Haji Furoda di Jakarta

Haji Furoda di Jakarta

Memutuskan untuk memilih Haji Furoda merupakan suatu keputusan yang tepat bagi Sahabat Haji Plus yang berencana untuk segera menunaikan ibadah haji tanpa menunggu waktu tunggu keberangkatan yang lama. Karena dengan Sahabat Haji Plus memilih Paket Haji di Furoda, maka Sahabat Haji Plus dapat melaksanakan ibadah haji tanpa menunggu belasan tahun bahkan puluhan tahun. Pasalnya, Haji Furoda ini memanglah haji khusus yang diperuntukkan bagi Sahabat Haji Plus yang ingin segera menunaikan ibadah haji. Seperti yang diketahui bahwa Haji Furoda ini merupakan haji tanpa antri. Bisa dibilang bahwa Haji Furoda ini merupakan program haji yang istimewa. Hal ini dikarenakan dari segi fasilitas serta segala pelayanan yang diberikan tentunya sangat berbeda dengan program haji reguler. Ini pula yang menjadi salah satu factor mengapa Program Haji Furoda ini dibandrol harga lebih tinggi dibandingkan dengan Program Haji Reguler. Karena memang harga Haji Furoda yang ditawarkan tersebut telah sesuai dengan segala fasilitas serta pelayanan yang diberikan. Maka tak heran apabila Haji Furoda dipatok harga yang lebih tinggi yakni sekitar 3 kali lipat biaya haji reguler. Namun tentunya, biaya yang lebih ini tak menjadi sebuah alasan untuk Sahabat Haji Plus yang memiliki budget yang lebih. Bagi Sahabat Haji Plus yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut seputar Haji Furoda di Jakarta, yuk simak informasi berikut ini.

Haji Mabrur Bersama Annur Maarif

Sahabat Haji Plus yang sedang berencana untuk menunaikan ibadah haji dalam waktu dekat dengan memilih Program Haji Furoda, Sahabat Haji Plus tak perlu bingung perihal jasa travel yang akan digunakan. Pasalnya, Annur Maarif hadir untuk Sahabat Haji Plus sekalian yang hendak mendaftar sebagai calon jamaah Haji Furoda dan dapat segera menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Dengan Sahabat Haji Plus memutuskan untuk menunaikan ibadah haji Bersama Annur Maarif, maka ada beberapa Langkah yang diterapkan agar ibadah haji Sahabat Haji Plus sekalian terbilang Haji Mabrur. Berikut lebih jelasnya.

  1. Pra Haji

Tahukah Sahabat Haji Plus bahwa sebelum keberangkatan ibadah haji Sahabat Haji Plus akan mendapatkan fasilitas berupa manasik haji. Namun ternyata, tak cukup hanya sekedar manasik haji saja. Melainkan, Sahabat Haji Plus akan mendapatkan pembekalan ibadah haji yang menjadi bekal Sahabat Haji Plus dalam melaksanakan ibadah haji selama berada di Tanah Suci. Selain itu, dengan pembekalan ibadah haji itu ppula menjadikan pemahaman Sahabat Haji Plus perihal ibadah haji menjadi lebih utuh sert menjadi pribadi yang siap menampung keberkahan ibadah haji.

  1. Saat Haji

Bagi Sahabat Haji Plus yang melaksanakan ibadah haji Bersama Annur Maarif tentunya tenang dan tak perlu khawatir terkait menjalankan ibadah saat berada di tanah suci. Karena dengan Sahabat Haji Plus menunaikan ibadah haji Bersama Annur Maarif, maka Sahabat Haji Plus akan dibimbing oleh ahli kaya pengalaman. Hal ini tentunya menjadikan pemaknaan serangkaian ibadah haji menjadi lebih bermakna di setiap proses ibadah haji yang dijalani serta di berbagai tempat yang terkait terjadinya peristiwa penting perjuangan Nabi beserta sahabat.

  1. Pasca Haji

Berbeda dengan jasa travel lainnya, Saat Sahabat Haji Plus menunaikan ibadah haji Bersama Annur Maarif maka pelayanan yang akan Sahabat Haji Plus dapatkan tak sekedar saat sebelum berangkat haji dan saat pelaksanaan ibadah haji saja. Melainkan, sepulang dari menunaikan ibadah haji Sahabat Haji Plus juga akan mendapatkan pelayanan. Pelayanan yang diberikan ini ialah pendampingan pasca haji yang tergabung dalam Komunitas Keluarga Alumni Haji Maarif Tours Travel. Bagaimana? Menyenangkan bukan?

Persiapan Diri Bagi Jamaah Haji Furoda

Bukan menjadi hal yang asing lagi Ketika hendak berpergian jauh tentunya membutuhkan persiapan matang. Terlebih hal yang satu ini, yakni pergi ke Tanah Suci guna menunaikan ibadah haji. Pastinya, dalam mempersiapkan diri menjelang keberangkatan untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci bukanlah suatu hal yang hendaknya disepelekan. Melainkan, hatu sbenar – benar dilakukan persiapan semaksimal mungkin. Hal ini bertujuan agar ibadah haji yang dilakukan berjalan dengan lancar. Oleh karena itulah, hendaknya Sahabat Haji Plus yang berencana akan menunaikan ibadah haji untuk memaksimalkan persiapan sebelum berangkat ke Tanah Suci. Agar Sahabat Haji Plus dapat mempersiapkan segala sesuatunya dengan lancar, yuk simak apa saja sih hal penting yang perlu diperhatikan. Berikut lebih jelasnya.

  1. Menjaga Kesehatan Menjelang Keberangkatan

Berbicara perihal Kesehatan, tentu poin penting untuk melakukan segala aktivitas bukan? Salah satunya untuk pelaksanaan ibadah haji. Karena ibadah haji memiliki serangkaian aktivitas yang harus dilakukan dan membutuhkan tenaga yang tak sedikit, sebab itulah sebisa mungkin Sahabat Haji Plus mempersiapkan untuk menjaga kesehatan fisik selama berada di Tanah Suci. Hal ini tentunya bertujuan agar Sahabat Haji Plus dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan lengkap dan lancar. Ada beberapa hal yang dapat Sahabat Haji Plus lakukan untuk menjaga kesehatan fisik tubuh agar tetap terjaga kesehatannya. Mulai dari berolahraga seperti jalan pagi, lari pagi, bersepeda dan sebagainya. Selanjutnya, memastikan untuk menjaga pola makan yang sehat. Hal ini hendaknya sebisa mungkin diperhatikan, mengingat kondisi cuaca yang cukup berbeda antara Indonesia dengan Tanah Suci. Hal inilah yang membuat para jamaah sebisa mungkin untuk menyiapkan diri dengan maksimal.

  1. Membekali Diri Dengan Ilmu Terkait Ibadah Haji

Tentu tidak ada salahnya untuk menambah pengetahuan agama serta wawasan terkait ibadah haji sembari menunggu waktu keberangkatan. Dengan membekali diri dengan bekal pengetahuan yang cukup, sahabat Haji Plus tentu akan memiliki informasi yang dapat membantu Sahabat Haji Plus pada saat berada di tanah Suci. Banyak sekali cara untuk Sahabat Haji Plus menambah pengetahuan. Mulai dari bertanya pada seseorang yang ahli seperti guru agama, membaca dari media online maupun yang lainnya. Selain itu ada pula kegiatan manasik haji yang dapat Sahabat Haji Plus ikuti dengan bertujuan agar lebih siap dalam mempersiapkan diri sebelum hari keberangkatan.

  1. Mempersiapkan Barang Bawaan

Karena ibadah haji merupakan ibadah yang pelaksanaannya lebih dari satu minggu dan letaknya pun cukup jauh dari Tanah Air, sehingga Sahabat Haji Plus sebisa mungkin harus memeprsiapkan barang bawaan yang hendak dibawa dan akan digunakan untuk proses ibadah haji. Karena barang bawaan yang dibawa cukup banyak, sahabat Haji Plus dapat menerapkan tips packing yang tepat. Misalnya ialah menggulung pakaian daripada melipat biasa agar koper dapat diisi dengan lebih efisien. Selain itu, prioritaskan juga barang yang lebih penting untuk sahabat Haji Plus bawa ke Tanah Suci. Sahabat Haji Plus dapat belajaar dari pengalaman saudara maupun kerabat yang sudah terlebih dahulu pernah berangkat ke Tanah Suci. Tips yang terakhir ialah sebisa mungkin untuk memeprsiapkan segala barang bawaan dari jauh – jauh hari, sembari memastikan barang – barang yang penting telah terbawa dengan lengkap.

  1. Menukar Uang Sebelum Keberangkatan

Hal penting terakhir yang hendaknya tak dilupakan oleh Sahabat Haji Plus ialah Menukar uang rupiah Indonesia dengan Riyal Arab Saudi. Penukaran uang tersebut dapat dilakukan di money changer atau bank. Sebaiknya, Sahabat haji Plus menghindari penukaran uang di waktu yang mepet. Dampaknya ialah selain bisa kursnya menjadi lebih tinggi, khawatir pula stoknya tak memenuhi lantaran orang yang beribadah haji berjumlah cukup banyak muali dari ratusan bahkan jutaan. Agar aman, sebaiknya Sahabat Haji Plus membawa uang seperlunya demi kenyamanan saat menjalankan ibadah haji. Opsi lainnya yang dapat Sahabat Haji Plus coba adalah jika ingin transaksi semakin mudah saat di Tanah Suci miliki kartu debit yang menawarkan banyak manfaat yaitu kartu debit haji. Kartu debit memiliki keunggulan bebas Tarik tunai di jaringan ATM Al Rajhi Arab Saudi.

  1. Mempersiapkan Pulsa dan Kuota

Sahabat Haji tentu telah menyadari bahwa komunikasi memanglah penting. Terlebih saat Sahabat Haji Plus berada jauh dari Keluarga dan Teman. Karena komunikasi menjadi hal yang tak bisa terputus begitu saja hanya karena sedang berada di beda negara. Agar komunikasi tetap terjalin dengan lancar selama berada di luar tanah air, coba pergilah ke kantor layanan operator telekomunikasi untuk konsultasi atau bertanya tentang pilihan pulsa telepon terbaik yang tepat untuk dibawa ke luar negeri. Cara yang lain bisa pula Sahabat Haji Plus membeli kartu sim lokal Arab Saudi dengan tujuan agar dapat membeli kuota internet dengan harga yang lebih murah. Dengan memperhatikan beberapa hal berikut terkait pulsa dan kuota, komunikasi dengan keluarga atau teman tetap terjalin dengan lancar meskipun Sahabat Haji Plus sedang berada di Tanah Suci.

Beberapa Amalan Saat Pelaksanaan Ibadah Haji

Ibadah haji yang dilakukan di Tanah Suci tentunya tak lepas dari beberapa amalan yang dilakukan. Banyak sekali amalan yang hendaknya dilakukan oleh para jamaah haji saat beribadah di Tanah Suci. Tentunya hal ini adalah hal yang sangat menyenangkan. Pasalnya dengan melakukan amalan tersebut, Sahabat Haji Plus tentu akan mendapatkan pahala. Nah, tahukah Sahabat Haji Plus terkait amalan apa saja yang dilakukan saat pelaksanaan ibadah haji? Berikut lebih jelasnya.

Tanggal 8 Dzulhijjah (Hari Tarwiyah)

Pada waktu Dhuha, jamaah haji berihram dari tempat tinggalnya dengan niat akan melaksanakan ibadah haji, ini bagi yang berniat haji tamattu’. Sedangkan bagi yang berniat haji ifrad dan qiron, ia tetap berihram dari awal.

Setelah berihram, wajib menjauhi segala larangan ihram.

Memperbanyak talbiyah.

Bertolak menuju Mina sambil bertalbiyah.

Melaksanakan shalat Zhuhur, ‘Ashar, Maghrib, ‘Isya’ dan Shubuh di Mina. Shalat-shalat tersebut dikerjakan di waktunya masing-masing (tanpa dijamak) dan shalat empat raka’at (Zhuhur, Ashar dan Maghrib) diqoshor.

Mabit (bermalam) di Mina dan hukumnya sunnah.

Memperbanyak dzikir pada saat itu seperti dzikir pagi dan petang, juga dzikir lainnya.

Tanggal 9 Dzulhijjah (Hari Arafah)

Selepas shalat Shubuh di Mina dan setelah matahari terbit, bertolak menuju Arafah sambil bertalbiyah dan bertakbir.

Pada hari Arafah, yang disunnahkan bagi jama’ah haji adalah tidak berpuasa sebagaimana contoh dari Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Jika memungkinkan, sebelum wukuf di Arafah, turun sebentar di masjid Namirah hingga masuk waktu Zhuhur.

Jika memungkinkan, mendengarkan khutbah di masjid Namirah, lalu mengerjakan shalat Zhuhur dan Ashar dengan jamak taqdim dan diqashar dengan satu adzan dan dua iqamah.

Setelah shalat Zhuhur, memasuki padang Arafah untuk melaksanakan wukuf.

Ketika wukuf, berupaya semaksimal mungkin untuk berkonsentrasi dalam do’a, dzikir dan merendahkan diri kepada Allah.

Menghadap ke arah kiblat ketika berdo’a sambil mengangkat kedua tangan dengan penuh kekhusyu’an.

Saat wukuf, memperbanyak bacaan “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli sya-in qodiir” dan bacaan shalawat.

Tidak keluar meninggalkan Arafah kecuali setelah matahari tenggelam.

Setelah matahari terbenam, bertolak menuju Muzdalifah dengan penuh ketenangan.

Sampai di Muzdalifah, lakukan terlebih dahulu shalat Maghrib dan Isya’ dengan dijamak dan diqashar (shalat Maghrib 3 rakaat, sedangkan shalat Isya’ 2 raka’at) dengan satu adzan dan dua iqamah.

Mabit di Muzdalifah dilakukan hingga terbit fajar. Adapun bagi kaum lemah dan para wanita dibolehkan untuk berangkat ke Mina setelah pertengahan malam.

Tanggal 10 Dzulhijjah (Hari Nahr atau Idul Adha)

Para jamaah haji harus shalat Shubuh di Muzdalifah, kecuali kaum lemah dan para wanita yang telah bertolak dari Muzdalifah setelah pertengahan malam.

Setelah shalat Shubuh, menghadap ke arah kiblat, memuji Allah, bertakbir, bertahlil, serta berdo’a kepada Allah hingga langit kelihatan terang benderang.

Berangkat menuju Mina sebelum matahari terbit dengan penuh ketenangan sambil bertalbiyah/ bertakbir.

Ketika tiba di lembah Muhasir, langkah dipercepat bila memungkinkan.

Menyiapkan batu untuk melempar jumroh yang diambil dari Muzdalifah atau dari Mina.

Melempar jumroh ‘aqobah dengan tujuh batu kecil sambil membaca “Allahu Akbar” pada setiap lemparan.

Setelah melempar jumroh ‘Aqobah berhenti bertalbiyah.

Bagi yang berhaji tamattu’ dan qiran, menyembelih hadyu setelah itu. Yang tidak mampu menyembelih hadyu, maka diwajibkan berpuasa selama 10 hari: 3 hari pada masa haji dan 7 hari setelah kembali ke kampung halaman. Puasa pada tiga hari saat masa haji boleh dilakukan pada hari-hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah).

Mencukur rambut atau memendekkannya. Namun mencukur (gundul) itu lebih utama. Bagi wanita, cukup menggunting rambutnya sepanjang satu ruas jari.

Jika telah melempar jumroh dan mencukur rambut, maka berarti telah tahallul awwal. Ketika itu, halal segala larangan ihram kecuali yang berkaitan dengan wanita. Setelah tahallul awwal boleh memakai pakaian bebas.

Menuju Makkah dan melaksanakan thawaf ifadhoh.

Melaksanakan sa’i haji antara Shafa dan Marwah bagi haji tamattu’ dan bagi haji qiron dan ifrod yang belum melaksanakan sa’i haji. Namun jika sa’i haji telah dilaksanakan setelah thawaf qudum, maka tidak perlu lagi melakukan sa’i setelah thawaf ifadhoh.

Dengan selesai thawaf ifadhoh berarti telah bertahallul secara sempurna (tahalluts tsani) dan dibolehkan melaksanakan segala larangan ihram termasuk jima’ (hubungan intim dengan istri).

Tanggal 11 Dzulhijjah (Hari Tasyrik)

Mabit di Mina pada sebagian besar malam.

Menjaga shalat lima waktu dengan diqashar (bagi shalat yang empat raka’at) dan dikerjakan di waktunya masing-masing (tanpa dijamak).

Memperbanyak takbir pada setiap kondisi dan waktu.

Melempar jumroh yang tiga setelah matahari tergelincir, mulai dari jumroh ula (shugro), jumroh wustho, dan jumroh kubro (aqobah).

Melempar setiap jumroh dengan tujuh batu kecil sambil membaca “Allahu Akbar” pada setiap lemparan.

Termasuk yang disunnahkan ketika melempar adalah menjadikan posisi Makkah berada di sebelah kiri dan Mina di sebelah kanan.

Setelah melempar jumroh ula dan wustho disunnahkan untuk berdoa dengan menghadap ke arah kiblat. Namun, setelah melempar jumroh aqobah tidak disunnahkan untuk berdo’a.

Mabit di Mina.

Tanggal 12 Dzulhijjah (Hari Tasyrik)

Melakukan amalan seperti hari ke-11.

Jika selesai melempar ketiga jumroh lalu ingin pulang ke negerinya, maka dibolehkan, namun harus keluar Mina sebelum matahari tenggelam. Kemudian setelah itu melakukan thawaf wada’. Keluar dari Mina pada tanggal 12 Dzulhijjah disebut nafar awwal.

Bagi yang ingin menetap sampai tanggal 13 Dzulhijjah, berarti di malamnya ia melakukan mabit seperti hari sebelumnya.

Tanggal 13 Dzulhijjah (Hari Tasyrik)

Melakukan amalan seperti hari ke-11 dan ke-12.

Setelah melempar jumroh sesudah matahari tergelincir, kemudian bertolak meninggalkan Mina. Ini dinamakan nafar tsani.

Jika hendak kembali ke negeri asal, maka lakukanlah thawaf wada’ untuk meninggalkan Baitullah. Bagi wanita haid dan nifas, mereka diberi keringanan tidak melakukan thawaf wada’. Thawaf wada’ adalah manasik terakhir setelah manasik lainnya selesai. (Sebagian besar diambil dari Meneladani Manasik Haji dan Umrah, 131-144)

Kelegalan Haji Furoda

Sahabat Haji Plus pastinya juga telah megetahui bahwa saat ini banyak sekali penipuan yang bertebaran mengatas namakan agen travel haji maupun umroh. Karena hal itulah, sebisa mungkin Sahabat Haji Plus lebih waspada dan berhati – hati dalam memilih agen travel beserta tawarannya. Hendaknya Sahabat Haji Plus sebelum memilih dan memutuskan untuk memakai jasa travel Haji Plus Terbaik, lalangkah lebih baiknya Sahabat Haji Plus mencari informasi sebanyak – banyaknya terlebih dahulu. Karena, dengan Sahabat Haji Plus mencari informasi sebanyak – banyaknya serta detail, Sahabat Haji Plus dapat meminimalisir aksi penipuan yang mungkin ditawarkan kepada Sahabat Haji Plus sekalian. Dengan Sahabat Haji Plus mencari informasi dengan detail, Sahabat Haji Plus juga dapat melihat rekam jejak jasa travel yang Sahabat Haji Plus ingin cari tahu.

Seperti yang saat ini ramai diperbincangkan ialah terkait legalitas Haji Furoda. Haji Furoda merupakan satu – satunya program haji non kuota yang legal dan resmi. Hal ini dikarenakan Haji Furoda memiliki visa yang dibuat secara khusus melalui kuota pemerintah kerajaan Arab Saudi. Visa ini disebut Visa Haji Furoda. Visa Haji Furoda adalah haji yang visa hajinya diperbolehkan melalui undangan dari pemerintah kerajaan Saudi Arabia diluar kuota visa Haji yang sudah dijatahkan kepada Kementrian Agama RI. Jadi bisa dikatakan bahwa Haji Furoda ini adalah Haji mandiri yang dikelola oleh travel haji resmi dari kantor kementrian agama. Bagi sahabat Haji Plus yang berencana melaksanakan ibadah Haji namun tak ingin menunggu lama, Haji Furoda ini adalah pilihan yang tepat. Tak usah ragu perihal legalitasnya, karena Haji furoda itu legal dan resmi. Untuk sahabat Haji Plus yang hendak berencana melaksanakan ibadah haji, sahabat Haji Plus dapat mendaftarkan diri sebagai calon jamaah Haji Furoda di hajiplus.id. Haji Furoda di hajiplus.id telah terjamin legal dan resmi serta memberikan jasa pelayanan serta fasilitas terbaik untuk jamaah Haji Furoda. Tunggu apalagi? Yuk segera daftar!

Itulah ulasan terkait Haji Furoda di Jakarta bagi Sahabat Haji Plus yang hendak mempersiapkan untuk menunaikan ibadah haji dengan Paket Haji Furoda. Semoga segala informasi yang disampaikan dapat membantu Sahabat Haji Plus dalam memperoleh informasi terkait Haji Furoda secara lengkap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *