Berapakah biaya haji plus

Berapakah biaya haji plus

Sebagai umat islam, tentunya pelaksanaan ibadah haji menjadi salah satu keinginan yang selalu diupayakan. Karena sebagai umat islam, Sahabat Haji Plus pastinya mengerti terkait betapa istimewanya apabila Sahabat Haji Plus dapat merasakan kesempatan untuk menjadi tamu Allah Swt di Tanah Suci. Bayangkan saja ketika Sahabat Haji Plus dapat menjadi tamu Allah Swt yakni menjalani ibadah haji di Tanah Suci. Kemudian, saat menjalankan ibadah haji tersebut Sahabat Haji Plus dapat mengunjungi beberapa bangunan bersejarah yang menjadi saksi bisu perjalanan tokh – tokoh islam terdahulu serta Sahabat Haji Plus dapat berdoa di tempat – tempat yang diyakini sebagai tempat mustajabnya doa. Tentunya sangat istimewa sekali bukan? Oleh karena itu, wajar saja apabila Sahabat Haji Plus sekalian akan berupaya semaksimal mungkin agar dapat memenuhi rukun islam yang ke lima ini. Akan tetapi, saat ini yang membuat masyarakat resah terkait keberangkatan ibadah haji ialah waktu tunggu keberangkatannya. Karena waktu tunggu keberangkatan haji di Indonesia terkenal sangat lama yakni mencapai puluhan tahun. Akan tetapi, Sahabat Haji Plus tak perlu khawatir terkait waktu keberangkatan tersebut. Karena waktu tunggu keberangkatan tersebut hanya berlaku saat Sahabat Haji Plus menggunakan paket Haji Reguler. Bagi Sahabat Haji Plus yang hendak mencari jasa Travel Haji Plus, Sahabat Haji Plus dapat mempercayakannya pada Annur Maarif. Untuk Haji Plus yang ditawarkan Biaya Haji ini terbilang terjangkau dan lengkap. Apabila Sahabat Haji Plus bertanya – tanya perihal Berapakah biaya haji plus di Annur Maarif, yuk simak informasi di bawah ini.

Interaksi Sosial Dalam Pelaksanaan Ibadah Haji

Interaksi sosial dalam ibadah haji pastinya memiliki pesan – pesan yang penting bagi Sahabat Haji Plus yang memaknai. Pesan – pesan yang terkandung dalam interaksi sosial tentunya juga berkaiitan dengan kehidupan di keseharian Sahabat Haji Plus sekalian. Bagi Sahabat Haji Plus yang ingin mengetahui terkait pesan apa saja yang dapat diambil melalui interaksi sosial pada saat pelaksanaan haji, silahkan simak informasi di bawah ini.

  1. Memahami Nilai Ibadah Haji

Seperti biasanya yakni umat Islam di setiap tahunnya akan rutin untuk berangkat bergantian dari seluruh penjuru dunia untuk melaksanakan rukun Islam yang kelima yakni ibadah haji di Tanah Suci. Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa ibadah haji tak hanya digunakan sebagai media mendekatkan manusia dengan Allah Swt saja. Melainkan, ibadah haji juga digunakan sebagai media untuk membentuk manusia yang memiliki karakter lebih peka atau perada terhadap lingkungan sosialnya. Akan tetapi sayangnya, sebagian besar umat Islam hampir tak menyadari akan keberadaan nilai – nilai sosial yang terkandung dalam pelaksanaan ibadah haji tersebut. Pada umumnya banyak yang beranggapan bahwa pelaksanaan ibadah haji merupakan semata – mata bentuk ibadah spritual yang menghubungkan antara manusia dengan Rabbnya yang tak memiliki keterkaitan dengan interaksi sosial antar sesama manusia. Hal ini telah dibuktikan bahwa tak ada perubahan yang terlihat secara signifikan, yang terjadi dalam lingkungan masyarakat. Walaupun di lingkungan tersebut telah terdapat seseorang yang di dalamnya telah melaksanakan ibadah haji. Padahal jika ditelisik lebih dalam ritual ibadah haji ini memiliki kekuatan besar untuk memperbaiki kondisi umat Islam saat ini yang sedang kacau.

  1. Memupuk Solidaritas

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa kekuatan besar ini terlihat pada jumlah peminat jamaah haji yang datang ke Tanah Suci dari setiap tahunnya yang selalu mengalami kenaikan. Para jamaah haji yang datang dari berbagai penjuru dunia berkumpul menjadi satu di satu tempat dan waktu yang telah ditentukan. Selain itu, jamaah haji tak diperbolehkan untuk mengerjakan rukun – rukunnya di luar tempat dan waktu tersebut. Keberadaan para jamaah ini seharusnya akan menjadi kekuatan besar untuk menunjukkan betapa solidnya umat Islam yang telah berkumpul menjadi satu di seluruh dunia. Akan tetapi, realita yang terjadi ialah walaupun umat Islam terlihat solid, sebagaimana yang terlihat dalam pelaksanaan ibadah haji, hari ini mereka sesungguhnya lemah dan tak berdaya. Adanya kasus genocida terhadap umat Islam yang dilakukan oleh non – muslim di negara – negara minoritas muslim seperti di Myanmar ini menunjukkan bahwa betapa lemahnya negara – negara Islam dalam memproteksi saudar – saudaranya yang sedang tertindas itu. Misalnya OKI, walaupun OKI adalah organisasi internasional yang dikenal terbesar setelah PBB. Akan tetapi, OKI hanya dapat memberikan komentar terhadap kasus tersebut saja tanpa terdapat aksi nyata untuk melindungi umat Islam. Hal ini menunjukkan bahwa kesolidan umat Islam di musim pelaksanaan haji ini hanya berlangsung pada saat di Tanah Suci saja selama proses pelaksanaan ibadah haji berlangsung. Setelah itu, mereka kembali bercerai-berai dan hidup dalam semangat individualisme. Tentunya, sebisa mungkin Sahabat Haji Plus sebagai umat muslim tetap mengupayakan bahwa solidaritas yang terjalin selama di Tanah Suci hendaknya masih terbawa meskipun sudah tak di Tanah Suci. 

  1. Tak Membedakan Yang Satu Dengan Yang Lainnya

Perlu diketahui bahwasannya ibadah haji mengajarkan manusia untuk hidup secara egaliter serta tak terdapat perbedaan antara yang miskin dengan yang kaya. Ajaran ini sebagaimana yang terdapat dalam aturan pakaian ihram yang mewajibkan tak terjahit dan dianjurkan berwarna putih. Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa aturan ini pastinya mengandung makna yang sangat penting untuk umat islam. Mengapa demikian? Karena makna tersebut memiliki arti bahwa manusia di hadapan Allah Swt memiliki derajat yang sama yakni baik ia berasal dari golongan miskin ataupun kaya, menjabat ataupun tidak memiliki jabatan, kulit hitam ataupun putih dan lain – lain. Di hadapan Allah Swt yang memebedakan manusia satu dengan yang lainnya ialah hanya ketakwaannya. Oleh karena itulah, walaupun yang sedang melaksanakan ihram adalah seorang yang memiliki jabatan tertinggi seperti kepala negara atau pengusaha besar, akan tetapi ia tak diperbolehkan menggunakan pakaian yang biasanya digunakan itu. Melainkan Ia tetap harus memakai pakaiaan yang sama dengan jamaah lainnya yakni kain ihram yang berwarna putih dan tak dijahit.

Karena seperti yang diketahui bahwa dalam kehidupan manusia sehari – hari, model jahitan pakaian ialah menjadi salah satu pembeda antara golongan – golongan manusia. Model jahitan dan bahan pakaian para pejabat negara seperti presiden, gubernur, bupati, atau anggota dewan tentunya sangat berbeda dengan bahan pakaian rakyat biasa atau seseorang yang tak memiliki jabatan. Akan tetapi, perbedaan – perbedaan tersebut hendaknya tak boleh dimunculkan ketika ihram. Karena ihram mengajarkan kepada semua umat islam untuk melepaskan diri dari perbedaan – perbedaan duniawi yang ada serta ketidaksamaan derajat. Sebagai umat islam yang bijak hendaknya harus masuk ke dalam sebuah keadaan yang semestinya bahwa dunia ini merupakan panggung sandiwara yang dihiasi dengan cahaya kegemerlapan, namun kemudian alur cerita akan berakhir dan layar harus ditutup.

Haji Mabrur Mempengaruhi Perilaku

Tentu Sahabat Haji Plus telah begitu memahami bahwa dalam pelaksanaan ibadah haji merupakan termasuk hal yang luar biasa bagi seorang umat muslim. Pasalnya, seperti yang diketahui bahwa tak semua orang beruntung untuk menjadi tamu Allah Swt guna melaksanakan ibadah haji. Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa mabrur secara bahasa memiliki arti diterima Allah. Secara lengkap, mabrur merupakan predikat yang amat didambakan oleh umat muslim selepas melaksanaan ibadah haji. Tenunya, yang mampu untuk menilai mabrur atau tidaknya haji yang dilakukan seseorang tentu hanya Allah Swt. Para ulama hanya dapat menjelaskan tanda – tandanya saja sesuai dengan ilmu yang telah Allah Swt berikan kepada mereka. Selama ini banyak sekali Jamaah yang mengejar untuk memperoleh predikat Mabrur dari Allah Swt. Meskipun untuk mendapatkannya tidaklah semudah mengucapkannya, akan tetapi hal ini kembali lagi kepada performa yakni yang terpilih dari mereka yang terpilih. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullullah Saw pernah ditanya terkait amalan apa saja yang paling utama? Kemudian beliau menjawab : Iman kepada Allah dan Rasul-Nya. Kemudian beliau ditanya kembali, Setelah itu apa lagi? Dan beliau menjawab, Jihad fi Sabilillah. Kemudian ditanya lagi, Lalu apa lagi? Beliau menjawab, Haji mabrur. (HR. Al-Bukhari 1519, Muslim 83).

Sudah jelas bahwasannya haji yang mabrur merupakan satu dari tiga amalan utama yang ada dalam agama Islam . Pelaksanaan ibadah haji ini merupakan wajib bagi yang mampu . Pelaksanaan ibadah haji ini dibatasi oleh kemampuan diri Sahabat Haji Plus terkait melaksanakannya yang mencakup baik kemampuan secara finansial maupun kemampuan secara fisik. Salah satu faktor dikatakannya ibadah haji menjadi sebuah ibadah luar biasa ialah saat seseorang itu mampu secara fisik serta finansial, belum tentu juga ia akan terpanggil melaksanakan ibadah yang hanya wajib sekali seumur hidup itu. Sebaliknya ada pula kelompok umat muslim yang secara kasat mata dan logika biasa tampak belum mampu menuju Tanah Suci, akan tetapi dengan izin Allah Swt mereka nyatanya bisa menunaikan ibadah itu melalui berbagai jalan dan cara, banyak jalan menuju Makkah, itulah bukti bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Pergi haji saja sudah menjadi sosok terpilih, dari situlah baru terpilih kembali menjadi haji yang mabrur. Dari semua aspek penyelenggaraan haji terdapat satu hal penting yang harus diutamakan yakni  bagaimana membumikan paradigma memabrurkan jamaah haji dengan nilai-nilai keIslaman yang diperoleh selama menjalankan rukun Islam kelima tersebut.

Dalam kitab Imam Nawawi yang berjudul “al-Idhah fi Manasik al-hajj wal Umrah” menegaskan apabila ibadah haji yang mabrur ialah yang mengantarkan kepada perubahan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya, terutama dalam hal peningkatan ibadah. Sehingga, dapat dipahami dengan jelas bahwa haji mabrur harus dijadikan pula sebagai sebuah paradigma baru kesalehan setiap umat Muslim yang telah melaksanakan ibadah tersebut. Paradigma dalam disiplin intelektual adalah cara pandang orang terhadap diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir (kognitif), bersikap (afektif), dan bertingkah laku (konatif). Paradigma juga dapat berarti seperangkat asumsi, konsep, nilai, dan praktik yang di terapkan dalam memandang realitas dalam sebuah komunitas. Dalam koridor kemabruran, paradigma pertama dalam haji adalah mengadopsi ibadah haji sebagai sarana introspeksi, kontemplasi sekaligus penggodogan iman dan ahlak, sehingga mampu menjadi rahmat bagi semesta alam.

Untuk memperoleh haji mabrur harus disikapi dengan kecerdasan hati untuk lebih tawadhu, rendah hati dan jauh dari sifat-sifat takabbur dan selalu bertekad bahwa hari ini harus lebih baik daripada kemarin dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini. Haji mabrur juga menjadi sebuah paradigma yang diyakini mampu mengubah seseorang untuk memiliki karakter lebih baik sepulangnya mereka dari menunaikan ibadah haji di tanah suci. Pesan intrinsik dari haji mabrur adalah sebuah paradigma baru keislaman seseorang. Sekembalinya ia dari tanah suci, maka pola pikir, pola sikap dan pola tidaknya sepatutnya lebih terarah menjadi lebih baik serta menjadi sosok manusia yang jauh lebih baik kualitasnya.

Biaya Haji Plus Sesuai Budget

Bagi sahabat Haji Plus yang memiliki budget yang lebih serta enggan untuk menunggu lama dalam hal keberangkatan ibadah haji, program haji plus ini merupakan pilihan yang tepat. Mengapa demikian? Karena Haji Plus merupakan program haji yang diselenggarakan oleh para agen travel haji yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Perbedaannya dengan haji regular terdapat pada biaya, cara pembayaran serta fasilitas yang akan di dapatkan. Haji Plus ini sangat recommended sekali bagi Sahabat Haji Plus yang enggan untuk menunggu keberangkatan dalam jangka waktu yang lama. Karena dengan mendaftar sebagai calon jamaah Paket Haji Plus, Sahabat Haji Plus akan memiliki waktu tunggu keberangkatan yang relative lebih singkat dibandingkan dengan program haji regular. Waktu tunggu keberangkatan yang dibutuhkan hanya sekitar 6  hingga 8 tahun saja. Tentu lebih cepat bukan? Karena waktu tunggu keberangkatan lebih cepat dibandingkan program haji regular, maka tak heran apabila harga yang dibandrol untuk program haji plus lebih tinggi dibandingka dengan haji regular. Harga yang sahabat Haji Plus perlu siapkan ialah mencapai 3 kali lipat dari harga program haji regular. Meskipun harganya lebih tinggi dibandingkan dengan haji regular, tak perlu diragukan lagi akan kualitas pelayanan serta fasilitas yang akan diberikan kepada calon jamaah haji plus sekalian.

Persiapan Mental Dan Spiritual Ibadah Haji

Menjelang keberangkatan ibadah haji, pastinya ada beberapa hal yang perlu Sahabat Haji Plus persiapkan. Salah satu yang harus Sahabat Haji Plus persiapkan ialah terkait persiapan mental dan spiritual. Mengapa demikian? Karena persiapan mental dan spiritual juga sangat mempengaruhi jalannya kelancaran ibadah haji yang akan Sahabat Haji Plus jalani di Tanah Suci. Oleh karena itulah, sebelum menjelang keberangkatan Sahabat Haji Plus ke Tanah Suci, Sahabat Haji Plus hendaknya memeprsiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin dan semaksimal mungkin. Bagi Sahabat Haji Plus yang bertanya – tanya perihal persiapan mental dan spiritual apa saja yang hendaknya dipersiapkan, berikut lebih jelasnya.

  1. Niat Beribadah Hanya Karena Allah Swt

Persiapan yang paling utama ialah mempersiapkan niat untuk melakukan ibadah haji semata – mata ibadah hanya karena Allah Swt. Pastikan niat tersebut telah benar dalam diri sahabat Haji Plus sekalian. Jangan sampai niat yang timbul tersebut malah justru niat untuk pamer kepada teman atau keluarga bahwa sahabat Haji Plus memang mampu untuk melakukannya. Jika dalam diri sahabat Haji Plus timbul niat hanya karena ingin pamer, segeralah istighfar dan niatlah hanya karena Allah Swt. Karena apabila sahabat haji plus berniat selain karena Allah, maka tentunya akan percuma saja. Oleh karena itu, sebisa mungkin sebelum melakukan keberangkatan, sahabat haji plus telah menata niat menunaikan ibadah haji hanya untuk semata – mata beribadah kepada Allah Swt.

  1. Bertaubat dan mohon bimbingan Kepada Allah SWT

Persiapan selanjutnya setelah niat karena Allah selanjutnya ialah beratubat dan mohon bimbingan dari Allah Swt. Tentunya sahabat Haji Plus sebagai manusia pastinya tak luput dari salah. Banyak sekali perbuatan kita sebagai manusia yang terkadang membuat dosa yakni baik disengaja maupun tak disengaja. Sumber kesalahan pun datang dari segala sisi, bisa dari ucapan, sikap maupun perbuatan. Oleh karena itulah, sebelum berangkat dan menunaikan ibadah haji sebaiknya bertaubat terlebih dahulu dan memohon bimbingan kepada Allah Swt agar ibadah haji yang akan dilakukan berjalan dengan lancar dan tidak ada hambatan apapun.

  1. Silaturahmi dengan banyak pihak dan mohon do’a restu

Persiapan yang selanjutnya ialah dengan menjalin silaturahmi dengan banyak pihak serta memohon doa restu. Hal ini bertujuan agar ketika sahabat Haji Plus dalam proses pelaksanaan ibadah haji, proses pelaksanaan ibadah haji tersebut berlangsung dengan lancar dan tanpa hambatan. Oleh karena itulah, hendaknya sebelum berangkat ke tanah suci sahabat Haji Plus memohon doa restu kepada teman, keluarga dan pihak lainnya. Oleh karena itu, biasanya sebelum menjelang keberangkatan ke Tanah Suci akan diadakan pengajian di rumah. Pengajian tersebut pada umumnya bertujuan untuk memohon doa restu. Bagi Sahabat Haji Plus yang memiliki saudara ataupun teman yang pernah berangkat ke Tanah Suci pastinya sangat memahami aktivitas yang satu ini. Karena hal tersebut selain untuk memohon doa restu, di kesempatan itu pula Sahabat Haji Plus juga dapat memohon maaf kepada orang – orang tersebut apabila pernah ada salah ucap maupun perbuatan. Tentunya hal ini menjadi hal yang tak dilewatkan oleh Sahabat Haji Plus sekalian.

  1. Selesaikan Masalah Keluarga, Pekerjaan, dll.

Sebelum berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji, apabila sahabat Haji Plus memiliki permasalahan dengan keluarga maupun pekerjaan sebaiknya selesaikan terlebih dahulu. Hendaknya sahabat Haji Plus menyelesaikan segala masalah yang timbul. Agar ketika sahabat Haji Plus melaksanakan ibadah haji, pelaksanaannya menjadi lancar dan tak terganggu. Masalah keluarga yang dapat diselesaikan antara lain masalah yang menyangkut terkait utang piutang. Apabila Sahabat Haji Plus hendak berangkat ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji dan Sahabat Haji Plus merasa masih memiliki tanggungan utang piutang, hendaknya Sahabat Haji Plus sebelum melakukan keberangkatan ibadah ke Tanah Suci disarankan untuk menyelesaikannya terlebih dahulu. Selain itu, Apabila Sahabat Haji Plus pernah berbuat salah kepada teman maupun keluarga atau kerabat, Sahabat Haji Plus juga tak lupa untuk meminta maaf kepadanya. Selain itu, saat hendak berangkat ke Tanah Suci, pastikan bahwa keluarga inti yang ditinggalkan Sahabat Haji Plus sekalian dalam kondisi yang cukup, yakni tak kekurangan suatu apapun.

Inilah sekilas informasi bagi Sahabat Haji Plus yang mencari tahu terkait Berapakah biaya haji plus. Teruntuk Sahabat Haji Plus yang hendak mempersiapkan biaya untuk keberangkatan ibadah haji ke Tanah Suci, jangan lupa untuk selalu konsisten dalam menabung tiap bulannya. Agar Sahabat Haji Plus dapat segera mendaftar paket ibadah haji sesuai keinginan Sahabat Haji Plus sekalian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *