Brosur Haji Plus

Brosur Haji plus

Coba Sahabat Haji Plus bayangkan betapa resahnya orang – orang yang ingin berangkat ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji, namun sampai saat ini masih belum ada kabar baik terkait waktu keberangkatan. Tentunya jika begini akan amat meyedihkan kan rasanya? Terlebih bagi mereka yang sudah lanjut usia dan berharap masih bisa merasakan ibadah di Tanah Suci. Bukan apa apa, mereka yang lanjut usia hanya khawatir sudah tak mampu lagi untuk melaksanakan ibadah disana akibat fisiknya yang sudah semakin melemah. Karena itulah, pasti ada rasa penuh harap bagi mereka yang lanjut usia untuk dapat pergi ke Tanah Suci. Belum lagi waktu keberangkatan ibadah haji di Indonesia ini dikenal membutuhkn waktu yang cukup lama. Namun perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa ada beberapa program ibadah haji yang dapat dipilih dan berkaitan dengan waktu keberangkatan juga. Bagi Sahabat Haji Plus yang ingin segera melaksanakan ibadah dengan waktu tunggu keberangkatan yang cukup singkat, Sahabat Haji Plus dapat mencoba untuk mendaftar paket Haji Plus. Sahabat Haji Plus dapat terlebih dahulu membaca – baca tentang Brosur Haji plus. Apabila Sahabat Haji Plus memang sungguh tertarik dan ingin mencoba untuk daftrar Haji 2022, Sahabat Haji Plus dapat mencobanya untuk memilih paket Haji Plus 2022. Sahabat Haji Plus tak perlu bingung terkait jasa travel yang sudah berpengalaman dan terpercaya. Karena Sahabat Haji Plus dapat percayakannya pada Satutours Travel. Disinipun Biaya Haji Plus 2022 cukup terjangkau dan tak menguras kantong loh! Untuk informasi lebih lengkap, simak informasi berikut ini.

Sertakan Doa Ini Saat Berdoa di Tanah Suci

Tentu tak ada salahnya apabila Sahabat Haji Plus memohon segala hajat agar dikabulkan pada saat ke berdoa Tanah Suci. Karena memang tempat di Tanah Suci memanglah dikenal sebagai tempat yang sangat mustajab untuk digunakan untuk memanjatkan doa. Akan tetapi, dianjurkan kepada jamaah haji hendaknya tak hanya meminta kepada Allah terkait kemudahan urusan dunia saja. Sebab hidup yang akan Sahabat Haji Plus jalani tak hanya hanya di dunia namun akan melalui fase kehidupan barzakh dan kehidupan akhirat juga. Hal ini tentunya juga membutuhkan bekal persiapan yang matang serta hendaknya jangan sampai terabaikan. Biasanya jemaah haji ketika berada ditempat – tempat mustajab hanya bermunajat kepada Allah yang urusannya  keduniawian saja seperti harta, jodoh, pangkat serta jabatan dan lain sebagainya. Hal ini tentu berbeda sekali dengan hal yang dilakukan sahabat Nabi pada zaman dahulu. Seperti Abdullah bin Al – Mubarak yang dikenal dengan julukan Syaikh al – Hadits pada masanya yang lahir di Marwa pada tahun 118 H. Beliau meninggal dunia di Hait pada bulan Ramadhan pada tahun 181 H selepas perang melawan tentara Romawi dalam keadaan usia 63 tahun. Beliau merupakan seorang hafizh atau ahli hadis, mujahid, pengusaha dan penjelajah. Dalam sebuah riwayat disebutkan, sosok ahli hadits ini saat hendak meminum air zamzam, beliau sembari berdoa “Ya Allah, aku minum air zamzam ini agar tak kehausan di Padang Mahsyar”.

Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa yang dimaksud dengan kebaikan urusan akhirat tentunya agar Sahabat Haji Plus terhindar dari siksa kubur serta selamat di padang mahsyar dan siksaan api neraka. Karena itulah, tentunya Sahabat Haji Plus saat beribadah di dunia pasti berharap untuk memperoleh kebaikan dan ridha Allah, mendapatkan kenikmatan yang abadi, bisa dekat dengan Allah Yang Maha Penyayang hingga doa ini menjadi doa yang paling lengkap, paling sempurna dan paling utama yang hendaknya Sahabat Haji Plus utamakan dibandingkan dengan doa duniawi. Sebab itulah hendaknya Sahabat Haji Plus dapat menyeimbangkan antara kebutuhan dunia dengan kebutuhan akhirat pada saat berdoa. Nabi Muhammad Saw pun selalu memanjatkan doa untuk memohon kebaikan di dunia serta di akhirat. Diketahui dalam Hadis riwayat Imam Bukhari, dari Anas radhiyallahu anhu menyatakan bahwasannya doa Nabi Muhammad Saw yang paling sering diucapkan beliau ialah “ Ya Allah, Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka”. Anas bin Malik radhiyallahu anhu pun menceritakan bahwasannya upaya untuk dapat meraih kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat sangat menjadi perhatian yang benar – benar tersemat dalam setiap doa Nabi Muhammad Saw.

Baca Artikel Lainnya :  Paket Haji Plus di Surabaya

Daftar Lokasi Sebagai Tempat Mustajabnya Doa di Tanah Suci

Tanah Suci memang dikenal dengan keitimewaan yang menyertai, salah satunya ialah adanya beberapa tempat di Tanah Suci yang dipercaya sebagai tempat mustajabnya doa. Pada saat Sahabat Haji Plus memanjatkan doa di Tanah Suci, pastinya timbul sensasi yang berbeda pada saat berada disana. Sebab itulah, tak heran apabila saat Sahabat Haji Plus melaksanakan ibadah haji, seluruh jamaah haji tak henti – hentinya memanjatkan doa kepada Allah atas segala hal yang diharapkannya. Bagi Sahabat Haji Plus yang ingin mengetahui beberapa tempat yang diyakini sebagai tempat mustajabnya doa saat di Tanah Suci, berikut lebih jelasnya. Travel Haji Plus

  1. Muzdalifah

Kawasan yang juga dipercaya sebagai tempat mustajabnya doa ialah kawasan Muzdalifah yang letaknya berada di antara Padang Arafah dan juga Mina. Di Muzdalifah inilah, tak sedikit dari jamaah haji yang mengumpulkan kerikil sebagai bekal nantinya akan digunakan untuk melempar Jumrah. Banyak yang meyakini bahwasannya memanjatkan doa di tempat ini pada malam hari merupakan waktu yang tepat agar doa dikabulkan oleh Allah Swt.

  1. Sekitar Masjidil Haram

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa lokasi di sekitar Tanah Suci yang dipercaya sebagai lokasi tempat mustajabnya doa ialah berada di sekitar Masjidil Haram. Sahabat Haji Plus perlu mengetahui bahwa ada beberapa lokasi di Masjidil Haram yang dipercaya sebagai tempat mustajabnya doa diantaranya ialah Hijr Ismail, Rukun Yamani, Multazam dan juga Bukit Safa dan Marwah. Multazam diyakini sebagai salah satu tempat diijabahnya doa yang letaknya ada di antara Hajar Aswad dan juga pintu Ka’bah. Lokasi Multazam ini dipercaya sebagai lokasi yang paling utama mudahnya dikabulkan ijabahnya oleh Allah Swt. Tak hanya itu, lokasi selanjutnya pun ada Hijir Ismail. Hijir Ismail masih menjadi bagian dari Ka’bah. Kisahnya berawal dari tempat ini digunakan oleh Siti Hajar beserta dengan anaknya untuk berlindung.

Saat ibadah haji, kawasan Hijr Ismail ini biasanya digunakan oleh para jamaah haji untuk berdoa usai melakukan thawaf. Tak hanya itu, masih terdapat lagi lokasi yang masih masuk dalam kawasan Masjidil Haram ialah Rukun Yamani. Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa tempat ini dikenal dengan Hajar Aswad yakni batu hitam yang tergantung dengan ketinggian 1,5 meter berada di atas tanah. Tempat terakhir di area Masjidil Haram yang menjadi Tempat Mustajab untuk berdoa di Tanah Suci ialah Bukit Safa dan Marwah. Pada saat Sahabat Haji Plus melakukan Sa’I yakni berjalan mengelilingi bukit sofa dan marwah, jamaah dianjurkan untuk berdoa dan beristighfar. Hendaknya ketika Sahabat Haji Plus berdoa, iringilah dengan perasaan penuh keyakinan atas kuasa dari Allah Swt agar doa yang Sahabat Haji Plus dapat tersampaikan dengan baik.

  1. Padang Arafah

Arafah atau Padang Arafah merupakan salah satu tempat dilaksanakannya rangkaian ibadah haji yakni wukuf yang diketahui dilaksanakan pada siang hingga sore hari. Di padangArafah inilah yang menjadi inti atau pokok dari kegiatan haji. Berdoa di Padang Arafah selama wukuf dipercaya dapat membuat doa cepat diijabah oleh Allah Swt. Sebab itulah, pada saat Sahabat Haji Plus berada di Arafah hendaknya tak lupa untuk bermunajat kepada Allah Swt.

  1. Sekitar Masjid Nabawi

Selain kawasan Masjidil Haram yang dianggap sebagai kawasan tempat mustajabnya doa, ada pula kawasan Masjid Nabawi yang dipercaya juga sebagai tempat mustajabnya doa. Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa sejarah mengatakan bahwasannya kawasan Masjid Nabawi yang terletak di Madinah ini pada awalnya ialah halaman rumah atau pekarangan dari Nabi Muhammad Saw. Tak hanya itu, Masjid Nabawi ini diketahui buka selama 24 jam agar jamaah yang berada di kawasan Masjid Nabawi ini tak terlalu padat.

Pahami Ini Saat Menjelang Musim Haji

Tak bisa dipungkiri bahwa pelaksanaan ibadah haji menjadi salah satu mimpi yang amat di dambakan bagi setiap umat Islam. Karena pelaksanaan ibadah haji ini juga sebagai salah satu penyempurna rukun Islam kelima. Saat pendaftaran ibadah haji dibuka, tentunya seluruh umat muslim yang berkeinginan untuk pergi ke Tanah Suci akan berupaya untuk mendaftar agar dapat pergi ke Tanah Suci guna melaksanakan ibadah haji. Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa sebelum berangkat untuk melaksanakan ibadah haji, terdapat beberapa hal yang harus Sahabat Haji Plus ketahui dan pelajari terlebih dahulu. Sahabat Haji Plus juga harus memahami setiap hal – hal yang penting dalam pelaksanaan ibadah haji, salah satunya ialah tata cara ibadah haji. Agar Sahabat haji Plus lebih paham, simak berikut ini ya.

  1. Memahami Wajib Ibadah Haji

Bagi Sahabat Haji Plus yang hendak melaksanakan ibadah haji, Sahabat Haji Plus hendaknya memahami wajib ibadah haji. Sahabat Haji Plus hendaknya memahami bahwasannya wajib haji merupakan hal yang harus dikerjakan selama pelaksanaan ibadah haji. Apabila wajib haji dilanggar atau tak dilaksanakan, maka hajinya tak akan sah kecuali dengan membayar dam atau denda dengan cara menyembelih binatang. Diketahui bahwa wajib haji ada 6, antara lain :

  • Ihram atau niat berhaji mulai dari miqat sesuai dengan batas yang ditentukan
  • Mabit di Muzdalifah pada malam hari raya haji
  • Melontar tiga jumrah yakni jumrah ula, jumrah wusta, dan jumrah aqabah.
  • Mabit di Mina
  • Tawaf wada’ atau tawaf perpisahan
  • Menjauhkan diri dari larangan atau perbuatan yang diharamkan dalam ihram.
  1. Memahami Rukun Ibadah Haji

Hal selanjutnya yang perlu Sahabat Haji Plus pahami ialah memahami rukun ibadah haji. Sahabat Haji Plus ketahui bahwa rukun haji merupakan perbuatan yang wajib dlakukan dan tidak dapat diganti dengan membayar denda. Apabila terdapat seseorang yang meninggalkan satu rukun haji, tentunya tak akan sah hajinya. Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa rukun haji ada 6, diantaranya :

  • Ihram atau niat haji
  • Wukuf di padang Arafah
  • Thawaf
  • Sa’i
  • Tahallul
  • Tertib
  1. Memahami Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Haji

Selain wajib haji dan rukun haji, Sahabat Haji Plus juga harus mengetahui tata cara ibadah haji sebelum melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci. Inilah tata cara ibadah haji yang dapat dipahami oleh Sahabat Haji Plus, antara lain :

  1. Sebelum tanggal 8 Dzulhijjah, seluruh jemaah haji memulai untuk melaksanakan Thawaf Haji di Masjidil Haram.
  2. Pada tanggal 8 Dzulhijjah berangkat menuju Mina. Sesampainya di Mina, jemaah haji mendirikan shalat dhuhur, ashar, maghrib dan isya serta salat subuh. Setiap shalat dilaksanakan tepat waktu. Akan tetapi, rakaat shalat yang jumlah empat di qashar sehingga menjadi dua rakaat. Kemudian, jemaah haji tetap berada di Mina sampai matahari terbit pada tanggal 9 Dzulhijjah.
  3. Saat tanggal 9 Dzulhijjah, pagi harinya seluruh jamaah haji menuju ke padang Arafah untuk melaksanakan wukuf. Kemudian seluruh jamaah haji melaksanakan ibadah wukuf, yakni berdiam diri dan berdoa di padang Arafah hingga Maghrib tiba. Disunnahkan bagi jemaah untuk singgah di namirah dan jika memungkinkan berdiam di sana hingga matahari tergelincir. Waktu wukuf dimulai dari terbit fajar tanggal 9 dzulhijah hingga terbit fajar tanggal 10 dzulhijah. Kemudian saat tanggal 9 Dzulhijjah malam, seluruh jemaah haji akan menuju ke Muzdalifah untuk mabit atau bermalam di muzdalifah sekaligus mengambil batu untuk melontar jumroh secukupnya. Tanggal 9 Dzulhijjah setelah melakukan mabit, jemaah haji bisa meneruskan perjalanannya ke Mina guna melaksanakan rangkaian ibadah haji selanjutnya yakni lempar jumroh.
  4. Ketika Tanggal 10 Dzulhijjah, jamaah haji melaksanakan rangkaian ibadah haji berikutnya yakni lempar Jumroh sebanyak 7 kali ke Jumrah Aqabah yang sebagai simbol untuk mengusir setan. Kemudian dilanjut dengan tahalul yakni mencukur rambut atau sebagian rambut. Apabila jemaah haji mengambil nafar awal maka dapat dilanjutkan perjalanannya ke Masjidil Haram untuk Tawaf Haji atau menyelesaikan Haji. Sedangkan jika mengambil nafar akhir, jemaah haji tetap berada di Mina dan dilanjutkan dengan melempar jumrah selanjutnya yakni jumrah ‘Ula dan jumrah Wustha.
  5. Pada tanggal 11 Dzulhijjah, jemaah haji melempar jumrah Ula yang berada di tugu pertama, tugu kedua serta tugu ketiga.
  6. Kemudian tanggal 12 Dzulhijjah, jemaah haji melempar jumrah Wusta yang berada di tugu pertama, tugu kedua dan tugu ketiga.
  7. Dan yang terakhir, jemaah haji kembali ke Makkah untuk melaksanakan Tawaf Wada’ atau Tawaf perpisahan sebelum pulang ke negara asalnya.
Baca Artikel Lainnya :  Informasi Harga Haji Plus dalam Rupiah

Agar Bahagia Saat Melaksanakan Ibadah Haji

Travel Haji Plus Saat Sahabat Haji Plus diberi kesempatan untuk merasakan ibadah di Tanah Suci tentunya Sahabat Haji Plus berharap agar ibadah yang dijalankan dilingkupi dengan kebahagiaan. Sahabat Haji Plus pun pastinya juga berharap agar ibadah haji yang dilaksanakan menjadi haji yang mabrur. Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa tak hanya menjadi mabrur saja diharapkan. Akan tetapi menjadi jemaah yang menjalankan ibadah dengan rasa yang bahagia pasti menjadi keinginan setiap umat yang menjalankan ibadah ke Tanah Suci. Karena dengan rasa bahagia yang melingkupi, maka Sahabat Haji Plus akan merasa tentram dan tenang saat menjalankan aktivitas ibadah di Tanah Suci. Nah.. bagi Sahabat Haji Plus yang bertanya terkait bagimana caranya supaya saat beribadah dilingkupi rasa bahagia, yuk coba simak berikut ini.

  1. Menanamkan Qonaah Dalam Diri

Menanamkan sikap qonaah dalam diri menjadi salah satu kunci bahagia pada saat melakukan ibadah, salah satunya saat melaksanakan ibadah haji. Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa qonaah merupakan menerima segala sesuatu yang Allah berikan dengan hati yang tulus nan ikhlas serta tak risau dengan apa yang luput darinya. Apabila Sahabat Haji Plus memiliki sifat ini, maka Sahabat Haji Plus akan menjadi jemaah haji yang tergolong bahagia. Karena hati Sahabat Haji Plus akan merasa tentram yang tentunya terhindar dari sifat dengki dan iri hati saat melihat orang lain diberikan kelebihan oleh Allah Swt.

  1. Yakin Dalam Hati

Sahabat Haji Plus perlu meyakini dalam hati di dalam lubuk hati yang paling dalam bahwasannya Allah Swt selalu bersama hambanya. Tentunya dalam berbagai keadaan dan kondisi, mulai dari saat perjalanan, saat berkunjung ke tempat yang pelaksanaan ibadah haji hingga saat berdoa untuk bermunajat kepada Allah Swt. Sehingga dengan inilah timbul rasa tenang dan tentram dalam situasi, kondisi serta keadaan apapun yang terjadi pada saat Sahabat Haji Plus berada di Tanah Suci. Karena Sahabat Haji Plus perlu  meyakini bahwasannya ini semua ialah bagian dari ketetapan Allah dan menjadi salah satu bentuk atas kebaikan Allah Swt untuk hambanya.

  1. Menerapkan Sikap Sabar

Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa jemaah haji yang senantiasa dilingkupi rasa bahagia batinnya ialah mereka yang bersabar. Hal ini meliputi dalam ketaatan, menghindari dosa dan maksiat ataupun pada saat terkena musibah. Dapat Sahabat Haji Plus pahami bahwa sabar merupakan sikap jiwa untuk menjalani sesuatu yang dibencinya. Sudah pasti bahwa sikap sabar ini bukan menjadi sebuah hal yang mudah untuk dilakukan. Karena itulah, Allah menyiratkan dalam firmannya bahwasannya Allah selalu bersama dengan orang yang bersabar. Hal ini bermakna bahwasannya di mana hamba yang sabar ini berada, pasti Allah akan memberikan pertolongan dan jalan keluar dari setiap masalah yang dihadapi.

  1. Jauh Dari Kemusyrikan

Bagi Sahabat Haji plus yang mengharapkan kebahagiaan pada saat melaksanakan ibadah tentunya jugga harus menjauhi kemusyrikan. Seperti halnya keberadaan Ka’bah sebagai Rumah Allah Swt yang hendaknya menjadi sumber inspirasi bagi keberadaan rumah kehidupan Sahabat Haji Plus sebagai hamba yang bebas dari segala macam kemusyrikan. Kesucian Ka’bah menjadi simbol dari kesucian hati bagi umat muslim yang senantiasa mengagungkan Allah Swt. Hal ini termasuk pada saat umat muslim mengumandangkan talbiyah yang sebagai bentuk simbol kesucian hati sebagai umat muslim. 

  1. Tawakkal Kepada Allah

Salah satu cara bahagia dalam beribadah ialah dengan ara bertawakkal kepada Allah. Tawakkal dapat dimaknai menyerahkan segala sesuatu kepada Allah. Hal ini termasuk harta, keluarga serta apapun yang dimiliki. Sahabat Haji Plus saat datang ke tanah suci pun dengan jiwa yang penuh dengan penyerahan kepada Allah. Sahabat Haji Plus yang memiliki sikap tawakal kepada Allah, tentunya Sahabat Haji plus tak akan mudah gelisah dan risau dengan apa saja yang Sahabat Haji Plus tinggalkan saat pergi berhaji. Sehingga Sahabat Haji Plus dapat merasa bahagia saat melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.

Baca Artikel Lainnya :  Biaya Haji Tanpa Antri 2023

Teruntuk Sahabat Haji Plus yang tertarik untuk mendaftar Haji Plus namun masih mempersiapkan pendaftarannya sembari mencari informasi lebih lengkap hendaknya tenang dan tak perlu khawatir. Sahabat Haji Plus dapat mendapatkan beberapa informasi seputar Haji Plus di Brosur Haji plus digital yang ada di website Satutours Travel. Dengan begini akan memudahkan persiapan Sahabat Haji Plus untuk pergi ke Tanah Suci kan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *