Informasi Paket ONH Plus

Informasi Paket ONH Plus

Pada saat mendapatkan kesempatan berkunjung ke Baitullah di Tanah Suci, tentunya menjadi nikmat yang luar biasa yang di dambakan oleh setiap umat muslim di seluruh dunia. Seperti yang diketahui bahwa untuk dapat melaksanakan rukun islam yang kelima ini terdapat persyaratan yang harus dipenuhi. Oleh karena itulah, tak semua orang dapat melaksanakan rukun islam yang kelima ini. Sebab itu, saat diberi kesempatan oleh Allah Swt untuk melaksanakan rukun islam kelima tentunya menjadi peristiwa dalam hidup yang amat luar biasa. Karena hal ini merupakan salah satu nikmat yang diberikan Allah Swt. Bukan menjadi hal yang asing bahwasannya pelaksanaan ibadah haji untuk menyempurnakan rukun islam ini bukanlah dilakukan secara gratis seperti ibadah pada umumnya. Untuk ibadah haji ini, umat muslim memerlukan persiapan biaya untuk dapat berangkat ke Tanah Suci. Mengapa perlu mempersiapkan dana? Hal ini dikarenakan ibadah haji dilaksanakan di luar Tanah Air yang tentunya membutuhkan transportasi dan akomodasi yang menyertai. Oleh karena itulah, ibadah haji ini membutuhkan biaya yang tak sedikit. Bagi Sahabat Haji Plus yang hendak berencana untuk melaksanakan ibadah haji dengan segala fasilitas dan akomodasi yang terjamin nyaman, Sahabat Haji Plus dapat mendaftar Haji Plus. Sahabat Haji Plus dapat terlebebih dahulu mencari informasi selengkap – lengkapnya terkait Travel Haji Plus beserta Biaya Haji Plus di hajiplus.id. Bagi Sahabat Haji Plus yang berminat menjadi calon jamaah Haji Plus, yuk simak Informasi Paket ONH Plus di bawah ini.

Museum Asmaul Husna di Tanah Suci

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa di Tanah Suci tepatnya di Kota Madinah, terdapat Museum Asmaul Husna yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Museum Asmaul Husna ini terletak di sebelah Kanan Masjid Nabawi, tepatnya diantara hotel – hotel serta mall yang ada di sekitar Masjid Nabawi. Di Museum Asmaul Husna ini terdapat kalimat ucapan selamat datang yang letaknya di galeri Asmaul Husna tepatnya di komplek Masjid Nabawi Madinah, yang ucapannya bertuliskan kaimat “The Beautiful Names of Allah”. Pada saat Sahabat Haji Plus berada di galeri Museum Asmaul Husna, Sahabat Haji Plus akan diajak untuk mendalami makna dari Asmaul Husna yakni nama – nama milik Allah Swt yang bermakna hal – hal baik. Museum Asmaul Husna yang terdiri atas satu lantai ini disekat dengan beberapa ruangan. Di dalamnya telah terpasang nama – nama Asmaul Husna yang mengandung arti serta bukti – bukti yang Sahabat Haji Plus jumpai dalam kehidupan sehari – hari. Galeri di Museum Asmaul Husna selalu dipadati jamaah haji di waktu – waktu setelah shalat lima waktu. Saat Sahabat Hji Plus memasuki ruangan galeri, Sahabat Haji Plus secara langsung akan disapa oleh sejumlah penerima tamu. Salah satu diantaranya terdapat seorang yang sangat mahir berbahasa Indonesia. Melihat wajah jamaah asal Indonesia, ia langsung mempersilahkan masuk. Perlu diketahui bahwa isi galeri yang terdapat pada Museum Asmaul Husna hanya berbahasa Inggris dan Arab. Menggunakan bahasa inggris karena bahasa inggris menjadi bahasa internasional yang dapat dipahami oleh jamaah haji dari seluruh dunia.

Pada saat Sahabat Haji Plus akan memasuki galeri, tentu ada sejumlah pemandu yang melayani jamaah haji saat memasuki galeri. Ruangan pertama galeri Museum Asmaul Husna berisi tentang replika matahari yang berukuran besar yang telah lengkap dengan planet – planet beserta tata surya. Ukuran planet tentunya telah  disesuaikan dengan skala yang sama. Selanjutnya, sepanjang kanan dan kiri tembok terdapat nama – nama Asmaul Husna. Sahabat Haji Plus hendaknya mengetahui bahwa di dalam Al – Qur’an, Allah Swt disebut juga dengan nama – nama sebutan yang berjumlah 99 nama yang masing – masing nama tersebut memiliki arti yang bermakna baik. Seluruh nama – nama Asmaul Husna terpajang di sepanjang tembok galeri Museum Asamaul Husna tersebut. Akan tetapi, Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa tak hanya itu saja yang terpampang dalam dinding Museum Asmaul Husna. Melainkan terdapat pula foto – foto terkait peristiwa – peristiwa yang pernah terjadi yang menjadi bukti terkait kebesaran Allah Swt. Foto – foto yang terpampang terkait peristiwa tersebut antara lain foto Tsunami di Aceh, foto pohon sequoia yang tumbuh amat tinggi sekitar 115 meter, foto lahar gunung berapi dan foto peristiwa yang menunjukkan kebesaran Allah Swt lainnya.

Setelah Sahabat Haji Plus diajak untuk memahami Asmaul Husna. Selanjutnya, Sahabat Haji Plus akan diajak untuk masuk ke dalam ruangan yang dinamakan Panorama Display Hall yang berada di ruangan berukuran 10 x 5 meter. Di dalam ruangan ini terdapat layar besar yang disusun dari 32 layar TV LCD berukuran 42 inch. Layar tersebut menggambarkan betapa luasnya alam raya. Mulai dari foto jamaah yang shalat di Masjid Nabawi, kemudian ditarik ribuan kilometer ke atas menuju alam semesta. Video singkat tersebut menggambarkan terkait kebesaran Allah Swt. Sahabat Haji Plus bebas masuk ke galeri Museum Asmaul Husna ini tanpa dipungut biaya alias gratis. Galeri Museum Asmaul Husna ini sangat ramai selepas jam shalat. Dengan Sahabat Haji Plus mengunjungi galeri ini, maka Sahabat Haji Plus akan semakin tergugah terkait kebesaran Allah Swt. Nah, pada saat Sahabat Haji Plus berada di Tanah Suci, jangan lupa untuk mampir di galeri Museum Asmaul Husna ini yaa.

Tempat Ziarah di Madinah

Bagi Sahabat Haji Plus yang hendak melaksanakan ibadah haji tentunya selain melakukan serangkaian kegiatan haji, ada pula kegiatan yang dilakukan yakni ziarah. Nah, tahukah Sahabat Haji Plus terkait tempat mana saja yang dapat menjadi tempat ziarah saat di Kota Madinah? berikut lebih jelasnya.

  1. Raudhah

Sahabat Haji Plus tentunya mengerti bahwasannya Raudhah merupakan salah satu tempat yang terletak di dalam Masjid Nabawi yang letaknya ditandai dengan tiang – tiang berwarna putih. Diketahui, luas Raudhah ini ditaksir sekitar 22 meter dari arah timur ke barat dan dari utara ke selatan sekitar 2 meter. Seluruh umat islam di penjuru dunia telah mengetahi bahwasannya Raudhah ini menjadi tempat yang mustajab untuk berdo’a. Raudhah atau yang disebut juga Raudhatul Jannah ialah salah satu tempat di dalam Kompleks Masjid Nabawi. Biasanya, pada saat jamaah haji berada di Raudhah ini jamaah haji akan memanjatkan doa terkait segala hajatnya yang dipercaya dapat dikabulkan oleh Allah Swt. Raudhatul Jannah atau taman surga merupakan nama yang diberikan oleh Nabi Muhammad Saw untuk tempat ini. Pada mulanya lokasi Raudhah terdapat di luar Masjid Nabawi atau tepatnya di antara rumah Nabi dan mighrab di masjid. Akan tetapi, seiring perluasan Masjid Nabawi yang telah dilakukan beberapa kali, lokasi tersebut pada saat ini menjadi berada di dalam masjid Nabawi.

Menurut sejarah, Pada zaman dahulu Nabi Muhammad Saw sering duduk untuk membacakan wahyu dan mengajarkannya kepada sahabatnya di Raudhah ini. Nabi Muhammad Saw pernah bersabda “Antara kamarku dan mimbarku terletak satu bagian dari taman surga.” Sedangkan kamar yang dimaksud sekarang ialah telah menjadi makam Nabi Muhammad Saw yang sesuai dengan wasiatnya yang mengatakan “Tidak dikuburkan seorang Nabi, kecuali di tempat dia meninggal.” Berdasarkan hadis tersebut kebanyakan inilah umat Islam berusaha untuk dapat berada di Raudhahtul Jannah. Saat berada di Masjid Nabawi, jamaah haji selalu berupaya untuk dapat melaksanakan shalat di tempat tersebut. Tentunya, jamaah haji berharap dengan dapat berada di salah satu taman surga tersebut nantinya akan dimasukkan Allah Swt sebagai ahli surga. 

  1. Maqam Rasulullah Saw

Sahabat Haji Plus hendaknya mengetahui bahwa Nabi Muhammad Saw wafat pada tahun 632 Hijriyah tepat di rumah istrinya yakni Aisyah RA. Setelah Nabi Muhammad Saw wafat, Nabi Muhammad Saw dimakamkan di dalam rumah istrinya yakni Aisyah. Saat Nabi Muhammad Saw wafat, para sahabat sempat berdebat mengenai lokasi pemakaman Nabi Muhammad Saw.  Terdapat sahabat Nabi yang memberikan saran agar Nabi Muhammad Saw dimakamkan di mimbar tempat beliau berkhutbah. Akan tetapi, sahabat Nabi Muhammad Saw yang lain mengusulkan jika  Nabi Muhammad Saw dimakamkan di mihrab tempat beliau menjadi imam shalat. Kemudian Abu Bakar berkata bahwasannya “Aku pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, tak seorang Nabi pun meninggal dunia kecuali dimakamkan di tempat dia meninggal”  Selanjutnya, pernyataan yang disampaikan oleh Abu Bakar menjadi penengah perdebatan para sahabat mengenai makam Nabi Muhammad Saw. Hal inilah yang menjawab terkait asal mula Nabi Muhammad SAW dimakamkan di kamar Aisyah. Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa makam Nabi Muhammad Saw juga bersebelahan dengan dua makam sahabatnya yakni Abu Bakar dan Umar Bin Khattab.

Setelah Nabi Muhammad Saw wafat, kepemimpinan umat islam digantikan oleh Abu Bakar yang di daulat juga sebagai khalifah pertama. Akan tetapi,  dua tahun kemudian setelah Nabi Muhammad Saw wafat, Abu Bakar juga wafat. Abu Bakar wafat tepat pada tahun 634 Hijriyah. Abu Bakar wafat dalam usia 60 tahun karena sakit dan kemudian dimakamkan di samping Nabi Muhammad Saw. Seusai Abu Bakar Wafat, kepemimpinannya digantikan oleh Sahabat Nabi Muhammad juga yakni Umar bin Khattab yang menjadi pengganti Abu Bakar sebagai khalifah dari tahun 634 hingga 644. Kemudian Umar bin Khattab meninggal pada 644 setelah ditikam saat menjadi imam shalat subuh. Diketahui, Umar bin Khattab wafat tiga hari setelah peristiwa penusukan. Kemudian Umar dimakamkan di samping makam Nabi Muhammad Saw dan makam Abu Bakar di rumah Aisyah. Bagi Sahabat Haji Plus yang mengunjungi makam ini, diketahui bahwa memang tak ada pintu atau jendela untuk melihat ke dalam. Siapa pun tak bisa masuk ke dalam makam Nabi Muhammad Saw tanpa izin Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.  Akses untuk masuk ke dalam makam hanya melalui bangunan yang dulunya merupakan rumah Fatimah, putri tercinta Nabi Muhammad Saw. Pada umumnya para peziarah hanya dapat melihat dinding yang menutupi makam Nabi Muhammad Saw. 

  1. Masjid Quba

Tentu Sahabat Haji Plus mengerti bahwa Masjid Quba merupakan masjid pertama kali yang didirikan oleh Nabi Muhammad Saw pad saat beliau hijrah dari Makkah ke Madinah. Beberapa kilometer sebelum memasuki Madinah, Rasulullah SAW bersama Abu Bakar, membangun masjid di daerah Quba. Oleh karena itulah masjid ini dinamakan dengan Masjid Quba. Masjid Quba ini didirikan pada tahun 1 Hijriyah atau sekitar 622 M. Quba merupakan salah satu daerah yang terletak di wilayah Madinah. Tepatnya ialah sekitar dua mil atau kurang lebih lima kilometer dari pusat kota Madinah. Pada saat itu, Nabi Muhammad Saw diperintahkan oleh Allah Swt untuk segera berhijrah dan menghindari kekejaman kafir Quraisy. Dalam upaya hijrah tersebut, tempat pertama yang disinggahi oleh Nabi Muhammad Saw ialah  gua Tsur. Di dalam gua Tsur inilah, Nabi Muhammad Saw bersembunyi bersama Abu Bakar dari kejaran kaum kafir Quraisy. Setelah kondisinya dirasa aman, Nabi SAW kemudian melanjutkan perjalanan menuju Madinah. rasul memilih jalan yang berbeda dari jalan umum. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari pertemuan secara langsung dengan orang-orang kafir Quraisy. Dan sebelum tiba di Madinah, Nabi Muhammad Saw sempat singgah di beberapa tempat dan salah satunya ialah Quba. Nabi Muhammad Saw tinggal di daerah ini selama beberapa hari, sembari menunggu kedatangan Ali bin Abi Thalib RA dari Makkah bersama rombongan. Pada saat hendak berhijrah, Ali diperintahkan Nabi Muhammad Saw untuk menggantikannya tidur di tempat tidurnya. Hal ini dikarenakan untuk mengelabuhii perhatian kaum kafir Quraisy yang ingin membunuh Nabi Muhammad Saw.

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa menurut hadis riwayat Tirmidzi menjelaskan bahwasannya seseorang yang melakukan shalat di Masjid Quba pahalanya akan sama dengan melaksanakan umrah. Seperti disebutkan dalam Shahih Bukhari, Nabi Muhammad Saw terbiasa mengunjungi Masjid Quba dengan berjalan kaki atau jika tidak seminggu sekali. Para ahli sejraah menjelaskan bahwa tanah yang menjadi lahan pembangunan masjid quba ini pada mulanya ialah lapangan milik Kultsum bin Hadam, yang biasa digunakan untuk menjemur kurma. Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa Masjid Quba ini ialah masjid yang dibangun dengan penuh pengorbanan dan perjuangan. Allah SWT menyebutnya dengan dasar takwa. Hal ini dikarenakan perjuangan Rasulullah SAW dalam menegakkan agama Allah yang harus dilalui dengan penuh rintangan dan halangan. Kaum kafir quraisy hampir setiap saat selalu memantau dan mengawasi aktivitas Nabi Muhammad Saw. Pada saat kesempatan berhijrah datang, maka langkah awal yang harus dilakukan ialah dengan mendirikan masjid sebagai pusat perjuangan dan dakwah Islam. 

  1. Masjid Qiblatain

Masjid Qiblatain merupakan menjadi salah satu peninggalan sejarah yang menjadi saksi bisu dalam perkembangan islam di Madinah. Para ahli sejarah mengatakan bahwasannya Masjid Qiblatain ini dibangun pada tahun 893 H. Masjid Qiblatain tentu begitu menarik untuk dikunjungi pada saat Sahabat Haji Plus berada di Tanah Suci. Pasalnya, tempat – tempat di Masjid QIblatain tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan kisah Nabi Muhammad Saw semasa hidup. Bahkan tempat – tempat tersebut juga turut menjadi saksi  bisu perjuangan Nabi Muhammad Saw dalam menegakkan agama Islam. Karena letaknya berada di Madinah, Sahabat Haji Plus yang sedang melaksanakan ibadah haji ataupun umroh dapat berkunjung ke masjid yang bersejarah ini. Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa Masjid Qiblatain ini dikenal dengan memiliki dua arah kiblat. Masjid ini pada mulanya bernama Masjid Bani Salamah yang menjadi saksi perpindahan arah kiblat umat islam. Letak masjid ini berada di Quba, yang tepatnya berada di atas sebuah bukit kecil di sebelah utara Harrah Wabrah, kota Madinah.

Sejarah masjid dua kiblat ini diawali dengan kedatangan Nabi Muhammad Saw dengan beberapa sahabatnya ke Salamah guna menenangkan Ummu Bishr binti al – Bara yang ditinggal wafat keluarganya. Pada saat itu tepat di bulan Rajab tahun 2 Hijriyah, Nabi Muhammad Saw shalat Dhuhur di Masjid Bani Salamah. Nabi Muhammad Saw menjadi imam dalam shalat tersebut. Dalam dua rakaat pertama shalat dhuhur masih menghadap Baitul Maqdis Palestina. Sampai akhirnya malaikat Jibril menyampaikan wahyu pemindahan arah kiblat. Wahyu datang ketika Nabi Muhammad Saw menyelesaikan rakaat kedua. Dalam Qur’an surat  Al – Baqarah ayat 144, Allah berfirman, “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi al-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Allah dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”

Saat Nabi Muhammad Saw menerima wahyu tersebut, Nabi Muhammad Saw secara langsung berpindah arah 180 derajat. Kemudian diikuti oleh seluruh jamaah dengan melanjutkan shalat dhuhur menghadap Masjidil Haram. Sejak saat itulah, kiblat umat Islam berpindah dari Baitul Maqdis, Palestina yakni menghadap ke utara dari Madinah menuju Masjidil Haram yakni menghadap arah selatan dari Madinah. Masjid Bani Salamah ini pun dikenal sebagai Masjid Qiblatain atau Masjid Dua Kiblat. Masjid Qiblatain ini selalu ramai dikunjungi oleh jamaah haji maupun umroh.

  1. Jabal Uhud

Telah diketahui bahwa banyak sekali gunung ataupun bukit yang terdapat di Madinah, salah satu bukit yang ada ialah Jabal Uhud. Bukit Uhud atau yang dikenal juga dengan Jabal Uhud adalah sebuah bukit yang jaraknya 5 kilometer dari sebelah utara Kota Madinah yang diketahui terletak sekitar 1.077 meter dari atas permukaan laut. Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa jabal uhud ini menyimpan sejarah bagi umat Islam yang amat berkesan. Hal ini dikarenakan lembah gunung uhud ini pernah terjadi pertempuran yang amat besar antara pejuang umat Islam dengan kaum kafir Quraisy. Diketahui, pertempuran di jabal uhud ini terjadi pada 15 Syawal 3 Hijriah (bulan Maret, 625 Masehi) yang menyebabkan 70 pejuang Islam mati secara syahid dalam pertempuran tersebut. Di lembah bukit itulah pada saat itu terjadi perang dahsyat antara kaum muslimin yang berjumlah 700 orang dalam melawan gerombolan musyrikin Mekkah dengan jumlah yang tidak imbang. kaum kafir Quraisy melakukan penyerangan dengan pasukan yang tak kurang dari 3.000 orang. Saat perang ini berlangsung, umat islam yang gugur hingga 70 orang syuhada yang di antaranya ialah paman Nabi Muhammad Saw, Hamzah bin Abdul Muththalib, yang diberi gelar AsaDullah wa Asadur Rasul yang berarti Singa Allah dan Rasul-Nya, Mush’ab bin Umair dan Abdullah bin Jahsyin.

Para syuhada yang gugur kemudian dimakamkan di lokasi mereka gugur yakni di dekat Gunung Uhud. Nabi Muhammad Saw ketika dalam pertempuran juga mengalami luka – luka yang cukup parah. Serta para sahabat yang menjadi perisai juga mengalami kondisi badan dipenuhi oleh anak panah. Saat perang telah selesai, kaum musyrikin kemudian mengundurkan diri untuk pulang ke Mekkah. Hal inilah yang menjadi latar belakang penyebab Nabi Muhammad Saw memberikan perintah agar mereka yang gugur dimakamkan di lokasi mereka gugur, hingga ada satu liang kubur yang memang terdiri dari sejumlah syuhada. Didasari rasa cinta Nabi Muhammad Saw kepada seluruh syuhada Uhud, khususnya Sayyidina Hamzah, mendorong Nabi Muhammad Saw untuk melaksanakan ziarah ke Jabal Uhud tiap satu tahun sekali. Hal inilah yang juga dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw pada saat itu yang kini juga diikuti oleh umat Islam. Ziarah tersebut terjadi bahkan semenjak zaman pemerintahan para khalifah setelah Rasulullah SAW wafat.

Inilah sekilas Informasi Paket ONH Plus bagi Sahabat Haji Plus yang berencana untuk melaksanakan ibadah haji. Semoga informasi ini dapat membantu Sahabat Haji Plus dalam memeprsiapkan segala  sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *