam barang bawaan.

  1. Menata Isi Tas

  • Isi Tas Paspor

Isi tas paspor antara lain foto copy BPIH dan kartu keluarga, paspor, buku kesehatan, uang saku, obat – obatan pribadi, alat komunikasi, bolpoin, notes, kacamata gelap, kamera serta buku penuntun dan buku doa.

  • Isi Tas Tenteng

Isi tas tenteng antara lain seragam haji, kaos atau baju tidur, sarung atau mukennah, sajadah tipis, pakaian dalam, peralatan mandi yang lengkap, buku manasik dan doa, obat – obatan, sandal jepit atau alas kaki serta baju ihram.

  • Isi Koper

Isi koper antara lain baju tertutup, longgar, tidak transparan dan kerudung 2 buah. Selain itu kaos kaki yang tebal dan tidak licin serta tinggi selutut (untuk wanita), 2 lembar kain panjang tanpa jahitan, satu helai digunakan untuk bawahan dan satu helai lagi untuk atasan (untuk laki – laki), sandal jepit cadangan, tikar plastik kecil, peralatan mandi, hanger, handuk, sabun cuci, topi, semprotan kecil, baju buat tidur, baju sehari – hari untuk ke masjid, tali tambang, pemanas air, jaket, benang, jarum, peniti, pemotong kuku, plastik 10 kg, sarung, gunting serta payung lipat.

Baca Artikel Lainnya :  Haji Plus Berapa ya Tahun Ini? Berikut Penjelasannya

Istimewanya Mekkah dan Madinah

Kota Makkah dan Madinah merupakan dua kota yang menjadi kota mulia dan terhormat di dunia, sebab didalamnya terdapat makam Nabi Muhammad dan Ka’bah. Bahkan kedua kota ini dijuluki Al Haram yang artinya diharamkan atau dihormati. Tak hanya itu, banyak juga hadist yang meriwayatkan kemuliaan kedua kota ini selain pahala yang berlipat ganda bagi orang yang menjalankan ibadah, juga kedua kota ini mendapat pejagaan yang ketat sehingga Dajjal. Menurut sabda Nabi Muhammad, Dajjal tak bisa masuk kota Makkah–Madinah, mana mungkin kaum munafik dan tidak beriman yang tinggal didalamnya akan jadi Pengikut Dajjal. Akan tetapi, banyak hadist menyebutkan kelak saat Dajjal keluar keatas muka bumi, orang-orang munafik dan kafir akan keluar menyambut ajakan Dajjal. Kedua kota suci Umat Islam ini sekarang sedang dikuasai oleh kaum Wahabi dan menjadi pusat penyebaran ajaran Wahabi ke seluruh dunia yang berkolaborasi dengan kerajaan Saudi Arabia. Terkadang, penyebaran paham ini sering membawa benturan dengan pemahaman Islam yang telah terlebih dahulu di peluk masyarakat setempat.

Mari simak hadits yang diriwayatkan dari Anas r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tiada suatu negeri pun melainkan akan diinjak oleh Dajjal, kecuali hanya Makkah dan Madinah yang tidak. Tiada suatu lorong pun dari lorong-lorong Makkah dan Madinah itu, melainkan di situ ada para malaikat yang berbaris rapat untuk melindunginya. Kemudian Dajjal itu turunlah di suatu tanah yang berpasir (di luar Madinah) lalu kota Madinah bergoncanglah sebanyak tiga goncangan dan dari goncangan-goncangan itu Allah akan mengeluarkan setiap orang kafir dan munafik (dari Makkah–Madinah).” (Riwayat Muslim) Dari hadits ini terlihat jelas meski Dajjal tidak bisa memasuki kota Makkah– Madinah, namun para pengikutnya yang terdiri dari orang-orang kafir dan kaum munafik selama ini bisa leluasa berada dalam kota Makkah dan Madinah. Dan kelak saat terjadi guncangan tiga kali, pengikut Dajjal ini akan keluar dari Makkah–Madinah dan menemui Tuhannya bernama Dajjal. Beginilah keadaan Makkah dan Madinah di akhir zaman sebagai sebuah benteng bagi orang-orang yang beriman, kemuliaan kedua kota tersebut dapat menyelamatkan keimanan penduduknya dari fitnah yang dilancarkan Dajjal dan pengikutnya. Jaminan Allah memberikan kemuliaan kepada kedua kota suci tersebut sebagai sebuah bukti bahwa Nabi Muhammad adalah benar-benar utusan Allah dan Islam adalah agama yang haq disisiNya.

Baca Artikel Lainnya :  Haji Plus Jakarta

Adab Berdoa Saat di Tanah Suci

Ketika Sahabat Haji Plus melaksanakan ibadah haji pastinya menginginkan saat doa yang dipanjatkan akan dikabulkan oleh Allah Swt. Berada di Tanah Suci dan berdoa disana diyakini membuat doa – doa yang dipanjatkan mudah diijabah oleh Allah Swt. Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa terdapat adab agar doa dikabulkan oleh Allah pada saat Sahabat Haji Plus berdoa di Tanah Suci. Bagaimana saja caranya? Simak informasi berikut ini.

  1. Membaca Sholawat Nabi

Cara selanjutnya agar doa yang dipanjatkan Sahabat Haji Plus segera dikabulkan ialah dengan membaca sholawat Nabi. Tentunya, sholawat Nabi merupakan bukan hal yang asing bagi Sahabat Haji Plus sekalian. Pasalnya Sholawat ini sering sekali diajarkan pada saat ngaji ketika kecil dulu. Terkait bacaan sholawat Nabi pun Sahabat Haji Plus tentunya memahami, karena bacaan sholawat nabi ini juga terdapat dalam bacaan sholat. Sehingga tentunya Sahabat Haji Plus sudah memahami. Nah, agar doa Sahabat Haji Plus dikabulkan oleh Allah Swt, hendaknya selipkan juga membaca sholawat Nabi. Karena sholawat nabi ini selain perintah dari Allah Swt, terdapat pula dalam riwayat dari Sahabat Anas bin Malik yang disampaikan bahwa tidaklah seseorang berdoa apabila diantara dia dan langit terdapat hijab, sampai dia bersholawat kepada Nabi. Sebab itulah, Sahabat Haji Plus hendaknya menyertakan sholawat Nabi disaat memanjatkan doa kepada Allah Swt.

  1. Awali dengan Bismillah

Sahabat Haji Plus pastinya telah memahami bahwa sebelum memulai segala sesuatu hendaknya mengucapkan bismillah terlebih dahulu. Hal tersebut juga berlaku pada saat Sahabat Haji Plus akan berdoa di Multazam ataupun  tempat-tempat yang dipercaya sebagai mustajabnya doa. Hendaknya mulailah berdoa dengan mengucapkan bismillah terlebih dahulu, selanjutnya lantunkan pujian-pujian kepada Allah SWT. Sebelum berdoa, hendaknya Sahabat Haji Plus tak melewatkan awalan ini. Tentunya, ajaran seperti ini telah diberitahu oleh orang – orang terdekat Sahabat Haji Plus semenjak kecil bukan? biasakanlah sebelum memulai sesuatu dengan bismillah, agar terbiasa. Salah satunya ialah dengan memulai berdoa.

  1. Melantunkan Asmaul Husna

            Dengan melantunkan nama – nama suci Allah yang penuh makna yakni Asmaul Husna, dipercaya dapat membuat doa menjadi dikabulkan oleh Allah. Oleh karena itu, pada saat Sahabat Haji Plus berdoa hendaknya disertai lantunan nama – nama suci Allah Swt yakni Asmaul Husna. Selanjutnya, saat melantunkan Asmaul Husna, hendaknya Sahabat Haji Plus enyebutkannya dengan suara yang lemah lembut dan santun. Dengan mengenal nama – nama Allah beserta sifatnya tentu saja membuat kedekatan dengan Allah akan semakin terasa. Kedekatan dengan Allah Swt merupakan kunci dari dikabulkannya doa – doa Sahabat Haji Plus sekalian. Karena itulah, sertakan nama – nama Allah ini dalam setiap doa yang Sahabat Haji Plus panjatkan.

  1. Berprasangka Baik

         Berprasangka baik adalah salah satu cara agar doa Sahabat Haji Plus dikabulkan oleh Allah Swt. Karena dengan berprasangka baik akan membuat doa – doa yang Sahabat Haji Plus panjatkan kepada Allah Swt akan dikabulkan. Selain berprasangka baik, sertakan juga perbuatan – perbuatan yang disenangi oleh Allah Swt. Da hindarilah perbuatan – perbuatan yang dilarang dan tidak disenangi oleh Allah yang dapat mencegah atau menghambat dikabulannya doa oleh Allah Swt.

  1. Memohon Dengan Doa Yang Baik

         Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa doa yang dikabulkan oleh Allah Swt ialah doa – doa yang baik. Doa yang Sahabat Haji Plus panjatkan dapat disampaikan dengan bahasa sendiri ataupun dengan doa – doa yang telah diajarkan oelh Nabi Muhammad Saw. Hendaknya Sahabat Haji Plus berdoa dengan doa – doa yang baik yang disertai dengan penuh rasa harap kepada Allah Swt. Yakinlah kepada Allah Swt bahwa setiap doa – doa yang telah dipanjatkan akan dikabulkan oleh Allah Swt.

Itulah Beberapa ulasan informasi yang dapat Sahabat Haji Plus jadikan bekal sebelum berangkat untuk menunaikan ibadah haji. Demikianlah informasi terkait Haji Khusus Sesuai Sunnah. Bagi sahabat Haji Plus yang masih ingin membaca informasi penting lainnya terkait Haji Plus, sahabat Haji Plus dapat membacanya di website resmi hajiplus.id. Semoga informasi yang disampaikan bermanfaat bagi sahabat Haji Plus sekalian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *