Thawaf Ifadhah

Thawaf Ifadhah

1938
0
SHARE

Thawaf ifadhah termasuk ke dalam kelompok rukun haji sesuai dengan kesepakatan para ulama. Hanya saja, ulama Hanafiyah berpendapat bahwa yang termasuk rukun haji hanyalan empat putaran thawaf, selebihnya termasuk wajib haji. Barangsiapa yang meninggalkan thawaf rukun ini, maka hajinya batal dan wajib mengulangi hajinya secara lengkap pada tahun berikutnya. Perintah untuk melaksanakan thawaf dalam rangkaian ibadah haji tercantum dalam al-Quran surat al-Hajj (22) ayat 29 yang artinya: “Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah tua itu (Baitullah).”

Para ulama berbeda pendapat dalam menetapkan waktu pelaksanaan thawaf ifadhah. Ulama Hanafiyah berpendapat sejak terbit fajar hari Nahar (10 zulhijjah) sampai akhir usia seseorang, dengan syarat harus dibulan-bulan haji(syawal, Zulqaedah, Zulhijjah). Seseorang yang akan thawaf ifadhah harus melaksanakan wuquf terlebih dahulu. Bila tidak melaksanakan wuquf, tidak sah melaksanakan thawaf ifadhah dan hajinya batal. Bila setelah melakukan wuquf , seseorang tidak melaksanakan thawaf ifadhah sampai bulan Zulhijjah habis, maka dia wajib melaksanakan thawaf ifadhah pada tahun yang lain pada bulan-bulan haji. Ulama Malikiyah mengatakan bahwa waktu thawaf ifadhah adalah dari hari Nahar (10 Zulhijjah) sampai akhir bulan Zulhijjah, tidak sah dilakukan sebelum rentang waktu tersebut. Jika seseorang menunda pelaksanaanya setelah waktu tersebut hajinya sah, tetapi wajib membayar dam. Menurut ulama Syafi’iyah, waktu pelaksanaan thawaf ifadhah adalah sejak pertengahan malam Nahar sampai batas yang tidak di tentukan. Tetapi dia tidak boleh menggauli isterinya sebelum melaksanakan thawaf ifadhah. Waktu yang paling utama untuk melaksanakan thawaf ifadhah adalah pada hari Nahar.

Ulama Hanabilah berpendapat bahwa waktu bagi pelaksanaan thawaf ifadhah adalah sejak pertengahan malam Nahar sampai batas yang tidak ditentukan. Thawaf ifadhah harus dilaksanakan setelah wuquf di Arafah. Melaksanakan thawaf ifadhah sebelum wuquf tidak sah dan haji menjadi batal.

Thawaf ifadhah ini dalam rangkaian Haji merupakan momentum terpadat di Masjidil Haram dimana dapat dikatakan 60 persen dari 2 Juta jamaah haji melaksanakan Thawaf Ifadhah di Masjidil pada waktu yang telah ditetapkan dan hampir dapat disimpulkan mayoritas jamaah haji melaksanakan Thawaf Ifadhah pada waktu yang diutamakan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY