Informasi Paket Haji ONH Plus di Jakarta

Informasi Paket Haji ONH Plus di Jakarta

Pada umumnya melakukan amal ibadah ialah telah menjadi kewajiban tetap dan tetap akan terus dilakukan sepanjang umur. Akan tetapi, khusus untuk ibadah haji kewajiban pelaksanaannya hanya cukup sekali saja dalam seumur hidup. Tujuan diwajibkannya haji ialah dalam rangka untuk memenuhi panggilan Allah Swt untuk memperingati serangkaian kegiatan yang pernah dilakukan oleh Nabi Ibrahim sebagai penggangas syariat islam. Keinginan Nabi Ibrahim itulah ditanggapi Allah Swt dengan menyuruh orang – orang untuk menziarahi tempat Nabi Ibrahim. Oleh karena itulah, melaksanakan ibadah di tanah suci merupakan menjadi impian bagi semua umat muslim. Sahabat Haji Plus tentunya juga demikian bukan? Apabila Sahabat Haji Plus berminat untuk segera melaksanakan ibadah haji tanpa menunggu waktu keberangkatan yang lama, Sahabat Haji Plus dapat mendaftar Haji Plus. Sahabat Haji Plus dapat mendaftar Haji Plus di Travel Haji Plus yang telah memiliki kredibilitas yang baik serta Biaya Haji yang rasional. Apabila Sahabat Haji Plus demikian, Sahabat Haji Plus dapat melaksanakan ibadah haji dengan mempercayakan pelaksanaannya Bersama Annur Maarif. Mengapa Annur Maarif? Karena Annur Maarif telah berpengalaman, berkualitas dan terpercaya dalam membernagkatkan calon jamaah haji. Perihal biaya haji pun tak perlu khawatir terlampau mahal. Karena di Bersama Annur Maarif, Sahabat Haji Plus hanya perlu menyiapkan dana sebesar 9000 USD yang telah disertai fasilitas yang exclusive. Nah, bagi Sahabat Haji Plus yang berkeinginan untuk berangkat ke tanah suci dalam rangka melaksanakan ibadah haji semoga jalannya dipermudah oleh Allah Swt. Untuk Sahabat Haji Plus jangan lupa untuk selalu membekali diri dengan ilmu agar dapat lebih siap ketika menghadapi segala sesuatu. Jangan lupa untuk menabung juga agar keinginan untuk berangkat ke tanah suci dalam rangka melaksanakan ibadah haji dapat segera terlaksana. Agar Sahabat Haji Plus dapat lebih siap dalam mempersiapkan ibadah haji, inilah Informasi Paket Haji ONH Plus di Jakarta. 

Keistimewaan Kiswah di Tanah Suci

Telah diketahui bahwasannya kain kiswah yang berada di Tanah Suci memiliki keistimewaan bagi umat muslim di penjuru dunia. Kiswah berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti terselubung. Makna terselubung yang dimaksu dalam konteksnya ialah kain yang menutupi ka’bah dan berlafadzkan ayat – ayat suci Al-Qur’an. Secara sekilas, mungkin Sahabat Haji Plus tak mengetahui keistimewaan apa saja yang terkandung dalam kain kiswah di Tanah Suci tersebut. Bagi Sahabat Haji Plus yang ingin mengetahui apa saja keistimewaan kain kiswah yang berada di Tanah Suci, yuk simak berikut ini.

  1. Latar Belakang Sejarahnya

Diketahui kiswah ini telah ada pada masa Nabi Ismail As yakni putra Nabi Ibrahim As. Selain itu, Nabi Muhammad Saw juga pernah memerintahkan pembuatan kiswah dari kain yang berasal dari Yaman. Sedangkan empat khalifah penerus Nabi Muhammad Saw yang termasuk dalam KhulafaurRasyidin memerintahkan pembuatan kiswah dari kain benang kapas. Selanjutnya, pada masa Kekhalifahan Abbassiyah yakni Khalifah ke-4 al-Mahdi memerintahkan supaya kiswah dibuat dari kain sutra Khuz. Pada masa pemerintahannya, kiswah didatangkan dari Mesir dan Yaman. Tahukah Sahabat Haji Plus bahwasannya kiswah pada jaman dahulu tak selalu berwarna hitam pekat seperti saat ini. Kiswah pertama yang dibuat dari kain tenun dari Yaman justru berwarna merah. Sedangkan pada masa Khalifah Mamun ar-Rasyid, kiswah dibuat dengan warna dasar putih. Kiswah juga pernah dibuat berwarna hijau atas perintah Khalifah An-Nasir dari Bani Abbasiyah (sekitar abad 16 M) dan kiswah juga pernah dibuat berwarna kuning berdasarkan perintah Muhammad ibnu Sabaktakin.

Penggantian kiswah yang dengan ragam aneka warna dari tahun ke tahun tentunya cukup mengusik benak Kalifah al-Mamun dari Dinasti Abbasiyah. Sehingga pada akhirnya diputuskan bahwa sebaiknya warna kiswah itu tetap dari waktu ke waktu yakni ditetapkan warna hitam. Samapi saat ini meskipun kiswah diganti setiap tahun, akan tetapi warnanya tetap berwarna hitam. Sisi lain kain kiswah ini memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri. Pintalan benang yang terajut manis berwarna emas maupun perak menyatu padu yang terangkai dalam lafadz – lafadz yang suci. Perpaduan warna emas dan perak pada kaligrafi yang menghiasi kiswah tersebut mengandung makna dan nilai seni yang sangat istimewa. Sebab pembuatannya membutuhkan skill dan bakat yang luar biasa karena tak semua orang mampu membuat seni seindah itu. Perlu Sahabat Haji Plus ketahui bahwa kiswah merupakan simbol kekuatan, keagungan dan juga kesederhanaan.

  1. Proses Pembuataannya

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa kain kiswah pertama kali dibuat oleh seorang pengrajin memiliki nama Adnan bin Ad. Awal mulanya, kain kiswah ini berasal dari kulit unta. Akan tetapi, seiring berjalnnya waktu kain kiswah mengalami pembaharuan yakni terbuat dari kain sutera. diketahui untuk membuat sebuah kain kiswah diperlukan bahan sutera seberat 670 kg atau sekitar 600 meter persegi kain sutera yang terdiri dari 47 potong kain. Masing-masing potongan tersebut memiliki panjang sekitar 14 meter dengan lebar 95 cm. Ukuran tersebut telah disesuaikan untuk menutupi bidang kubus Kabah pada keempat sisinya. Sedangkan untuk hiasan berupa pintalan emas yang dibutuhkan 120 kg emas dan beberapa puluh kg perak. Kiswah ini dipasang ke ka’bah lalu direkatkan ketanah menggunakan cincin tembaga, jahitan ayat-ayat Al-Qur’an yang biasanya dirancang manual dengan tangan sekarang sudah menggunakan alat bantu komputer agar mempercepat proses pembuatanya.

  1. Biaya Pembuatannya

Sahabat Haji Plus perlu mengetahui bahwa biaya pembuatan kain kiswah ini cukuplah fantastis. Hal ini dikarenakan pembuatan kain kiswah menggunakan bahan baku dari bahan baku yang tergolong berharga seperti emas, perak dan sutera. Maka tak heran apabila harga kain kiswah ini menjadi sangat mahal dan ditaksir sekitar 50 miliar. Oleh karena itu, setiap tahun Jawatan Wakaf Kerajaan Arab Saudi harus menyediakan dana sekitar 50 miliar yang ditujukan khusus untuk biaya pembuatan kain kiswah.

  1. Terdapat Pabrik Khusus

Diketahui sejak tahun 1931, kain kiswah telah digunakan untuk menutupi Ka’bah. Diketahui kain kiswah ini diproduksi di sebuah pabrik yang berada di pinggir kota Mekkah di Tanah Suci. Di pabrik kain kiswah tersebut, pembuatan kiswah dilakukan secara modern dengan menggunakan mesin tenun modern. Diketahui pabrik kiswah ini memiliki area seluas 10 hektar dan terdapat sekitar 240 perajin kiswah. Dalam pabrik tersebut, kain kiswah dibuat secara massal. Di pabrik itulah semuanya telah disiapkan dari perencanaan, pembuatan gambar prototipe kaligrafi, pencucian benang sutera, perajutan kain dasar, pembuatan benang dari berkilo – kilo emas murni dan perak hingga pada pemintalan kaligrafi dari benang emas maupun perak, lalu penjahitan akhir.

Larangan Fusuq Saat Berihram di Tanah Suci

Sahabat Haji Plus hendaknya mengetahui bahwasannya terdapat larangan yang hendaknya tak dilakukan pada saat berihram yakni fusuq atau berkata yang keji. Sebagian ulama berpendapat bahwa fusuq merupakan kata – kata yang bermakna buruk, seperti menyakiti orang lain atau menjelek – jelekkan orang lain. Justru sebaliknya, yang hendaknya Sahabat Haji Plus lakukan pada saat berihram ialah menjaga segala perkataan yang keluar dari lisan Sahabat Haji Plus sekalian. Karena seperti yang diketahui bahwa perkataan yang keluar dari lisan kita sebagai manusia ialah sumber dari segala masalah. Oleh karena itu hendaknya berhati – hati terkait segala ucapan yang dilontarkan pada saat berada di Tanah Suci. Tentunya Sahabat Haji Plus mengetahui apabila menjelek – jelekkan orang lain karena kekurangannya dalam urusan dunia maupun akhirat, tentunya termasuk ke dalam sesuatu yang terlarang dalam Islam. Hal ini dikarenakan peran Sahabat Haji Plus yang sebagai hamba Allah Swt juga belum pasti dalam keadaan yang lebih baik dari orang yang dibicarakan. Apabila saat ini Sahabat Haji Plus beranggapan tampak hebat dan baik di mata orang, ini hanya karena Allah Swt menutupi aib dan segala keburukan Sahabat Haji Plus sekalian.

Hal baik yang Sahabat Haji Plus akan dapatkan pada saat Sahabat Haji Plus dapat menjaga lisan saat berihram ialah agar Sahabat Haji Plus tak merasa sombong dan menganggap diri selalu baik atau paling baik serta selalu membicarakan dan menggunjing keburukan dan masa lalu orang lain. Boleh jadi orang yang dibicarakan melakukan satu dosa tapi Sahabat Haji Plus melakukan dosa lain yang bahkan lebih banyak tapi tidak terlihat. Tentu sangat berbanding terbalik dengan ucapan yang dilontarkan bukan? oleh karena itulah, hendaknya Sahabat Haji Plus menjaga lisan dengan sebaik mungkin agar tak menimbulkan dosa yang menumpuk. Karena bisa saja dosa dan kesalahan Sahabat Haji Plus yang jauh lebih berat dari orang yang dibicarakan, akan tetapi Allah tak membuka aib yang ada. Oleh karena itu, seolah semua manusia tak mengetahui perbuatan perbuatan yang telah Sahabat Haji Plus buat selama ini. Dan bisa jadi orang tersebut pun mulia di hadapan Allah karena menangisi akan dosa-dosa yang di perbuatnya, sehingga di bisa wafat dalam keadaan husnul khotimah atau akhir yang baik, sedangkan bisa saja seseorang yang gemar menjelekkan orang lain meninggal dalam keadaan berbalik yakni su’ul khotimah.

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa dengan larangan berihram terkait fusuq ialah agar Sahabat Haji Plus tak sembarang berkata buruk seperti membicarakan aib dan kejelekan orang lain. Karena, secara tak langsung hal tersebut memerintahkan Sahabat Haji Plus sekalian untuk sibuk mengoreksi diri sendiri dan memperbaiki diri karena orang yang buta mata hati adalah orang yang dapat melihat kesalahan orang lain namun kesalahan dirinya tak bisa dilihat walaupun dipelupuk mata. Allah Swt tentu juga telah memerintahkan umatnya di dalam Al Quran untuk senantiasa menjaga lisan. Hal ini dikarenakan sebagian dosa tercipta melalui lisan yang tak terjaga. 

Menggapai Haji Mabrur

Menjadi Haji Mabrur tentunya menjadi impian setiap umat muslim yang melaksanakan ibadah haji. Akan tetapi, Tahukah Sahabat Haji Plus bahwasannya Haji Mabrur tak diperoleh dengan serta merta. Melainkan, perlu disertai beberapa hal agar Sahabat Haji Plus mendapatkan haji mabrur. Tentunya, Sahabat Haji Plus harus mengetahui terkait informasi ini. Supaya ibadah haji yang Sahabat Haji Plus lakukan tak sia – sia. Tentunya sayang sekali apabila Sahabat Haji Plus tak mendapatkan haji yang mabrur. Mengingat banyak sekali keistimewaan dalam pelaksanaan ibadah haji yang begitu istimewanya. Nah, agar Sahabat Haji Plus mengerti terkait hal apa saja yang dilakukan agar haji mabrur, yuk simak ulasan berikut ini.

  1. Haji Dengan Harta Halal

Pastinya harta yang digunakan untuk melaksanakan ibadah haji ialah harta yang halal. Hal ini dikarenakan Allah Swt tak akan menerima sesuatu kecuali yang halal. Hal ini tentunya berkaitan bagi Sahabat Haji Plus yang melaksanakan ibadah haji menggunakan harta yang halal atau haram. Karena hal ini juga akn mempengaruhi mabrur atau tidaknya selepas pelaksanaan ibadah haji. Bagi seseorang yang ingin hajinya mabrur, tentunya harus memastikan terlebih dahulu bahwasannya seluruh harta yang digunakan untuk biaya pelaksanaan ibadah haji merupakan harta yang halal. Terlebih bagi yang selama mempersiapkan biaya pelaksanaan ibadah haji tak lepas dari transaksi dengan bank. Jika tidak, maka haji mabrur bagi mereka hanyalah harap.

  1. Amalan Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad Saw

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa bagi Sahabat Haji Plus yang hendak mendapatkan haji yang mabrur sebaiknya melakukan amaln – amalan yang telah sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad Saw. Kemudia, segala amalan – amalan yang dilakukan pun hendaknya dijalankan dengan maksimal dan juga rasa ikhlas dari lubuk hati yang sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad Saw . Sebisa mungkin Sahabat Haji Plus harus menjalankan semua kewajiban dan rukun – rukunnya serta menjauhi segala larangan selama berada di Tanah Suci. Apabila Sahabat Haji Plus melakukan kesalahan, hendaknya Sahabat Haji Plus harus segera melakukan penebusnya dengan apa yang telah ditentukan. Tak hanya itu saja, haji yang mabrur juga memperhatikan keikhlasan hati, yang seiring dengan majunya zaman semakin sulit dijaga. Seperti perkataan Syuraih al-Qadhi yang dapat jadi perenungan Sahabat Haji Plus sekalian yakni “Yang (benar-benar) berhaji sedikit, meski jamaah haji banyak. Alangkah banyak orang yang berbuat baik, tapi alangkah sedikit yang ikhlas karena Allah.”

  1. Saat di Tanah Suci Menyibukkan Diri Dengan Ibadah

Bagi Sahabat Haji Plus yang ingin mendpat haji mabrur ialah pada saat di Tanah Suci hendaknya Sahabat Haji Plus memperbanyak ibadah. Bukan malah sebaliknya yakni menyibukkan diri untuk berburu oleh – oleh di Tanah Suci. Sebisa mungkin, Sahabat Haji Plus memenuhi dengan banyak amalan yang baik seperti sholat sunnah, dzikir, shalat di Masjidil Haram, shalat pada waktunya dan membantu jamaah haji lain yang sedang membutuhkan bantuan. Seperti perkataam Ibnu Rajab yang berisi “Maka haji mabrur adalah yang terkumpul di dalamnya amalan-amalan baik, plus menghindari perbuatan-perbuatan dosa.” Diketahui dari banyaknya amalan yang ada terdapat amalan khusus yang dianjurkan untuk meraih haji mabrur ialah dengan cara bersedekah dan berkata-kata baik selama haji.

  1. Tak berbuat maksiat selama ihram

Sahabat Haji Plus pastinya juga telah mengerti bahwa maksiat adalah hal yang dilarang dalam agama dalam segala kondisi, salah satunya ialah kondisi berihram. Pada saat Sahabat Haji Plus berada dalam kondisi berihram, larangan maksiat tersebut menjadi lebih tegas dan  apabila dilanggar maka haji mabrur yang diharapkan tentu tak akan pernah menjadi bagiannya. Antara lain hal – hal yang dilarang selama pelaksanaan ibadah haji ialah fusuq, rafats dan jidal. Rafats merupakan segala bentuk hal buruk dan peristiwa yang tak berguna. Contoh – contohnya ialah antara lain bersenggama, bercumbu atau membicarakannya, meskipun dengan pasangan sendiri selama ihram. Fusuq merupakan tak sesuai dengan ketaatan kepada Allah Swt, apapun bentuknya. Sedangkan Jidal merupakan berbantah – bantahan secara berlebihan. Ketiga hal tersebut dilarang selama berihram. Adapun di luar waktu ihram, bersenggama dengan pasangan kembali diperbolehkan, sedangkan larangan yang lain tetap tidak boleh. Demikian juga, orang yang ingin hajinya mabrur harus meninggalkan semua bentuk dosa selama perjalanan ibadah haji, baik berupa syirik, bid’ah maupun maksiat. Hendaknya Sahabat Haji Plus memperhatikan hal tersebut.

  1. Menjadi Lebih Baik Seusai Ibadah Haji

Salah satu hal yang menjadi tanda diterimanya amal seseorang di sisi Allah ialah seseorang tersebut diberi hidayah untuk melakukan kebaikan lagi setelah amalan yang dilakukan, dalam arti orang tersebut menjadi lebih baik. Sebaliknya, jika setelah beramal saleh melakukan perbuatan buruk, maka itu adalah tanda bahwa Allah Swt tak menerima amalannya. Ibadah haji merupakan suatu ibadah dengan serangkaian kegiatan yang penuh akan makna. Selama kurang lebih satu bulan Sahabat Haji Plus akan disibukkan oleh berbagai ibadah dan pendekatan diri kepada Allah. Pada saat pelaksanaan ibadah haji, tentunya suasana sekitar akan menjauhkan Sahabat Haji Plus sekalian dari hiruk pikuk urusan duniawi yang sangat melalaikan. Tak hanya itu saja, akan tetapi Sahabat Haji Plus juga berkesempatan untuk memeperdalam ilmu agama yang murni dari para ulama tanah suci dan melihat perihal menjalankan agama yang benar. Dapat dipahami bahwa setiap orang yang menunaikan ibadah haji akan pulang dari tanah suci dalam keadaan yang lebih baik. Akan tetapi, yang terjadi banyak yang tak demikian. Terlebih setelah tenggang waktu yang lama dari waktu berhaji. Banyak yang tak terlihat lagi pengaruh baik haji pada dirinya.

Bertaubat setelah pelaksanaan ibadah haji, berubah menjadi lebih baik, memiliki hati yang lebih lembut dan bersih, ilmu dan amal  yang lebih mantap dan  benar, kemudian istiqamah di atas kebaikan itu merupakan salah satu tanda haji mabrur. Seseorang yang hajinya mabrur menjadikan ibadah haji sebagai titik tolak untuk membuka lembaran baru dalam menggapai ridho Allah Swt. Seseorang tesebut akan semakin mendekat ke akhirat dan menjauhi dunia. Hasan al-Bashri pernah berkata bahwasannya Haji mabrur ialah pulang dalam keadaan zuhud terhadap dunia dan mencintai akhirat. Hasan al – Bashri juga mengatakan bahwa tandanya adalah meninggalkan perbuatan-perbuatan buruk yang dilakukan sebelum melaksanakan ibadah haji. Haji Plus

Itulah sekilas Informasi Paket Haji ONH Plus di Jakarta bagi Sahabat Haji Plus yang hendak merencanakan keberangkatan ibadah haji dalam waktu dekat. Sahabat Haji Plus dapat mempersiapkan segala keperluan terkait pelaksanaan ibadah haji dengan semaksimal mungkin. Tak lupa juga untuk membekali diri dengan pegetahuan terkait ibadah haji. Hal ini bertujuan agar pelaksanaan ibadah haji Sahabat Haji Plus berjalan dengan lancar. Teruntuk Sahabat Haji Plus yang masih mengumpulkan pundi – pundi rupiah untuk pelaksanaan ibadah haji, jangan lupa untuk tetap konsisten dalam menyisihkannya. Tentunya tak lain ialah agar Sahabat Haji Plus dapat segera menunaikan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Semoga niat baik Sahabat Haji Plus yang ingin menunaikan ibadah haji akan dilancarkan oleh Allah Swt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *