Perbedaan Haji Reguler, Haji Plus dan Haji Furoda, inilah jawabannya

Perbedaan Haji Reguler, Haji Plus dan Haji Furoda, inilah jawabannya

Perbedaan Haji Reguler, Haji Plus dan Haji Furoda, inilah jawabannya

Tampaknya dari sebagian besar Sahabat Haji Plus telah mengetahui bahwasannya dalam melaksanakan ibadah haji terdapat beberapa program yang dapat dipilih. Beberapa program haji yang dapat dipilih antara lain ialah Haji Reguler, Haji Plus dan Haji Furoda. Tentunya dalam pelaksanaannya, ketiga jenis program haji tersebut memiliki perbedaan perihal pelaksanaannya. Perbedaannya yang ada dari ketiga jenis program haji tersebut antara lain meliputi biayanya, waktu tunggu keberangkatannya serta fasilitas dan akomodasi selama melakukan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Sebagai umat muslim, tentunya sangat mengharapkan untuk dapat menjadi tamu disana. Akan tetapi,memanglah membutuhkan persiapan yang matang dan tak sedikit terkait biayanya. Bagi Sahabat Haji Plus yang hendak menunaikan ibadah haji tanpa menunggu waktu tunggu keberangkatan yang lama, Sahabat Haji Plus dapat memilih program Haji Plus maupun Haji Furoda sebagai pilihan untuk menunaikan ibadah haji. Karena Haji Plus dan Haji Furoda diketahui memiliki waktu tunggu keberangkatan yang lebih cepat dibandingkan dengan waktu tunggu keberangkatan program Haji Reguler. Jika program haji reugler membutuhkan waktu belasan tahun dan bahkan puluhan tahun untuk menunggu waktu tunggu keberangkatan ibadah haji, lain halnya dengan Haji Plus yang hanya membutuhkan waktu sekita 6 hingga 8 tahun saja dan Haji Furoda yang tak perlu menununggu waktu tunggu keberangkatan alias langsung berangkat. Terkait Biaya Haji Plus maupun Haji Furoda, Sahabat Haji Plus dapat tanyakan langsung pada jasa Travel Haji Plus yang telah ddipilih Sahabat Haji Plus. Untuk informasi lebih lengkapnya seputar Perbedaan Haji Reguler, Haji Plus dan Haji Furoda, inilah jawabannya.

Perbedaan Haji Reguler, Haji Plus dan Haji Furoda

Sahabat Haji Plus perlu mengetahui bahwasannya ada beberapa perbedaan yang hendaknya diketahui yakni antara Haji Reguler, Haji plus dan Haji Furoda. Meskipun sama – sama bertujuan untuk melaksanakan ibadah haji, akan tetapi ada beberapa hal yang membuat berbeda. Apa saja perbedaannya? Yuk simak informasi di bawah ini.

  1. Fasilitas Yang Didapatkan

Fasilitas yang disediakan tentunya memiliki perbedaan. Haji Plus memiliki pelayanan fasilitas yang exclusive sama halnya dengan haji furoda. Namun berbeda dengan fasilitas haji regular. Sehingga tak heran apabila Haji Plus maupun Haji Furoda memiliki harga yang lebih mahal ketimbang Haji Reguler. Karena selain waktu tunggu keberangkatan yang lebih cepat, fasilitas yang disediakan pun exclusive. Sehingga sangat menunjang kenyamanan jamaah haji selama proses ibadah haji berlangsung. Bagi Sahabat Haji Plus yang hendak mendaftarkan diri sebagai calon jamaah Haji Plus, Annur Maarif merupakan rekomendasi yang tepat. Karena segala fasilitas dan pelayanan yang diberikan sangat mengutamakan kenyamanan jamaah haji untuk mendukung proses terlaksananya ibadah haji dengan lancar.

  1. Pihak Penyelenggara Ibadah Haji

Bagi Sahabat Haji Plus tentunya bukan menjadi hal yang asing perihal penyelenggara Haji reguler yakni yang diadakan oleh pemerintah Indonesia melalui Kementrian agama dengan kuota yang telah ditetapkan. Berbeda hal nya dengan Haji Plus dan Haji Furoda. Haji Plus dan Haji furoda diselenggrakan oleh pihak swasta seperti travel agen atau biro perjalanan.

  1. Perihal Waktu Tunggu Keberangkatan

Hal selanjutnya yang menjadi perbedaan antara Haji Reguler, Haji Plus dengan Haji Furoda ialah terkait waktu tunggu keberangkatan. Sahabat Haji Plus pastinya telah mengerti bahwa waktu tunggu keberangkatan Haji Reguler dikenal cukup lama. Waktu keberangkatan Haji Reguler berkisar  belasan tahun. Lama sekali bukan?

Berbeda pula dengan Haji Plus dan Haji Furoda. Haji Plus ini menawarkan waktu keberangkatan yang lebih cepat dibandingkan dengan waktu tunggu keberangkatan Haji reguler, waktu tunggu Haji Plus yang ditawarkan mulai dari 5 – 7 tahun. Dan yang terakhir ialah Haji Furoda yang waktu tunggunya tanpa antri, sehingga tak perlu menunggu waktu yang lama seperti halnya program haji reguler. Bagi Sahabat Haji Plus yang memiliki rezeki lebih dan enggan untuk menunggu waktu keberangkatan yang cukup lama, Haji Plus ataupun haji furoda ini merupakan solusi yang tepat. Karena program haji tersebut merupakan ibadah haji yang dilakukan tanpa menunggu waktu keberangkatan yang cukup lama. Sehingga, Sahabat Haji Plus sekalian tak perlu menunggu waktu yang lama seperti Haji reguler untuk keberangkatannya. Biaya Haji Plus

  1. Biaya Yang Dipersiapkan

Dari beberapa program Haji yang ada di Indonesia, pastinya memiliki kisaran biaya yang berbeda. Sehingga, budget yang dimiliki Sahabat Haji Plus pun dapat disesuaikan dengan biaya yang dibutuhkan sesuai dengan program haji yang dipilih. Hal ini dikarenakan mencakup waktu tunggu yang berbeda, seperti yang diulas sebelumnya. Haji reguler memiliki peminat yang cukup banyak, dikarenakan biaya nya lebih murah ketimbang Haji Plus ataupun Haji furoda. Haji Reguler dipatok dengan harga sekitar 25 juta per orang. Berbeda pula dengan harga Haji Plus dan haji Furoda yang dikenal lebih mahal ketimbang Haji Reguler. Ini dikarenakan waktu tunggu keberangkatan Haji Plus dan Haji Furoda lebih cepat dibandingkan dengan waktu tunggu keberangkatan Haji Reguler. Biaya untuk Haji Plus Bersama Annur Maarif dibandrol dengan harga 9000 USD. Sedangkan, untuk Haji Furoda dibandrol dengan harga 17.500 USD.

Visa Haji Reguler, Haji Plus dan Haji Furoda

Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwasannya visa dalam program haji tak hanya ada satu jenis. Melainkan ada beberapa jenis. Apa saja jenis visa yang ada dalam program haji? Begini lebih jelasnya.

  1. Visa Haji Reguler

Visa Haji Reguler ialah visa haji yang diberikan  oleh pemerintah Indonesia melalui Kementrian Agama. Cara mendapatkan visa Haji Reguler agar dapat berangkat ke tanah suci dalam rangka melaksanakan ibadah haji ialah dengan cara mendaftarkan diri ke bank yang telah dirujuk pemerintah dan membayar Biaya Penyelenggraaan Ibadah Haji (BPIH). Setelah itu calon jamaah haji akan memperoleh nomor proxy haji. Namun, seperti yang telah diketahui bahwa kekurangan dari Haji reguler ini memiliki waktu tunggu yang cukup lama. Waktu tunggu yang cukup lama ini ialah dengan mengantre kurang lebih selama 20 tahun. Cukup lama bukan?

  1. Visa Haji Khusus

Visa haji khusus adalah visa haji yang memiliki jumlah sebesar 8 persen dari kuota Haji Reguler atau kurang lebihnya sekitar 18 – 19 ribu orang. Calon jamaah dari kuota haji khusus akan mendaftar melalui pihak jasa travel. Calon jamaah haji ini memiliki waktu tunggu keberangkatan yang lebih cepat dibandingkan dengan visa haji reguler yakni maksimal 7 tahun. Ada hal penting yang hendaknya diketahui oleh jamaah haji yakni terkait kepengurusan visa. Visa ini gratis dan diurus oleh pihak jasa travel. Sehingga bagi para calon jamaah haji tak perlu repot untuk mengurus visa ibadah haji.

  1. Visa Haji Furoda atau Mujamalah

Visa Haji Furoda adalah visa khusus yang merupakan undangan dari pemerintah kerajaan Arab Saudi di luar kuota visa haji yang sudah dijatahkan kepada Kementrian Agama Republik Indonesia. Sehingga, melalui visa furoda inilah jamaah haji furoda tak perlu menunggu antrian yang cukup lama untuk berangkat ke tanah suci dalam rangka melaksanakan ibadah haji. Untuk visa furoda ini siapapun boleh mendapatkan kuota tersebut yang peraturannya telah diatur dalam Undang – Undang nomor 8 tahun 2019 tentang Penyelenggraan Haji dan Umroh. Berbeda hal nya dengan visa Haji Reguler dan Haji Khusus, Visa Furoda ini merupakan visa yang tidak gratis. Akan tetapi, cara mendapatkannya dengan cara harus membayar. Oleh karena itulah, Haji Furoda merupakan program haji yang paling mahal. Karena memang visa yang dipakai ialah visa khusus. Namun, disisi lain kelebihan visa furoda adalah calon jamaah dapat berangkat lebih cepat.

Kegiatan Saat Bermalam di Mina

  1. Melempar Jumroh Aqabah

Melempar jumroh Aqbaha dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah. Pelaksanaan lempar jumroh Aqabah ini waktu utamanya ialah pada saat dhuha. Akan tetapi, diperkenankan hingga terbenamnya matahari. Apabila Sahabat Haji Plus terdapat uzur syar’i hingga melewati waktu tersebut, maka tak mengapa apabila melempar jumroh dilakukan setelah terbenam matahari. Cara pelaksanaan lempar jumroh ialah melempar jumroh sebanyak tujuh buah kerikil dengan bertakbir pada tiap lontarannya. Kemudian berdoa menghadap kiblat “Allahummaj’alhu hajjan mabruuron wa dzanban maghfuuron” (Ya Allah jadikanlah haji ini mabrur dan dosa yang diampuni).

  1. Melakukan Tahallul

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa melakukan tahalul merupakan salsah satu hal yang hendaknya dilakukan pada saat Sahabat Haji Plus berada di Mina. Tahallul ini merupakan salah satu kegiatan ibadah haji yang dilakukan dengan cara mencukur rambut baik dengan memendekkan maupun menggunduli. Akan tetapi, gundul lebih utama dibandingkan dengan cukur pendek. Bagi Sahabat Haji Plus hendaknya mengerti bahwa Nabi Muhammad Saw mendoakan 3 kali bagi yang dicukur habis atau gundul serta mendoakan satu kali bagi yang hanya memendekkan. Sedangkan untuk wanita cukuplah ber tahallul dengan memotong beberapa helai rambutnya saja.

  1. Melakukan Thawaf Ifadhah dan Sa’i

Pada saat Sahabat Haji Plus berada di Mina dan  dalam situasi yang memungkinkan, maka pada tanggal 10 Dzulhijjah Sahabat Haji Plus selaku jamaah haji akan melakukan keberangkatan ke Makkah untuk melaksanakan thawaf ifadhah serta sa’i. Apabila Sahabat Haji Plus merasa berat untuk melakukannya dikarenakan dalam situasi yang tak memungkinkan, maka diperbolehkan untuk menunda pelaksanaan thawaf ifadhah tersebut hingga akhir hari tasyrik dan bahkan sebagian ulama berpendapat jika membolehkan sampai akhir Dzulhijjah.

  1. Menyembelih Hewan

Sahabat Haji Plus perlu mengetahui bahwasannya saat pelaksanaan ibadah haji terdapat salah satu momen Sahabat Haji Plus menyembelih hewan. Pelaksanaan menyembelih hewan ini dilaksanakan saat Sahabat Haji Plus berada di Mina serta waktu menyembelih hewan hadyu ini dilaksanakan tepat pada hari nahar (10 Dzulhijjah)  ataupun hari tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah). Al Hadyu merupakan “bahiimatul an’am” binatang ternak seperti unta, sapi dan domba yang disembelih karena Allah dalam rangka haji. Binatang yang hendak disembelih biasanya diberi kalung sebagai tanda, oleh karena itu disebut juga “Al Qalaid” yang artinya binatang berkalung. 

  1. Lempar Jumroh Ula, Wustho, dan ‘Aqabah

Tentu Sahabat Haji Plus mengerti bahwa pada saat Sahabat Haji Plus berada di Mina, Sahabat Haji Plus akan melakukan rangkaian kegiatan haji yakni melempar jumroh ula, wustho dan aqabah yang dilaksanakan pada hari – hari tasyrik. Setiap harinya, Sahabat Haji Plus akan melontar 3 kali 7 batu. Caranya di Ula jama’ah melontar 7 buah batu, setiap lontaran bertakbir “Allahu Akbar” boleh juga “Bismillahi Allahu Akbar”. Kemudian Sahabat Haji Plus menghadap ke arah Ka’bah lalu berdoa “Allahummahaj’alhu hajjan mabruuron wa dzanban maghfuuron”. Di Wustho juga demikian melontar 7 buah batu dengan takbir dan berdoa sama sebagaimana saat di Ula. Sedangkan di ‘Aqabah  jamaah setelah melontar 7 buah batu, tidaklah berdo’a menghadap Kiblat lagi, melainkan langsung berlalu saja. Kembali ke tempat Kemah.

Keistimewaan Hajar Aswad

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa Hajar Aswad merupakan sebuah batu yang berbentuk lingkaran yang memiliki warna hitam dan berlubang. Hajar Aswad ini terletak di sudut timur Kabah atau tepatnya berada di sebelah kiri Multazam. Diketahui, Hajar Aswad ini ditaksir dengan tinggi sekitar 150 cm dari atas permukaan tanah serta ukuran lingkaran penuh yang diperkirakan 30 cm dan garis tengah sepanjang 10 cm yang tentunya memiliki ukuran lebih besar daripada lingkar wajah manusia. Dari beberapa riwayat seperti Abdullah bin Umar bin Khattab, asal mula Hajar Aswad ini berasal dari surga. Sedangkan diriwayatkan Sa’id bin Jubair ra pada Ibnu Abbas pada Ubay bin Ka’ab ra bahwa Hajar Aswad dibawa turun oleh malaikat. Abdullah bin Abbas juga meriwayatkan bahwa tak ada lagi batu yang diturunkan dari surga ke dunia selain Hajar Aswad. Semua riwayat tersebut disebutkan oleh Abu Al Walid Muhammad bin Abdullah bin Ahmad al Azraki (M.224 H/837 M) yakni seorang ahli sejarah dan penulis pertama sejarah Mekkah. Sampai saat ini tak ada informasi yang jelas terkair siapa yang meletakkan Hajar Aswad pertama kali di Ka’bah, entah malaikat yang membawanya atau manusia pertama yakni Nabi Adam AS.

Pada mulanya, diketahui bahwasannya warna batu Hajar Aswad ini bukan berwarna hitam. Akan tetapi, diketahui bahwa warna batu Hajar Aswad yang pertama kali ialah berwarna putih seperti susu serta memancarkan sinar yang sangat cemerlang. Abdullah bin Amr bin As menjelaskan bahwa perubahan warna yang terjadi pada Hajar Aswad dari putih menjadi hitam ialah karena disentuh oleh orang-orang musyrik. Hal ini juga diungkapkan oleh Zubair bin Qais bahwa asal mula Hajar Aswad ialah batu yang berasal dari surga yakni berwarna putih berkilauan yang kemudian berubah menjadi hitam dikarenakan perbuatan buruk yang dilakukan oleh manusia. Akan tetapi, nantinya Hajar Aswad bakal berwarna putih kembali dan memancarkan sinar yang berkilauan. Terdapat penelitian lain yang mengungkapkan bahwa batu yang sering diincar oleh jamaah haji untuk dicium tersebut merupakan batu yang tertua di dunia dan dapat mengambang di air. Di sebuah museum di Inggris, tersimpan tiga buah potongan Hajar Aswad yang diambil dari Ka’bah. Pihak museum mengatakan bahwa bongkahan batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita. Struktur dan komposisinya berbeda dengan batu biasa atau yang berasal dari pecahan meteor. Asal mula Hajar Aswad ini pun juga pernah dijelaskan oleh Rasulullah Saw dalam sabdanya “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih dari susu, dan dosa-dosa anak Adamlah yang menjadikannya hitam”. Itulah keistimewaan batu Hajar Aswad yang dipercaya bahwa batu tersebut berasal dari surga. Wah.. istimewa sekali bukan?

Ciri Jasa Travel Penipu

Sahabat Haji Plus pastinya memahami bahwa hal buruk seperti penipuan bisa terjadi kepada siapa saja, di mana saja, dengan cara apapun. Hendaknya Sahabat Haji Plus harus mengingat hal demikian. Tujuannya ialah bukan untuk menakut – nakuti, tapi agar Sahabat Haji Plus lebih waspada dengan sekitar. Tentunya informasi mengenai jasa travel haji yang penipu sudah sangat akrab di telinga Sahabat Haji Plus bukan? Oleh karena itu, Sahabat Haji Plus hendaknya menghindari hal yang demikian, karena saat ini banyak terjadi penipuan berkedok travel haji. Meskipun kasus – kasus travel haji penipu membuat Sahabat Haji Plus was – was, jangan sampai membuat Sahabat Haji Plus mengurungkan niat untuk melaksakan ibadah haji. Sahabat Haji Plus dapat menjaga diri dengan mengetahui ciri – ciri travel haji penipu. Bagaimana saja ciri – cirinya? Berikut lebih jelasnya.

  1. Menawarkan Promo Yang Tak Sewajarnya

Dengan adanya promo yang ditawarkan, bukan berarti Sahabat Haji Plus seketika menjadi jamaah anti promo. Akan tetapi, lebih berhati-hatilah dan pertimbangkan apakah tawaran promo yang Sahabat Haji Plus dapatkan itu masuk akal ataukah tidak. Bagaimana Sahabat Haji Plus dapat menentukan apakah tawaran itu masuk akal atau tidak? Untuk itu Sahabat Haji Plus bisa lakukan hitung – hitungan. Sederhana saja, dimulai dari tiket pesawat ke tanah suci yang ada pada kisaran harga 13 Juta. Selain tiket pesawat, masih ada keperluan lain seperti hotel, konsumsi, dan lainnya. Jadi, jika Sahabat Haji Plus dapat promo paket yang murah, apakah menurut Sahabat Haji Plus itu masuk akal? 

2. Tak Memiliki Ijin Resmi dan Kantornya Fiktif

Sahabat Haji Plus hendaknya menjadi jamaah yang cerdas. Pastikan jika travel haji yang akan Sahabat Haji Plus gunakan jasanya memiliki izin dan memiliki kantor resmi sendiri. Apabila tak, sebaiknya cari saja travel lainnya. Sahabat Haji Plus dapat mengecek kelengkapan izin travel haji tersebut. Apa saja izin yang harus dikantongi oleh sebuah usaha travel? Diantaranya yaitu izin dari kementerian agama, kementerian hukum, AMPHURI, juga sertifikat bisnis syariah dari MUI. Untuk dapat tahu apakah travel haji tersebut punya izin lengkap atau tidak, Sahabat Haji Plus dapat tanyakan langsung atau minta ditunjukkan langsung oleh pihak travel. Selain itu, di jaman digital ini, Sahabat Haji Plus juga dapat memanfaatkan website travel haji. Nah, dari websitenya saja, Sahabat Haji Plus dapat memperkirakan keprofesionalitasan sebuah travel haji. Kalau websitenya saja sudah website gratisan, ya sudah tinggaklkan saja karena itu bisa menjadi salah satu ciri – ciri travel haji penipu.

3. Masa Tunggu Keberangkatannya Lama

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwasannya travel haji yang tak segera memberi kejelasan waktu tunggu keberangkatannya ialah berhak dicurigai keberadaannya. Pasalnya, waktu tunggu keberangkatan haji yang jelas membuktikan bahwa travel haji yang berkredibel. Karena itulah, Sahabat Haji Plus perlu mencurigai apabila saat mendaftar waktu tunggu keberangkatannya tak memiliki kejelasan. DIsarankan bagi Sahabat Haji Plus yang hendak mendaftar pelaksanaan ibadah haji mencari informasi selengkap – lengkapnya terlebih dahulu, agar Sahabat Haji Plus terhindar dari penipuan yang bisa saja terjadi pada diri Sahabat Haji Plus.

Nah inilah sekilas informasi mengenai Perbedaan Haji Reguler, Haji Plus dan Haji Furoda, inilah jawabannya. Sahabat Haji Plus tak perlu lagi untuk bingung mengenai perbedaan Haji Reguler, Haji Plus dan Haji Furoda. Untuk informasi lebih lengkap, Sahabat Haji Plus dapat menilik berbagai informasinya di website resmi hajiplus.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *