Biaya Haji ONH Plus

Biaya Haji ONH Plus

Haji merupakan rukun islam yang kelima setelah syahadat, sholat, zakat dan puasa. Ibadah haji adalah suatu ibadah tahunan yang Allah syariatkan bagi para hambaNya yang mempunyai kemampuan untuk melaksanakannya. Ibadah haji ini cukup satu kali saja pelaksanaannya bagi setiap umat muslim. Ibadah haji mempunyai berbagai manfaat dan tujuan yang membawa kebaikan di dunia dan akhirat serta mengandung hikmah diantaranya ialah beribadah semata – mata karena Allah SWT dan menghadapkan hati Kepada-Nya dengan keyakinan bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah SWT. Pelaksanaan ibadah haji ini dapat dimanfaatkan untuk membangun persatuan dan kesatuan umat muslim di dunia. Ibadah haji ini merupakan muktamar akbar umat islam sedunia, yang peserta – pesertanya berdatangan dari seluruh penjuru dunia dan ka’bahlah yang menjadi symbol persatuan dan kesatuan. Sebagai umat muslim, Sahabat Haji Plus tentunya ingin menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Banyak sekali paket yang dapat Sahabat Haji Plus pilih untuk berangkat ke Tanah Suci. Mulai dari Haji Reguler, Haji Plus hingga Haji Furoda. Teruntuk Sahabat Haji Plus yang ingin mengetahui info seputar Biaya Haji ONH Plus dan lainnya, yuk simak informasi dibawah ini.

Kemampuan Wajib Haji

  1. Kemampuan Fisik

Kemampuan fisik untuk perjalanan menuju Ma’kah dan mengerjakan kewajiban-kewajiban haji. Seseorang yang tidak memiliki kemampuan fisik, karena usia lanjut, dan penyakit yang menahun yang tidak diharapkan kesembuhannya lagi, sedangkan ia memiliki cukup harta untuk pergi haji, wajib mewakili orang lain (badal) untuk berhaji atas namanya. Namun harus diingat bahwa seseorang yang menjadi wakil orang lain untuk berhaji atas namanya, ia sendiri sebelum itu harus telah menunaikan wajib haji atas dirinya sendiri.

  1. Perjalanan Yang Aman

Perjalanan yang aman ketika pergi dan pulang terhadap jiwa dan harta seseorang. Jika terdapat kekhawatiran adannya perampok atau wabah penyakit dalam perjalanan. Maka ia belum wajib haji karena belum dianggap memiliki kemampuan untuk itu.

  1. Cukup Harta

Memiliki cukup harta untuk keperluan makanan dan kendaraan untuk dirinya sendiri selama perjalanan, dan keluarga yang ditinggalkan sampai kembali lagi kepada mereka. Termasuk makanan, pakaian, tempat tinggal dan kendaraan serta peralatan dan modal yang diperlukan bagi kelancaran pekerjaan sepulangnya dari haji. Memiliki rumah untuk tinggal dan biaya pernikahan jika belum menikah.

Kuliner Yang Bisa Dicoba Saat di Tanah Suci

Pada saat melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci, tentunya dapat dengan mudah ditemui aneka ragam jenis makanan khas Tanah Suci yang dapat Sahabat Haji Plus coba. Tentunya cita rasa masakan di Tanah Suci berbeda dengan di Tanah Air. Apa saja kuiner yang dapat Sahabat Haji Plus coba saat di tanah suci? Berikut lebih jelasnya.

  1. Nasi Mandy

Nasi mandy ialah salah satu masakan yang paling populer di Arab Saudi. Nasi mandy terbuaat dari beras basmati yang memiliki tekstur yang pulen dan memiliki bulir yang panjang. Untuk membuatnya menjadi makanan yang lezat, beras basmati ini harus dimasak dengan berbagai bumbu maupun rempah khas arab seperti adas, jintan, saffron, lada hitam serta kayu manis. Nasi mandy ini akan disajikan dengan paduan berbagai pelengkap seperti daging domba panggang ataupun daging ayam. Karena porsinya yang terbilang cukup besar, Nasi mandy ini biasanya dimakan secara bersama – sama.

  1. Kunafa

Kunafa merupakan termasuk ke dalam salah satu dessert yang sudah sangat terkenal di Mekkah, Turki, Lebanon amupun Mesir. Makanan yang satu ini terbuat dari phillo pastry, kemudian dipotong tipis-tipis dan disiram dengan sirup gula. Pada umumnya Kunafa ini disajikan dengan isian kelapa parut, kismis, krim, dan kacang-kacangan. Beberapa varian Kunafa juga disajikan bersama keju mozarella hingga tambahan kayu manis. Keunikan dari makanan ini adalah sirup gula yang ada di dalam Kunafa ternyata dicampur dengan air mawar yang tentunya akan membuat aroma khas dari dessert ini. Bagaimana nih Sahabat Haji Plus? tertarik untuk mencobanya?

  1. Hummus

Tak bisa dipungkiri bahwasannya Arab Saudi memang mempunyai banyak sajian makanan yang berbahan dasar roti, seperti halnya Hummus. Namun sebenarnya Hummus merujuk kepada saus kacang yang bahan dasarnya terbuat dari tahini (wijen giling), kedelai, bawang putih, lentini, air lemon, minyak zaitun, dan garam. Agar sajian ini terlihat menarik, Hummus diberi tortilla, irisan tomat, dan chickpea yang ditata di bagian tengah. Setelah itu, siap disajikan dan disantap dengan roti tradisional berbentuk pita (disebut juga dengan lafa). Cara menikmati makanan ini adalah dengan menyobek roti, kemudian mencocol-cocolkannya pada Hummus. Tidak hanya Hummus, saus ini pun bisa dimakan dengan kentang.

  1. Samboosa

Selanjutnya ialah samboosa. Mungkin jenis yang satu ini sudah tidak asing lagi bagi Sahabat Haji Plus sekalian. Makanan dari Timur Tengah memang terkenal menyehatkan dan bergizi untuk tubuh, begitu juga dengan Samboosa. Sehingga tidaklah mengherankan jika makanan yang satu ini memiliki daya tarik tersendiri di kalangan pencinta kuliner. Samboosa sendiri terbuat dari kulit pastry yang krispy dan gurih. Di bagian dalamnya berisi daging sapi, ayam, atau kambing cincang yang dapat dipanggang atau digoreng, keju, telur, dan aneka sayuran seperti kentang, buncis, dan wortel. Samboosa sangat cocok disantap dengan Shorbah Adas, yaitu sup kacang lentil. Biasanya Samboosa disantap sebagai penambah selera atau bisa juga dijadikan sebagai teman minum teh klasik masyarakat Arab. Jika Sahabat Haji Plus sudah berada di Tanah Suci, jangan lewatkan kuliner yang satu ini yaa.

  1. Baleela

Bagi Sahabat Haji Plus yang sangat suka dengan makanan pedas, tentunya Balila atau Baleela dapat dimasukkan ke dalam list makanan yang wajib dicicipi saat berkunjung ke Arab Saudi. Makanan ini berbahan buncis rebus yang dicampur dengan bawang putih dan garam. Rasanya pun tidak kalah lezat dengan kuliner khas Arab lainnya, terlebih lagi makanan ini sangat mudah didapat di Arab Saudi. Sahabat Haji Plus dapat membelinya di kios-kios yang ada di sekitar Qabel Street. Gimana? menarik sekali bukan?

  1. Luqaimat

Di kalangan masyarakat Arab, makanan ini terkenal sebagai hidangan penutup. Berbentuk bulat dan memiliki tekstur renyah di bagian luarnya, namun sangat lembut di bagian tengahnya. Makanan ini pun memiliki cita rasa yang manis dan lezat. Luqaimat biasanya sangat ditunggu-tunggu saat tibanya bulan ramadhan. Jika di Indonesia makanan ini mungkin dikenal dengan donat, walaupun bentuk maupun tekstur rasanya berbeda. Penasaran? Coba aja saat Sahabat Haji Plus di Tanah Suci nanti.

  1. Falafel

Selanjutnya ialah ada Jajanan yang bernama falafel. Falafel  ini merupakan salah satu jajanan paling populer yang berada di Arab. Makanan ini termasuk sebagai jenis jajanan dikarenakan memiliki bentuk yang kecil dan bisa dengan mudah dimakan, bahkan sambil beraktifitas sekalipun. Falafel terbuat dari kacang faca yang memiliki rasa gurih dan pedas. Bahan utama ini digiling kemudian dipadatkan dan dibentuk menjadi bola-bola kecil. Falafel kemudian dimasak dengan cara digoreng dalam minyak panas, dengan begitu tekstur yang dimilikinya renyah. Falafel biasanya disajikan dan disantap dengan topping seperti sayuran, salad, acar, roti pita, dan berbagai saus khas. Karena banyaknya penjual Falafel di Arab, maka bisa dikatakan bahwa makanan ini adalah salah satu jajanan pinggir jalan di negeri Arab. Bahkan karena kenikmatannya makanan ini telah menjadi makanan favorit banyak orang di Arab. Saat Sahabat Haji Plus ke tanah suci, maka jangan lupa untuk mencoba Falafel ya..

  1. Nasi Biryani

Nasi Biryani merupakan salah satu  makanan berat yang dapat Sahabat Haji Plus coba sewaktu di Tanah Suci nanti. Nasi Biryani ini tentunya menjadi santapan yang dapat mengganjal perut anda saat sedang melaksanakan ibadah haji. Nasi ini dimasak bersama rempah, daging, dan sayuran. Rempah-rempah yang digunakan saat memasak biryani adalah minyak samin, jintan, kacang-kacangan, kapulaga, cengkih, daun salam koja, kayu manis, daun mint, ketumbar, bawang Bombay, jahe, dan bawang putih. Bedanya dengan Nasi Mandy adalah Nasi Biryani memiliki aroma dan rasa yang lebih kuat dan pekat. Sebenarnya Nasi Biryani berasal dari Persia, dan kata dari biryani sendiri mempunyai arti panggang atau goreng. Biasanya Nasi Biryani disajikan dengan sayuran, daging domba atau kambing panggang. Pada dasarnya Nasi Biryani berbeda dengan Pullao (nasi bumbu) dari segi memasaknya, ketika memasak Pullao, maka beras digoreng dengan rempah-rempah ke dalam minyak samin, kemudian dimasak sampai matang. Hidangan sampingan untuk menyantap Nasi Biryani adalah kurma, kari, hingga telur rebus. Wah, terlihat sangat lezat ya.

Fakta Unik Tentang Ka’bah di Tanah Suci

Sahabat Haji Plus tentu telah mengerti bahwa ka’bah merupakan tempat paling suci dari semua situs islam di dunia. Posisi ka’bah yang menjadi kiblat mengharuskan umat islam diseluruh dunia menghadap ka’bah saat menunaikan sholat. Apa saja fakta unik terkait ka’bah? Yuk simak informasi dibawah ini.

  1. Telah Direkonstruksi Berulang Kali

Tahukah Sahabat Haji Plus sekalian bahwa Ka’bah pernah mengalami kerusakan akibat bencana alam seperti banjir dan faktor-faktor lainnya sehingga membuatnya dibangun ulang beberapa kali. Kebanyakan sejarawan mengklaim bahwa Ka’bah telah direkonstruksi sekitar 12 kali. Renovasi terakhir terjadi pada 1996 dengan menggunakan teknologi terbaru untuk memperkuat bangunan tersebut dari bencana. Menurut keyakinan Islam, ada beberapa nabi yang turut berpartisipasi dalam pembangunan Ka’bah. Mereka adalah Nabi Adam AS, Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS, dan Nabi Muhammad SAW.

  1. Bentuk Ka’bah Telah Berubah

Pada mulanya Ka’bah awalnya berbentuk huruf latin D kapital, sesuai dengan fondasi yang diletakkan oleh Nabi Ibrahim AS. Setelah berabad-abad berikutnya, desain bangunan suci itu berubah menjadi bentuk kubus saat dibangun ulang oleh suku Quraisy, sebelum datangnya risalah Islam yang dibawakan Rasulullah SAW. Perubahan bentuk Ka’bah pada masa itu terjadi karena orang-orang Quraisy tidak mampu membangun kembali keseluruhan struktur bangunannya karena kekurangan dana. Ruang yang ditinggalkan disebut Hatim sekarang-ditandai dengan dinding kecil.

  1. Warna Kiswah Ka’bah Tak Selalu Hitam

Sahabat Haji Plus tentunya telah mengerti bahwa Kiswah adalah kain hitam yang menutupi Ka’bah. Tapi, tahukah Sahabat Haji Plus sekalian bahwa kain pelindung bangunan suci itu tidak selalu berwarna hitam seperti yang biasa disaksikan sekarang? Tradisi menutupi Ka’bah dengan kiswah dimulai pada masa pemerintahan Bani Jurhum (salah satu suku tertua di Arab). Kemudian, Nabi Muhammad SAW melapisi Ka’bah dengan kain putih dari Yaman. Sepeninggal Rasulullah SAW, kiswah yang digunakan pada masa pemerintahan para khalifah Islam cukup variatif warnanya. Di antaranya adalah kiswah merah, hijau, dan putih. Pemerintah Dinasti Abbasiyah akhirnya memutuskan warna hitam untuk mengakhiri perubahan warna kiswah yang terlalu sering itu. Sejak itulah, kiswah hitam terus digunakan untuk menutupi Ka’bah sampai sekarang.

  1. Pernah Banjir Hingga Bisa Digunakan Untuk Berenang

Pada jaman dahulu ketika hujan lebat melanda Mekkah, masalah yang akan dihadapi oleh Ka’bah adalah permukaan lantai yang menggenang. Apalagi letaknya yang berada di lembah membuat daerah sekitarnya mudah banjir. Pernah suatu masa, ketika sistem penangan banjir di Ka’bah belum sebagus sekarang, Ka’bah sampai terendam oleh air. Namun banjir yang menenggelamkan Ka’bah tidak menyurutkan niat jamaah untuk tawaf. Mereka akan berenang mengelilingi Ka’bah. Kini, hujan lebat juga akan menggenangi Ka’bah, namun ketinggiannya hanya sampai pergelangan kaki.

  1. Ka’bah Dahulu Memiliki Lebih Dari Satu Pintu

Pada mulanya, Ka’bah memiliki dua pintu. Yang satu digunakan sebagai pintu masuk, sedangkan yang lainnya adalah pintu keluar. Tak hanya itu, Ka’bah dulu juga mempunyai jendela pada salah satu dindingnya. Ka’bah yang kita saksikan sekarang hanya memiliki satu pintu dan tanpa jendela, meskipun ada pintu lainnya yang terdapat di dalam bangunan itu—yang digunakan sebagai akses menuju atap.

Budget Untuk Paket Haji ONH Plus

Sahabat Haji Plus pastinya sudah mengerti bahwasannya biaya yang disiapkan untuk mendaftar Haji Plus lebih banyak ketimbang Haji Reguler. Hal ini salah satunya ialah dikarenakan waktu tunggu keberangkatan yang berbeda yakni Haji Plus yang memiliki waktu tunggu keberangkatan lebih cepat dibanding Haji Reguler. Oleh karena itulah, Biaya Haji ONH Plus memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan Haji Reguler. Selain itu, seperti yang disebutkan sebelumnya yakni biaya dari program haji regular denga Haji ONH Plus memiliki selisih yang cukup banyak dikarenakan program haji regular adalah program haji yang biayanya mendapatkan subsidi dari pemerintah. Subsidi yang diberikan bisa sangat besar bahkan bisa mencapai angka 50% dari biaya total yang seharusnya. Hal inilah yang menjadi latar belakang biaya haji regular yang lebih terjangkau dibandingkan haji ONH Plus. Karena haji regular biayanya lebih terjangkau, tak heran apabila banyak orang yang lebih memilih haji regular dan rela mengantri lama agar bisa menunaikan ibadah haji dengan subsidi pemerintah. Hal ini tentunya berbeda dengan Haji ONH Plus. Haji ONH Plus ialah salah satu program haji yang dilakukan dengan menggunakan biaya mandiri dari peserta jamaah haji. Karena dibayar secara penuh oleh jamaah haji, maka biaya dari program ONH Haji Plus ini tentunya memiliki harga yang tinggi. Harganya bisa mencapai 2 kali lipat dari harga program haji regular. Meskipun harga program haji ONH Plus begitu mahal, akan tetapi program ONH Haji Plus ini masih memiliki banyak peminat. Dengan membayar penuh secara mandiri bukan berarti program Haji ONH Plus ini tanpa kuota. Akan tetapi, program Haji ONH Plus ini juga membatasi kuota. Sehingga, program Haji ONH Plus juga memiliki waktu tunggu tertentu. Bagi Sahabat Haji Plus yang bertanya – Tanya terkait biaya program haji ONH Plus ialah sekitar 9.000 USD. Nah bagaimana? Tertarik untuk mendaftar program haji ONH Plus?

Tujuan Ibadah Haji

  1. Haji Sebagai Puncak Ekspresi Ketakwaan

Rangkaian ibadah haji yang dimulai dari ihram kemudian thawaf, sai, wukuf di Arafah, melempar jumrah, sampai menyembelih hewan kurban adalah ekspresi ketakwaan hamba-Nya. Ukuran-ukuran fisik menjadi simbol yang bisa sirna jika tidak berakar pada ketakwaan. Semua jerih payah juga akan buyar begitu saja jika tidak melahirkan ketakwaan kepada Allah.

  1. Bentuk Totatlitas Penyembahan Kepada Allah

Ibadah haji merupakan ibadah yang menuntut adanya kesiapan organisasi dan manajemen diri. Penziarah tidak bisa meninggalkan satu bagian ibadah haji karena dapat membatalkan hajinya. Para jamaah haji dituntun untuk berkosentrasi penuh baik secara fisik maupun mental, baik secara keuangan maupun kemampuan di lapangan.

  1. Perjalanan Penuh Dzikir dan Rasa Syukur

Islam telah membuat beberapa aturan guna menguatkan rasa persatuan sesama umat. Dalam hal ini haji telah mampu menyatukan umat  dari berbagai pelosok dengan tidak memandang bangsa dan warna kulit. Mereka hendaklah berpakaian sama, berkumpul dalam satu tempat, yaitu di padang Arafah dan Mina, dengan tidak membedakan kaya dan miskin, mulia dan hina, raja dan hamba. Dalam pertemuan yang amat besar itu dapatlah mereka berkenalan satu sama lain, dan bertambah teguhlah persatuan dan perasaan saling mempercayai.

  1. Masa Penempaan Diri

Ibadah haji mengajarkan bagaimana keimanan berbuah pada perbuatan dan perilaku. Ibadah haji juga menunjukkan bahwa meraih keridhaan Allah tidak cukup dengan konsep saja tetapi harus dicapai dengan usaha nyata. Kesulitan dalam melaksanakan ibadah haji bukanlah kebetulan. Semua bertujuan pada pembinaan pribadi. Yang dapat menahan hawa nafsu adalah yang paling berhasil dalam penempaan diri ini. Yang paling bersabar adalah yang mendapatkan penghargaan dari Allah.

  1. Menyaksikan Tanda – Tanda Kebesaran Allah

Pada saat melaksanakan ibadah haji, akan dialami banyak keajaiban sebesar keikhlasan hati penziarah dalam beribadah. Oleh karena itu Allah akan memperlihatkan keagungan dan tanda-tanda kemenangan padanya. Banyak tanda-tanda yang Allah perlihatkan salah satunya adalah makam Nabi Ibrahim Allah berfirman dalam QS Ali Imran ayat 97 yang artinya “PadaNya terdapat tanda – tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim” (Q.S. Ali Imran : 97)

  1. Meraih Manfaat Ibadah Haji

Manfaat-manfaat yang terdapat dalam ibadah haji begitu banyak dan tidak terbatas. Tidak hanya terbatas pada manfaat keagamaan dan keimanan, tapi juga manfaat keduniaan dan materi. Dalam ibadah haji, Allah membolehkan jamaah haji menggabungkan tujuan akhirat dan kepentingan duniawi. Setiap ibadah yang disyari’atkan oleh Allah mengandung hikmah tersendiri. Allah tidak sekalipun memerintah manusia melakukan suatu perbuatan yang tidak bermanfaat atau tidak mengandung hikmah.

Itulah beberapa ulasan singkat terkait informasi Haji Plus. Bagi sahabat Haji Plus yang masih ingin membaca informasi penting lainnya terkait Travel Haji Plus, sahabat Haji Plus dapat membacanya di website resmi hajiplus.id. Begitu banyak informasi yang bisa sahabat Haji Plus jangkau secara gratis yang tentunya dapat menambah pengetahuan sahabat Haji Plus seputar ibadah haji. Semoga informasi yang disampaikan bermanfaat bagi sahabat Haji Plus sekalian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *