Biaya Haji ONH Plus 2021

Biaya Haji ONH Plus 2021

Sahabat Haji Plus yang dimuliakan oleh Allah SWT dimanapun berada, secara statistik umat Islam di Indonesia merupakan penyumbang angka terbesar didunia. Senada dengan yang disampaikan oleh situs databoks, Indonesia merupakan negara muslim terbesar dunia. Berdasarkan data Globalreligiusfuture, penduduk Indonesia yang beragama Islam pada 2010 mencapai 209,12 juta jiwa atau sekitar 87% dari total populasi. Kemudian pada 2020, penduduk muslim Indonesia diperkirakan akan mencapai 229,62 juta jiwa. Olehkarenanya tidak heran jika Indonesia mendapat kuota haji yang tinggi jika dibandingkan dengan yang lain dan tidak mengherankan pula kalau peminat Ibadah Umroh dan Haji terbesar dari warga Negara Indonesia. Sampai – sampai pedagang di Saudi Arabia, khusunya didaerah yang menjadi destinasi kunjungan Haji maupun Umrah banyak yang menerima pembayaran menggunakan mata uang rupiah (IDR) selain mata uang Negara mereka sendiri (riyal).  Sahabat Haji Plus yang Budiman seperti yang kita ketahui bersama karena jumlah peminat Ibadah Haji dari Indonesia sangatlah tinggi, hal ini membuat antrian keberangkatan haji sangatlah panjang bahkan memakan waktu puluhan tahun untuk haji reguler, jika pada tahun ini saja 2019 akhir sahabat haji plus yang hendak berangkat haji via paket reguler harus bersabar hingga 25 tahun. Namun untuk sahabat haji plus yang ingin memangkas waktu keberangkatan ada rekomendasi baiknya berangkat dengan mengambil paket Haji Plus, Biaya Haji ONH Plus 2021 tergolong lebih murah dibanding paket haji furoda dan waktu tunggunya hanya 5 – 7 tahun saja. Tentu ini pilihan lebih baik ketimbangan mengambil paket haji reguler yang menunggunya sangat – sangat lama sekali. Biaya Haji ONH Plus 2021 cukup dengan $ 9000, semakin sahabat haji plus menunda keberangkatan maka aka nada 2 kerugian. Pertama, terkait biaya yang lama – lama akan naik. Kedua, waktu penantian lebih lama, sebagai contoh pada tahun 2014 masa tunggu haji plus hanya 3 tahun namun saat ini sudah bisa 5 sampai 7 tahun.

Kami doakan kepada sahabat haji plus bisa segera mengunjungi tanah suci mekkah dengan keadaan sehat dan dalam momentum ibadah Haji, Aamiin. Jika sahabat memiliki kesempatan Ibadah haji, ada beberapa tempat yang istimewa yang perlu dikunjungi. Diantaranya sebagai berikut :

Destinasi Tour, dalam program Haji Plus (pelaksanaan setelah / sebelum prosesi Haji)

  1. Gua Hira

Gua Hira berada di puncak Jabal Nur. Lokasinya cukup ekstrem dan terjal karena berada di atas tebing menanjak yang curam. Di tempat inilah Nabi Muhammad menerima wahyu pertama dari Allah. Jika ingin berkunjung ke Gua Hira, pastikan fisik sahabat haji plus dalam keadaan prima. Disini sahabat akan melihat pemandangan kota mekkah dari atas dan melihat berkerumunnya gedung gedung hotel tinggi mengitari bangunan masjidil haram. Jadi pastikan sahabat haji plus mengunjunginya ya.

  1. Masjid Jawatha

Masjid Jawatha berlokasi di desa Al-Kilabiyah, jaraknya sekitar 12 kilometer timur laut Hofuf, Al-Ahsa. Meski arsitekturnya sangat sederhana, tetapi masjid ini merupakan tempat yang spesial, karena merupakan masjid tertua yang ada di Tanah Suci. Sebagian struktur asli Masjid Jawatha sebenarnya sudah hilang, tetapi masih bisa digunakan sebagai tempat ibadah. Jadi pastikan sahabat haji plus mengunjunginya ya.

  1. Masjid Quba

Tempat ibadah bersejarah lainnya yang perlu dikunjungi adalah Masjid Quba, yang berada di tepi kota Madinah. Masjid ini dibangun Nabi Muhammad pada 1 Hijriah (622 Masehi) yang merupakan masjid pertamakali dibangun oleh nabi Muhammad SAW bersama sahabat nabi selainnya . Arsitektur Masjid Quba kini terlihat sangat kokoh, dengan warna putihnya yang khas. Di sekitar Masjid Quba kamu bisa menemukan aneka jenis kurma yang unik dan enak. Jadi pastikan sahabat haji plus mengunjunginya ya.

  1. Masjid Nabawi

Masjid Nabawi merupakan tujuan utama yang sangat spesial selain Masjidil Haram. Masjid Nabawi berada di Kota Madinah. Di sinilah tempat Nabi Muhammad dimakamkan. Masjid Nabawi dapat menampung hingga 1 juta jemaah. Selain beribadah, Sahabat haji Plus juga bisa menemukan payung-payung hidrolik yang sangat ikonik dari Masjid Nabawi yang mengisnpirasi banyak masjid lainnya, tidak terkecuali masjid masjid di nusantara. Jadi pastikan sahabat haji plus mengunjunginya ya.

  1. Raudhah

Selanjutnya tempat yang istimewah Masih di area Masjid Nabawi, Sahabat Haji Plus juga bisa menemukan tempat yang sangat spesial, yakni Raudhah. Tempat yang juga disebut taman surga ini merupakan sebuah ruangan yang banyak dikunjungi jemaah untuk berdoa. Letaknya berada di antara rumah yang kini menjadi makam Nabi Muhammad dengan mimbar yang beliau gunakan untuk berdakwah. Luasnya kurang lebih 330 meter persegi. Saking istimewanya, banyak jemaah umrah dan haji yang berebut untuk bisa beribadah di Raudhah. Jangan heran jika tempat ini sangat ramai dan tidak semua orang berkesmpatan bisa memasuki komplek ini. Jadi pastikan sahabat haji plus mengunjunginya ya.

  1. Jabal Rahmah

Jabal Rahmah adalah tempat yang sejatinya tergolong romantis. Di sinilah tempat Nabi Adam bertemu dengan Siti Hawa untuk pertama kalinya setelah diusir dari surge karena terhasut oleh bujuk rayu iblis. Jabal Rahmah berbentuk berupa bukit batu setinggi 70 meter dengan sebuah tugu pada bagian puncaknya. Karena kental dengan nilai sejarah, tempat ini selalu ramai pengunjung, jika tidak cukup sabar mungkin sahabat haji plus akan memilih segera meninggalkan tempat ini. Jadi pastikan sahabat haji plus mengunjunginya ya.

  1. Jabal Tsur

Jabal Tsur berada di salah satu bukit tertinggi di kota Makkah yang menyimpan sejarah tersendiri. Tempat ini dulunya merupakan tempat persembunyian Nabi Muhammad dan Abu Bakar pada saat dikejar kaum kafir Quraisy ketika hendak hijrah ke Madinah yang kemudian nabi ditolong oleh Allah Swt melalui perantara sarang laba – laba yang mampu mengelabuhi kaum kafir qurais. Jadi pastikan sahabat haji plus mengunjunginya ya.

  1. Jabal Magnet

Jabal Magnet berlokasi sekitar 60 kilometer dari pusat Kota Madinah. Panoramanya sangat memukau sekali. Selain itu, keunikan lainnya dari tempat ini adalah medan magnet yang sangat tinggi. Saking kuatnya gaya magnetik di sini, mobil bisa bergerak dan membuat jarum kompas tidak bekerja sama sekali. Penasarankan ya sama fenomenanya, Jadi pastikan sahabat haji plus mengunjunginya ya.

  1. Gunung Uhud

Gunung Uhud berlokasi di sebelah utara Kota Madinah. Gunung yang berwarna kecokelatan ini menyuguhkan pemandangan yang sangat mengagumkan. Gunung Uhud punya kisah sejarah yang menarik. Di sinilah lokasi terjadinya perang besar antara umat Islam melawan tentara Quraisy diamana pada waktu itu umat islam yang terpukul mundur hingga gigi rasul rompal terkena dorongan tameng, sebuah pembelajaran ketaan yang perlu direnungkan. Jadi pastikan sahabat haji plus mengunjunginya ya.

  1. Pasar Zakfariyah

Setelah ibadah umrah, tentu kurang afdal jika tak membeli oleh-oleh untuk sanak keluarga yang menunggu di tanah air Indonesia. Nah, sahabat haji plus bisa mengunjungi Pasar Zakfariyah yang lokasinya tak jauh dari Masjidil Haram. Di pasar ini, sahabat haji plus bisa menemukan buah tangan yang sangat lengkap. Mulai dari kurma, peralatan ibadah, perhiasan, aksesoris, hingga alat elektronik.Nah, itulah sepuluh destinasi wisata di Arab Saudi yang biasa dikunjungi saat umrah. Semoga pandemik segera berakhir dan kita bisa menginjakan kaki di Tanah Suci lagi ya. Jadi pastikan sahabat haji plus mengunjunginya ya.

Selain tempat yang istimewah tadi ada bebera informasi yang barangkali perlu sahabat ketahui yakni berkenaan sejarah pelaksanaan haji di dalam sejarah Indonesia dari era ke era. Sahabat Haji Plus tentunya sudah mengerti bahwa Indonesia merupakan peminat ibadah haji terbesar di penjuru dunia sejak dari lama, ini semua tidak lepas dari jasa perjuangan wali songo dalam menyebarkan agama islam. Oleh karena itulah, pada saat musim haji selalu ditemui riuhnya jamaah haji yang berada di tanah suci. Karena memang sudah menjadi rutinitas ibadah tahunan yang selalu ditunaikan secara bergantian oleh jamaah haji yang berasal dari Indonesia. Bahkan jumlah jamaah haji di Indonesia semakin meningkat seiring bertambahnya tahun. Ini semua tidak lepas dari  kondisi social politik dan teknologi yang berkembang di Indonesia yang mempengaruhi prosesi pelaksanaan ibadah haji saat ini, dimana keadaanya sangat berbeda sekali dengan jaman dahulu yang harus ditempuh dengan berbulan – bulan dengan menggunakan jalur transportasi laut campur darat bahkan perlu dilaksanakan jalan kaki yang cukup panjang dan lama. Kini, seiring dengan perkembangan teknologi melaksanakan ibadah haji tak lagi menggunakan jalur laut akan tetapi telah menggunakan jalur udara yang jarak tempuhnya dari segi waktu lebih singkat. Pelaksanaan ibadah haji ini dari masa ke masa telah mengalami berbagai macam fase. Untuk sekarang ini, proses pelaksanaan dalam hal menunaikan ibadah haji cukup mudah. Hal ini dikarenakan karena adanya dukungan dari pemerintah serta tersedianya layanan transportasi yang mendukung. Bagi sahabat Haji Plus yang ingin mengetahui perkembangan pelaksanaan ibadah haji dari masa ke masa, yuk simak informasi di bawah ini yang telah kami rangkum dari beberapa sumber.

  1. Dekade Pertama Penyebaran Islam

Tahukah sahabat Haji Plus? Bahwa Indoneisa telah mengerti perihal kewajiban pelaksanaan ibadah haji sejak dekade pertama saat penyebaran agama islam di Pulau Jawa dan Sumatera. Sejak saat itulah, pemeluk agama islam pada saat itu telah memahami perihal kewajiban dalam rukun islam yang kelima tersebut. Pada saat itu, bagi yang telah mampu dalam segi biaya, maka akan melaksanakan ibadah haji dengan menggunakan alat transportasi kapal dagang dari  Cina, India, Timur Tengah dan Arab untuk mengarungi laut selama berbulan – bulan lamanya menuju Jeddah untuk melaksanakan ibadah haji. Butuh waktu yang cukup lama dalam perjalanan proses melaksanakan ibadah haji. Tidak hanya naik kapal dagang saja, harus dicampur jalan kaki jika tidak memiliki cukup uang untuk menyewa atau membeli kendaraan berupa unta ataupun kuda pada saat itu, olehkarennya disini tergolong sangat berat untuk pelaksanaannya.

  1. Abad Ke- 18 atau tahun 1700 – an

Pada saat abad ke 18, masyarakat Indonesia telah mengetahui dan memahami dengan betul terkait perlaksanaan ibadah haji yang termasuk dalam kewajiban bagi yang mampu. Sehingga pada saat itu, sebagian besar dari mereka memiliki tujuan untuk bisa berkunjung ke Tanah Suci. Namun, tak hanya melaksanakan ibadah haji saja. Ada pula yang berkunjung kesana dengan tujuan berdagang dan memperdalam ilmu agama. Waktu belajarnya bisa mencapai tahunan, olehkarenanya harus siap mandiri dan siap meninggalkan sanak keluarga dalam waktu yang cukup lama. Perbedaannya pada saat ini teknologi perkapalan sudah lebih maju daripada era sebelumnya, secara kapal bisa lebih besar sehingga cukup stabil jika dibandingkan dengan era sebelumnya, meskipun masih susah loh ya.

  1. Abad ke – 19 atau Tahun 1825 – an

Pada tahun 1825, saat itu pemerintah kolonial belanda mengeluarkan sebuah peraturan yang terkait dengan haji. Peraturan yang dikeluarkan tersebut yakni peraturan yang mengharuskan jamaah haji yang berasal dari pulau jawa harus membayar sejumlah uang untuk mendapatkan izin berangkat haji. Tak hanya itu, pemberangkatan pun harus dilakukan dengan menggunakan kapal Belanda. Setelah itu, pada tahun 1831, peraturan terkait ibadah haji mengalami perubahan. Perubahan peraturan terkait ibadah haji ini berisi bahwa calon jamaah haji yang tidak membayar uang jalan akan dikenakan biaya dua kali lipat pada saat kembali ke Indonesia. Jadi disini sudah mulai ada tekanan dari piihak eksternal yang menekan umat muslim, namun positifnya sudah ada kapal yang kebih modern yang membuat waktu tempuh ke tanah suci mekkah lebih cepat.

  1. Tahun 1852

Pada tahun 1852, peraturan terkait haji pun diubah kembali. Peraturan terkait haji yang terbaru ialah surat izin atau paspor haji masih diwajibkan akan tetapi gratis serta taka da denda pajak. Namun, pada saat itu gubernur pemerintah Belanda menginstruksikan untuk meningkatkan pengawasan menajdi lebih ketat bagi para jamaah haji dan hanya kalangan tertentu yang bisa berangkat atau atas pertimbangan politik tertentu agar umat islam di Indonesia yang mayoritas ini mau tunduk dan diperintah oleh pemerintahan Belanda.

  1. Tahun 1947

Pada tahun 1947 berdasarkan fatwa yang dikeluarkan oleh pimpinan Majelis Syuro Muslimin Indonesia (MASYUMI) ibadah haji untuk jamaah Indonesia diberhentikan. Hal ini dikarenakan pada saat itu situasi di Indonesia masih genting karena pasca kemerdekaan. Banyak terjadi agresi militer dari sekutu untuk merebut dan memaksa Indonesia untuk tunduk dibawah pemerintahan sekutu.

  1. Tahun 1948

Lalu kemudian selanjutnya, pada tahun 1948 suasana Indonesia sudah tak seperti sebelumnya. Karena suasana pada tahun ini sudah lebih baik dari tahun sebelumnya. Sehingga, K.H Moh. Adnan selaku delegasi Indonesia bertemu dengan Raja Arab Saudi yakni Ibnu Saud untuk membicarakan pembahasan serius terkait proses penyelenggaraan haji yang notabennya sebagai rukun islam yang ke – 5. Setelah itu, penyelenggaran haji di Indonesia resmi kembali untuk dilaksanakan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Secara kendaraan sudah menggunakan kapal modern bertenaga mesin uap yang cukup mempersingkat perjalanan keberangkatannya, meskipun pesawat sudah ada dan ditemukan, namun pada waktu itu tidak cukup ada pesawat komersial.

  1. Tahun 1952

Pada tahun 1952, Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Agama membentuk perusahaan Pelayaran Muslim yang bertujuan untuk memfasilitasi transportasi umat islam yang hendak melaksanakan ibadah haji. Di tahun 1952 ini juga, telah resmi terbuka akses transportasi jalur udara dari Indonesia menuju Tanah Suci.

  1. Tahun 1964

Pada tahun 1964 telah terbentuk perusahaan pelayaran yakni PT Arafat. Perusahaan pelayaran tersebut ialah satu – satunya transportasi laut yang dimiliki pemerintah dalam hal menangani masalah angkutan jamaah haji. Pada saat itu penggunaan kapal laut lebih mendominasi ketimbang menggunakan pesawat. Hal ini dikarenakan biaya yang dikeluarkan untuk penggunaan kapal laut lebih terjangkau dibandingkan dengan penggunaan pesawat meskipun secara waktu jauh lebih singkat. Selanjutnya, pada tahun 1969 pemerintah mengambil ali semua hal terkait penanganan penyelenggaraan ibadah haji berdasarkan keputusan presiden nomor 22 tahun 1969.

  1. Tahun 1970 sampai tahun 1999

Pada tahun 1970, kapal laut tak lagi menjadi transportasi yang banyak peminatnya untuk menjadi sarana transportasi untuk menuju ke tanah suci Mekkah. Pada saat itu, pesawat udara lebih memiliki banyak peminat. Hal ini dikarenakan biayanya sudah tak lagi memiliki selisih yang jauh namun secara waktu sudah memangkas sangat banyak. Oleh karena itu, banyak yang lebih memilih menggunakan sarana transportasi pesawat ketimbang kapal. Sehingga pada tahun 1979, Menteri perhubungan Indonesia telah menetapkan untuk meniadakan pengangkutan jamaah haji dengan menggunakan kapal laut dan menetapkan pesawat  sebagai sarana transportasi satu – satunya untuk menuju ke tanah suci. Selanjutnya pada tahun 1999, telah dikeluarkan undang – undang nomor 17 tahun 1999 yang berisi mengatur penyelenggaraan ibadah haji dalam hal perlindungan, pelayanan dan pembinaan jamaah haji. Sejak saat itulah, kuota keberangkatan jamaah haji di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya.

  1. Era Reformasi

Setelah berada pada era reformasi, segala pelayanan dan perlindungan untuk jamaah haji semakin mengalami perkembangan yang baik. Kredibilitas panitia haji pemerintah diuji pada tahun 2004 dan 2006. Segala perubahan dari masa ke masa tersebut membawa perbaikan yang lebih baik lagi bagi penyelenggraan ibadah haji di Indonesia. Saat ini, jamaah haji telah semakin mengalami perkembangan yang baik terkait pelayanan dan perlindungan bahkan saat ini banyak sekali ragam paket dan fasilitasnya yang begitu mewah. Barangkali ini menjadi tantangan tersendiri bagi umat muslim dimana fasilitas sudah sangat mapan dan serba cepat, sehingga secara kasat mata perjuangannya untuk menginjakkkan kaki di Tanah Suci Mekkah tidak lagi berat, hanya orang yang pandai tafakkur, melakukan perenungan dan pemaknaan mendalam yang mampu mendapat penghikmahaannya.

Itulah beberapa informasi yang bisa kami sampaikan kepada sahabat haji plus, berkenaan dengan tempat yang istimewah di tanah suci mekkah dan sejarah singkat penyelenggaraan Ibadah Haji bagi masyarakat Indonesia. Bagi sahabat Haji plus yang hendak Daftar Haji Plus kami ada rekomendasi Biro Perjalanan Ibadah Haji untuk masyarakat muslim di Indonesia yakni Satutours Travel, Satutours Travel telah hadir untuk Sahabat Haji plus sekalian yang memrlukan layanan pemberangkatan Haji. Apabila sahabat Haji plus berniat untuk mendaftarkan diri silahkan chat pada kontak yang tertera pada website https://www.hajiplus.id/  dapatkan harga yang sesuai dengan harapan sahabat haji plus serta fasilitas yang begitu maksimal. Itulah beberapa ulasan singkat terkait informasi Haji Plus. Bagi sahabat Haji Plus yang masih ingin membaca informasi penting lainnya terkait Haji Plus, sahabat Haji Plus dapat mengikuti dan membaca  informasi selainnya di postingan artikel website resmi hajiplus.id. Begitu banyak informasi yang bisa sahabat Haji Plus jangkau secara gratis, up to date dan yang pastinya dapat menambah pengetahuan sahabat Haji Plus seputar ibadah haji. Semoga informasi yang disampaikan bermanfaat bagi sahabat Haji Plus sekalian.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *