Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah

4491
0
SHARE

Wuquf

Wuquf adalah berdiam di di Arafah pada waktu tertentu dengan syarat syarat tertentu dalam rangka melaksanakan ibadah yang merupakan rangkaian ibadah haji.Wuquf merupakan salah satu rukun haji.Para ulama sepakat mengenai kedudukan wuquf sebagai rukun haji sehingga orang yang meninggalkan ibadah ini ,maka hajinya menjadi batal.

Perintah untuk melakukan wuquf dalam pelaksanaan haji terdapat dalam Al-Quran dan Al-Sunnah.Allah berfirman dalam Al-Quran surat Al-Baqarah (2) ayat 199 yang artinya: “Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang orang banyak(Arafah) dan mohon ampun kepada Allah.Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.Dalam suatu hadist disebutkan bahwa Aisyah r.a berkata: “Kaum Quraisy dan kaum kaum yang seagama dengan mereka biasanya berwuquf di Muzdalifah.Mereka menamakanya sebagai al-Hums . Sementara itu seluruh orang arab berwuquf di padang Arafah.Ketika Islam datang,Allah SWT, memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW menuju ke Arafah dan berwuquf disana.kemudian baginda bertolak dari situ,sesuai dengan firman Allah: “Tsumma Afidhu min Haitsu Afadha al-Nas” Maksudnya : “kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang ramai yaitu Arafah” (HE.Bukhari dan Muslim)

Para ulama bahkan memandang wuquf di Arafah merupakan rukun haji yang terpenting.Hal ini didasarkan kepada hadist yang berasal dari Abdullah bin Ya’mur yang menyatakan mendengar Rasulullah ditanya tentang haji di Arafah .Rasulullah SAW bersabda: “Haji adalah hari Arafah atau hari-hari Arafah.Barang siapa yang datang pada malam berkumpul (tanggal 10 Zulhijjah) sebelum pelaksanaan shalay subuh ,maka sempurnalah hajinya.Kemudian (mengamalkan )hari-hari Mina dalam dua hari ,maka yang ingin mengakhirinya (menyempurnakan tiga hari di Mina),maka tidak ada juga dosa baginya dan barang siapa yang ingin barang siapa yang mengakhirkanya(menyempurnakan tiga hari di Mina),maka tidak ada juga dosa baginya.” (HR.Ahmad).

            Meskipun para ulama sepakat tentang kedudukan wuquf sebagai rukun haji ,tetapi terdapat perbedaan pendapat di kalangan mereka dalam menentukan syarat ,wajib,dan sunat dalam pelaksanaan wuquf.

Menurut Ulama Syafi’iyah,wuquf di Arafah harus memenuhi syarat-syarat:

  • Datang dan hadir di Arafah pada waktu yang ditentukan ,yaitu sejak matahari tergelincir pada waktu yang ditentukan pada hari Arafah (9 Zulhijjah) sampai terbit fajar hari Nahar (10 Zulhijjah).Seseorang cukup hadir di Arafah pada rentang waktu tersebut,meskipun sejenak.
  • Orang yang hadir di Arafah tersebut haruslah orang yang sah melakukan ibadah haji,bukan orang gila ,mabuk atau pingsan.

 Adapun sunat-sunat dalam wuquf menurut ulama Syafi’iyah adalah sebagai berikut

  •  Bagi laki laki,disunatkan berwuquf ditempat Rasulullah SAW.melaksanakan wuquf,yakni di al-Shakhrat al-Kibar yang berada di bawah Jabal Rahmah.Jika tidak mampu ,cukup ditempat yang dekat dengan tempat wuquf Rasulullah tersebut.Sedangkan bagi wanita disunatkan wuquf di tepi tempat wuqufnya Rasulullah SAW dan lebih baik juga memakai tandu
  • Mempebanyak doa apa saja,zikir dan tahlil.Mengangkat tangan dengan tidak melewati kepala .Do’a dimulai dengan pembacaan tahmid,tamjid,tasbih,dan shalawat kepada Rasulullah SAW. Kemudian memunajatkan do’a apa saja yang dikehendaki dengan mengulangi sebanyak tiga kali .Doa diakhiri pembacaan tahmid,tamjid,tasbih,dan shalawat kepada Rasulullah SAW.,dan pembacaan amin .Disunatkan juga membaca surat al Hasyar dan banyak menangis. Salah satu doa yang dianjurkan adalah :

La ilaha illallahu wahdahu La Syarikalah Lahu al Mullku wa Lahu al-Hamdu wa Huwa ala Kulli Syai’in Qodir. Allahumaj al fi Qalbi Nuran wa fi Basyari Nuran. Allahuma masyrahli Shadri wa Yassirli Amri. Allaahumma laka al Hamdu ka allazi nuqulu wa Khairan min Ma naqul”

(Tiada Tuhan selain Allah sendiri yang tiada sekutu bagi-Nya. Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu . Ya Allah berilah cahya dalam hatiku dan pada penglihatanku . Ya Allah lapangkanlah dadaku ,mudahkanlah urusanku. Ya Allah bagi Engkau segala puji seperti yang kami ucapkan dan bahkan lebih baik dari apa yang kami ucapkan)

  • Mensucikan niat, tidak memakan kecuali yang halal, bersikap tunduk dan rendah hati.
  • Menjaga sikap khusuk ,menghindari hati dan ingatan dari segala urusan lain sebelum mwlaksanakan wuquf di jalan umum.
  • Suci dari hadast dan najis , menutuo aurat, menghadap kiblat, berkendaraan bila memungkinkan , tidak menghardik pengemis atau menghina makhluk Tuhan lainnya, tidak berbantah –bantahan, dan tidak saling caci maki.
  • Wuquf hingga matahari terbenam sehingga memperoleh dua waktu antara siang dan malam.

Ulama Hanafiyah berpendapat bahwa untuk wuquf tersebut disyaratkan datang ke Arafah pada waktu yang telah ditentukan. Waktu wukuf adalah sejak tergelincir matahari pada tanggal 9 Zulhijjah hinga terbit fajar pada hari Nahar (10 Zulhijjah).Tidak disyaratkan niat, berakal, atau sadar sehingga orang yang hadir di Arafah dalam keadaan tidak sadar, tidak berniat , atau tidak waras, tetap sah wuqufnya.Sedangkan yang menjadi ketentuan wuquf adalah menunggu di Arafah sampai terbenam matahari pada tanggal 9 Zulhijjah jika sesesorang wuquf di siang hari. Jika dia meninggalkan Arafah sebelum matahari terbenam,maka diwajibkan membayar dam. Bagi yang memulai wuquf setelah terbenam matahari, maka tidak ada ketentuan wajib baginya.

Adapun yang menjadi sunat sunat dalam pelaksanaan wuquf menurut ulama Hanafiyah adalah sebagi berikut.

  • Mandi sebelum wuquf .
  • Menyampaikan dua khutbah bagi Imam.
  • Menjama’ shalat Zuhur dan Ashar secara jama’taqdim.
  • Wuquf dilakukan setelah melaksanakan shalat Zuhur dan Ashar secara jama’taqdim.
  • Tidak puasa selama wuquf
  • Dalam keadaan berwudhu.
  • Wuquf di atas unta bagi yang berkendaraan unta.Mengambil tempat dibelakang atau didekat imam
  • Khusu’, tidak diganggu oleh pikiran atau urusan yang menggangu ibadah atau do’a.
  • Berwuquf di tempat wuqufnya Nabi Muhamad SAW,yaitu di Sakharat al-Sud atau berusaha keras mendekati tempat tersebut.Mengangkat kedua tangan dengan terbuka ,kemudian berdoa setelah memuji Allah , tahlil ,takbir dan shalawat kepada Rasulullah SAW.
  • Membaca talbiyah.Memperbanyak istigfar untuk diri ,kedua orang tua,dan seluruh mukmin dan mukminah
  • Terus menerus membaca talbiytah, tahlil, tasbih, dan memuji Allah dengan khusuk , tunduk dan ikhlas.
  • Membaca shalawat kepada Nabi Muhamad SAW.
  • Berdoa agar dapat memenuhi segala kebutuhan ketika matahari terbenam dan melantukan doa apa saja yang dikehendaki . Doa dimunajatkan dengan suara yang samar. Doa yang afdhal adalah :

La ilaha ilallahu wahdu La Syarikalah Lahu al- Mulku wa Lahu al- Hamdu Yuhyi wa Yumitu wa Huwa hayyun La yumutu biyadihi al- Khairu wa Huwa ala Kuli Syai in qodir.La na budu illa iyyahu wa La na’rifu rabba siwahu. Allahummaj’al fi Qalbi Nuran wa fi sam’i Nuran.Allahummasyrahli Shadri wa Yassirli Amri . Allahumma Hadza Maqamu al Mustajir al Nari wa bi afwika Adkhilni jsnnsts birahmatika Ya Arhama al- Rahim.Allhaumma idza daytani Lil islami fala tanzi’hu ‘ainni wa La tanzi’ni anhu hatta taqbidhani wa Ana alaihi.”

 

(Tida Tuhan selain Allah Sendiri tiada sekutu bagi-Nya.Dia memiliki kerajaan dan Dia pula yang memiliki segala pujian.Dia yang menghidupkan dan Dia pula yang mematikan .Dia Zat Yang Hidup tidak mati.Segala kebaikan ada dalam kekuasan-Nya dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu .Kami tidak menyembah kecuali kepada Nya.dan kami tidak kenal Tuhan selain Dia.Ya Allah,berilah cahaya dalam hatiku dan pada pendengaranku.Ya Allah,lapangkanlah dadaku,mudahkanlah urusanku.Ya Allah tempat ini adalah tempat dimana orang yang memohon keselamatan yang dapat melindungi dirinya dari api neraka dengan ampunanmu-Mu,dan masukan aku kedalam syurga dengan rhmat dan kasihsayang Mu wahai yang maha Pengasih dari segala yang kasih Ya Allah bila engkau telah tunjukn aku kedalam islam ,maka janganlah Engkau lepaskan Islam dariku dan janganlah lepaskan aku darinya sehingga engkau cabut nyawaku dalam keadaan memeluknya).

Ulama Hanabilah meberikan persyaratkan bagi pelaksanakan wuquf sebagai berikut.

  •  Datang ke Arafah denagn niat dan usaha sendiri tidak sah kalau karena dipaksa.
  • Pelaku wuquf haruslah orang yang pantas dan sah melaksanakan ibadah. Tidak sah wuquf nya bagi orang gila , mabuk atua pingsan.
  • Wuquf dilaksanakan pada waktu dan tempat yang ditentukan ,yaitu sejak terbit fajar pada tanggal 9 Zulhijjah hingga terbit fajar pada tanggal 10 Zulhijjah di Arafah.Wuquf tetap sah bagi orang yang tidak tahu atau tidak menyadari bahwa dia berada di Arafah pada waktu yang wuquf yang telah ditentukan.Sedangkan yang menjadi wajib wuquf adalah berada di Arafah pada sebagian malam bagi yang telah hadir di Arafah sejak siang .Sedangkan bagi yang baru berada di jabal Rahmah (di Arafah ) setelah terbenam matahari ,maka tidak ada kewajiban tersebut baginya

Adapun yang menjadi sunat wuquf adalah hal hal sebagai berikut.

  • Berwuquf di atas kendaraan.
  • Menghadap kiblat .
  • Mengambil tempat di Shakhrat di Jabal Rahmah tanpa diharuskan mendaki bukit tersebut.
  • Mengangkat tangan ketika berdo’a .
  • Memperbanyak membaca doa dan istigfar ,bersikap tunduk ,menampakan ketidakberdayaannya dan pengharapan di hadapan Tuhan.
  • Terus menerus berdoa agar cepat dikabulkan Tuhan.
  • Mengulang setiap doa sebanyak tiga kali.
  • Memperbanyak bacaan :

La ilaha ilallahu wahdu La Syarikalah Lahu al- Mulku wa Lahu al- Hamdu Yuhyi wa Yumitu wa Huwa hayyun La yumutu biyadihi al- Khairu wa Huwa ala Kuli Syai in qodir. Allahummaj’al fi Qalbi Nuran wa fi basyari Nuran wa fi sam’i Nuran wa Yassirli Amri”

 (Tida Tuhan selain Allah Sendiri tiada sekutu bagi-Nya.Dia memiliki kerajaan dan Dia pula yang memiliki segala pujian.Dia yang menghidupkan dan Dia pula yang mematikan .Dia Zat Yang Hidup tidak mati.Segala kebaikan ada dalam kekuasan-Nya dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu.Ya Allah berilah cahaya dalam hatiku,pada penglihatanku dan pada pendengarkanku,serta mudahkanlah urusanku)

Ulama Malikiyah berpendapat bahwa untuk pelaksanaan wuquf ada dua syarat yang harus dipenuhi.

  • Pelaku wuquf tahu bahwa dia sedang beada di Arafah
  • Bagi yang hanya sekedar lewat di Arafah dia harus berniat mendatangi Arafah untuk berwuquf.Sedangkan bagi yang sempat diam di Arafah sudah cukup,seskipun dalam keadan tidur atau pingasan .

Wuquf di Arafah menurut ulama Malikiyah juga mempunyai ketentuan wajib .Ketentuan wajib wuquf adalah segai berikut.

  • Diam di Arafah dengan thumaninah (menenangkan badan). Jika tidak thumaninah,maka wjib membayar dam.
  • Wuquf wajib dilaksanakan setelah tergelincir matahari sampai tengelam matahari pada tanggal 9 Zulhijjah .Jika seseorang meninggalkan Arafah pada rentang waktu tersebut tanpa uzur ,maka wajib membayar dam .Menurut ulama Malikiyah,hadir di Arafah terbagi kepada dua macam yang berbeda hukumnya.Pertama ,hadir di Arafah sejak tergelincir matahari hingga terbenam matahari pada tanggal 9 Zulhijjah.Ini termasuk wajib haji yang barang siapa meninggalkannya dikenakan kewajiban membayar dam .Kedua hadir di Arafah sejak terbenam matahari pada tanggak 9 Zulhijjah hingga terbit fajar pada tanggal 10 Zulhijjah.Ini termasuk rukun haji yang barang siapa meninggalkannya,haji nya menjadi batal.

SUNNAH dalam pelaksanaan wuquf adalah sebagai berikut.

  • Berjalan menuju Arafah setelah terbit matahari pada tanggal 9 Zulhijjah.
  • Turun di Namirah,nama suatu tempat di Arafah .
  • Mandi sebelum melaksanakan wuquf.
  • Merendahkan diri dan tunduk sepenuhnya kepada Allah SWT. Ketika berdoa.
  • Suci dari hadist.
  • Disunatkan berdiri bagi laki laki kecuali ada uzur.

Sedangkan yang disunatkan dalam pelaksanaan wuquf adalah.

  • Melaksanakan shalat Zhuhur dan Ashar secara jamak taqdim di Arafah
  • Menyampaikan dua khutbah bagi imam yang berisi pelajaran tentang apa apa yang harus dilakukan di Arafah hingga akhir haji.Khutbah dilaksanakan setelah tergelincir matahari tanggal 9 Zulhijjah .Kemudian dikumandangkan azan dan iqamah shalat Zhuhur ketika imam mansih di atas mimbar ,lalu imam turun dan memimpin shalat Zhuhur.Kemudian dikumandangkan azan dan iqamah shalat Ashar ,lalu imam memimpin shalat Ashar yang dilakukan secara jamak taqdim .Cara khutbah dan shalat seperti diatas tetap dilakukan meskipun pada hari Jum’at .Jadi tidak ada kewajiban Shalat Jum’at pada hari Arafah tersebut.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY