Biaya Naik Haji Tanpa Antri

Biaya Naik Haji Tanpa Antri

Biaya Naik Haji Tanpa Antri

Hal pertama kali yang hendaknya dipersiapkan oleh Sahabat Haji Plus ialah terkait biaya haji. Mungkin Sahabat Haji Plus juga sudah menegtahui terkait hal ini. Karena, sebelum mendafatr paket haji yang hendak diinginkan tentu saja tetap menyertakan biaya yakni untuk dp. Oleh karena itulah, Sahabat Haji Plus hendaknya memerpsiapkan dengan matang. Terlebih bagi Sahabat Haji Plus yang ingin segera menunaikan ibadah haji dalam waktu yang dekat. Saat ini, Sahabat Haji Plus tak perlu resah terkait keberangkatan waktu tunggu yang lama dan menjadi perbincangan hangat umat muslim di Indonesia. Pasalnya, jika Sahabat Haji Plus memiliki biaya yang lebih dan cukup, Sahabat Haji Plus dapat mendaftar Haji Furoda sebagai solusi melaksanakan ibadah haji tanpa antri. Dengan mendaftar Haji Furoda ini, Sahabat Haji Plus hanya perlu mempersiapkan Biaya naik haji tanpa antri yang dibandrol dengan harga 17.500 USD. Dengan harga tersebut, Sahabat Haji Plus akan emndapatkan segala sesuatunya mulai dari fasilitas hingga akomodasi yang exclusive. Sehingga, Sahabat Haji Plus dapat dipastikan dengan nyaman pada saat pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Bagi Sahabat Haji Plus yang ingin mengetahui terkait Biaya Haji Furoda di Travel Haji Furoda yang terpercaya, Sahabat Haji Plus dapat menyimak lebih lanjut ulasan dibawah ini.

Hindari Merokok Saat di Tanah Suci

Sahabat Haji Plus perlu mengetahui bahwa hendaknya Sahabat Haji Plus menghindari merokok saat di Tanah Suci. Hal ini tentunya tak mudah, terlebih bagi pecandu berat rokok yang pada umumnya tak pernah mengenal tempat dan waktu. Oleh karena itu, tak jarang sesampainya di tanah suci pun selalu asyik menghisap rokok seperti biasanya. Padahal sudah terpampang tulisan besar disudut kota Makkah bahwa dilarang merokok dengan berbagai bahasa dunia. Walaupun dikenai sanksi justru orang yang menjual rokok di sekitar Masjid Nabawi atau Masjidil Haram hanya berjarak sekitar 5 km. Akan tetapi, tetap saja main kucing kucingan selalu ada dimana aja. Padahal mereka yang tertangkap memperdagangkan rokok didenda RS 10 ribu atau setara dengan Rp32 juta. Hmm, banyak sekali bukan?  Oleh karena itu, di bandara Jeddah pihak Bea Cukai Bandara dengan ketat menyita rokok yang dibawa oleh jamaah haji. Terlebih jika jumlahnya lebih banyak dari kebutuhan selama berada di tanah suci. Kerajaan Saudi Arabia sepertinya sudah sangat geram dengan bisnis rokok yang dilakukan secara sembunyi – sembunyi ini. Tak heran, jika Kerajaan sampai memberikan denda dan sanksi kepada pedagang rokok di Makkah dan Madinah, denda yang tinggi tersebut sengaja dibuat agar penjualnya bangkrut, sehingga tak berdagang rokok lagi.

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa membeli rokok di Tanah Suci seperti halnya membeli narkoba di tanah air yang sama – sama dilakukan secara sembunyi – sembunyi. Apabila menemukan penjual rokok pun, harganya bisa 3 kali lipat lebih tinggi dibandingkan harga di Indonesia. Rokok di Tanah Suci (Makkah dan Madinah) saat musim haji ternyata sama statusnya dengan tempat hiburan malam (THM) beserta wanita penghibur dan miras saat bulan Ramadhan di Tanah Air. Sebagai tempat dan barang haram yang harus ditutup, dirazia/gerebek dan diberangus. Mufti besar kerajaan Arab Saudi, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Al Syaikh, meminta semua jemaah haji untuk tak merokok di sekitar Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan tempat suci lainnya. Hal ini dikarenakan pernah terdapat sebuah kejadian bahwa jamaah haji merokok di sembarang tempat sesampainya di Tanah Suci. Denda akibat tertangkap merokok secara sembarangan mencapai 200 real atau senilai sekitar 500 ribu rupiah. Jadi bagi Sahabat Haji Plus yang sebagai pecandu rokok ada baiknya mulai berfikir untuk menghentikan kebiasaan rokok saat berada di Tanah Suci, bisa saja momentum pelaksanaan ibadah di Tanah Suci ini dijadikan sebagai semangat untuk berhenti merokok. Terdapat beberapa tips yang dapat Sahabat Haji Plus coba supaya berhenti merokok saat berada di Tanah Suci :

  1. Hendaknya jangan mendekati teman yang perokok. Karena hal ini akan membuat Sahabat Haji Plus jadi tergoda untuk ingin kembali merokok.
  2. Kuatkanlah niat bahwa Sahabat Haji Plus bisa menahan merokok saat di Tanah Suci. Karena, tanpa niat yang kuat segala sesuatu akan mustahil berhasil, salah satunya ialah menahan rokok ini.
  3. Cobalah untuk perbanyak minum air Zamzam. Karena air Zamzam ini merupakan obat. Maka ketika Sahabat Haji Plus meminumnya, cobalah sambil memohon kepada Allah agar dapat berhenti dari kebiasaan merokok
  4. Perbanyak membaca Al quran atau berzikir, karena jika mulut kita disibukkan dengan lantunan zikir Insya Allah ini akan membantu niat berhenti dari kebiasaan merokok.
  5. Bawalah permen yang banyak, jadi jika Sahabat Haji Plus ada keinginan merokok bisa langsung mengunyah permen
Baca Artikel Lainnya :  Paket Haji Plus Sesuai Sunnah Nabi

Persyaratan Wajib Pelaksanaan Haji

Sahabat Haji Plus tentu telah memahami bahwa dalam proses pelaksanaan ibadah haji terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi. Hal ini tentunya bertujuan agar pelaksanaan ibadah haji dapat dilaksanakan dengan lancar. Sehingga proses pelaksanaan ibadah haji ini tentunya tak serta merta dilakukan tanpa syarat. Akan tetapi ada beberapa syarat yang hendaknya harus dipenuhi oleh Sahabat Haji Plus sekalian. inilah persyaratan yang menjadi latar belakang seseorang wajib melaksanakan ibadah haji, antara lain :

  1. Beragama Islam

Syarat Wajib yang pertama harus dipenuhi Sahabat Haji Plus untuk pelaksanaan ibadah haji ialah beragama islam. Hal ini berarti apabila terdapat seseorang yang beragama islam dan telah memenuhi syarat wajib haji yang lainnya serta belum pernah melaksanakan ibadah haji, maka ia wajib melaksanakan haji. Namun, apabila seseorang yang telah menunaikan syarat wajib haji tetapi ia bukan orang islam, maka ia tidaklah wajib menunaikan ibadah haji. Ini tentunya salah satu syarat yang pastinya Sahabat Haji Plus telah mengerti.

  1. Berakal

Syarat wajib yang harus dipenuhi sealnjutnya ialah berakal. Berakal disini memiliki arti seseorang telah mencapai usia baligh dan mampu secara materi untuk melaksanakan ibadah haji. Apabila terdapat seseorang yang mengalami masalah dengan batin dan akalnya, maka kewajiban ini sudah sirna. Karena, dapat dipastikan orang yang mengalami gangguan kejiwaan akan susah dan tidak dapat mengerti serta memahami terkait pelaksanaan rukun dan kewajiban haji yang akan dilaksanakan. Tentu Sahabat Haji Plus juga mengerti bahwasannya seseorang yang tak berakal akan gugur semua kewajibannya termasuk sholat. Karena seseorang yang tak berakal tentu tak dapat berpikir semestinya seperti orang yang berakal pada umumnya. Oleh karena itu, Apabila Sahabat Haji Plus telah memenuhi syarat wajib haji yakni beragama islam, baligh dan berakal. Maka, Sahabat Haji Plus termasuk dalam kriteria seseorang yang wajib untuk melaksanakan ibadah haji. Namun, ada syarat lain yang harus dipenuhi selain 3 tadi, yakni merdeka dan mampu.

  1. Baligh (Dewasa)

Syarat Wajib yang selanjutnya adalah baligh atau dewasa. Apabila terdapat seorang muslim yang melaksanakan ibadah haji namun belum baligh, maka hajinya tidak sah. Hanya saja ketika ia dewasa nanti, maka haji masih tetap menjadi kewajiban yang harus ditunaikan jika syarat lainnya terpenuhi. Hal ini berarti, ibadah haji yang dilakukan pada usia belum baligh tidak akan menggugurkan kewajibannya untuk melaksanakan ibadah haji saat ia telah dewasa.

  1. Mampu

Mampu yang dimaksud ialah tak hanya dari segi biaya saja namun kesehatan fisik dan mental juga. Selain itu, mampu juga bermakna jika empat syarat yang diulas di atas telah terpenuhi, akan tetapi ia belum mampu. Maka, menunaikan ibadah haji tidak wajib baginya. Kemampuan yang hendaknya dipenuhi dalam rangka melaksanakan ibadah haji dapat diartikan dalam 2 pengertian yaitu :

  • Kemampuan Personal

Kemampuan personal yang hendaknya dipenuhi oleh masing – masing individu antara lain kesehatan jasmani serta rohani, kemampuan dari segi ekonomi yang cukup baik bagi dirinya sendiri maupun bagi keluarga yang ditinggalkan serta didukung dengan pengetahuan agama yang cukup khususnya terkait manasik haji yang digunakan sebagai bekal untuk melaksanakan ibadah haji.

  • Kemampuan Umum Yang Bersifat Eksternal

Kemampuan umum yang bersifat eksternal yang hendaknya harus dipenuhi oleh lingkungan negara dan pemerintah ialah mencakup antara lain peraturan perundang – undangan yang berlaku, keamanan dalam perjalanan, fasilitas, transportasi dan hubungan antar negara baik multilateral maupun bilateral antara pemerintah Indonesia dengan kerajaan Arab Saudi. Dengan terpenuhinya kemampuan personal dan kemampuan umum yang bersifat eksternal, maka perjalanan untuk menunaikan ibadah haji dapat terlaksana dengan lancar.

  1. Merdeka

Merdeka yang dimaksud ialah memiliki kuasa atas dirinya sendiri yakni tidak berada dalam kekuasaan seseorang seperti budak dan hamba sahaya. Bagi seseorang yang tidak merdeka tetapi memiliki kesempatan untuk menunaikan ibadah haji, maka hukum hajinya sama dengan anak yang belum baligh. Akan tetapi sah dan harus mengulangi Kembali ketika ia sudah merdeka dan mencukupi syarat untuk melaksanakannya.

Baca Artikel Lainnya :  Haji Furoda Itu Apa

Deretan Tempat Bermakna di Tanah Suci

Sahabat Haji Plus dan umat muslim di penjuru dunia tentu telah mengerti bahwasannya Tanah Suci merupakan tanah yang penuh sejarah akan makna. Karena penuh sejarah serta makna yang terkandung, pastinya tak lepas dari bagian yang bersejarah pada masa lampau. Di Tanah Suci ini terdapat bagian bersejarah yang tentunya sangat istimewa bagi setiap umat muslim yang melihatnya. Apa saja bagian bersejarah yang mengandung makna yang dalam bagi umat muslim? Yuk simak informasi di bawah ini.

  1. Masjid Jawatha

Bagian bersejarah di Mekkah selanjutnya ialah Masjid Jawatha. Masjid Jawatha berada di desa Al-Kilabiyah tepatnya di sebelah timur laut provinsi Jautha, Saudi Arabia. Meskipun jauh dari lokasi Tanah Suci, akan tetapi Masjid Jawatha ini memiliki keistimewaan. Masjid Jawatha ini telah  dikenal bersejarah karena pernah dijadikan tempat menyimpan Hajar Aswad. Pada waktu itu, Hajar Aswad pernah dicuri dari Mekkah oleh Kaum Qarmatians. Setelah Hajar Aswad didapatkan kembali oleh kaum Muslimin, batu tersebut akhirnya disimpan selama 22 tahun di Masjid Jawatha. Hal tersebutlah yang menjadi latar belakang masjid Jawatha ini menjadi bagian bersejarah umat muslim. Saat ini, meski struktur asli bangunan ini sudah rapuh, namun masih banyak jamaah yang berkunjung ke sana.

  1. Menara Abraj Al Bait

Menara Abraj Al Bait merupakan sebuah bangunan yang terletak di Kota Mekkah yang juga merupakan menara jam yang terdapat di Kompleks Abraj Al Bait. Menara ini memiliki tinggi 601 meter yang dipasang jutaan kaca mozaik dan terpancar keseluruh penjuru Mekkah. Menara Abraj Al Bait dikenal dengan Museum Menara Jam yang berisi edukasi mengenai alam semesta, galaksi, Matahari, Bulan juga Bumi serta metode menentukan waktu. Bagi Sahabat Haji Plus yang berencana untuk berangkat ke Tanah Suci, saat berada disana cobalah untuk mampir ke Menara Abraj Al Bait.

  1. Hijr Ismail

Hijr Ismail ialah bagian bersejarah yang terletak di Mekkah, tentunya hijr Ismail ini menyimpan sejarah beserta makna yang dalam. Banyak yang menyebut Hijr Ismail dengan bangunan tembok setengah lingkaran setinggi pundak. Hijr Ismail ini terletak di sebelah utara Ka’bah. Bangunan ini dibangun oleh orang Quraisy untuk merenovasi Ka’bah yang rusak dengan dana yang besar. Renovasi inilah yang menjadikan luas Ka’bah berkurang sementara luas Hijr Ismail bertambah. Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa Hijr Ismail ini memiliki keistimewaan. Salah satu keistimewaan Hijr Ismail merupakan salah satu tempat yang mustajab untuk memanjatkan doa. Hal ini ditandai meski tak masuk ke dalam rukun haji, namun banyak orang yang berdoa di Hijr Ismail. Oleh karena itu, saat Sahabat Haji Plus sudah berada di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji, jangan lewatkan momen ini. Karena momen berdoa di Hijr Ismail ini memiliki keistimewaan tersendiri.

  1. Masjid Quba

Bagi sebagian Sahabat Haji Plus tentunya tak asing lagi perihal Masjid Quba. Masjid Quba adalah tempat ibadah pertama umat Islam yang dibangun Nabi Muhammad saat beliau hijrah ke Madinah. Masjid Quba dibangun pada 1 Hijriah atau 622 Masehi di atas kebun kurma seluas 1200 meter persegi. Masjid Quba memiliki 3 pintu utama, dua pintu untuk masuk jamaah laki-laki, dan satu pintu untuk jamaah perempuan. Tempat ini memiliki keutamaan yakni siapapun yang mendatangi masjid ini dan salat di dalamnya, maka pahalanya sama seperti menjalankan ibadah umroh. Wah, luar biasa sekali bukan? Oleh karena itu, Saat Sahabat Haji Plus berkunjung ke Tanah Suci jangan lupa untuk mampir ke Masjid Quba ini.

  1. Pabrik Al Kiswah

Banyak yang tak mengetahui terkait kain hitam menjuntai yang menutupi Ka’bah ini bernama Kiswah. Kain ini umumnya selalu diganti setiap tanggal 9 Dzulhijjah ketika jamaah haji beribadah di Bukit Arafah. Nah, tentu kain Kiswah yang diganti setiap tahun itu memiliki pabrik di mana kain itu dibuat. Pabrik Kiswah yang terdapat di Kota Mekkah, berlokasi di Old Mekah Jeddah Road dan buka pada Sabtu, Senin, dan Rabu mulai jam 9 hingga 12 siang. Di dalamnya Sahabat Haji Plus sekalian dapat melihat proses kain Kiswah diproduksi mulai dari kain diwarnai, ditenun, didesain, dicetak, disulam, hingga masuk laboratorium dan Kiswa dirakit. Tertarik untuk mengunjunginya?

  1. Makam Al Baqi

Tempat bersejarah di Mekkah berikutnya ialah Makam Al-Baqi. Makam Al-Baqi ini adalah pemakaman bersejarah yang terletak di Madinah. Al-Baqi sendiri secara harfiah memiliki arti kebun pohon. Tempat ini mendapat banyak perhatian karena merupakan tempat dimakamkannya anak Nabi Muhammad bernama Ibrahim juga para sahabat nabi yang telah gugur. Makam Al-Baqi ini sudah mengalami dua kali pembongkaran yaitu pada 1806 dan 1926. Pembongkaran ini diprotes oleh Muslim Sunni dan Syiah sehingga diadakan rapat setiap tahun dan hari pembongkaran ini diperingati sebagai hari kesedihan bagi kaum Syiah.

  1. Masjid Bilal bin Rabbah

Tempat bersejarah di Mekkah yang juga tidak boleh terlewatkan adalah Masjid Bilal bin Rabbah. Masjid Bilal bin Rabbah ini merupakan salah satu objek ziarah yang letaknya sangat dekat dengan Masjid Nabawi. Dinamakan Masjid Bilal bin Rabbah adalah karena konon katanya ini merupakan masjid yang menjadi tempat tinggal Bilal bin Rabbah selama di Madinah. Bilal bin Rabbah adalah Muadzin pertama yang memiliki kisah keteladanan tentang suatu perjuangan seorang budak pada zaman Nabi yang menjaga aqidah walau harus mempertaruhkan nyawa. Tentunya Sahabat Haji Plus tak asing bukan dengan Bilal Bin Rabbah? Seperti yang Sahabat Haji Plus ketahui bahwa Bilal Bin Rabbah ini dikenal dengan suara merdunya saat mengumandangkan Adzan. Oleh karena itulah, Bilal merupakan salah satu sosok yang dikenal istimewa dalam sejarah umat islam.

  1. Jabal Nur

Terletak di Kota Mekah, Jabal Nur merupakan salah satu tempat bersejarah di Mekkah yang sangat populer. Jabal Nur atau Gunung Cahaya ini memiliki sejarah Islam yang terkenal dalam gunung ini. Di puncak Jabal Nur, terdapat Gua Hira yang merupakan tempat Nabi Muhammad menerima wahyu dari Malaikat Jibril untuk pertama kalinya. Untuk mencapai Gua Hira, Sahabat Haji Plus yang ingin mengunjungi situs bersejarah ini harus jalan kaki atau hiking karena jalanan yang berbatu dan cukup kecil ukurannya. Wah, gimana nih Sahabat Haji Plus? Sudah mempersiapkannya belum? Oleh karena itulah, sebelum berangkat ibadah haji, Sahabat Haji Plus hendaknya sering berolahraga. Hal ini bertujuan agar tubuh Sahabat Haji Plus tidak kaget saat menjalani beberapa aktivitas fisik yang berat selama berada di Tanah Suci, Salah satunya saat mengunjungi Jabal Nur ini.

  1. Perpustakaan Mekkah Al – Mukarrammah

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa di Mekkah terdapat perpustakaan yang dikenal cukup istimewa. Pasalnya, perpustakaan ini tak sekedar bangunan perpustakaan pada umumnya. Melainkan, di balik bangunan perpustakaan ini menyimpan sejarah yang bermakna di masa lampau. Perpustakaan ini bernama Perpustakaan Mekkah Al – Mukarrommah yakni tempat bersejarah di Mekkah. Lokasi perpusatkaan Mekkah Al- Mukarrommah ini terletak di sebelah timur Masjidil Haram. Perpustakaan ini spesifiknya tepat di sebelah timur area Sa’i. Pada bangunan perpustakaan tersebut tertulis Maktabah Makkah Al Mukarammah yang berarti Perpustakaan Mekkah Al Mukarramah. Bangunan perpustakaan ini dipercaya sebagai tempat tinggal Nabi Muhammad SAW. Penampakan dari luar gedung terdapat foto-foto yang menggambarkan suasana dan kondisi di dalam perpustakaan. Tentunya perpustakaan ini tak jauh berbeda pada perpustakaan pada umumnya. Hanya saja, perpustakaan Al – Mukarrommah ini menyimpan sejarah yang tak dimiliki oleh perpustakaan lain. Nah, karena perpustakaan ini berbeda dengan perpustakaan pada umumnya, Sahabat Haji Plus bisa coba untuk berkunjung pada saat berada di Tanah Suci.

Baca Artikel Lainnya :  Paket Haji Visa Furoda di Jakarta

Demikianlah sekilas informasi mengenai Biaya naik haji tanpa antri yang dapat menjadi bekal Sahabat Haji Plus sebelum mendaftar ke jasa travel haji. Semoga, segala informasi yang disuguhkan dapat bermanfaat bagi Sahabat Haji Plus dalam rangka persiapan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *