Hari Tarwiyah

Hari Tarwiyah

3656
0
SHARE

Hari Tarwiyah, Jatuh pada tanggal 08 Dzulhijjah atau satu hari sebelum hari Arafah / 09 Dzulhijjah atau 02 Hari sebelum Hari raya Iedul Adha , Pertanyaannya kenapa hari ke 08 Dzulhijjah iu disebut sebagai Hari tarwiyah?

Dalam kaidah Bahasa Arab, Tarwiyyah (تروية) berasal dari Fi’il Rowa-yarwi (روى) yang berarti ; mengisahkan, meriwayatkan menceritakan, menarasikan. dapat juga diartikan sebagai ; mengantarkan, memancarkan, melewatkan atau memberi minum atau mengairi. Penamaan Tarwiyah ini sangat erat kaitanya dengan kisah Nabi Ibrahim as, Imam Ibnu Qudamah “ dalam Kitab Al-Mughni” mengatakan penamaan hari ke 8 Dzulhijjah dengan hari Tarwiyah paling sedikit terdapat dua alasan ;

Pertama , pada tanggal 08 Dzuhijjah setelah calon jamaah haji ber-ihram / mengambil niat Haji dari mulai pagi hingga sore Hari mereka menuju ke Kawasan Mina untuk Mabit (berdiam diri / bermalam) hingga tanggal 09 Dzulhijjah dini hari hingga pagi meninggalkan Mina untuk menuju Arafah, pada saat di Mina itu para Jamaah Haji pada hari Tarwiyah / 08 Dzulhijjah mereka menyiapkan air sebagai bekal untuk wukuf di Arafah (seperti yang dikatakan Ibnu Qudamah) menyiapkan air diistilahkan dengan Yatarowwauna (يتروون). Karena kata Yatarowwauna (يتروون) itu mempunyai asal kata yang sama dengan Tarwiyyah.

Kedua , pada Tanggal 08 Dzulhijjah diriwayatkan Nabi Ibrahim as bermimipi yang pertama kalinya diperintahkan Allah untuk menyembelih Nabi Ismail as (putra Nabi Ibrahim), Nabi Ibrahim as ketika mendapat mimpi tersebut beliau diliputi keraguan dan bertanya kepada dirinya sendiri “APAKAH MIMPI TERSEBUT” datang nya dari Syaitan yang hendak menggodanya atau dari Allah yang menjadikanya sebagai Satu perintah yang harus dikerjakan ?, dari mendapati mimpi tersebut hingga siang nya Nabi ibrahim terus merenung, berfikir dan bertanya – tanya tentang mimpinya tersebut.

dalam bahasa arab bertanya – Tanya dapat di-istilahkan Yurowwi” (يروي) . dan oleh sebab itu 08 Dzulhijjah dinamakan sebagai hari tarwiyyah.

Keesokan Harinya yakni pada malam hari Arafah / 09 Dzulhijjah Nabi Ibrahim as mendapatkan mimpi tersebut untuk kedua kalinya, Nabi Ibrahim akhirnya meyakini sepenuhnya kalau mimpi itu merupakan khobar dari Allah swt. Dan yakin berarti adanya pengetahuan, pengetahuan dalam bahasa Arab disebut dengan kata “Arofa” (عرف). Karena itulah hari ke 9 dinamakan hari Arofah (عرفة), Akan tetapi,Nabi Ibrahim belum melaksanakan perintah Allah dalam mimpinya tersebut.

Berlanjut pada hari berikutnya tanggal 10 Zulhijjah Nabi Ibrahim as kembali mendapati mimpi yang serupa untuk yang ketiga kalinya diperintahkan Allah SWT untuk menyembelih putra nya Nabi Ismail as, kemudian pada saat itu Nabi Ibrahim as memutuskan untuk melaksanakan perintah Allah SWT tersebut setelah berdikusi terlebih dahulu dengan Istri dan Putra nya. Ketetapan Nabi Ibrahim pada tanggal 10 Dzulhijjah tersebut disebut juga sebagai hari Nahar. Nahar berarti menyembelih. Sedangkan pada hari berikutnya 11-12, dan 13 Zulhijjah, Nabi Ibrahim selalu digoda oleh Iblis maka hari itu disebut hari Tasyriq.

Maknaniah dari peristiwa diatas hari Tarwiyah atau hari ke-8 bulan Dzulhijjah memiliki Makna yang mendalam untuk berpikir dan merenung.

Wallahu a’lam bisawab.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY