Berikut Harga Haji Furoda dan Haji Plus Terbaru

Berikut Harga Haji Furoda dan Haji Plus Terbaru

Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa biaya untuk melaksanakan ibadah haji selalu mengalami kenaikan tiap tahunnya. Oleh karena itu, bagi Sahabat Haji Plus yang berkeinginan untuk segera menginjakkan kaki di Tanah Suci hendaknya Sahabat Haji Plus mulai untuk persiapan mendaftar ibadah haji. Sahabat Haji Plus tentunya tak lagi asing bahwa pelaksanaan ibadah haji terdapat beberapa paket yang dapat Sahabat Haji Plus pilih. Pastinya dari beberapa paket yang ada terdapat perbedaan, mulai dari segi harga serta fasilitas yang didapatkan nantinya. Sahabat Haji Plus dapat memilih dan menyesuaikan dengan budget yang dimiliki oleh Sahabat Haji Plus. Apabila Sahabat Haji Plus memiliki budget yang cukup dan berkeinginan untuk melaksanakan ibadah haji tanpa menunggu waktu tunggu keberangkatan yang lama, Sahabat Haji Plus dapat memilih Paket Haji Plus dan Furoda yang telah disediakan oleh Travel Haji Khusus. Perihal Biaya Haji Plus dan Khusus Furoda terdapat selisih harga yang dapat Sahabat Haji Plus sesuaikan dengan budget yang sudah dimiliki. Berikut Harga Haji Furoda dan Haji Plus Terbaru bagi Sahabat Haji Plus yang hendak mendaftar pelaksanaan haji, simak berikut ini ya!

Ada Kesempatan Berhaji, Mendahulukan Orang Tua Atau Diri Sendiri?

Dari banyaknya destinasi yang ada di muka bumi ini, Tanah Suci masih menjadi destinasi impian bagi umat muslim di seluruh penjuru negeri. Karena berkunjung ke Tanah Suci dan melaksanakan haji menjadi salah satu tujuan umat muslim untuk menyempurnakan rukun islam yang kelima. Terlebih di Tanah Suci yakni kawasan Makkah dan Madinah merupakan lokasi yang erat akan sejarah perjuangan yang dilingkupi dengan keberkahan. Tentunya keinginan untuk pergi berhaji ini tak hanya keinginan sebatas cita – cita diri sendiri saja, namun juga menyertakan seseorang yang bermakna dalam hidup Sahabat Haji Plus seperti orang tua misalnya. Sebagian besar Sahabat Haji Plus pastinya berkeinginan untuk dapat melaksanakan ibadah haji dengan mengajak orangtua kan? Akan tetapi, perasaan dilema hadir pada saat budget yang Sahabat Haji Plus miliki hanya cukup untuk menghajikan diri sendiri. Satu sisi diri sendiri belum pernah melaksanakan ibadah haji dan masih memiliki beban untuk menyempurnakan rukun islam yang kelima tersebut. Namun, disisi lain ingin membahagiakan orangtuanya dengan memberangkatkannya ibadah haji. Apabila berada dalam kondisi seperti ini, manakah yang lebih diutamakan? Mendahulukan haji untuk diri sendiri ataukah memberangkatkan orangtua?

Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa dalam khazanah fiqih madzhab Syafi’i seseorang yang memiliki kemampuan fisik dan finansial berkewajiban untuk melaksanakan ibadah haji. Namun, ia tak diharuskan untuk melaksanakan haji secepatnya, boleh diutnda di tahun berikutnya dengan syarat adanya tekad yang kuat untuk melaksanakannya dan tak ada dugaan kegagalan dikarenakan suatu hal. Oleh karena itu, dalam konteks ini diperbolehkan saja bagi Sahabat Haji Plus memilih salah satu apabila bimbang diantara dua pilihan antara haji untuk diri sendiri ataukah memberangkatkan orangtua. Menurut Syekh Ibnu Hajar Al – Haitami menyatakan bahwasannya “Haji dan umrah (kewajibannya) bisa ditunda dengan syarat tekad yang kuat mengerjakannya dan tak menjadi sempit dengan nadzar, kekhawatiran lumpuh atau rusaknya harta dengan sebuah tanda – tanda meski lemah, sebagaimana yang dipahami dari ucapan para ulama : tidak boleh mengakhirkan kewajiban yang dilapangkan kecuali menduga kuat bisa melakukannya. Atau (kewajiban haji dan umrah menjadi sempit) dengan status qadha dikarenakan ia merusaknya”. (Syekh Ibnu hajar al – Haitami, Tuhfah al – Muhtaj Hamisy Hasyiyah al – Syarwani, Maktabah al – Tijariyyah al – Kubra, Juz 4 hal 4 -5).

Akan tetapi, apabila dilihat dari segi pertimbangan keutamaan, yang lebih baik dilakukan Sahabat Haji Plus ialah mendahulukan haji untuk diri sendiri. Hal ini karena mendahulukan orang lain dalam urusan ibadah ialah makruh. Dalam sebuah hadis kaidah fiqih menyatakan bahwasannya “Mendahulukan orang lain dalam ibadah adalah makruh dan di dalam urusan lain disunnahkan.” Berkaitan dengan kaidah tersebut, Syekh Izzuddin bin Abdissalam sebagaimana dikutip al – imam al – Suyuthi bahwasannya “Tidak baik mendahulukan orang lain di dalam ibadah – ibadah, maka tak baik mendahulukan dalam urusan air bersuci, menutup aurat dan shaf awal. Sebab tujuan ibadah – ibadah ialah mengagungkan Allah Swt. Barangsiapa yang mendahulukan orang lain di dalam urusan tersebut, maka sungguh ia telah meninggalkan pengagungan kepada Allah Swt.” (al – Imam al – Suyuthi, al – Asybah wa al – Nazhair, Dar al – Kutub al – Ilmiyyah hal 180).

Baca Artikel Lainnya :  Pengertian Rukun Haji dan Waktu Pelaksanaan nya

Memilih untuk mendahulukan ibadah haji untuk diri sendiri juga dilakukan atas dasar menjaga perbedaan pendapat ulama yang menyatakan kewajiban haji ialah segera, tak boleh ditunda dan bahkan ini ialah pendapat tiga imam Madzhab al – arbaah selain Imam Syafii. Syekh Ibnu Quddamah menyatakan bahwa “barangsiapa yang lalai atas pelaksanaan ibadah haji hingga wafat, maka dikeluarkan dari seluruh hartanya untuk melaksanakan haji dan umrah atas namanya.” Detail dari persoalan tersebut ialah bahwa seseorang yang berkewajiban melaksanakan ibadah haji dan mungkin baginya untuk melaksanakan, maka diwajibkan untuk segera melaksanakannya dan tak boleh mengakhirkannya. Dapat diambil kesimpulan bahwasannya mendahulukan pelaksanaan ibadha haji untuk diri sendiri dalam konteks ini bukan berarti suul adab kepada orangtua. Akan tetapi, kewajiban berangkat haji untuk diri sendiri dan berbakti kepada orangtua bukanlah menjadi hal yang harus dipertentangkan. Hal ini karena seorang anak tetap bisa berbakti kepada orangtuanya yang berada di Tanah Air pasti senang dengan hal tersebut. Apabila Sahabat Haji Plus memiliki kemampuan finansial berlebih, Sahabat Haji Plus dapat mengajak orangtua bersama – sama untuk melaksanakan ibadah haji. Paket Haji Plus

Hal Yang Diperbolehkan Saat Berihram

Pada saat Sahabat Haji Plus hendak melaksanakan ibadah haji, sudah semestinya Sahabat Haji Plus memahami hal apa saja yang diperbolehkan pada saat berihram. Hal ini tentunya amat penting untuk Sahabat Haji Plus pahami, supaya pelaksanaan ibadah haji yang Sahabat Haji Plus lakukan dapat berjalan dengan lancar. Kira – kira hal apa saja yang diperbolehkan pada saat berihram? Berikut lebih jelasnya.

  1. Mandi dan Mengganti Pakaian Ihram

Diketahui bahwa Abu Ayyub Al Anshari radhiallahu anhu suatu kali pernah ditanya oleh Abdullah bin Hunain yang diutus oleh ibnu Abbas radhiallahu anhu anhumma untuk menanyakan apakah Rasulullah Saw membasuh kepalanya pada saat beliau dalam keadaan berihram? Maka Abu Ayyub meletakkan tangannya di sebuah kain dengan mengibaskannya hingga nampak kepalanya, kemudian dia berkata kepada seseorang “tuangkanlah air”. Kemudian dituangkan air di kepalanya dan menggerak – gerakkan kepala dengan kedua tangannya ke depan dan ke belakang. Lalu ia berkata “Demikianlah aku menyaksikan Rasulullah Saw melakukannya.” Berdasarkan riwayat ini menunjukkan bahwa pada saat berihram diperbolehkan untuk mandi.

  1. Menggaruk Kepala dan Badan

Diketahui bahwa ummul mukminin Aisyah radhiallahu anha pernah ditanya mengenai seseorang yang menggaruk badannya pada saat berihram. Lalu ia menjawab “garuklah dan boleh secara keras.”(HR. Malik no. 803).

Berdasarkan Imam An Nawawi bahwasannya “Adapun mengenai menggaruk kepala bagi orang yang sedang berihram, maka aku tak menemukan perbedaan pendapat mengenai bolehnya melakukan hal tersebut, hanya saja sebagian ulama mengatakan bahwa hendaknya melakukan secara perlahan agar rambutnya tak sampai rontok”. (Al Majmu’ 7/263)

  1. Melakukan Bekam, Walaupun Harus Mencukur Sebagian Rambut

Menurut riwayat hadits Ibnu Buhainah radhiallahu anhu ia berkata bahwasannya “Nabi Muhammad Saw melakukan bekam pada saat ebliau berihram di Lahyi Jamal yakni sebuah tempat di jalan menuju Makkah – di tengah kepala beliau.” (HR. Bukhari no. 1836, Muslim no. 1203)

Berdasarkan hadist tersebut bisa Sahabat Haji Plus pahami apabila seorang jemaah haji melakukan bekal di bagian kepala atau bagian lainnya dan apabia dia harus mencukur rambut yang diperlukan untuk proses bekam, maka hal tersebut diperbolehkan.

  1. Mencium Wewangian

Mencium wewangian ini diperbolehkan apabila dianggap perlu dan bukan dalam rangka untuk menikmatinya. Berdasarkan riwayat dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu, dia berkata bahwasannya “Seseorang yang berihram masuk ke kamar kecil, kemudian dia mencabut gigi gerahamnya, mencium wewangian dan apabila kukunya patah maka hendaknya ia membuangnya.” Dan ia juga mengatakan bahwa “Buanglah darimu segala sesuatu yang mengganggu, sesungguhnya Allah tidak membuat sesuatu dengan gangguan kalian.” (HR. Al Baihaqi 5/62 – 63).

  1. Menjuntaikan Kerudung Dari Bagian Kepala Hingga Wajah

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa pada saat berihram, wanita dilarang untuk mengenakan niqab atau cadar dan seluruh jenis dengannya. Akan tetapi, wanita diperbolehkan untuk menjuntaikan kerudungnya dari atas kepala hingga ke wajahnya pada saat ada lelaki asing yang melewatinya. Hal ini sejalan dengan hadits dari ummul mukminin Aisyah radhiallahu anha, ia berkata bahwasannya “Sekelompok orang lewat di depan kami pada saat kami sedang ihram bersama Nabi Muhammad Saw. Apabila mereka mendekat, maka setiap orang dari kami menjuntaikan kain jilbab dari atas kepala hingga wajah. Apabila mereka telah pergi, maka kami membuka kembali wajah kami.” (HR. Ahmad 6/30, Abu Dawud no. 1833)

  1. Berteduh Dibawah Pohon, Menggunakan Payung Atau Dalam Kendaraan

Perlu Sahabat Haji plus ketahui abhwa berteduh dibawah pohon, menggunakan payung atau berada dalam kendaraan merupakan hal yang diperbolehkan pada saat berihram. Hal ini karena tak ada larangan, sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Ummu Hushain radhiallahu anha, dia berkata bahwasannya “Aku melakukan haji bersama Rasulullah Saw yakni pada haji wada’ (perpisahan). Kemudian aku melihat Usamah dan Bilal dan salah satu dari keduanya mengambil tali kendali hewan tunggangannya. Lalu yang satunya lagi mengangkat bajunya untuk berteduh di terik matahari hingga melempar jumrah Aqabah.” (HR. Muslim no. 1298, Abu Dawud no. 1834, Ahmad no. 25998 dan Al Baihaqi 5/69) 

  1. Membunuh Binatang Yang Menyakiti

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa Nabi Muhammad Saw telah mengajarkan lima jenis binatang untuk dibunuh dalam keadaan halal (tidak berihram) dan saat berihram. Berdasarka hadits riwayat Aisyah radhiallahu anha bahwa Nabi Muhammad Saw pernah bersabda bahwa “Lima jenis binatang yang (fasiq) dianjurkan dibunuh dalam kondisi halal (tidak ihram) dan ihram ialah gagak, burung elang, kalajengking, tikus serta anjing buas.” (HR. Bukhari no. 1829, Muslim no. 1198).

  1. Menyisir Rambut

Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa Nabi Muhammad Saw pernah memerintahkan kepada ummul mukminin Aisyah radhiallahu anha sembari berkata “lepaskankah rambutmu dan sisirlah.” (HR. Bukhari no. 316, Muslim no. 1211), Melalui hadis tersebut diketahui bahwa hal ini diperbolehkan apabila meyakini bahwa tak ada rambut yang akan jatuh. Adapun jika tak meyakininya, maka dalam hal ini terdapat perselisihan pendapat dan ijtihad. Akan tetapi, pendapat yang lebih kuat adalah “boleh” karena tak ada dalil yang melarangnya.

Baca Artikel Lainnya :  Haji Plus 2023 Langsung Berangkat

Sekilas Tentang Fidyah Berhaji Yang Perlu Dipahami

Dalam kutipan surat Al – Baqarah ayat 196 disebutkan bahwasannya seseorang yang sedang melaksanakan ibadah haji kemudian sakit atau terdapat gangguan di kepala lalu dia bercukur, maka seseorang tersebut diwajibkan untuk membayar fidyah. Fidyah memiliki arti tebusan. Berdasarkan KH. Ahmad Chodri Romli mengatakan bahwa di kamus Al – Munjid disebutkan fidyah merupakan sesuatu yang diberikan berupa harta untuk membebaskan si pemberi atau sesuatu yang diberikan karena Allah Swt. Pelaksanaan Fidyah dilakukan sebagaimana pengganti atas kekurangan dalam ibadah yang dijalani. Hal inilah yang membedakan ibadah haji dengan ibadah lainnya. Pada pelaksanaan ibadah haji jika terdapat pelanggaran atau pelaksanaan rangakaian yang tertinggal, maka bisa diganti dengan fidyah atau dalam konteks ini dikenal dengan dam. Hal ini kecuali rukun – rukun dalam pelaksanaan haji yang tak bisa diganti dengan dam. Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa fidyah dalam konteks pelaksanaan ibadah haji wajib dilaksanakan apabila melakukan larangan yang sebenarnya tak boleh dilakukan atau meninggalkan kewajiban dalam ibadah haji.

Kemudian, Sahabat Haji Plus hendaknya memahami bahwa terdapat beberapa macam fidyah. Macam – macam fidyah yang pertama ialah seseorang melanggar berbagai larangan berihram tanpa ada kepentingan apapun. Dalam hal itu, seseorang tersebut wajib membayar fidyah. Kemudian yang kedua ialah melanggar larangan ihram yang tergolong organ seperti mengenakan gamis. Dalam hal ini, seseorang tersebut wajib untuk membayar fidyah. Dan yang terakhir ialah membayar fidyah karena melanggar larangan – larangan berihram karena ada alasan atau halangan. Misalnya karena lupa, maka dalam hal ini yang bersangkutan tak berdosa dan tak wajib membayar fidyah. Haji Plus

Inilah Berbagai Macam Amalan di Hari Arafah

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa hari Arafah merupakan salah satu hari yang paling penting dalam proses pelaksanaan ibadah haji. Karena di hari arafah atau bertepat pada tanggal 9 Dzulhijjah, jutaam umat muslim akan berkumpul untuk melakukan wukuf di padang Arafah. Di saat ini pula Allah Swt membanggakan hambaNya yang berkumpul di Padang Arafah kepada para malaikat. Tak hanya itu, ada hal yang istimewa dari keutamaan hari arafah ini yakni tak hanya berlaku bagi yang melaksanakan ibadah haji saja. Namun, bagi Sahabat Haji Plus yang masih belum berkesempatan untuk melaksanakan ibadah haji dapat pula melakukan berbagai amalannya yang berbuah pahala. Oleh karena itu, hendaknya Sahabat Haji Plus dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk melaksanakan berbagai amalan yang sekiranya dapat Sahabat Haji Plus lakukan. Pastinya akan amat disayangkan apabila amalan yang berbuah pahala ditinggalkan begitu saja kan? Bagi Sahabat Haji Plus yang ingin mengetahui berbagai amalan di hari Arafah yang dapat dilakukan, Sahabat Haji Plus dapat menyimak informasi setelah ini. Apa saja amalan yang bisa Sahabat Haji Plus lakukan di hari arafah? Berikut lebih jelasnya.

  1. Dzikir yang Dibaca Saat Hari Arafah

Bagi umat muslim, hari arafah merupakan hari yang amat istimewa. Karena di hari arafah terdapat berbagai amalan yang dapat Sahabat Haji Plus lakukan untuk memanen pahala dan menghapus dosa yang telah lalu. Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa terdapat sebuah amalan yang dapat Sahabat Haji Plus amalkan mulai dari harini, salah satunya ialah dengan mengucap kalimat tahlil. Rasulullah Saw bersabda bahwasannya “Sebaik – baik doa merupakan doa pada hari Arafah. Dan sebaik – baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku ialah ucapan : Laa Ilaha Illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli sya-in qodiir (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, MilikNya segala kerajaan, segala pujian dan Allah menguasai segala sesuatu).” (HR. Tirmidzi no. 3585) 

  1. Berdoa Dengan Sebaik – baiknya Doa

Sebagai umat muslim, pastinya Sahabat Haji Plus berkeinginan untuk merasakan syahdunya beribadah di Tanah Suci. Hal ini karena banyak sekali keistimewaan yang akan Sahabat Haji Plus rasakan saat berada di Tanah Suci. Salah satu istimewanya dalam pelaksanaan ibadah haji ialah pada pelaksanaan wukuf di padang arafah yang dimana doa akan dikabulkan oleh Allah Swt apabila Sahabat Haji Plus berdoa disana. Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa Nabi Muhammad bersabda bahwasannya “Sesungguhnya Allah Swt memberikan banyak anugerah kepada orang – orang yang wukuf di Arafah sembari membanggakan mereka di hadapan para malaikat dan berfirman : Wahai para malaikatku, lihatlah kepada para hambaku yang lusuh penuh dengan debu, mereka menghadap kepadaku dari segala penjuru yang jauh. Maka aku saksikan kepada kalian bahwa aku telah mengabulkan doa mereka, memberikan harapan mereka, memberikan orang yang berlaku baik pada mereka dan aku telah memberikan kepada orang – orang yang berbuat baik kepada mereka segala apa yang mereka minta padaku selain hal – hal yang masih bersangkutan diantara mereka.” (HR. Abu Ya’la)

  1. Melakukan Berbagai Amalan Sunnah

Seperti yang Sahabat Haji plus ketahui sebelumnya bahwa pada hari arafah terdapat jutaan jemaah haji yang akan datang ke padang arafah untuk melakukan wukuf. Pelaksanaan wukuf inilah yang disebut dengan tahap dari puncaknya ibadah haji yakni wukuf di hari sebelum hari raya Idul Adha. Bagi Sahabat Haji Plus yang belum berkesempatan untuk menunaikan ibadah haji, Sahabat Haji Plus dapat melakukan berbagai amalan sunnah seperti melakukan puasa arafah dan dzikir.

  1. Melakukan Puasa Arafah

Tampaknya Sahabat Haji Plus mengerti bahwa terdapat hari – hari baik untuk berpuasa. Salah satu hari baik untuk berpuasa ialah pada saat hari arafah. Karena pada hari arafah terdapaat ampunan yang diberikan Allah Swt bagi hambaNya yang berpuasa. Pada hari ini pula para setan akan merasa geram karena banyaknya ampunan yang dilimpahkan oleh Allah Swt bagi umat islam. Oleh karena itu pada saat hari arafah yakni pada tanggal 9 Dzulhijjah, Sahabat Haji Plus dapat berpuasa untuk mendapatkan ampunan dosa setahun yang lalu serta mendapat penjagaan dari dosa di setahun yang akan datang.

Baca Artikel Lainnya :  Biaya Haji Plus 2021 dalam Rupiah

Berikut Harga Haji Furoda dan Haji Plus Terbaru yang dapat menjadi tambahan informasi bagi Sahabat Haji Plus yang mempersiapkan untuk mendaftar ibadah haji. Semoga keinginan Sahabat Haji Plus untuk segera berangkat dan menunaikan ibadah haji dapat segera terlaksana dengan lancar ya. Aamiin yaa rabbal  ‘alamin..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *