Berapakah Biaya Haji Plus dalam Rupiah? berikut info lengkapnya

Berapakah Biaya Haji Plus dalam Rupiah? berikut info lengkapnya

Berapakah Biaya Haji Plus dalam Rupiah? berikut info lengkapnya

Setiap orang pastinya memiliki keinginan yang berusaha untuk digapai semaksimal mungkin dengan mengerahkan seluruh upaya demi membuktikan kesungguhan atas apa yang diinginkannya. Begitupun dengan umat muslim yang ingin menunaikan ibadah haji. Tak sedikit umat muslim yang berkeinginan untuk menyempurnakan rukun islam yang kelima ini dengan cara menabung terlebih dahulu. Tak tanggung – tanggung terkait kurun waktu menabungnya, mulai dari satuan tahun dan bahkan belasan tahun. Ini semua tentunya demi mewujudkan keinginannya untuk dapat pergi menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Memang seperti itulah saat ingin pergi berhaji, Sahabat Haji Plus hendaknya menyiapkan biayanya untuk mendaftar haji, agar memeproleh nomor porsi haji dan dapat segera berangkat ke Tanah Suci. Bagi Sahabat Haji Plus mungkin ada yang bertanya terkait berapakah biaya yang dibutuhkan untuk mendaftar haji? Jawabannya ialah disesuaikan dengan budget Sahabat Haji Plus sekalian. Bagi Sahabat Haji Plus yang memiliki budget yang cukup dan enggan untuk menunggu waktu tunggu keberangkatan yang lama, Sahabat Haji Plus dapat mendaftar program Haji Plus. Haji Plus menjadi sebuah pilihan yang tepat bagi Sahabat Haji Plus yang menginginkan segera menunaikan ibadah haji tanpa menunggu waktu yang lama. Terkait Biaya Haji Plus, Sahabat Haji Plus dapat tanyakan langsung pada jasa Travel Haji Plus yang dipilih. Untuk informasi lebih lanjut terkait Berapakah Biaya Haji Plus dalam Rupiah? berikut info lengkapnya.

Informasi Lengkap Biaya Haji Plus

Bagi sahabat Haji Plus yang memiliki budget yang lebih serta enggan untuk menunggu lama dalam hal keberangkatan ibadah haji, program haji plus ini merupakan pilihan yang tepat. Program Haji Plus ini merupakan salah satu rekomendasi yang tepat untuk dipilih oleh Sahabat Haji Plus sekalian. Mengapa demikian? Karena Haji Plus merupakan program haji yang diselenggarakan oleh para agen travel haji yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Perbedaannya dengan haji regular terdapat pada biaya, cara pembayaran serta fasilitas yang akan di dapatkan. Haji Plus ini sangat recommended sekali bagi Sahabat Haji Plus yang enggan untuk menunggu keberangkatan dalam jangka waktu yang lama. Karena dengan mendaftar sebagai calon jamaah Paket Haji Plus, Sahabat Haji Plus akan memiliki waktu tunggu keberangkatan yang relative lebih singkat dibandingkan dengan program haji regular. Waktu tunggu keberangkatan yang dibutuhkan hanya sekitar 6  sampai 8 tahun saja. Tentu lebih cepat bukan? Karena waktu tunggu keberangkatan lebih cepat dibandingkan program haji regular, maka tak heran apabila harga yang dibandrol untuk program haji plus lebih tinggi dibandingka dengan haji regular. Harga yang sahabat Haji Plus perlu siapkan ialah mencapai 3 kali lipat dari harga program haji regular. Meskipun harganya lebih tinggi dibandingkan dengan haji regular, tak perlu diragukan lagi akan kualitas pelayanan serta fasilitas yang akan diberikan kepada calon jamaah haji plus sekalian. Teruntuk Sahabat Haji Plus yang hendak mempersiapkan biaya untuk program Haji Plus, dana yang hendaknya dipersiapkan ialah sebesar 9000 USD. Biaya sebesar 9000 USD jika dalam rupiah ialah setara dengan 132 juta rupiah. Biaya sebesar tersebut tentunya tak masalah bagi Sahabat Haji Plus yang hendak berencana untuk segera melaksanakan ibadah haji dan enggan menunggu waktu keberangkatan yang lama. Dengan harga tersebut itulah, Sahabat Haji Plus telah dipastikan akan nyaman selama berada di perjalanan serta pada saat pelaksanaan ibadah haji. Wah.. tentu menyenangkan sekali bukan? Nah, bagi Sahabat Haji Plus yang hendak mendaftar, yuk segera daftarkan diri. 

Rangkaian Kegiatan Saat di Masjidil Haram

  1. Merencanakan Perjalanan Selepas Shalat Subuh

Sahabat Haji Plus dapat memulai aktivitas ibadah di Masjidil Haram dimulai berangkat pada saat selesai shalat Subuh. Pastikan bahwa diri Sahabat Haji Plus telah mandi dan dalam keadaan kondisi suci serta gunakan wewangian secukupnya. Bagi Sahabat Haji Plus yang hendak merencanakan keberangkatan disarankan untuk berangkat sebelum jam tiga pagi dari hotel. Selain itu bawalah bekal secukupnya, plastik pembungkus sandal, botol minum dan makanan kecil. Semuanya masukkan ke dalam tas, selain tas identitas yang selalu melekat jemaah. Selanjutnya, buatlah rombongan yang berjumlah 4 hingga 6 orang. Hal ini bertujuan untuk menghindari kehilangan arah jalan atau tersesat.

Sebisa mungkin Sahabat Haji Plus tak bepergian sendirian dalam berbagai aktivitas di luar hotel. Rombongan ini juga berfungsi untuk saling mengingat jalan pulang. Pada saat berada di lokasi tujuan hendaknya Sahabat Haji Plus tak perlu berdesak-desakan.  Sebaiknya Sahabat Haji Plus mematuhi tata tertiblah pada antrian, tertib naik, dan turun. Apabila Sahabat Haji Plus mengalami kerepotan saat naik ataupun turun dari bus, mintalah bantuan kepada petugas yang berjaga setiap saat. Dalam kondisi pada umumnya, waktu tempuh dari halte ke Masjidil Haram hanya 15 sampai 20 menit. Sesampai di terminal, hendaknya Sahabat Haji Plus turun dengan tertib dan berhati – hati. Setelah iitu, perhatikan bahwa rombongan tadi dan pastikan tak terlepas. 

  1. Saat Menuju dan Sesampainya di Masjid

Pada saat Sahabat Haji Plus berjalan menuju masjid. Apabila selama perjalanan wudhu yang Sahabat Haji Plus jaga tersebut batal, maka segeralah ambil wudhu di area bawah tanah. Hendaknya pastikan terlebih dahulu bahwa rombongan tetap menunggu dan Sahabat Haji Plus tak diperkenankan beraktivitas sendirian. Saat memasuki masjid, bungkuslah sandal Sahabat Haji Plus dengan plastik yang telah dibawa tadi serta pastikan dan ingat nomor pintunya. Hal ini merupakan salah satu poin yang penting agar Sahabat Haji Plus tak tersesat saat keluar nanti. Sebisa mungkin, Sahabat Haji Plus menyimpan sandal ditempat yang aman dan jangan lupa untuk mencatat nomor rak. Setelah itu, carilah tempat nyaman yakni setidaknya bukan jalur lalu lalang jamaah agar tak mengganggu konsentrasi ibadah.

Setelah itu, lakukan shalat sunah sebanyak dua rakaat atau lebih. Selebihnya lanjut dengan dzikir atau membaca Alquran. Jika tak penting, hendaknya Sahabat Haji Plus menghindari bicara dengan sesama jamaah karena akan mengganggu jamaah haji lainnya yang sedang beribadah. Apabila Sahabat Haji Plus wudhunya batal, sebaiknya segeralah keluar ke tempat wudhu dengan ditemani satu orang. Perlu diingat bahwa jangan keluar sendirian karena dikhawatirkan lupa jalan kembali ke tempat semula.

  1. Merencanakan Pelaksanaan Thawaf

Saat Sahabat Haji Plus selesai melaksanakan shalat subuh sebaiknya tak perlu untuk terburu keluar. Karena Sahabat Haji Plus hendaknya menunggu sebentar sembari area thawaf longgar dan bila masih tersisa tenaga lakukanlah thawaf sunnah. Hal ini tak wajib, melainkan hanya pilihan apabila tenaga Sahabat Haji Plus masih memungkinkan. Suasana pagi cukup nyaman untuk thawaf, dikarenakan matahari belum memacarkan teriknya. Seusai thawaf mampirlah ke air zamzam untuk minum sejenak dan nikmati kesegarannya untuk memulihkan tenaga Sahabat Haji Plus sekalian. Sekitar pukul delapan, Sahabat Haji Plus dapat keluar dari masjid dan berjalan menuju terminal. Pada umumnya jam tersebut meskipun tak kosong, suasana terminal tentunya tak terlalu padat. Sehingga Sahabat Haji Plus tak perlu antri untuk naik bus. Sebaiknya, Sahabat Haji Plus memastikan naik bus sesuai nomor tujuan hotel. Sesampainya di hotel, Sahabat Haji Plus hendaknya istirahatlah dengan maksimal. Sahabat Haji Plus dapat menggunakan waktu istirahat hingga waktu dhuhur tiba. Saat waktu dhuhur tiba, hendaknya Sahabat Haji Plus tak perlu memaksa diri untuk pergi ke Masjidil Haram. Kunjungi masjid di area hotel saja sembari mengenal lingkungan.

  1. Waktu Shalat Jum’at

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa waktu shalat jumat, kondisi di Masjidil Haram sangatlah padat. Bahkan untuk Sahabat Haji Plus mendapatkan shaf dalam masjid, Sahabat Haji Plus harus tiba sebelum jam sepuluh pagi. Selama berada di Mekkah, hendaknya Sahabat Haji Plus melaksanakan shalat jumat di Masjidil Haram cukup sekali saja, sisanya gunakan masjid sekitar hotel. Selesai shalat dhuhur, Sahabat Haji Plus dapat kembali ke hotel dan makan siang yang sudah disiapkan. Jangan menunggu lapar atau lewat jam makan, karena catering berpotensi basi. Selepas makan siang, hendaknya Sahabat Haji Plus melakukan aktivitas mencuci baju atau membersihkan kamar. Menjelang jam dua, bersiaplah untuk shalat ashar di Masjidil Haram.

Kemudian selanjutnya, lakukan seperti halnya saat jelang shalat subuh. Setelah itu, bawa bekal secukupnya. Sebisa mungkin Sahabat Haji Plus disarankan untu tetap berada di masjid hingga usai shalat Isya. Selama di masjid, perbanyaklah doa dan ibadah lainnya seperti shalat sunnah dan membaca Alquran. Setelah itu, keluar dari masjid sekitar jam sembilan apabila sekiranya masih padat juga Sahabat Haji Plus tak perlu tergesa. Di terminal biasanya masih relatif padat. Untuk menjaga ketertiban sesama jamaah sebaiknya jangan rebutan pada saat naik bus. Sesampainya di hotel, makan malam dan istirahat. Setelah itu, Sahabat Haji Plus dapat bangun sekitar jam dua untuk melaksanakan shalat tahajud. Lakukan aktivitas secara rutin agar tak terkesan membosankan dan Sahabat Haji Plus dapat membuat variasi aktivitas lain. Misalnya berkunjung ke wisata religi dan kunjungan ke Museum Masjidil Haram yang letaknya tak jauh dari kota Mekah. Biaya Haji Plus

Hindari Beberapa Hal Ini Saat Pelaksanaan Haji

  1. Desak-Desakan Mencium Hajar Aswad

Sahabat Haji Plus mungkin telah mengetahui bahwasannya Hajar Aswad adalah batu yang berwarna hitam yang terletak di sudut Ka’bah. Di titik inilah banyak jamaah haji yang selalu berkeinginan untuk mencium hajar aswad. Segala cara pun dilakukan agar bisa mencium hajar aswad yang telah diincarnya. Mulai dari dorong-dorongan, senggol – senggolan dan bahkan pertengkaran hebat. Padahal perlu diketahui bahwa sebenarnya mencium hajar aswad ini bukanlah rangkaian ibadah yang diwajibkan. Hendaknya Sahabat Haji Plus harus bisa menilai kondisi dan situasinya terlebih dahulu. Apabila situasi dan kondisi memang tidak memungkinkan, maka Sahabat Haji Pus tak perlu melakukannya.

  1. Tertular Penyakit

Hal ini sepertinya Sahabat Haji Plus telah mengetahui bahwasannya Sahabat Haji Plus harus waspada pada saat menjalankan pelaksanaan ibadah haji yakni tertular penyakit dari jamaah lain. Meskipun Sahabat Haji Plus merasa dalam keadaan sehat dan telah berupaya untuk menjaga kondisi tubuh dengan baik, akan tetapi Sahabat Haji Plus tak pernah tahu kapan penyakit tersebut dapat datang menghampiri.Karena bisa jadi seketika Sahabat Haji Plus tertular penyakit seperti flu, gatal – gatal dan sebagainya. Terlebih Sahabat Haji Plus selama berada di Tanah Suci selalu akan bertemu banyak orang dari penjuru dunia, tak hanya rombongan dari Indonesia saja. Nah, untuk mencegah penularan penyakit biasanya selain sebelum menjelang keberangkatan disarankan untuk melakukan vaksin, Sahabat Haji Plus juga disarankan untuk membawa multivitamin dan obat-obatan pribadi. Hendaknya tak terlewatkan juga bagi Sahabat Haji Plus untuk membawa masker.

  1. Waspada pencopetan

Perlu diketahui bahwa ternyata tak hanya Indonesia saja yang terdapat copet. Akan tetapi, di Tanah Suci pun terdapat copet, bahkan di dalam Masjid Nabawi pun Sahabat Haji Plus mempunyai kemungkinan bertemu pencopet. Biasanya pencopet tersebut mengincar tempat – tempat yang ramai dan dimana jamaah haji sedang lengah dan saling berdesakan. Hal ini dapat terjadi misalnya saat di toilet atau di tempat wudhu di saat para jamaah melepaskan barang – barang yang melekat di badannya. Cara agar Sahabat Haji Plus terhindar dari pencopetan ialah sebaiknya Sahabat Haji Plus tak membawa dompet ataupun perhiasan. Sahabat Haji Plus cukup membawa uang secukupnya saja, kemudian letakkan di dalam kantung yang tersembunyi. Dengan begitu, insyaallah Sahabat Haji Plus akan terhindar dari pencopetan.

  1. Pelecehan

Jangan dikira saat Sahabat Haji Plus berada di Tanah Suci semuanya berjalan dengan aman, tentu tidak. Karena seperti halnya di Indonesia bahwa di Tanah Suci pun terdapat pelecehan seksua. Peristiwa pelecehan seksual ini pun juga sering dialami oleh kaum perempuan yang menjadi jamaah haji di Tanah Suci. Pelecehan ini tak hanya dilakukan secara fisik saja, akan tapi verbal juga. Walaupun Sahabat Haji Plus sebagai jamaah haji telah menggunakan pakaian yang tertutup. Inilah alasan yang menjadi latar belakang mengapa penting sekali untuk memakai pakaian sesuai aturan dari Arab, yakni warna gelap. Karena biasanya pakaian muslim Indonesia mempunyai warna yang bervariasi. Hal inilah yang membuat pria Arab seperti melihat pemandangan baru, lalu mencoba menggoda jamaah haji. Oleh karena itu, hendaknya Sahabat Haji Plus berhati – hati dan sebisa mungkin mengikuti peraturan yang berlaku serta jangan lupa untuk menjaga diri.

  1. Tersesat

Pada saat Sahabat Haji Plus melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci tentu saja sewaktu – waktu dapat tersesat. Hal ini bisa disebabkan karena Sahabat Haji Plus yang terpisah dari rombongan ataupun Sahabat Haji Plus yang tiba – tiba ingin berpergian sendirian tanpa ditemani. Sahabat Haji Plus perlu ketahui bahwa Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang digunakan untuk melakukan ibadah Haji ini memiliki bangunan yang sangat luas. Selain itu, setiap bagian mempunyai desain yang mirip dan masing-masing pintu memiliki nama tersendiri. Oleh karena itulah, hendaknya Sahabat Haji Plus harus menghafalkan nama pintu masuk, karena Sahabat Haji Plus akan keluar melalui pintu tersebut juga. Jika Sahabat Haji Plus lupa, maka kemungkinan Sahabat Haji Plus akan tersesat. Karena itulah, sebisa mungkin Sahabat Haji Plus meningat – ingat patokan atau tanda disekitar area tersebut. Hal ini bertujuan agar mudah mengingat agar tidak lupa. Sehingga, dengan cara demikian Sahabat Haji Plus tak akan tersesat karena tak tahu arah. Peristiwa ini seringkali terjadi pada jamaah yang sudah lanjut usia. Oleh sebab itu, sebaiknya dampingi jamaah lanjut usia agar tidak mudah tersesat. Dan bagi Sahabat Haji Plus yang lainnya, hendaknya jika ingin berpergian harus didampingi atau tak terpisah dari rombongan. Karena hal ini meminimalisir Sahabat Haji Plus mengalami tersesat tersebut.

Saat Berhaji, Perhatikan Hal Berikut Ini

Hal utama yang hendaknya tak dilupakan oleh Sahabat Haji Plus pada saat di Tanah Suci adalah menjaga sikap saat berada di Tanah Suci. Seharusnya, Sahabat Haji Plus telah memahami dengan betul terkait adab – adab seperti apa yang hendaknya ada dalam diri, saat Sahabat Haji Plus berada di Tanah Suci. Nah, tahukah Sahabat Haji Plus terkait sikap apa saja yang hendaknya diperhatikan pada saat pelaksanaan ibadah haji? Jika belum memahami, yuk simak ulasan berikut ini.

  1. Hindari Berprasangka Buruk

Selama Sahabat Haji Plus berada di tanah suci, hendaknya menghindari berprasangka buruk entah kepada sesama atau kepada situasi yang dihadapi. Karena sudah banyak cerita jamaah berprasangka buruk selama melakukan manasik atau berada di tanah suci dibalas secara kontan menurut prasangkaannya. Contoh kisah kasus, ada jamaah haji melihat beberapa perempuan berbelanja di mall sekitar Masjidil Haram, lalu terbersit dalam pikirannya “ini orang mau ibadah atau belanja ya?”. Seketika ia mengalami tak bisa membelanjakan uangnya selama tiga hari. Padahal tak ada yang salah dengan riyal yang telah ia kantongi secara halal itu. Apapun pemandangan, baik itu buruk atau kurang bagus, jangan pernah dikomentari perasaan negatif atau prasangka buruk serta jangan berkata sembarangan atau menimpali sesuatu dengan sembarangan.

  1. Tabarruj

Sahabat Haji Plus pasti mengetahui bahwa jamaah haji perempuan memiliki kebebasan pakaian apa yang akan digunakan selama manasik haji, selama itu menutup aurat. Akan tetapi, terdapat satu hal yang harus dihindari yakni tabarruj atau berdandan dan berpakaian secara berlebihan. Sehingga, akan mengganggu atau memancing orang lain terutama jamaah lelaki, untuk meliriknya. Tabarruj ini dalam selangkah lagi bisa dihukumi haram, apabila sudah pada taraf menggoda dan membangkitkan hawa nafsu. Oleh karena itulah, sebaiknya Sahabat Haji Plus menjaga penampilan yang sopan dan beradab tidak hanya selama prosesi manasik saja. Melainkan pada saat berada di Mekkah dan Madinah. Karena tradisi dan adat di Tanah Suci tak memeprbolehkan kaum hawa untuk berdandan belebihan baik dalam berpakaian atau bersolek.

  1. Menjaga Sikap

Sebagian ada yang beranggapan bahwa hampir secara umum terjadi di kalangan jamaah haji atau umrah, ketika sudah usai dari prosesi manasik dan hendak pulang yakni perilakunya kembali ke sikap semula. Mulai dari cara berpakaian, berbicara dan bertingkah laku. Yang pada mulanya sopan dan menutup aurat kembali jadi bertingkah laku kurang sopan dan membuka aurat. Semula shalat wajib dituniakan hingga yang sunnah, saat di bandara atau pesawat mulai melalaikannya. Alangkah bajiknya bila bekas (atsar) selama menunaikan ibadah di tanah suci itu berbekas hingga pun ke tanah air, di kampung halaman. Nah, sebisa mungkin Sahabat Haji plus jangan sampai demikian ya..

Inilah sekilas informasi bagi Sahabat Haji Plus yang bertanya terkait Berapakah Biaya Haji Plus dalam Rupiah. Semoga bagi Sahabat Haji Plus yang saat ini sedang berencana untuk segera menunaikan ibadah haji diberi kelancaran oleh Allah Swt. Tak lupa untuk selalu mempersiapkan segalanya, termasuk emmbekali diri dengan pengetahuan terkait ibadah haji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *