Haji Furoda Terbaik di Surabaya

Haji Furoda Terbaik di Surabaya

Haji Furoda Terbaik di Surabaya

Merencanakan pelaksanaan ibadah haji memanglah membutuhkan persiapan yang matang. Banyak sekali persiapan yang hendaknya Sahabat Haji Plus perhatikan, salah satunya ialah menyiapkan budget dan menentukan paket apa yang hendak dipilih. Sahabat Haji Plus pastinya juga telah memahami bahwasannya memeprsiapkan budget adalah hal utama yang hendkanya dilakukan. Karena dengan mempersiapkan budget tersebut, Sahabat Haji Plus dapat memilih paket haji yang tersedia. Mungkin Sahabat Haji Plus telah mengetahui bahwa terdapat aneka ragam paket yang dapat dipilih oleh Sahabat Haji Plus untuk menunaikan ibadah haji. Akan tetapi, paket yang tersedia ini tentnya memiliki harga yang berbeda – beda. Karena itulah, Sahabat Haji Plus hendaknya menyesuaikan budget dengan paket yang hendak dipilih. Bagi Sahabat Haji Plus yang memiliki budget lebih dan enggan untuk menunggu waktu tunggu keberangkana ibadah haji yang lama, maka Sahabat Haji Plus dapat mendaftar Paket Haji Furoda. Mengapa Haji Furoda? Karena dengan Sahabat Haji Plus memilih Haji Furoda, maka Sahabat Haji Plus akan dapat menunaikan ibadah haji tanpa antri. Dengan memilih Haji Furoda, Sahabat Haji Plus dapat berangkat di tahun yang sama saat Sahabat Haji Plus mendaftar. Luar biasa bukan? Untuk mendaftar Haji Furoda, Sahabat Haji Plus dapat mendaftar ke Travel Haji Furoda yang telah berpengalaman dan terpercaya yakni di Annur Maarif Travel. Untuk Biaya Haji Furoda, tentunya Annur Maarif Travel memberikan harga yang terbaik. Bagi Sahabat Haji Plus yang ingin menteahui informasi seputar Haji Furoda terbaik di Surabaya, yuk simak informasi dibawah ini.

Hal Penting Sebelum Melaksanakan Lempar Jumroh

Sahabat Haji Plus perlu menegtahui bahwa saat Sahabat Haji Plus telah melaksanakan rangkaian ibadah haji di Arafah dan Muzdalifah. Kini, saatnya untuk melanjutkan pelaksanaan ibadah haji dengan melakukan lempar jumroh di Mina. Dibalik pelaksanaan  lempar jumroh, tentunya terdapat sejarah yang melatarbelakangi. Sejarah lempar jumroh ini pada mulanya berawal dari kisah Nabi Ibrahim AS dan putra semata wayangnya yakni Ismail. Momen lempar jumroh yang dilakukan oelh para jemaah haji merupakan sebagai simbol melempar setan yang dijelmakan dalam tiga bagian yaitu jumrah ula (pertama) atau jumrah sughra, jumrah wustha (tengah), dan jumrah ‘aqabah (terakhir). Tahukah Sahabat Haji Pus bahwa dalam pelaksanaan lempar jumroh, terdapat hal – hal penting yang Sahabat Haji Plus ketahui. Nah.. apa saja hal – hal penting yang hendaknya diketahui sebelum lempar jumroh? berikut lebih jelasnya.

  1. Hari Pelaksanaan Lempar Jumroh

Pelaksanaan lempar jumroh memiliki waktu empat hari atau minimal tiga hari. Apabila hendak dipersingkat yakni mulai dari hari Nahar hingga dua atau tiga hari setelahnya. Allah Swt berfirman dalam surat Al – Baqarah ayat 203 yang artinya “Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari maka tidak dosa baginya,dan barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu) maka tidak ada dosa pula baginya,bagi orang yang bertakwa.”

  1. Ukuran Batu Jumroh

Untuk ukuran batu yang digunakan untuk lempar jumroh sudah ditentukan bahwasannya ukuran batu yang dipakai untuk lempar jumroh ialah berukuran tak lebih kecil dari biji kacang hijau dan tak lebih besar dari batu ketapel. Detail tepatnya ialah seperti sebesar biji kacang tanah. Hikmah dibalik penentuan ukuran ini ialah agar tak menyakiti orang apabila lemparannya luput. Tak hanya itu, hal ini agar tak terjadi praktik ghuluw atau berlebih – lebihan dalam menjalankan ajaran agama. Penentuan ukuran seperti ini didasarkan pada beberapa dalil berikut:

  • Sabda Rasullah SAW, “Wahai umat manusia,janganlah kalian saling menyakiti satu sama lain. Jika klaian melempar jumrah,gunakanlah batu yang kecil,” dikutip dari HR Abu Dawud.
  • Riwayat dari Jabir, “Aku pernah melihat Rasullah Saw. Melempar jumrah dengan batu kecil (kerikil),” dikutip dari HR al-Turmudzi.
  • Riwayat dari Ibnu Abbas,”Rasullah bersabda,”Tolong carikan batu untukku!” Aku langsung bergegas mencari batu-batu kecil (kerikil) untuk beliau. Saat aku meletakkan batu-batu itu di tangannya, beliau bersabda, ‘sebesar inilah (batu untuk melempar jumrah). Hindarilah sikap berlebih-lebihan (ghuluw) dalam beragama.sesungguhnya kehancuran umat sebelum kalian ialah karena sikap berlebih-lebihan dalam beragama,” dikutip dari HR Ahmad dan al-Nasa’i.
  1. Tempat Mencari Batu Jumroh

Sahabat Haji Plus perlu mengetahui bahwa untuk melempar jumrah aqabah yang dilakukan pada hari Nahar, jemaah haji perempuan disunnahkan untuk mencari batu kerikil di Muzdalifah. Sehingga, jemaah haji bisa lebih siap pada saat tiba di Mina. Adapun, untuk lempar jumrah pada hari-hari tasrik di Mina diperbolehkan untuk mencari batu kerikil di aman saja. perihal tempat mencari batu yang digunakan untuk pelaksanaan lempar jumroh ini Nabi Muhammad Saw telah memberi teladan. Nabi Muhammad Saw mencari tujuh buah kerikil di Muzdalifah untuk lempar jumrah aqabah, sedangkan 21 kerikil lainnya di Mina untuk lempar jumrah pada tiga hari tasrik. 

  1. Jumlah Batu Jumroh

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa jumlah batu kerikil yang harus dikumpulkan oleh jemaah haji perempuan itu disesuaikan dengan pada berapa hari yang akan dihabiskannya untuk mabit di Mina. Apabila ia memilih nafar tsani,yakni menghabiskan tiga hari tasriq (11,12,13 Dzulhijah) di Mina, dia harus mengumpulkan sebanyak 70 batu kerikil. Akan tetapi,jika dia memilih naffar awwal, yakni menghabiskan dua hari tasriq (11 dan 12 Dzulhijah) saja, dia harus mengumpulkan 49 batu kerikil. Manasik lempar jumroh diawali dengan lempar jumroh aqabah pada hari Nahar dengan tujuh batu kerikil. Jadi, sisa batu kerikil masih ada 63 buah untuk lempar jumrah selama tiga hari di Mina atau 42 buah untuk lempar jumrah selama dua hari di Mina. Setiap harinya,21 batu kerikil dibuat melempar dan setiap lemparan tujuh buah batu kerikil. Begitulah penjelasan detailnya.

Baca Artikel Lainnya :  Biaya Haji Plus 2022 Kemenag

Mengenal Travel Haji Furoda

Sahabat Haji Plus perlu mengetahui bahwasannya Haji Furoda adalah salah satu program haji non kuota yang legal, teregistrasi serta tanpa mengurangi jatah kuota pemerintah RI. Mentri Agama Lukman Hakim Syarifudin pernah menyatakan bahwa pemerintah kerajaan Saudi Arabia telah menyediakan kuota bagi para tamu undangannya, terkait berapa banyak kuota yang disediakannya dan seperti apa persyaratannya pemerintah RI tidak mengetahui secara pasti. Hal ini dikarenakan perihal kuota Haji Furoda merupakan prioritas pemerintah kerajaan Saudi Arabia. Dengan mendaftarkan diri sebagai calon jamaah Haji Furoda, Sahabat Haji Plus dapat melaksanakan ibadah haji tanpa menunggu waktu yang lama seperti halnya Haji Reguler. Karena Haji Furoda ini merupakan Haji yang diberangkatkan tanpa antri. Oleh karena itulah, harga yang dibandrol juga lebih tinggi dibandingkan Haji Reguler. Namun, Haji Furoda ini tepat sekali bagi Sahabat Haji Plus yang ingin melaksanakan ibadah haji akan tetapi enggan untuk menunggu waktu tunggu selama belasan tahun. Apabila sahabat Haji Plus memiliki rezeki yang lebih, Sahabat Haji Plus dapat mendaftarkan diri sebagai calon jamaah Haji Furoda. Dengan menjadi jamaah Haji Furoda, banyak sekali kelebihan yang di dapatkan. Selain berangkat dengan waktu yang lebih cepat dibanding Haji Reguler, visa yang digunakan pun juga berbeda.

Bagi jamaah Haji Furoda, visa yang digunakan merupakan visa khusus untuk haji dengan kuota pemerintah kerajaan Saudi Arabia yang disebut Visa Furoda. Visa Furoda atau yang biasa disebut visa haji undangan kerajaan ini terdapat 2 macam yakni visa Haji Furoda yang diberikan kepada para calon jmaah secara biasa di semua negara dan visa undangan yang dioeruntukkan kepada tamu yang benar – benar khusus atau tamu istimewa kerajaan. Untuk mendapatkan visa Haji Furoda ini tentunya dengan cara memilih program Haji Furoda yakni dengan cara mendaftar sebagai jamaah Haji Furoda. Oleh karena itu, harga yang dibandrol cukup tinggi yakni mencapai 3 kali lipat dari Haji Reguler. Karena Haji Furoda memanglah Haji yang special dari segi keberangkatan, visa dan fasilitas. Jadi, sudah sewajarnya apabila Haji Furoda memiliki selisih harga yang cukup lumayan dengan program Haji Reguler. Bagi sahabat Haji Plus yang hendak mendaftarkan diri sebagai calon jamaah Haji Furoda hendaknya pilihlah jasa travel yang tepat. Agar Sahabat Haji Plus dapat melaksanakan ibadah haji dengan terjamin. Untuk sahabat Haji Plus yang sedang mencari referensi jasa Travel Haji Furoda yang terjamin dan amanah, Annur Maarif Travel adalah referensi yang tepat. Di Annur Maarif Travel menyediakan paket Haji Furoda dengan harga terbaik yang di dampingi dengan kualitas serta jasa pelayanan yang terbaik pula. Barangkali referensi ini bisa menjadi bekal informasi bagi sahabat Haji Plus yang hendak melaksanakan Haji Furoda.

Baca Artikel Lainnya :  Haji Furoda dan Haji Plus, Mana yang sebaiknya Anda Pilih

Jenis Visa Pelaksanaan Ibadah Haji

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa ternyata untuk melaksanakan ibadah haji tak hanya terdapat ada satu jenis visa saja. Akan tetapi, terdapat beberapa jenis visa yang dapat digunakan untuk berangkat ke tanah suci. Agar Sahabat Haji Plus dapat berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji tentunya sahabat Haji Plus harus memiliki visa yang resmi. Jenis visa yang dapat digunakan untuk berangkat haji ada 3 jenis yakni haji yang melalui kuota reguler, kuota khusus atau kuota furoda/muajamlah.

  1. Visa Haji Reguler

Visa Haji Reguler merupakan visa haji yang diberikan oleh pemerintah Indonesia melalui Kementrian Agama. Cara mendapatkan visa Haji Reguler agar dapat berangkat ke tanah suci dalam rangka melaksanakan ibadah haji ialah dengan cara mendaftarkan diri ke bank yang telah dirujuk pemerintah dan membayar Biaya Penyelenggraaan Ibadah Haji (BPIH). Setelah itu calon jamaah haji akan memperoleh nomor proxy haji. Namun, seperti yang telah diketahui bahwa kekurangan dari Haji reguler ini memiliki waktu tunggu yang cukup lama. Waktu tunggu yang cukup lama ini ialah dengan mengatre kurang lebih selama belasan tahun hingga puluhan tahun.

  1. Visa Haji Khusus

Visa haji khusus merupakan visa haji yang memiliki jumlah sebesar 8 persen dari kuota Haji Reguler atau kurang lebihnya sekitar 18 – 19 ribu orang. Calon jamaah dari kuota haji khusus akan mendaftar melalui pihak jasa travel. Calon jamaah haji ini memiliki waktu tunggu keberangkatan yang lebih cepat dibandingkan dengan visa haji reguler yakni maksimal 7 tahun. Ada hal penting yang hendaknya diketahui oleh jamaah haji yakni terkait kepengurusan visa. Visa ini gratis dan diurus oleh pihak jasa travel. Sehingga bagi para calon jamaah haji tak perlu repot untuk mengurus visa ibadah haji.

  1. Visa Haji Furoda atau Mujamalah

Visa Haji Furoda atau Mujamalah merupakan visa khusus yang merupakan undangan dari pemerintah kerajaan Arab Saudi di luar kuota visa haji yang sudah dijatahkan kepada Kementrian Agama Republik Indonesia. Jadi, melalui visa furoda inilah jamaah haji furoda tak perlu menunggu antrian yang cukup lama untuk berangkat ke tanah suci dalam rangka melaksanakan ibadah haji. Untuk visa furoda ini siapapun boleh mendapatkan kuota tersebut yang peraturannya telah diatur dalam Undang – Undang nomor 8 tahun 2019 tentang Penyelenggraan Haji dan Umroh. Berbeda hal nya dengan visa Haji Reguler dan Haji Khusus, Visa Furoda ini merupakan visa yang tidak gratis. Akan tetapi, cara mendapatkannya dengan cara harus membayar. Oleh karena itulah, Haji Furoda merupakan program haji yang paling mahal. Karena memang visa yang dipakai ialah visa khusus. Namun, disisi lain kelebihan visa furoda adalah calon jamaah dapat berangkat lebih cepat.

Waktu Pelaksanaan Ibadah Haji

Hukum ibadah haji ialah wajib dilakukan bagi umat muslim yang mampu. Dan pelaksanaan ibadah haji bagi yang mampu ini adalah hanya dilaksanakan sebanyak satu kali seumur hidup bagi umat muslim. Apabila pelaksanaannya dilaksanakan lebih dari satu kali, berartu itu sunnah. Waktu untuk ibadah haji menurut para ulama dimulai dari tanggal 1 syawal sampai terbit fajar tanggal 10 Dzulhijah. Selain waktu tersebut maka disebut dengan ibadah umrah. Kegiatan utama dalam ibadah haji berdasarkan urutan waktu :

  1. Sebelum 8 Dzulhijjah, umat Islam dari seluruh dunia mulai berbondong untuk melaksanakan Tawaf Haji di Masjid Al Haram, Makkah.
  2. Pada tanggal 8 Dzulhijjah, jamaah haji bermalam di Mina. Pada pagi 8 Zulhijah, semua umat Islam memakai pakaian Ihram (dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian haji), kemudian berniat haji, dan membaca bacaan Talbiyah. Jamaah kemudian berangkat menuju Mina, sehingga malam harinya semua jamaah haji harus bermalam di Mina.
  3. Pada tanggal 9 Dzulhijjah, pagi harinya semua jamaah haji pergi ke Arafah. Kemudian jamaah melaksanakan ibadah Wukuf, yaitu berdiam diri dan berdoa di padang luas ini hingga Maghrib datang. Ketika malam datang, jamaah segera menuju dan bermalam Muzdalifah.
  4. Pada tanggal 10 Dzulhijjah, setelah pagi di Muzdalifah, jamaah segera menuju Mina untuk melaksanakan ibadah Jumrah Aqabah, yaitu melempar batu sebanyak tujuh kali ke tugu pertama sebagai simbolisasi mengusir setan. Setelah mencukur rambut atau sebagian rambut, jamaah bisa Tawaf Haji (menyelesaikan Haji), atau bermalam di Mina dan melaksanakan jumrah sambungan (Ula dan Wustha).
  5. Pada tanggal 11 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
  6. Pada tanggal 12 Dzulhijah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga. Sebelum pulang ke negara masing-masing, jamaah melaksanakan Thawaf Wada’ (thawaf perpisahan)
Baca Artikel Lainnya :  Haji Furodah

Kegiatan Saat Mabit di Mina

Pada saat mabit di Mina, tentunya ada beberapa kegiatan yang dilakukan disana. Nah.. Apakah Sahabat Haji Plus telah mengetahui terkait kegiatan apa saja yang dilakukan selama mabit di Mina? jika belum, yuk simak informasi di bawah ini.

  1. Melempar Jumroh Aqabah

Sahabat Haji Plus perlu mengetahui bahwa pelaksanaan lempar umroh Aqabah dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah. Waktu utama pelaksanaan jumroh Aqobah ini ialah waktu dhuha. Akan tetapi, diperbolehkan hingga terbenamnya matahari. Apabila terdapat uzur syar’i sehingga melewati batas waktu itu, maka tak mengapa melontar setelah terbenam matahari. Cara pelaksanaannya melontar 7  buah kerikil dengan bertakbir pada saat melemparnya. Kemudian sembari berdoa menghadap kiblat “Allahummaj’alhu hajjan mabruuron wa dzanban maghfuuron” yang artinya Ya Allah jadikanlah haji ini mabrur dan dosa yang diampuni.

  1. Melaksanakan Tahallul

Pada saat di Mina, Sahabat Haji Plus juga akan melaksanakan Tahallul. Apa itu Tahallul? Tahallul iala mencukur rambut baik dengan memendekkan maupun menggunduli. Akan tetapi, mencukurnya hingga habi (gundul) lebih utama dibandingkan mencukur pendek. Nabi Muhammad Saw mendoakan 3 kali bagi yang dicukur habis (gundul) dan mendo’akan satu kali bagi yang hanya memendekkan. Sedangkan bagi perempuan cukuplah melakukan tahallul dengan memotong beberapa helai rambutnya saja.

  1. Menyembelih Hewan Hadyu

Saat di Mina, Sahabat Haji Plus juga akan melaksanakan penyembelihan hewan hadyu yang dilaksanakan pada hari nahar (10 Dzulhijjah) ataupun hari tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah). Al Hadyu merupakan “bahiimatul an’am” binatang ternak seperti unta, sapi, dan domba yang disembelih karena Allah dalam rangka haji. Binatang tersebut suka diberi kalung sebagai tanda, karenanya disebut juga “Al Qalaid” artinya binatang berkalung.

  1. Melempar Jumroh Ula, Wustho dan Aqabah

Melempar Jumroh Ula, Wustho, dan Aqabah di Mina dilaksanakan pada hari – hari tasyrik. Setiap hari melempar sebanyak 3 kali berjumlah 7 batu. Cara pelaksanaanya di Ula jemaah haji melempar 7 buah batu, setiap lontaran bertakbir “Allahu Akbar” boleh juga “Bismillahi Allahu Akbar”. Kemudian Sahabat Haji Plus menghadap ke arah Ka’bah sembari berdo’a “Allahummahaj’alhu hajjan mabruuron wa dzanban maghfuuron”. Di Wustho juga demikian melempar 7 buah batu dengan takbir dan berdoa seperti halnya pada saat di Ula. Sedangkan di Aqabah  jamaah setelah melempar 7 buah batu dan tidaklah berdoa menghadap Kiblat lagi, melainkan langsung berlalu saja.

  1. Melakukan Thawaf Ifadah dan Sa’i

Apabila Sahabat Haji Plus berada dalam keadaan yang memungkinkan, pada tanggal 10 Dzulhijjah tersebut akan berangkat ke Makkah untuk melaksanakan thawaf ifadhah beserta sa’i. Akan tetapi, jika berat untuk dilakukan, Sahabat Haji Plus diperkenankan untuk menunda pelaksanaan thawaf ifadhah tersebut hingga akhir hari tasyrik, bahkan sebagian ulama membolehkan sampai akhir Dzulhijjah.

Demikianlah informasi terkait Haji Furoda Terbaik di Surabaya. Semoga, segala informasi yang disuguhkan dapat bermanfaat bagi Sahabat Haji Plus sekalian. Apabila Sahabat Haji Plus masih ingin membaca – baca terkait pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci, Sahabat Haji Plus dapat mampir ke website resmi hajiplus.id. Disitu terdapat banyak sekali informasi yang akan Sahabat Haji Plus dapatkan dan dapat menjadi bekal pengetahuan sebelum Sahabat Haji Plus melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci. Seperti yang diketahui, bahwa semakin Sahabat Haji Plus mempersiapkan segala sesuatu pelaksanaan ibadah haji dengan matang, maka insyaallah pelaksanaan ibadah haji yang akan didambakan akan berjalan dengan lancar karena berbekal ilmu yang cukup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *