Travel Haji Plus

Travel Haji Plus

Berkunjung ke Tanah Suci menjadi hal yang sangat berarti bagi seluruh umat islam di penjuru dunia. Pasalnya, dapat berkunjung ke Tanah Suci merupakan sebuah nikmat yang diberikan oleh Allah Swt. Dengan berkunjung ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji, Sahabat Haji Plus juga sekaligus menyaksikan beberapa bangunan bersejarah yang menjadi saksi bisu perjuangan pada masa lampau. Tak heran, apabila umat islam berbondong – bondong untuk berkunjung ke Tanah Suci, tanah yang mulia ini. Dilengkapi dengan kesitimewaannya, Tanah Suci kian menawan hingga tak pernah sepi pengunjung di tiap tahunnya. Sungguh luar biasa bukan? Bagi Sahabat Haji Plus yang berkeinginan untuk melaksanakan ibadah haji hendaknya Sahabat Haji Plus segera mendaftarkan diri. Apabila Sahabat Haji Plus ingin segera menunaikan ibadah haji tanpa menunggu waktu keberangkatan yang lama, Sahabat Haji Plus dapat mendaftar ke Travel Haji Plus dengan paket Haji Plus. Untuk Mengetahui besaran Biaya Haji Plus, Sahabat Haji Plus dapat membaca informasi lebih lanjut terkait Travel Haji Plus dibawah ini.

Pentingnya Manasik Haji bagi Calon Jamaah Haji

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa ada kegiatan yang dilakukan sebelum keberangkatan jamaah haji ke Tanah Suci yakni manasik haji. Manasik haji merupakan salah satu kegiatan yang wajib dilakukan bagi calon jamaah haji menjelang keberangkatannya ke Tanah Suci. Berikut inilah informasi terkait manasik haji bagi Sahabat Haji Plus sekalian.

  1. Pengertian

Manasik haji merupakan proses pelatihan calon jamaah haji menjelang tanggal keberangkatannya menuju Tanah Suci. Pelaksanaan Manasik Haji pada umumnya diadakan oleh Departemen Agama dan KBIH. Manasik haji yang dilakukan biasanya mengenalkan aktivitas selama pelaksanaan ibadah haji dan lengkap beserta simulasinya.  Pada saat kegiatan manasik haji ini, Sahabat Haji Plus akan diajarkan bagaimana caranya untuk memulai ihram dan memakai kain ihram. Setelah itu terdapat pula simulasi tawaf sampai dengan simulasi lempar jumrah. Biasanya setiap rukun wajib haji akan diperagakan satu persatu. Hal ini bertujuan agar Sahabat Haji Plus mengetahui kegiatan apa saja yang akan dilakukan pada saat pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci nanti.

  1. Waktu Manasik Haji

Manasik haji pada umumnya diselenggarakan kurang lebih sekitar 3 hingga 6 bulan sebelum hari keberangkatan ke Tanah Suci. Biasanya manasik haji akan dilakukan pada setiap akhir pekan. Hal ini tentunya untuk menyiapkan diri Sahabat Haji Plus sekalian agar lebih siap dalam melakukan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.

  1. Hukum Manasik Haji

Beberapa ulama menyebutkan bahwa hukum manasik haji ini merupakan sunnah. Para ulama menilai bahwa mengikuti manasik haji sangatlah berpengaruh terkait kelancaran proses pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Oleh karena itulah, beberapa ulama berpendapat bahwa manasik haji mempunyai hukum sunnah. 

  1. Manfaat Mengikuti Manasik Haji

Perlu diketahui oleh Sahabat Haji Plus sekalian bahwa banyak manfaat yang didapat dengan mengikuti manasik haji. Terutama bagi calon jamaah haji yang telah lanjut usia dan mereka yang masih awam dalam beribadah. Jamaah haji dengan kategori ini wajib mendapatkan pengarahan yang maksimal. Hal ini bertujuan agar tak lalai akan ibadahnya pada saat di Tanah Suci nanti. Selain itu, mengikuti manasik juga akan memperkuat Sahabat Haji Plus untuk menambah kualitas ibadah di Tanah Suci. Banyak sekali tips dan trik untuk memperoleh pahala di Tanah Suci pada saat Sahabat Haji Plus mengikuti manasik haji. Tentunya sayang sekali apabilla terlewatkan.

Makna Setiap Kegiatan Ibadah Haji

            Sahabat Haji Plus tentunya telah memahami bahwa ibadah haji begitu istimewa dihadapan umat islam di penjuru dunia. Tentu saja rangkaian kegiatan ibadah yang dijalani tak lepas dari makna – makna yang mendalam. Makna yang terkandung pun tak lepas dengan aktivitas sehari – hari Sahabat Haji Plu sebagai umat manusia. Dengan memahami makna yang terkandung dalam tiap rangkaian ibadah haji, maka akan semakin banyak pula pelajaran yang dapat Sahabat Haji Plus ambil hikmahnya. Oleh karena itu, hendaknya Sahabat Haji Plus memahami makna apa saja yang terkandung dalam setiap rangkaian kegiatan ibadah haji. Tahukah Sahabat Haji Plus terkait makna apa saja yang terkandung di setiap rangkaian kegiatannya? Jika belum mengetahui, simak informasi di bawah ini.

  1. Mengenakan Pakaian Ihram

Ibadah haji dimulai dengan niat sambil meninggalkan pakaian biasa dan mengenaklan pakaian ihram yang berwarna putih. Dalam pakaian ihram itulah Sahabat Haji Plus dapat mengartikan bahwa semua orang adalah sama, tidak ada perbedaan diantara yang satu degan yang lainnya. Mulai dari status sosial, ekonomi, profesi, politik dan lain sebagainya. Oleh karena itulah, Sahabat Haji Plus sekalian tidak ada yang paling mulia dan terhormat kecuali kemampuan taqwa Sahabat Haji Plus kepada Allah (Inna akromakum ‘indallahi atqokum). Dengan pakaian ihram ,maka semua larangan harus dihindari oleh jamaah ibadah haji. Janganlah sakiti binatang, janganlah membunuh, jangan mencbit pepohinan. mengapa demikian? Karna manusia berfungsi memelihara makhluk tuhan, sesama makhluk harus salimg mengasihi, saling toleransi, meniadakan bentuk – bentuk terorisme dan yang paling penting umat islam adalah rahmat bagi seluruh alam.

  1. Melaksanakan Sa’i

Mulanya rangkaian ibadah sa’i ialah Ada seorang wanita shalihah bernama Hajar. Ia tidak hanya mengangkat tangan meminta air, tapi ia juga naik ke bukit Shofa. Tidak ada air yang ditemukannya walau setetes. Naik ke Marwah tidak ada air. Rupanya Allah ingin memberi tahu bahwa bukan karena usahamu air itu ada. Tapi justru ketika kamu kembali, Allah keluarkan air dari tempat tumitnya Ismail yang saat itu belum bisa berjalan, belum bisa apa-apa. Digesekan sedikit saja tumit ke pasir maka keluarlah air. Allahlah yang berkehendak. Allahlah yang memberikan hasil setelah usaha ditorehkan dengan bersungguh-sungguh. Maka berkatalah Hajar, “zam-zami” (berkumpulah, berkumpulah). Air itu pun berkumpul dan diminum oleh orang seluruh dunia yang selama 3814 tahun tidak kering. Berusaha dan janganlah berputus asa. Dalah hidup ada jihad. Dalam jihad ada balasan. Dan balasan merupakan buah dari amal. Jika tidak ada usaha, maka akan sia sia.

  1. Tahalul

Pelaksanaan Tahalul yang dilakukan dalam ibadah haji juga tak lepas dari makna yang mendalam. Allah mencurahkan rahmatnya pada orang yang mencukur rambutnya habis, licin bersih. Rambut baru berarti semangat baru, tumbuh kebaikan yang baru. Tak ada lagi masa lalu yang lama. Kini bersih. ini juga dainggap menjadi penghapus dosa, sebagimana rambut keluar seperti sebagaimana anak yang baru dilahirkan ke dunia. Begitu pula yang memiliki masa lalu, bersih sebagaimana keluar dari rahim Ibu. Maka orang orang yang banyak dosa, gelap dunia pulang dari Haji itu kembali bersih.

  1. Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah tentu juga memiliki makna. Apabila tak bisa Tawaf bisa didorong dengan kursi roda. Begitupun Sa’i. Tidak bisa melontar Jumrah, bisa dibadalkan. Akan tetapi, Wukuf tidak ada tawar menawar. Maka ada istilah Safari Wukuf. Di tempat inilah, pesan-pesan Haji Wada’ disampaikan oleh Rasulullah SAW yang salah satunya adalah pesan dakwah. Wukuf di Arafah menjadi momen yang sangat penting bagi setiap jamaah haji untuk memperoleh pengampunan Allah Swt sebagaimana Nabi Adam AS dan selanjutnya dilanjutkan dengan komitmen berserah diri kepada Allah Swt sebagaimana nabi Ibrahim AS. Padang Arafah merupakan tempat pengampunan  dan tempat pencerahan bagi seluruh umat muslim yang hendak meningkatkan kualitas sebagai hamba Allah Swt yang ingin mendekatkan diri kepada Rabbnya. Tak ada haji tanpa perenungan Arafah serta tak akan pernah ada pencapaian puncak keislaman seorang muslim tanpa ma’rifatullah di Padang Pengetahuan ini. Karena sesungguhnya, ini menjadi permulaan bagi perjalanan spiritual berikutnya.

  1. Lempar Jumroh

Makna dari Jumrah ialah melawan bisiskan setan. Tentu Sahabat Haji Plus mengerti bahwa setan tak pernah berhenti berbisik dan mengganggu manusia. Inilah yang menjadi latar belakang dalam Haji ada Jumrah ‘Ula, Jumrah Wustha, dan Jumrah Aqobah. Jumrah ‘Ula karena Nabi Ibrahim lama tak memiliki anak. 86 tahun umur Ibrahim, barulah lahir Islmail. 13 tahun kemudian barulah ia mendapatkan Ishaq. Anak yang begitu dicintainya, itulah yang diminta oleh Allah SWT. Kemudian, setan berbisik untuk mundur dari melaksanakan perintah Allah. Maka melontarlah keduanya, baik Nabi Ibrahim maupun Ismail. Itulah sebab Jumrah Wustha. Adalagi Jumrah Aqobah, kata Ismail yang belum genap dewasa saat itu, “laksankanlah apa yang diperintahkan Allah. InsyaAllah engkau dapati aku orang yang sabar, Ayah.” Setan pun kembali datang menggoda kedua hamba Allah yang saleh tersebut. Selama ruh berada di dalam jasad manusia, selama itu pula setan tidak akan pernah berhenti untuk membelokkan manusia dari jalan yang lurus. Makna dari melontarkan jumrah inilah sebagai perlawanan bahwa sahabat haji plus sekalian tak sepakat dengan bisikan setan yang selalu hadir.

Ragam Jenis Masjid Bersejarah di Tanah Suci

Bagi Sahabat Haji Plus yang hendak berkunjung ke Tanah Suci hendaknya mengetahui bahwa terdapat masjid lainnya selain masjidil haram dan masjid nabawi yang juga bersejarah di Tanah Suci. DI Tanah Suci terdapat beberapa aneka ragam masjid yang mengandung nilai historis tinggi. Masjid apa saja yang memiliki sejarah yang menjadi saksi bisu dakwah agama islam? Berikut lebih jelasnya.

  1. Masjid Al Jin

Masjid Jin berlokasi di Kampung Ma’la yang terletak tak jauh dari kompleks pemakaman Kota Suci Makkah Al-Mukarramah sekitar 1 km dari Masjidil Haram. Masjid ini terdiri dari dua lantai dan diketahui memiliki luas sekitar 200 meter persegi. Masjid Jin menjadi salah satu tempat paling bersejarah di Tanah Suci yang sangat erat kaitannya dengan perkembangan dakwah Islam pada masa Nabi Muhammad Saw. Diketahui sejarah Masjid Jin yang berada di Makkah ini bermula dari peristiwa pertemuan antara Rasulullah Saw dengan serombongan jin terjadi ketika sedang mengadakan perjalanan menuju Pasar Ukkadz. Saat tiba di wilayah Tihamah, Rasulullah Saw melaksanakan Shalat Subuh yang menyebabkan terhalangnya berita – berita langit yang biasa dicuri oleh bangsa jin. Bangsa jin yang selalu nekat mencuri berita langit meskipun terkena lemparan bintang-bintang menyala. Karena kesal, bangsa jin berpencar ke seluruh penjuru bumi untuk mencari sumber penghalang tersebut. Serombongan bangsa jin tiba di wilayah Tihamah dan mendengar bacaan ayat Al-Qur’an Rasulullah Saw saat sedang melaksanakan Shalat Subuh.

Mendengar lantunan ayat Al – Qur’an membuat hati para bangsa jin bergetar, hingga mereka memutuskan untuk menjadi mualaf.Para bangsa jin kemudian turun dan menghadap Nabi Muhammad SAW. Kemudian Bangsa jin melakukan baiat suci untuk beriman kepada Allah SWT, mengikuti ajaran Islam serta menyebarkan agama Allah Swt dikalangan bangsanya. Karena peristiwa bersejarah inilah masjid ini dikenal dengan nama Masjid Jin. Peristiwa bersejarah tersebut diabadikan dalam Q.S. Al-Ahqaf ayat 29 – 32 dan menjadi latar belakang turunnya Surat Al – Jin dalam Al-Qur’an. Diketahui bahwa bangsa jin yang dahulu berbaiat suci kepada Nabi Muhammad Saw saat ini mendiami kubah Masjid Jin dan selalu berdzikir setiap saat dan memuji keagungan Allah Swt. Masjid Jin selalu menjadi destinasi wisata rohani yang paling banyak dikunjungi selain Masjidil Haram oleh jamaah haji saat di Tanah Suci.

  1. Masjid Namirah

Kedua ada Masjid Namirah yang ada di perbatasan Arafah dan Al Haram. Di tempat inilah dulu Nabi Muhammad mendirikan sholat sebelum wukuf di Arafah mengingat lokasinya berdekatan. Nabi Muhammad juga pernah lho khutbah di sini. Bekas khutbah Nabi kemudian dibangun menjadi masjid di pertengahan abad ke-2 oleh penguasa Abasiyah. Jadilah Masjid Namirah yang namanya diambil dari sebuah bukit di sebelah barat masjid, Bukit Namirah. Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa Masjid Namirah ini berada di Kota Arafah yang jaraknya sekitar 22 kilometer dari arah timur Kota Makkah. Masjid ini diketahui memiliki luas sekitar 110 ribu meter persegi dengan panjang 340 meter serta lebar 240 meter. Masjid Namirah ini ditopang dengan enam buah menara besar. Masing – masing menaranya memiliki ketinggian yang sama yakni sekitar 60 meter. Tak hanya itu, masjid ini juga memiliki tiga buah kubah besar. Sahabat Haji Plus akan menemui sekitar 10 pintu masuk utama dan 64 pintu pendamping. Akan tetapi, di balik kemegahan Masjid Namirah tentunya terdapat sebuah sejarah besar yang tak banyak diketahui olehumat Islam.

Menurut sejarah, masjid ini merupakan salah satu saksi pertama kali Nabi Muhammad Saw melaksanakan ibadah haji. Pada 9 Dzulhijah ketika Nabi Muhammad Saw melaksanakan haji dalam perjalanannya dari Mina menuju Arafah, Nabi Muhammad Saw sempat menghentikan unta yang dibawanya. Saat itu, sekitar waktu Dhuha, Nabi Muhammad Saw berhenti di Wadi Uranah dan mendirikan tenda berwarna merah. Rasulullah sempat beristirahat di tenda merahnya hingga waktu Dhuhur tiba. Setelah itu, Rasulullah baru bergerak ke tengah Padang Arafah dekat Jabal Rahmah yang diyakini sebagai tempat dipertemukannya Adam dan Hawa setelah diturunkan ke bumi. Dalam perjalanan waktu setelah Nabi Muhammad Saw, wadi tempat mendirikan tenda tersebut dibangunlah sebuah masjid, yang kemudian diberi nama Namirah. Masjid Namirah ini diketahui dibangun oleh salah satu seorang khalifah yang berasal dari Dinasti Abbasiyah sekitar abad kedua Hijriyah. Hingga kini, setiap 9 Dzulhijah aktivitas Nabi Muhammad Saw yang melakukan shalat dhuhur dijamak dengan Ashar, masih tetap dilakukan oleh para jamaah haji. Selepas Maghrib baru jamaah dapat meninggalkan tempat tersebut untuk kemudian menuju ke Muzdalifah.

  1. Masjid Ji’ranah

Masjid Ji’ranah terletak di perbatasan kota Mekkah, lebih tepatnya yakni dari selatan Mekkah ke arah Thaif. Masjid ini memiliki sejarah yang luar biasa. Masjid Ji’ranah bisa disebut juga Masjid Ju’ranah. Biasanya, masjid ini digunaka dalam melakukan ihram saat pelaksanaan ibadah haji. Di masjid inilah Nabi Muhammad Saw singgah sepulang dari perang Hunain. Di masjid ini pula, Nabi Muhammad Saw membagikan harta rampasan perang serta berihram saat melakukan umroh yang ketiga. Ji’ranah ini merupakan sebuah desa yang berjarak sekitar 26 km dari Kota Mekah. Pada mulanya nama ini diberikan kepada seorang wanita yang mengabdikan dirinya menjaga dan membersihkan sebuah masjid yang terdapat di desa tersebut. Masjid ini juga digunakan untuk miqat dan dipercaya berbeda dengan di beberapa masjid tempat miqat lainnya. Di antaranya, Masjid Aisyah di Tan’im dan Masjid Hudaibiyah di Hudaibiyah. Ji’ranah menjadi tempat miqat yang paling afdhal di Makkah, ini menurut kebanyakan pendapat para ulama. Rasulallah saw sendiri melakukan umrah dari ji’ranah. Beliau bermukim di sana selama 13 hari dan berihram dari sana. Masjid Ji’ranah ini telah dikenal sangat populer sekali di kalangan kum muslimin baik bagi penduduk Makkah maupun luar Makkah. Masjid ini telah dipugar berkali kali dari masa ke masa sepanjang sejarah.

  1. Masjid Al – Ijabah

Masjid Al Ijabah merupakan masjid yang berada di Jalan Malik Fahd, kota Madinah yang jaraknya sekitar 385 meter dari Pemakaman Baqi. Sama seperti masjid lain yang ada di Arab Saudi, Masjid Al Ijabah juga menarik dikunjungi oleh para peziarah. Hal ini dikarenakan masjid ini mengandung sejarah yang menarik. Masjid Al – Ijabah ini meskipun ukurannya kecil, akan tetapi masjid inilah yang menjadi saksi bisu kecintaan Nabi Muhammad Saw kepada umatnya. Menurut sejarah, pada jaman dahulu di masjid ini Nabi Muhammad Saw berdoa kepada Allah Swt yang terkait dengan nasib umat dan langsung dijawab saat itu juga. Diketahui bahwa Nabi Muhammad Saw memanjatkan tiga doa pada Allah yang mana dua di antaranya dikabulkan dan satu sisanya tidak. Doa yang dikabulkan itu adalah agar umat Rasul tidak dibinasakan lewat kekeringan serta kelaparan dan doa kedua adalah agar umat Rasul tidak dibinasakan dengan cara ditenggelamkan. Sementara doa terakhir yang tidak dikabulkan adalah supaya tidak ada fitnah dan perbedaan di antara umat. Karena sejarah itulah, masjid seluas 1.000 meter persegi ini bernama Ijabah. Karena sejarah pula lah, banyak umat islam yang berada di Tanah Suci untuk menyempatkan diri shalat di masjid ini. Saat Sahabat Haji Plus berada di Tanah Suci hendaknya tak melewatkan masjid yang satu ini ya.

Demikianlah sekilas ulasan mengenai Travel Haji Plus yang mungkin akan membantu Sahabat Haji Plus dalam memeprsiapkan pelaksanaan ibadah haji ke Tanah Suci. Bagi Sahabat Haji Plus, hendaknya selalu mengupdate informasi setiap harinya terkait ibadah haji apabila Sahabat Haji Plus hendak merencanakan ibadah haji dalam waktu dekat. Karena informasi terkait ibadah haji juga dapat berubah sewaktu – waktu. Untuk mendapatkan informasi yang lengkap seputar ibadah haji, Sahabat Haji Plus dapat mengunjungi website resmi hajiplus.id. Karena Sahabat Haji Plus akan mendapatkan informasi yang begitu lengkap terkait ibadah haji, tips – tips dalam pelaksanaan ibadah haji dan lain sebagainya. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Sahabat Haji Plus sekalian. Haji Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *