Haji Furoda dan Haji Plus, Mana yang sebaiknya Anda Pilih

Haji Furoda dan Haji Plus, Mana yang sebaiknya Anda Pilih

Ketika Sahabat Haji Plus berencana pergi ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji, pastinya salah satu persiapan yang hendaknya Sahabat Haji Plus lakukan ialah mendaftar haji dengan memilih paket sesuai kemampuan Sahabat Haji Plus sekalian. Dari beberapa paket program haji yang dapat Sahabat Haji Plus pilih, Sahabat Haji Plus sebisa mungkin memahami masing – masing benefit paketnya. Hal ini bertujuan agar Sahabat Haji Plus lebih mudah dalam menentukan paket program haji yang hendak Sahabat Haji Plus pilih. Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa jenis paket program haji di Indonesia terdapat tiga jenis yakni Haji Reguler, Haji Plus dan Haji Furoda. Dari ketiga jenis program haji ini tampaknya Sahabat Haji Plus sudah sedikit memahami. Apabila Sahabat Haji Plus berkeinginan untuk berangkat ke Tanah Suci dengan waktu tunggu keberangkatan yang singkat, Sahabat Haji Plus dapat mendaftar Travel Haji Khusus dan menjadikan Paket Haji Plus dan Furoda sebagai rekomendasinya. Sahabat Haji Plus dapat memilih paket program Haji Plus ataupun Haji Furoda. Perihal Biaya Haji Plus dan Khusus Furoda tentunya memiliki perbedaan, karena fasilitas serta waktu tunggu keberangkatannya juga berbeda. Bagi Sahabat Haji Plus yang bingung terkait Haji Furoda dan Haji Plus, Mana yang sebaiknya Anda Pilih hendaknya Sahabat Haji Plus menyesuaikan dengan kemampuan budget yang telah dipersiapkan Sahabat Haji Plus sekalian. Untuk informasi seputar ibadah haji yang lebih lengkap, yuk simak informasi dibawah ini.

Inilah Fidyah Bagi Jemaah Haji Yang Melakukan Pelanggaran

Pada saat Sahabat Haji Plus melaksanakan ibadah haji, maka Sahabat Haji Plus perlu mengetahui beberapa hal seputar ibadah haji salah satunya perihal fidyah. Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa di dalam surat Al – Baqarah ayat 196 disebutkan bahwa seseorang yang sedang melaksanakan ibadah haji lalu sakit atau gangguan di kepada lalu di bercukur, maka seseorang tersebut diwajibkan untuk membayar fidyah. Bagi Sahabat Haji Plus yang masih bertanya – tanya apa itu fidyah, fidyah artinya tebusan. Fidyah merupakan pemberian berupa harta untuk membebaskan si pemberi atau sesuatu yang diberikan kepada Allah Swt. Fidyah dikeluarkan sebagaimana pengganti atas kekurangan dalam ibadah. Inilah yang menjadi pembeda antara ibadah haji dengan ibadah yang lainnya. Dalam pelaksanaan ibadah haji apabila terdapat pelanggaran atau amalan yang tertinggal, dapat diganti dengan fidyah atau leibh dikenal dengan dam. Hal ini berlaku kecuali untuk rukun – rukun haji yang tak bisa diganti dengan dam. Fidyah dalam pelaksanaan ibadah haji merupakan suatu hal yang wajib dilakukan bagi seseorang yang melakukan larangan atau meninggalkan kewajiban dalam pelaksanaan ibadah haji.

Sahabat Haji Plus perlu mengetahui bahwa terdapat beberapa macam fidyah dalam ibadah haji yang harus dibayar, diantaranya:

  1. Bagi yang melanggar larangan – larangan ihram tanpa udzr atau tidak ada kepentingan apapun. Hal inilah yang diwajibkan untuk membayar fidyah.
  2. Bagi yang melanggar larangan – larangan ihram karena ada kepentingan yang tergolong organ, seperti terpaksa mengenakan jaket karena cuaca sedang dingin.
  3. Bagi yang melanggar larangan – larangan ihram karena ma’dzur atau ada alasan dan halangan. Contohnya lupa, tak sengaja atau karena dipaksa. Maka hal ini seseorang tersebut tak berdosa, dan tak wajib membayar fidyah. Hal ini seperi yang disampaikan Rasulullah dalam sabdanya bahwasannya “Dimaafkan untuk umatku karena keliru, salah, lupa dan karena dipaksa.” (HR. Ibnu Majah).

Pelaksanaan Sebelum Melempar Jumroh

Salah satu rangkaian ibadah haji yang akan Sahabat Haji Plus jalani ketika melaksanakan ibadah haji ialah melaksanakan lempar jumroh. Pada saat Sahabat Haji Plus meninggalkan Arafah, maka tujuan selanjutnya Sahabat Haji Plus ialah menuju Muzdalifah untuk bermalam disana. Ketika Sahabat Haji Plus sudah selesai bermalam di Muzdalifah, Sahabat Haji Plus akan melanjutkan rangkaian kegiatan ibadah haji menuju ke Mina untuk melakukan lempar jumroh. Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa selama Sahabat Haji Plus berada di Mina, Sahabat Haji Plus akan diberi tanda posisi berupa kasur lipat untuk alas tidur yang antar jamaah diberi jarak sekitar 2 meter. Kemudian di dalam tenda Mina sendiri telah disediakan kursi yang dapat dibuka seperti kasur. Diketahui bahwa satu tenda berisi sekitar 80 orang dengan jarak antara 1,5 meter hingga 2 meter. Kemudian di tiap lokasi tempat jemaah haji mabit atau bermalam, selain disiapkan kasur lipat juga terdapat selimut serta bantal untuk memberi kenyamanan selepas melakukan aktivitas sejak pagi. Setelah dari Muzdalifah menuju ke Mina, Sahabat Haji Plus biasanya akan melanjutkan perjalanan menggunakan bus yang sudah ditandai sejak awal. Bus yang Sahabat Haji Plus tumpangi tersebut akan bertugas mengantarkan seluruh jemaah haji ke setiap lokasi hingga seluruh rangkaian ibadah haji berakhir. Setelah Sahabat Haji Plus melaksanakan lempar jumroh, Sahabat Haji Plus akan dijadwalkan kembali untuk ke Makkah guna melaksanakan thawaf ifadah. Selanjutnya thawaf wada dilakukan sehari setelahnya. Paket Haji Plus

Baca Artikel Lainnya :  Haji Plus Tanpa Antri

Inilah Rangkaian Haji yang Tak Boleh Ditinggalkan

Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwasannya terdapat rangakaian ibadah haji yang sama sekali tak boleh ditinggalkan. Karena apabila ditinggalkan, maka pelaksanaan ibadah haji Sahabat Haji Plus akan batal dan harus diulang pada tahun berikutnya. Pastinya Sahabat Haji Plus tak ingin merasakan demikian bukan? Oleh karena itu, hendaknya Sahabat Haji Plus memahami rangkaian ibadah haji yang tak boleh ditinggalkan selama pelaksanaan haji. Apa saja? Berikut lebih jelasnya.

  1. Ihram

Salah satu rangkaian ibadah haji yang tak boleh ditinggalkan oleh Sahabat Haji Plus pada saat berhaji ialah berihram. Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa kain ihram yang berwarna putih ternyata memiliki makna bersih yang makna detailnya ialah mengajarkan kepada seluruh umat muslim untuk tak membeda – bedakan manusia dari status sosial, pangkat, kedudukan serta keturunan. Karena itu, setelah Sahabat Haji Plus mengenakan pakaian ihram maka terdapat beberapa larangan yang harus dihindari antara lain membunuh, menyakiti binatang, memakai wangi – wangian dan lain sebagainya. Sahabat Haji Plus harus memahami bahwa selama rangkaian ibadah haji berlangsung yang umumnya sekitar 5 hari, jamaah haji haji harus dalam keadaan selalu berihram. Apabila hal tersebut dilanggar, maka terdapat denda – denda yang wajib ditunaikan oleh Sahabat Haji Plus.

  1. Wuquf

Pelaksanaan wuquf di Arafah termasuk ke dalam salah satu rukun ibadah haji yang utama diantara serangakaian ibadah haji lainnya. Karena perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa pelaksanaan rangkaian ibadah haji yang lainnya akan menjadi percuma serta tak bermakna apabila pelaksanaan wuquf tak dilaksanakan. Pelaksanaan wuquf ini hanya dilakukan sekali dalam setahun yakni pada tanggal 9 Dzulhijjah. Selain tanggal 9 Dzulhijjah, maka tak ada wuquf di Arafah.

  1. Thawaf

Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa pelaksanaan thawaf termasuk ke dalam rangkaian ibadah haji yang tak boleh ditinggalkan. Thawaf merupakan salah satu rangkaian ibadah haji yang dilakukan dengan cara mengelilingi ka’bah yang diawali dengan hajar aswad dan diakhiri di hajar aswad pula setelah melakukan 7 kali putaran. Ketika melakukan putaran thawaf, bagian kanan tubuh menghadap ke Ka’bah. Thawaf memiliki beberapa jenis, antara lain :

  • Thawaf ifadhah

Thawaf yang dilakukan oleh jemaah haji selepas kembali dari melakukan wuquf di padang Arafah dan bermalam di Muzdalifah. Thawaf ifadhah biasanya disebut juga dengan thawaf ziarah, thawaf rukun serta disebut juga sebagai Thawaf Fardhu.

  • Thawaf Qudum

Thawaf qudum ialah thawaf kedatangan yang dilakukan pada saat pertama kali di kota Mekkah dan Thawaf Qudum ini wajib dikerjakan oleh selain penduduk Mekkah. Hukum thawaf qudum ini adalah sunnah.

  • Thawaf Wada’

Thawaf wada’ merupakan thawaf yang dikerjakan pada saat jamaah haji akan meninggalkan kota suci Mekkah. Pelaksanaan Thawaf Wada’ ini hukumnya ialah sunnah.

  • Thawaf Tahiyatul Masjid

Thawaf tahiyatul masjid merupakan thawaf yang dilakukan setiap orang yang masuk ke dalam masjid Al – Haram Mekkah, sebagai pengganti dari shalat tahiyatul masjid. Hukum Thawaf Tahiyatul masjid ini ialah sunnah.

  1. Sa’i

Pelaksanaan sa’I juga termasuk ke dalam pelaksanaan ibadah haji yang tak boleh ditinggalkan pada saat Sahabat Haji Plus melaksanakan ibadah haji. Pelaksaan sa’I dilakukan dengan cara berjalan tujuh kali antara bukit shafa dan marwah. Apabila seseorang yang melakukan ibada haji belum melaksanakan tujuh putaran sa’i. maka sa’I dianggap tak sah. Sehingga, apabila rangkaian ibadah haji ini ditinggalkan, maka harus dikerjakan kembali dari putaran yang pertama. Jika belum melaksanakan sa’I, maka pelaksanaan tahallul tak bisa dilakukan.

Baca Artikel Lainnya :  Simak! Daftar Tunggu Haji Plus

Inilah Kisah Pelaksanaan Haji Sahabat Nabi Muhammad Saw

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa Nabi Muhammad Saw pernah mengutus Abu Bakar Ash – Siddiq untuk pergi ke Makkah. Abu Bakar diutus Nabi Muhammad Saw agar menjadi pemimpin untuk melaksanakan manasik haji bagi umat muslim pada zulqaidah atau Dzulhijjah 9 Hijriyah. Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa dalam buku Syekh Shafiyyurahman Al Mubarakfuri yang berjudul Sirah Nabawiyah berisi bahwa pada Nabi Muhammad Saw mengutus Abu Bakar kemudian turun permulaan surat At – Taubah. Diketahui bahwa isinya menggugurkan perjanjian yang pernah dilakukan antara beliau dengan orang – orang musyrik. Tak hanya mengutus Abu Bakar saja, namun Nabi Muhammad Saw juga mengutus Ali bin Abi Thalib sebagai wakil beliau. Pengutusan ini seperti tradisi yang berlaku di karangan Arab. Pada saat itu Abu Baar bertanya kepada Ali “Engkau sebagai pemimpin rombongan ataukah dipimpin?” lalu Ali menjawab “Tidak, tetapi akulah yang dipimpin.”. Kemudian, Abu Bakar dan Ali bin Abu Thalib melanjutkan perjalanan menuju ke Baitullah untuk melaksanakan ibadah haji. Abu Bakar bersama orang – orang untuk menunaikan ibadah haji.

Ketika penyembelihan qurban, Ali bin Abu Thalib berdiri di dekat jumrah lalu menyerukan adzan seperti yang telah diperintahkan oleh Nabi Muhammad Saw sebelumnya. Setiap orang yang terikat dalam perjanjian diperintahkan untuk menggugurkan ikatan perjanjiannya. Diketahui bahwa pembatalan tersebut diberi tem[o hingga empat bulan lamanya. Lalu Abu Bakar mengutus beberapa orang untuk menyampaikan pengumuman. Di tengah berbaurnya umat Abu Bakar berseru bahwasannya “Setelah tahun ini tak boleh ada orang musyrik pun yang menaikkan haji dan tak boleh ada seorangpun yang thawaf dalam keadaan telanjang.” Pengumuman tersebut menandakan berakhirnya era paganisme di Jazirah Arab dan tak boleh dilakukan setelah tahun tersebut. Haji Plus

Tips Menjaga Ketahanan Fisik Saat Berhaji

Ketika Sahabat Haji Plus berada di Tanah Suci, pastinya Sahabat Haji Plus juga berharap bahwa tubuh bisa tetap fit saat pelaksanaan ibadah haji. Pastinya tubuh yang sehat juga memerlukan perlakuan yang menunjang agar tubuh tetap sehat kan? Nah.. bagi Sahabat Haji Plus yang ingin menjaga daya tahan tubuh tetap prima selama berada di Tanah Suci, simak berikut ini.    

  1. Cukup Multivitamin

Tampaknya Sahabat Haji Plus juga memahami bahwa vitamin berperan penting dalam menjaga tubuh agar tetap sehat dan bugar. Sebab itu, hendaknya Sahabat Haji Plus memastikan bahwa Sahabat Haji Plus mengonsumsi vitamin yang cukup agar tetap terjaga kesehatannya selama pelaksanaan ibadah haji berlangsung. Sahabat haji Plus dapat mengonsumsi vitamin C atau isa juga mengonsumsi madu untuk menjaga daya tahan tubuh. Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa vitamin sangat berperan penting untuk menjaga daya tahan tubuh agar tak mudah sakit.

  1. Membiasakan Olahraga Sebelum Keberangkatan

Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa tubuh yang sehat juga dipengaruhi oleh akumulasi aktivitas yang Sahabat Haji Plus lakukan. Oleh karena itu, olahraga amat berpengaruh bagi kesehatan tubuh Sahabat Haji Plus agar sehat dan bugar. Sebelum Sahabat Haji Plus berangkat ke Tanah Suci, sudha seharusnya Sahabat Haji Plus membiasakan olahraga supaya otot – otot di tubuh Sahabat Haji Plus terlatih dengan rangakaian kegiatan yang cukup padat. Sehingga, pada saat Sahabat Haji Plus berada di Tanah Suci, Sahabat Haji Plus merasa tak mudah lelah dan tentunya dalam keadaan fisik yang seht dan bugar. Sahabat Haji Plus dapat memulai olahraga ringan seperti senam, jogging, bersepeda santai dan lain sebagainya. Hal ini bertujuan untuk membiasakan sahabat Haji Plus berjalan kaki pada saat berada di Tanah Suci nanti. Agar pada saat proses pelaksanaan ibadah Haji sahabat Haji Plus dapat lebih siap dan tak merasa Lelah yang berlebih akibat tubuh telah dilatih lebih awal. Sehingga olahraga ini menunjang aktivitas fisik saat menjalani ibadah haji yang berlangsung cukup lama yakni lebih dari seminggu.

  1. Pastikan Asupan dan Istirahat Yang Cukup

Pada saat Sahabat Haji Plus berangkat ke Tanah Suci, pastinya Sahabat Haji Plus akan merasakan perbedaan suhu antara di Tanah Air dan di Tanah Suci yang tak  menutup kemungkinan akan bereaksi ke tubuh. Perbedaa suhu menjadi salah satu sebab juga yang membuat tubuh menjadi kurang fit saat berada di Tanah Suci. Oleh karena itu, pada saat di Tanah Suci Sahabat Haji Plus perlu memahami beberapa hal yang berkaitan dengan kesehatan tubuh Sahabat Haji Plus sekalian. Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa asupan yang cukup sera istirahat yang cukup juga amat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh Sahabat Haji Plus. Sebab itu, meskipun Sahabat Haji Plus berada di Tanah Suci hendaknya Sahabat Haji Plus memastikan bahwa Sahabat Haji Plus mengonsumsi makanan yang bergizi serta istirahat yang cukup. Tak lupa juga bahwa Sahabat Haji Plus memerluka minum yang cukup agar tubuh Sahabat Haji Plus tak mengalami dehidrasi. Apabila Sahabat Haji Plus telah melakukan beberapa hal tersebut sesuai dengan kebutuhan tubuh Sahabat Haji Plus, maka insyaallah Sahabat Haji Plus akan tetap bugar hingga pelaksanaan ibadah haji berakhir.

  1. Menghidari Makanan Tak Sehat

Pastinya Sahabat Haji Plus sudah menyadari bahwasannya makanan amat berperan penting dalam kesehatan Sahabat Haji Plus sekalian. Karena memang makanan yang Sahabat Haji Plus konsumsi menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap ketahanan tubuh Sahabat Haji Plus. Oleh karena itu, sebaiknya beberapa bulan menjelang Sahabat Haji Plus melakukan keberangkatan haji hendakny Sahabat Haji Plus menjaga pola makan. Hal ini bertujuan agar tubuh Sahabat Haji Plus tak mengalami drop pada saat proses pelaksanaan ibadah haji. Oleh karena itu, sebelum melakukan keberangkatan ke tanah suci sahabat Haji Plus disarankan untuk melakukan medical check up. Hal ini bertujuan untuk memastikan kondisi tubuh sahabat Haji Furoda benar – benar sehat untuk dapat melaksanakan ibadah haji. Hendaknya Sahabat Haji Plus menghindari makanan tak sehat seperti gorengan, jeroan dan lain sebagainya yang dapat memicu penyakit.

Baca Artikel Lainnya :  Berapa Biaya Haji ONH Plus 2021 Terbaik

3 Makam Yang Wajib di Kunjungi Saat di Tanah Suci

Pada saat Sahabat Haji Plus berada di Tanah Suci, tentunya Sahabat Haji Plus menyempatkan waktu untuk berkunjung ke beberapa tempat disana kan? Tahukah Sahabat Haji Plus bahwasannya terdapat makam yang wajib Sahabat Haji Plus kunjungi pada saat Sahabat Haji Plus berada di Tanah Suci. Terlebih ziarah ke makam menjadi salah satu sunnah yang ada di dalam agama islam. Karena terdapat banyak pelajaran yang diambil pada saat ziarah kubur. Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa saat Sahabat Haji Plus berziarah, tak hanya Sahabat Haji Plus saja yang mendapat manfaat. Namun, jenazah yang berada di alam kubur juga mendapatkan manfaat. Karena jenazah yang di ziarahi tersebut mendapatkan berkah doa dan hadiah pahala dari setiap doa yang dilantunkan oleh peziarah. Oleh karena itu, pada saat Sahabat Haji Plus berada di Tanah Suci, hendaknya Sahabat haji Plus berkunjung ke makam yang berada disana. Diantara makam – makam yang dapat Sahabat Haji Plus kunjungi di Tanah Suci ialah :

  1. Makam Nabi Muhammad Saw

Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa Nabi Muhammad Saw pernah bersabda bahwasannya “Barangsiapa yang berziarah ke makamku, dia berhak mendapatkan syafaatku” (HR. Al – Daraquthni dan Al – bazzar). Hadis ini menunjukkan bahwa hikmah ziarah ke makam Nabi Muhammad Saw akan mendapatkan syafaat Nabi Muhammad Saw di akhirat nanti. Oleh karena itu, Sahabat Haji plus dianjurkan untuk memperbanyak shalawat dan doa pada saat menuju dan saat sampai di makam Nabi Muhammad Saw.

  1. Pemakaman Baqi’

Pemakaman Baqi’ menjadi salah satu makam yang bisa Sahabat Haji Plus kunjungi pada saat berada di Tanah Suci. Di makam tesebut banyak sahabat Nabi Muhammad Saw yang dikuburkan.

  1. Makam Syuhada Perang Uhud

Tentunya Sahabat Haji Plus mengerti bahwa bukit Uhud menjadi salah satu saksi bisu peperangan Nabi Muhammad Saw dengan orang kafir pada waktu itu. Terapat banyak sahabat Nabi Muhammad Saw yang gugur dalam peperangan tersebut. Saat Sahabat Haji Plus berada di Madinah, Sahabat Haji Plus dianjurkan untuk berkunjung ke makam tersebut.

Dari ulasan informasi diantara Haji Furoda dan Haji Plus, Mana yang sebaiknya Anda Pilih Sahabat Haji Plus mau pilih yang mana nih? Semoga Sahabat Haji Plus dapat segera menentukan pilihan paket yang akan dipilih ya. Supaya Sahabat Haji Plus bisa segera mendaftar dan tentunya segera berangkat ke Tanah Suci.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *