JENIS DAN TATA CARA PELAKSANAAN IBADAH HAJI (JENIS-JENIS NUSUK)

JENIS DAN TATA CARA PELAKSANAAN IBADAH HAJI (JENIS-JENIS NUSUK)

2239
0
SHARE

Tidak banyak calon jamaah haji INDONESIA yang sudah mendaftarkan perjalanan Haji baik calon Jamaah Haji Plus maupun reguler yang mengetahui adanya beberapa tatacara / pilihan pelaksanaan rangkaian Ibadah Haji sebagaimana Nabi Muhammad SAW mengajarkan. Berikut kami sampaikan tiga pilihan tatacara pelaksanaan Haji dari mulai Haji Ifrad, Haji Tamattu dan Haji Qiran yang diantara ketiganya menjadikan piihan dan memberikan kemashlatan untuk jamaah Haji.

HAJI IFRAD

Jamaah Haji berihram untuk haji dari miqat dengan berpakaian Ihram terlebih dahulu kemuadian berniat “labbaika allaahumma hajjan”. Ketika sampai di Kota Makkah Al Mukaramah maka langsung melaksanakan thawaf Qudum kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan Sa’i antara shafa dan marwah akan tetapi tapi tidak bertahallul terlebh dahulu, sehinga dengan itu dia tetap dalam ihramnya sampai tiba waktu jumrah Aqabah pada hari ‘Id 10 Dzulhijjah ( Setelaha melaksankan wukuf di Arafah, Mabit di Muzdalifah dan lempar Jumrah di di Mina) kemudian ber tahallul. Jika jamaah haji menginginkan Sa’inya diakhirkan sampai setelah thawaf haji maka itu diperbolehkan.

HAJI TAMATTU

Jamaah Haji berihram untuk umrah terlebih dahulu pada bulan haji ( Syawal, Dzul qa’dah dan Dzulhijjah) dengan niat “ labbaika Allahuma Umratan” ditempat miqat yang telah ditenttukan. Apabila sampai di kota Makkah maka langsung mengerjakan umroh nya dengan melaksanakan thawaf, Sa’i dan tahalullul. Kemudian jammah haji beristirahat pada periode yang tidak ditentukan namun harus berihram kembali untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji dimulai pada hari tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan jamaah haji mengerjakan semua rukun-rukun haji. Bagi haji tamattu terdapat kewajiban Hadyu (sembelihan/memotong satu ekor kambing) yang disembelih pada Hari nahr atau hari-hari tasyriq. Jika jamaah haji tidak mempunyai kemampuan untuk melakukan hadyu maka berkewajiban mengganti Hadyu dengan shaum 10 hari, 3 hari ketika musim Haji (di saudi) dan 7 hari ketika kembali ke tanah air.

HAJI QIRAN

Jamaah haji yang melasanakan Haji Qiran, Setelah berihram di tempat miqat , mengambil niat sekaligus untuk umrah dan haji dengan niat : “labbaika Allahuma umratan wa hajjan”. Atau berihram untuk umrah pertama kali kemudian ketika akan memulai haji maka disunnahkan melaksanakan thawaf umrah. Tatacara haji Qiran sama seperti Haji Ifrad, perbedanaannya hanya haji qiran terdapat kewajiban hadyu berbeda dengan ifrad.

Mayoritas jamaah Haji Indonesia termasuk Jamaah Haji Plus melaksanakan rangkaian ibadah Haji dengan cara Tamattu’ yaitu melaksanakan ibadah umroh terlebih dahulu kemudian dilanjutakan dengan melaksanakan ibadah Haji yang memang lebih memungkinkan untuk jamaah Haji Indonesia serta ditambahnya dengan kewajiban Hadyu (menyembelih satu ekor kambing) menjadi nilai ibadah tersendiri dimana jamaah Haji Indonesia senantiasa Ikhlah dan penuh semangat untuk menyelesaikan rangkaian Ibadah Haji nya.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY